Andra Dan Azimah (Pernikahan Kontrak 2)

Andra Dan Azimah (Pernikahan Kontrak 2)
46


__ADS_3

Malam telah tiba, Azimah menemui Andra setelah menidurkan Anastasia. Ia belum menemui Andra setelah tadi siang. Ia terlalu asyik bermain dengan Anatasia hingga melupakan keadaan Andra..


Ceklek...


Azimah masuk dan mendapati Andra sedang duduk sambil menatap layar ponselnya..


“Apa yang sedang Paman lakukan?” tanya Azimah basa-basi..


“Aku sedang mengecek pesan masuk seseorang.” Jawab Andra santai.


“Siapa?” Azimah penasaran hingga mendekat pada Andra..


“Orang yang melupakanku!” balas Andra hingga membuat Azimah semakin penasaran namun ia tak ingin menunjukkannya dihadapan Andra.


“Ah kalau begitu aku akan kembali, maaf sudah menganggu!” seru Azimah kemudian berbalik..


“Oh Tuhan, mencintai anak kecil memang rumit!” umpat Andra dalam hati..


“Kau mau kemana? Aku bosan, temani aku di sini.” Ujar Andra.


“Bukankah Paman sedang menunggu pesan seseorang? Jika Paman bosan, Paman bisa menelponnya untuk menemani Paman malam ini!” ketus Azimah.


“Tidak perlu, orangnya sudah ada di sini.” Senyuman mengembang di bibir Azimah, Ia pun mendekat pada Andra..


“Ada apa? Kenapa kau tak kemari lagi? Apa Iyas melarangmu menemuiku?” tanya Andra sambil memegang tangn Azimah..


“Aku lupa waktu saat bermain bersama Anas. Dia terlalu manis untuk di tolak.” Kekeh Azimah..


“Kalian semakin dekat, apa ini pertanda bahwa kau sudah siap menjadi pendampingku?” goda Andra.


Azimah menatapnya lekat. Mata mereka bertemu namunAzimah segera menepisnya..


“Kau belum mengatakan semuanya padaku. Aku ingin sebelum kita saling terbuka. Aku tak ingin kau tiba-tiba datang dengan darah dan luka lagi. Aku takut.” Jawab Azimah pelan..


“Kemarin malam Ada yang mengrimkan pesan padaku, dia mengatakan kau di sebuah Bar bersama seorang pria. Awalnya aku abaikan, namun dia mengirimiku sebuah photo. Itu di ambil dari belakang, bodohnya aku mempercayai itu. Hingga masuk dalam perangkap mereka.” Jelas Andra.


“Kenapa kau tidak menelponku terlebih dulu? Jika kau melakukan itu kau tidak akan dapat masalah seperti ini!”

__ADS_1


“Aku sudah menelponmu, berkali-kali bahkan. Tapi kau menjawab panggilanku. Akhirnya aku langsung menemuimu. Aku terlalu khawatir, takut jika ada yang memanfaatkan kedaanmu yangs edang mabuk!” ujar Andra..


“Kau ternyata belum mengenalku. Apa aku pernah minum minuman yang beralkohol!”


Andra diam. Ia tahu jika Azimah tak pernah mengkonsumsi minuman beralkohol, namun saat itu ia terlalu khawatir di tambah ia sudah terbakar cemburu saat melihat photo yang menjelaskan Azimah di peluk mesra oleh seorang pria. Siapa pun akan mempercayai photo tersebut, photo itu benar-benar terlihat seperti Azimah..


“Kau bilang, kau menelponku tadi malam? Aku bahkan tak menerima panggilan dari siapa pun!” jelas Azimah bingung.


“Kau yakin?” tanya Andra memastikan.


“Ya, aku sangat yakin. Aku bahkan tak lepas dari ponselku hingga kau tiba. Laptopku rusak, jadi aku mengerjakan semuanya dari ponsel. Jika kau tak percaya, lihat saja!” Andra pun langsung memeriksa ponsel Azimah. Ia heran karena nomornya tak berada pada panggilan tak terjawab..


Andra meraih ponselnya untuk memastikan jika nomor ponsel yang ia hubungi tadi malam benar. Dan setelah memeriksanya ia pun menjadi kaget. Untuk memastikan sekali lagi, Andra menelpon pada nomor yang sama dan ponsel Azimah tak berderings sementara panggilannya sudah terhubung...


“Azimah, panggil Iyas!” kata Andra cepat. Azimah pun segera berlari menuju kamar Andreas dan Selma..


“Ada apa, And?” tanya Andreas penasaran..


“Sepertinya ponsel Azimah di sadap!” kata Andra. Andreas, Selma dan Azimah terkejut mendegarnya..


“Kau yakin?” tanya Andreas. Andra pun menganggukan kepala kemudian menjelaskan semuanya.


“Aku masih bisa terhubung dengan Azimah!” ujar Selma.


“Aku juga!” timpal Andreas..


“Tunggu, sebenarnya ini ada apa?” tanya Azimah bingung.


“Hubungi Jhon, suruh dia periksa semua ponsel kita. Tapi jangan gunakan ponsel pribadi, gunakan ponsel orang lain!” seru Andra mengabaikan pertanyaan Azimah..


“Ayah, Ibu, Paman. Ada apa? Jangan buat aku takut!” kata Azimah dengan suara gemetar.


Andra berdiri dan memeluknya.


“Tenang, ini hanya permainan orang yang mengincar aku dan Iyas. Dia hanya menjadikanmu umpan agar kami bisa tunduk pada mereka.” Kata Andra menenangkan Azimah..


“Mereka siapa, Paman?” Azimah terlihat panik. Seketika bayangan masa lalu memenuhi semua isi kepalanya..

__ADS_1


“Rival ayahmu, Azimah. Hal seperti ini biasa terjadi dikalangan bisnis. Jangan khawatir, ayah dan pamanmu akan menyelesaikan semuanya.” Ucap Selma..


“Paman, Selma kau yang benar saja. Aku sekarang kekasih Azimah!” sergah Andra cepat.


“Sudahlah, ini bukan waktunya membahas masalah percintaan kalian. Kita harus memikirkan cara jika memang benar ponsel kita di sadap. Sepertinya ini tidak semudah yang kita pikirkan.” Keluh Andreas.


“Bukankah sudah kukatakan, Iyas. Jangan bekerjqa sama dengan pihak pemerintahan. Mereka terlalu sulit untuk ditebak arah dan tujuannya!” kesal Selma yang memang sudah mengingatkan Andreas sebelum ia mengambil kerja sama itu..


“Aku akan mencari ponsel untuk menghubungi Jhon.” Kata Andreas mengabaikan ocehan Selma dan berbalik meninggalkannya..


Selma menyusul, sementara Azimah masih panik dengan semua bayangan kelam yang menghantuinya saat ini..


“Hei, tenanglah. Kita bisa melewati semuanya. Percayalah pada kami!” ucpa Andrakembali menenangkan Azimah..


“Aku takut apa yang terjadi di masa lalu akan terulang lagi. Aku tak ingin ada korban lagi, Paman!” rengek Azimah..


“Itu tak akan terjadi, aku dan Iyas tak akan membiarkan itu. Aku pastikan ini padamu!” yakin Andra..


Azimah hanya mengeluhkan nafas panjang. Ia menunduk lemah mengingat bahaya yang lagi-lagi berada dihadapannya. Andra pun memeluk Azimah kembali, berusaha menenangkannya. Meyakinkan Azimah jika Andra atak akan membiarkan Azimah berada dalam bahaya lagi..


“Ceritakan semuanya padaku, aku ingin tahu semuanya agar aku bisa waspada kedepannya!” jelas Azimah..


“Begini, perusahaan aku dan Iyas bekerja sama dengan proyek pemerintahan tahun lalu. Proyeknya sudah berjalan lima puluh persen namun saat aku melakukan pengecekan di lapangan tiga bulan lalu, aku melihat adanya kejanggalan dengan bahan material yang tidak sesuai standart. Setelah di selidiki, memang ada yang bermain curang namun sayangnya orang yang sekarang yang terduga sebagai pelakunya ternyata hanya kambing hitam. Kami sedang mengajukan tuntutan untuk penyelidikan ulang. Kita sudah melakukan investigasi dilapangan dan mencurigai beberapa orang tertinggi di pemerintahan. Tapi hingga kini kami tak bisa memenjarakan mereka karena tak adanya bukti. Saksi yang mengetahui ini tiba-tiba menghilang bak di telan bumi. Kami sudah melakukan pencarian juga mengunjungi keluarga mereka namun tak ada hasilnya. Dan karena hal ini terduga pelaku yang kini di penjara tak bisa keluar hingga pelaku sebenarnya tertangkap. Entah apa masalahnya hingga ia menyerang kami padahal kami belum bisa memberikan bukti yang bisa menghancurkan mereka. Dan tadi malam adalah serangan mereka yang pertama. Dia bahkan mengetahui jika kita berdua dekat.” Jelas Andra.


Azimah pun semakin khawatir mendengarnya. Bagaimana jika ia yang masuk dalam perangkapnya. Azimah tak bisa membayangkan itu. Ia tak secerdik Andra mau pun Andreas. Mengingat hal itu ia mengeratkan pelukannya pada Andra. Berharap jika semua pikiran buruk yang saat ini menyelimuti kepalanya tak terjadi. Andra pun demikian. Membawa Azimah dalam pelukannya sambil membubuhkan kecupan singkat di puncak kepala Azimah..


***


NB:


Ingin tahu cerita sebelumnya dari Azimah. Baca karya novelku "Pernikahan kontrak".


Baca juga, ceritaku yang lainnya...


"Haruskah aku mengalah pada takdir?"


Jangan lupa Like, Coment dan tambahkan ke favorit ya..

__ADS_1


Makasih ...


__ADS_2