Andra Dan Azimah (Pernikahan Kontrak 2)

Andra Dan Azimah (Pernikahan Kontrak 2)
40


__ADS_3

Malam semakin larut, Azimah berbaring dikamarnya bersama Anastasia. Andra benar-benar menginap dirumahnya. Ancaman apa pun tak bisa dilakukan Azimah karena Andra tetap bersikeras untuk menginap. Azimah pun tak punya pilihan lain dan akhirnya mengizinkan Andra menginap...


Azimah berbaring di atas tempat tidur, ia tak bisa memejamkan matanya. Entah mengapa ia tak bisa. Pikirannya saat ini tak berada bersamanya. Azimah pun memutuskan untuk keluar kamar. Mencari angin segar agar ia bisa menenangkan perasaannya saat ini.


Saat keluar kamar, Azimah bingung karena Andra tak berada di ruang tamu, Azimah mencari Andra ke sisi balkon namun ia tetap tak ada. Karena enggan memikirkannya, Azimah pun membiarkan kepergian Andra yang tiba-tiba..


"Mungkin ada urusan mendadak..." gumam Azimah dalam hatinya..


Azimah berdiri di sisi balkon. Menyadari bekas darah yang menetes dari tangan Andra dan Ronald. Ia pun menghela nafas kasar, menyiram bekas darah tersebut dengan air selang yang selalu ia gunakan untuk menyirami bunga-bunga yang memang Azimah tanam untuk mempercantik huniannya tersebut.


Setelah merasa bekas darah tersebut hilang, Azimah duduk dan menatap langit malam. Tidak begitu banyak bintang namun langit malam ini cukup cerah karena adanya bulan purnama. Azimah tersenyum kecil melihat bagaimana pergerakan awan diatas sana. Tak ada yang tahu apakah awan tersebut benar-benar berjalan mengikuti arah angin atau memang itu hanya halusinasi manusia saja. Pertanyaan ini sering kali ia tanyakan namun tak ada jawaban yang memuaskannya. Seperti hubungannya bersama Andra, tak ada kepastian atau pun kejelasan...


"Apa yang kau lihat di sana?" sebuah suara mengagetkan Azimah, namun karena suara itu sangat ia kenali, Azimah pun mengabaikannya dan memilih memejamkan matanya..


Andra mendekat dan memberikan selimut yang melilit tubuhnya pada Azimah. Azimah membuka mata, nampak jelas rahang Andra yang rata tanpa lemak terpampang di depan matanya...


"Dingin, kau bisa masuk angin..." ujar Andra santai..


Azimah membenarkan cara duduknya. Sofa panjang yang terbuat dari rotan itu diduduki keduanya. Andra menarik kedua kaki Azimah dan memangkunya. Azimah menolak namun lagi-lagi Andra selalu menang dari penolakan Azimah..


"Kenapa kau belum tidur?" tanya Andra..


"Belum mengantuk" ketus Azimah lalu membuang muka ke tempat lainnya..


"Anas tak rewel, bukan?" tanya Andra lagi..


"Paman sekarang banyak bicara, lihat saja sendiri untuk memaafkannya.." geram Azimah..


Entah mengapa kini bersikap acuh pada Andra membuat Azimah lebih tenang. Ia lebih suka menjawab Andra dengan kata-kata kasar atau pun jawaban yang ketus...


"Kau pun sekarang berbeda.." balas Andra..


"Paman yang membuatku berbeda.." ucap Azimah pelan..


"Kenapa kau berbohong tentang Ronald?"


".."


"Hei, aku bertanya..." sentak Andra..


Azimah menarik kakinya dari pangkuan Andra. Ia berdiri karena tak ingin membicarakan kebohingan yang ia buat. Namun Azimah berbalik Andra lagi-lagi menarik tangannya dan membawa Azimah ke dalam pangkuannya...

__ADS_1


"Jangan konyol, lepaskan aku..." pinta Azimah sambil berontak pelan..


"Kau ada beer atau wine?" tanya Andra tiba-tiba...


"Aku bukan maniak alkohol jadi aku tak menyimpan barang semacam itu"


".."


"Aku ingin minum malam ini.."


"Kenapa?"


"Aku kedinginan..."


"Masuk saja jika begitu,"


"Hatiku kedinginan karena tak merasakan lagi kehangatanmu" lirih Andra di telinga Azimah. Azimah menelan salivanya...


"Apakah sikapku sudah berlebihan padanya?" batin Azimah..


"Aku mengantuk, besok aku akan kerja..."


Andra tak menjawab malah membawa Azimah dan menggendongnya ala bridal stlye..


"Kita tidur di sofa berdua..."


Azimah membulatkan mata mendengarnya namun hal sebaliknya ditampakkan Andra dari wajahnya.


"Jangan mesum..." ancam Azimah..


Andra terkekeh mendengarnya. Bersamaan dengan itu Andra meletakkan Azimah di atas sofa..


"A-aku tak bisa tidur di sofa, badanku akan sakit semua..!" bohong Azimah..


Andra kembali tak bicara. Ia mengulangi apa yang ia lakukan di balkon tadi pada Azimah. Kali ini Andra menggendong Azimah masuk ke dalam kamar. Meletakkannya dengan lembut di tengah-tengah tempat tidur lalu ia ikut berbaring di samping Azimah...


"Hei..., jangan konyol... Tidur di sofa sana!" teriak Azimah kesal...


"shutt... Diam, Anas akan terbangun nanti..." kata Andra lalu menarik Azimah ke dalam dekapannya...


"Andra apa yang ...."

__ADS_1


Kali ini Andra menempelkan jarinya di bibir Azimah. Mengusap bibir itu lembut dan penuh kasih sayang. Mata mereka beradu, namun dengan cepat Azimah membakikan tubuhnya memunggungi Andra...


Andra tersenyum kecil melihat Azimah salah tingkah. Ia melingkarkan tangannya di perut Azimah. Membenamkan wajahnya di tengkuk Azimah. Deru nafas Andra begitu terasa hangat di leher bagian belakang Azimah. Azimah merasa saat ini jantungnya berdetak lebih kencang dari sebelumnya. Azimah memegang dadanya, berusaha agar nafasnya stabil...


"Kondisikan suara jantungmu itu." kata Andra membuat Azimah kembali bersemu merah. Ia mengayunkan sikutnya pada Andra tepat mengenai perutnya. Andra meringis tapi ia pun tersenyum..


"Good night, Baby... I Love You.." bisik Andra...


Azimah bergetar, Azimah merasakan hatinya saat ini mulai tenang. Ia tersenyum kemudian memejamkan matanya..


Alarm berdering tepat pukul 6. Azimah bangun dan ia sedikit terkejut karena kini ia memeluk Andra dengan erat. Ia segera menarik tangannya dan beranjak duduk. Ia mengamati sekitarnya dan mendapati Andra dan Anastasia masih terpejam. Pemandangan yang tak biasa namun cukup mengesankan dalam hidupnya.


Azimah tersenyum kemudian menundukkan wajah mencium Anastasia sekilas lalu beranjak hendak turun, belum sempat Azimah bergerak Andra sudah meraih kembali pinggangnya dan mengajaknya berbaring lagi..


"Lepaskan.., aku harus membuat sarapan kita..." keluh Azimah..


"Apa kau sedang berperan sebagai ibu dan istri yang baik?" tanya Andra dengan suara serak khas bangun tidur...


"Aku membuatnya untuk Anas, bukan untukmu" ketus Azimah..


"Ayo menikah..!" kata Andra tiba-tiba...


Azimah menghela nafas panjang mendengarnya..


"Lebih baik bersihkan dirimu aku akan membuat sarapan.." elak Azimah..


Andra membiarkan Azimah beranjak dari tempatnya. Membiarkan Azimah menyiapkan sarapan untuknya sementara Andra beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri..


Kata-kata Andra masih terngiang di telinga Azimah. Meski itu terdengar sungguh-sungguh namun Azimah masih ragu. Entah apa yang membuatnya ragu. Ragu akankah semua pernyataan Andra benar-benar seperti adanya atau hanya sekedar perasaan kehilangan karena kini ia mulai menjauh..


"Kau selalu saja mengacaukan apa yang ingin aku lakukan! Sampai kapan kau membuatku selalu terikat denganmu. Aku benci saat aku tak pernah bisa lepas dari semua bayang-bayang tentangmu.." batin Azimah...


****


NB:


Ingin tahu cerita sebelumnya dari Azimah. Baca karya novelku "Pernikahan kontrak".


Baca juga, ceritaku yang lainnya...


"Haruskah aku mengalah pada takdir?"

__ADS_1


Jangan lupa Like, Coment dan tambahkan ke favorit ya..


Makasih ...


__ADS_2