Andra Dan Azimah (Pernikahan Kontrak 2)

Andra Dan Azimah (Pernikahan Kontrak 2)
56


__ADS_3

Andra baru saja membuka pintu kamar mandi namun sudah dikejutkan dengan Azimah yang menyusulnya dan menciumnya dengan buas. Andra gelagapan, karena memang sedari tadi kepalanya sudah pening menahan hasrat yang belum bisa tersalurkan. Dan kini Azimah mencoba menambah lagi rasa pening itu.


Azimah melepaskan tautan bibir mereka dan menatap Andra dengan nanar.


"Kau curang! Mengapa hanya aku yang merasakan sensasinya sementara kau tidak, And" kata Azimah pada Andra.


"Itu karena tempat dan kondisi kita tidak tepat. Aku takut menambah kembali masalah dan membuat semuanya semakin runyam" jelas Andra lembut.


"Lalu kenapa kau meneruskannya kalau sudah tahu tidak akan kau tidak akan menuntaskannya?" tanya Azimah dengan mata tajam.


"Aku menuntaskannya, bukankah kau mendapatkan pelepasanmu?" ujar Andra.


"Lalu kau, bagaimana?


"Aku akan mengurusnya sendiri. Sekarang lebih baik kau keluar dan merapikan dirimu. Jika Selma melihatmu dengan keadaan seperti ini, aku tidak akan selamat lagi kali ini." Kekeh Andra seraya mendorong punggung Azimah keluar kamar mandi. Dengan perasaan bersalah Azimah keluar dari kamar mandi tersebut.


Azimah menuju meja rias untuk membenahi penampilannya. Saat Azimah memandang dirinya dari pantulan cermin, mukanya memerah. Wajahnya begitu menampakkan sisa-sisa pergumulan panas yang ia lakukan tadi bersama Andra. Bibir yang membengkak, rambut yang acak-acakan dan bagian leher yang meninggalkan warna merah keunguan.


Azimah mengusapnya. Tanda itu tidak sakit meski warnanya seperti bekas luka lebam. Karna warna itu sudah membuat Azimah mendesahkan nama Andra berulangkali. SejenakAzimah tersenyum, setelah itu Azimah merapikan dirinya. Menyisir rambutnya, mengusap dan menepuk-nepuk wajahnya agar terlihat segar kembali. Setelah itu ia naik ke atas tempat tidur karena merasa lelah.


Peringatan Selma tentang kedekatannya dan Andra membuat Azimah merasa bersalah. Tapi ia sendiri tidak dapat menolak gairah yang sedang membara ketika Andra mencumbunya begitu lama.


Wanita mana yang tidak akan terbuai jika sudah berada dalam kondisi akal sehat pun tidak bisa berpikir dengan baik. Andra kekasihnya saat ini, orang yang selalu ia cintai selama ini. Dan mereka melakukannya, itu alasan yang cukup bagi Azimah yang tidak bisa lari dari godaan Andra.


Tanpa sadar mata Azimah terpejam. Mungkin karena rasa lelah yang sudah menghantuinya akibat permainan panas Andra. Ia tidur di atas tempat tidur Andra.


Tak lama Andra keluar dari kamar mandi dan menatap kesal pada Azimah yang sudah tertidur lelap di atas ranjangnya.


"Sudah membuatku panas dingin dia dengan santainya tidur di atas ranjangku. Sepertinya dia memang minta di mangsa" gerutu Andra yang langsung naik ke atas ranjang.

__ADS_1


Bukannya melakukan apa yang tadi ia niatkan, Andra malah menarik selimut dan menutupi tubuh Azimah kemudian mengecup kening lembut Azimah dan kembali turun dari ranjangnya.


Andra meraih laptopnya, mengambil wine dan menuangkannya ke dalam gelas khusus wine setelah itu ia duduk di sofa yang mengarah langsung ke jendela kamar yang besar.


Andra membuka laptop dan kembali fokus dengan layarnya. Memeriksa perkembangan perusahaan yang ia tinggalkan beberapa waktu ini. Tak lupa ia memeriksa semua orang yang ia curigai di perusahaannya. Berseteru dengan pikirannya tentang perusahaan dan masalah ditemani segelas wine menjadikan Andra lupa bahwa ia baru saja menghabiskan saat yang dashyat bersama Azimah.


* **


Selma memasuki paviliun setelah berhasil menidurkan Anastasia. Rasa penasarannya mengabaikan peringatan Andreas untuk tidak ikut campur dengan hubungan Andra dan Azimah. Ia ingin mengetahui apa yang Azimah lakukan di paviliun bersama Andra dengan tidak adanya Anastasia bersama mereka.


Pikiran negatif tentang pria dewasa yang mendominasi gadis belia menguasai Selma. Ia masuk dengan hati-hati namun tidak menemukan Azimah maupun Andra di ruang tamu dan juga dapur.


Pikiran yang tidak-tidak kembali mendera kepala Selma setelah ia memastikan bahwa keduanya berada di dalam kamar. Ia pun menuju pintu kamar Andra.


"Tidak ada suara apapun? Apakah mereka tertidur setelah melakukannya?" pikir Selma.


Setelah menjadi istri Andreas, Selma menguasai seluruh rumah bahkan orang didalamnya. Itu bukan kemauannya, Andreas sendiri yang menginginkannya. Namun meski begitu Selma tahu bahwa ia seorang istri dan posisinya tetaplah di bawah Andreas. Hingga Akhirnya ia mengetahui siapa yang menahan tangannya.


Selma terkejut mendapati Andreas yang berada di rumah saat masih jam kantor. Ini bukan kebiasaan Andreas jika tidak ada hal yang mendesak.


"Iyas ...," kata Selma dengan suara lemah memanggil suaminya itu.


"Sedang apa kau di sini, Selma?" tanya Andreas dengan mata yang menyelidik.


"Itu, aku ingin memanggil Azimah untuk makan siang. Dia melewatkan makan siangnya" ujar Selma berbohong meski benar jika Azimah telah melewatkan makan siangnya.


"Bukankah sebaiknya kau mengetuk pintu dahulu sebelum memasuki ruangan seseorang. Ini kamar, Selma." Andreas menekankan kata-katanya karena tahu maksud yang sesungguhnya dari Selma.


"Aku penasaran apa yang mereka lakukan!" kata Selma tidak menutupi lagi maksudnya dan langsung menarik handle pintu.

__ADS_1


Pintu kamar terbuka dengan menampilkan Azimah yang tertidur pulas sementara Andra sibuk dengan laptopnya.


Andra memandang kearah dua sahabatnya itu dengan tatapan bingung namun juga lega.


"Untung saja semuanya selesai. Jika tidak akan habis aku di cincang wanita ini!" batin Andra.


Selma menoleh pada Andreas yang memang menunggu wajah bersalahnya itu. Andreas melototkan mata pada Selma dan di balas Selma dengan senyuman canggungnya.


"Ada apa Iyas, Selma?" tanya Andra pura-pura tidak mengerti tentang maksud kedua sahabatnya itu.


Andreas masuk diiringi Selma mengekor dibelakangnya.


"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu" jawab Andreas seadanya.


"Bukankah kau bisa menelponku, ah aku lupa tentang itu!" Andra menjawab sendiri pertanyaan yang ingin ia ajukan pada Andreas.


"Kau Selma? Ada apa?" tanya Andra yang memang ingin melihat wajah canggung Selma.


"Aku hanya ingin memanggil Azimah untuk makan siang, dia melewatkan makan siangnya!" Selma mengambil alasan yang sama agar Andra tidak mencurigainya padahal sebenarnya Andra mengetahui maksud terselubung Selma.


"Dia sedang tidur" jawab Andra dengan mengarahkan matanya pada Azimah yang memang masih tidur.


Andra menutup laptopnya dan membawa Andreas keluar untuk bicara, sementara Selma masih mengamati seisi kamar Andra untuk memastikan rasa penasarannya.


"Apakah anakku semudah itu tidur di atas ranjang seorang pria?" Tanpa sadar Selma menyematkan karakter yang tidak inginkan seluruh wanita di bumi ini.


"Apa yang aku pikirkan! Anakku tidak begitu. Aku sudah mendidiknya dengan keras agar tidak menjadi jalang bagi setiap ************ pria!" tukas Selma membenarkan didikannya.


Selma pun mengikuti kedua pria yang sudah dulu meninggalkan kamar. Membiarkan Azimah tidur dengan tenang di kamar kekasihnya.

__ADS_1


__ADS_2