Andra Dan Azimah (Pernikahan Kontrak 2)

Andra Dan Azimah (Pernikahan Kontrak 2)
57


__ADS_3

Selma keluar, menyusul Andra dan Gazza yang tengah berbicara serius di ruang tamu. Selma pun ikut bergabung.


"Bagaimana kelanjutannya, Iyas? Apa semua akan berjalan sesuai yang kita inginkan?" tanya Andra pada Iyas.


Andreas menarik nafas dalam, "Aku rasa, iya. Semua sudah di susun sebaik mungkin. Aku yakin ini akan berjalan seperti yang kita mau." Andreas memberikan penjelasan tentang yang ia kerjakan beberapa hari ini.


Sementara Andra dan Selma menyimak dengan seksama.


"Aku harap begitu. Aku sudah bosan menjadi tawanan di rumahmu dengan mata-mata yang selalu mengintaiku" ujar Andra sarkas.


"Apa maksudmu, And? Kau menyindirku?" sela Selma cepat karena merasa tersindir dengan kata-kata Andra.


"Tidak! Aku hanya mengatakan mungkin saja musuh kita sedang mengintaiku" elak Andra.


Selma hanya diam dan mengerucutkan bibirnya. Lalu ia menatap pada Andreas dan berkata ...,


"Apakah semua beres, Iyas?" tanyanya.


"Sedikit lagi. Saat semua orang pengkhianat itu digiring ke penjara kita bisa bebas" jawab Andreas dengan penekanan katanya.


"Rumit sekali berurusan dengan pemerintah. Setelah ini aku tidak ingin kalian terlibat dengan proyek yang dinaungi pemerintah. Aku tidak ingin keluarga kita semuanya celaka hanya karena uang yang mungkin tidak seberapa dibandingkan nyawa-nyawa keluarga kita" jelas Selma.


Andra dan Andreas diam. Mereka mengerti kekhawatiran Selma. Sebagai seorang Ibu ia hanya menginginkan keluarganya damai, bisa berkumpul dan makan bersama serta berbincang-bincang layaknya keluarga pada umumnya.


"Oh, iya. Di mana, Anas?" tanya Andra kemudian.


Selma melirik dengan mata elangnya.


"Kau ingat memiliki anak, And?" sarkas Selma.


*Apa maksudmu, Selma. Tentu saja aku ingat" jawab Andra kesal.


"Mengapa kau tidak ingat saat kau bersama Azimah?" cecar Selma lagi.


Andra pun menghembuskan nafas panjang.


"Anas mengatakan jika dia ingin bermain denganmu."


"Oh, ya? Atau mungkin kau sengaja menyuruhnya mendekat padaku agar kau dan Azimah bisa berduaan dan menghabiskan waktu bersama tanpa adanya gangguan?" ujar Selma dengan nada kesalnya.


Andra dan Andreas hanya memutar mata mereka. Saat Selma hendak membuka mulutnya lagi Andreas sudah menyela terlebih dahulu.

__ADS_1


"Buatkan aku kopi dan bawa ke ruang kerjaku!" titah Andreas pada Selma kemudian berlalu meninggalkan istri dan sahabatnya itu.


Selma menatap kesal pada Andra begitupun sebaliknya. Dalam perasaan kesalnya ia berlalu untuk melakukan apa yang Andreas inginkan. Setelah Selma berlalu, Andra mengelus dada bidangnya kemudian masuk lagi kekamarnya.


Azimah menggeliatkan badannya ketika Andra masuk, Andra pun menghampirinya.


"Sudah bangun?" tanya Andra lembut sambil duduk di sisi tempat tidur dan mengelus pipi Azimah.


"Em ...," jawab Azimah dengan gumamannya.


Azimah tersenyum mendapatkan pemandangan yang paling ia nantikan. Bangun tidur dan orang yang pertama ia tatap adalah Andra, orang yang ia cintai selama ini.


"Aku akan kembali, Ibu pasti kemari jika aku tidak kembali sekarang. Aku sudah terlalu lama di sini" kata Azimah dengan suara seraknya berusaha turun dari atas ranjang.


"Selma baru saja kembali dari sini." Gerakan Azimah terhenti mendengar kalimat Andra. Ia pun menoleh pada Andra dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Apa Ibu melihatku tidur?" tanya Azimah.


Andra mengangguk.


"Lalu apa yang dia katakan, And?" tanya Azimah dengan wajah cemasnya.


Alih-alih menjawab, Andra malah menarik Azimah untuk berbaring lagi di atas tempat tidur.


"Tap ...,"


Belum sempat Azimah berkata lebih lanjut, Andra sudah menyumpal mulutnya dengan bibirnya. Azimah terkejut namun ia tetap membalas kecupan yang Andra berikan padanya.


Azimah membuka mata setelah Andra mengakhiri tautan mereka. Andra terlihat mengelap bibir Azimah yang basah dengan ibu jarinya.


"Kau membuatku candu!" kata Andra menatap dalam ke dalam mata Azimah.


Azimah hanya diam dengan pipi yang memerah.


"Sebentar lagi. Sebentar lagi kau akan benar-benar jadi milikku!" tambah Andra. Azimah kembali diam, namun kini ia menarik Andra untuk mendekat padanya. Dan pergulatan panas nan manis pun kembali terjadi.


*


Selma sedang mengantarkan kopi untuk Andreas di ruang kerjanya. Ia melihat Andreas tengah sibuk dengan layar laptop tanpa menyadari kedatangannya.


"Iyas ...," panggil Selma seraya meletakkan cangkir kopi ke atas meja kerja Andreas.

__ADS_1


"Ada yang ingin kau katakan, Selma?" tanya Andreas dengan mata yang tajam.


Selma hanya diam mengerti maksud dari suaminya itu.


"Bukankah sudah aku katakan, jangan campuri urusan anak-anak!" ujar Andreas dengan nada yang mulai meninggi.


"A-aku, aku hanya penasaran, Iyas. Apa tidak boleh aku mengkhawatirkan anakku sendiri?" jawab Selma dengan pembelaannya.


"Azimah sudah dewasa, Selma. Dia tahu mana yang baik dan buruk. Biarkan saja semua berjalan dengan keinginannya. Kita hanya perlu melihat dari kejauhan. Tidak perlu seperti itu. Terlebih Andra adalah orang yang kita kenal" jelas Andreas.


"Iya, aku minta maaf untuk itu." Azimah menundukkan kepalanya.


"Sudahlah. Setelah ini jangan ulangi lagi!" titah Andreas. Dengan pelan Selma mengangguk-anggukkan kepalanya.


Andreas menarik tangan Selma, membawanya mendekat dan mengusap lembut tangan yang hampir 10 tahun ini melayaninya.


"Andra sudah mengatakan akan menikahi Azimah setelah semua ini selesai. Itu artinya dia memang sungguh-sungguh terhadap Azimah. Aku hanya tidak ingin kau dianggap sebagai mertua penguntit olehnya" ujar Andreas.


"Iya" jawab Selma singkat.


"Iya apa?" tanya Andreas lagi.


"Iya, aku tidak akan mencampuri urusan mereka. Apa kau puas?" kata Selma kesal dan hendak berlalu dari Andreas namun Andreas menariknya hingga jatuh kepangkuannya.


"Lepaskan, Iyas. Aku ingin keluar" kata Selma masih dengan nada kesalnya.


"Orang bilang berkeringat di sore hari itu sehat dan menyenangkan, Selma. Kau mau mencobanya?" goda Andreas di sisi telinga Selma.


Selma melirik tajam pada suaminya itu. Baru saja ia memarahinya dan kini meminta haknya sebagai suami.


"Jangan macam-macam, Iyas. Anas sedang tidur di kamar kita" ujar Selma.


"Di sini sepertinya bagus, kita merasakan suasana baru. Ah tidak, kita pernah melakukannya di sini. Dan kau pasti tahu bagaimana rasanya saat itu." Andreas terus menggoda Selma dengan ingatan-ingatan liar yang pernah mereka lakukan diruangan ini. Sementara tangannya sudah bergerilya hendak menyelusup ke balik baju Selma.


Selma menelan ludahnya berkali-kali. Ia ingat betul saat itu. Sesuatu yang paling liar yang pernah ia lakukan bersama Andreas. Memang benar, rasanya sangat berbeda namun Selma tidak bisa melakukan itu untuk kedua kalinya. Ia tidak ingin jika malam ini harus makan di dalam kamar kalau ia sampai melakukannya lagi.


Andreas tahu yang Selma pikirkan. Setelah percintaan panas mereka diruangan ini, Selma memarahinya dalam waktu yang lama lantaran Selma tidak bisa berjalan dan merasakan ngilu di pangkal pahanya.


"Kau takut tidak bisa berjalan lagi, Selma?" Goda Andreas. Selma segera menarik diri dan Andreas.


* * *

__ADS_1


...Bersambung ......


__ADS_2