
Selma mencoba menjauhkan diri dari Andreas namun Andreas menahannya dan langsung membuahi Selma kecupan dilehernya. Azimah pun tak kuasa dan akhirnya pasrah sambil mencari pegangan ke sisi meja.
"I-iyass ..., nanti Axel masuk" ujar Selma mencoba menghentikan Andreas. Tanpa menjawab Andreas menekan tombol di sebuah remote control yang ada di atas meja. Lagi-lagi usaha Selma gagal.
Andreas membalikkan tubuh Selma menghadap padanya dan langsung menyerbu bibir Selma hingga Selma hampir kehabisan nafas.
"I-iyas, pelan-pelan" pinta Selma setelah tautan mereka terlepas.
"Ini hukuman jika kau tidak mendengarkan aku!" ujar Andreas dengan mata yang berkabut.
"Maaf, a-aku a-akan menuruti sem-mua kata-katamu, akh ...," Selma mendesah tak kalah Andreas mengitari leher jenjangannya.
Selma tak bisa melawan lagi, kini hasratnya pun menginginkan apa yang tengah Andreas lakukan padanya. Ia bahkan meremas kuat rambut Andreas ketika Andreas menanggalkan baju yang ia kenakan.
Andreas bermain dengan gunung kembar Selma dengan buas memilin dan mencecapnya bahkan sesekali memberikan gigitan kecil yang kian membuat kepala Selma berputar. Selma pun tak bisa berbuat banyak, ia hanya pasrah menerima semua yang Andreas lakukan pada tubuhnya. Hingga racauan-racauan Selma terdengar begitu menggoda di teliga Andreas. Andreas mengangkat tubuh Selma ke atas meja kerjanya. Dengan cepat ia kembali mencumbu Selma.
Selma membuka pakaian Andreas yang masih lengkap, dari jas yang masih Andreas kenakan hingga kemeja putih yang melekat menutupi dada bidang Andreas. Tangan Selma pun tidak diam, ia menari-nari di atas dada bidang Andreas kemudian mengalungkannya di leher Andreas.
"Aku tidak akan mengampunimu, Selma." Nada ancaman Andreas terdengar begitu menggoda di teliga Selma. Selma tak ingin kalah, ia pun mengalungkan kedua kakinya di pinggang Andreas. Mendekapnya erat hingga bagian bawah mereka tersentuh sempurna.
"Kau nakal" kata Andreas yang kemudian turun membuka kaitan celana Selma.
Andreas membiarkan tangannya bermain sebentar di sana. Ia tahu bahwa istrinya itu sangat menyukai permainan tangannya di dalam liang yang selalu Selma rawat dengan baik itu. Hingga walaupun sudah melahirkan empat orang anak, liang itu masih tetap bisa meremas rudal Andreas.
"I-iyasss ..., a-aku sampai ...," ujar Selma gelagapan.
__ADS_1
Andreas kian mempercepat pergerakan tangannya. Menciumi Selna sementara tangan yang lainnya bergerak bebas di atas gundukan dada Selma. Selma betul-betul menikmati semua itu, hingga akhirnya tubuhnya menegang seiring cengkraman tangannya di bahu Andreas kian kuat.
Andreas menarik kembali tangan yang sudah membuat Selma merasakan surga dunia. Ia pun melepaskan tautan mereka dan memberikan waktu untuk Selma menikmati pelepasan pertamanya.
"Kau suka, Sayang?" tanya Andreas menggoda.
"Aku tidak akan memaafkan kau jika sampai aku tidak bisa berjalan malam ini, Iyas!" ancam Selma.
"Tapi kau menikmatinya tadi" jawab Andreas santai dengan mata yang menggoda.
Selma tak menjawab karena memang benar apa yang dikatakan suaminya itu. Selma menikmatinya. Andreas pun menarik dagu Selma lagi ketika merasa Selma sudah selesai dengan sensasi pelepasannya.
Kali ini Andreas bergerak begitu lembut, membuat Selma terbuai dengan semua perlakuan kecilnya. Ia ingin menikmati kembali percintaan mereka yang manis dan melupakan bahwa hari masih terlalu terang untuk berbagi keringat dengan pasangan.
Andreas bergerak, menyusuri wajah Selma. Menciumnya, membelainya, membisikkan kata-kata indah nan menggoda di telinga Selma.
Andreas selalu menyukai bagian tubuh Selma yang satu ini. Ukuran yang pas bagi tangannya hingga membuat tangannya tidak berhenti untuk bermain di sana. Begitu pun lidahnya.
Kepala Selma kembali berputar, hingga ia sudah tidak sabar lagi dna dan melepaskan ikat pinggang Andreas dengan kasar. Melepas kaitan celana Andreas dan meremas benda yang sudah mengeras di balik celana itu.
Aktivitas Andreas berhenti saat merasakan tangan Azimah sudah masuk ke dalam kain segitiganya. Ia mendongakkan kepala menikmati semua belaian yang Selma berikan melalui tangannya. Ia bahkan meracaukan nama Selma berulang-ulang kali dengan kata-kata liar yang menggoda Selma.
"Aku tak tahan lagi!" kata Andreas yang langsung membuka kedua kaki Selma lebar-lebar. Memberikan sedikit pelumas di atas kepala rudalnya dan dengan perlahan memasukkannya.
"Ah ...," desahan lolos dari keduanya.
__ADS_1
Baik Selma dan Andreas masih mengatur nafas sebelum melanjutkan gerakan selanjutnya. Dan saat di rasa sudah cukup, Andreas pun menggerakkan pinggulnya. Menari sesuai nalurinya dengan ritme yang tidak beraturan.
Entah mengapa semuanya terasa berbeda kali ini. Selma merasakan ini adalah hubungan mereka yang ternikmat setelah malam pertama mereka.
Ini bukan kali pertama bagi Andreas maupun Selma, bahkan mereka sudah melahirkan seorang anak dari buah cinta mereka ini. Tapi entah kenapa keduanya tidak pernah bosan dan selalu merasa bahwa satu sama lain kian menggairahkan.
Seperti saat ini, kopi yang tadi Selma letakkan di atas meja ikut bergetar mengikuti hentakan kuat yang Andreas berikan. Bahkan kertas-kertas di atas meja itu sudah berceceran di atas lantai, kertas proyek yang bernilai fantastik itu Andreas biarkan begitu saja, seiring dengan semakin eratnya pelukan Selma pada dirinya.
Sejenak Andreas menghentikan gerakannya, menciumi Selma lagi dengan begitu buasnya. Sampai Andreas melepaskan tautannya dan membalikkan tubuh Selma menjadi membelakanginya.
Selma sudah siap dengan posisi ini, ia bahkan membuka kakinya sedikit lebih lebar untuk memudahkan jalan masuk bagi Andreas. Walau terasa ngilu di lutut dan pangkal paha dengan posisi seperti ini, Selma tetap melakukannya demi Andreas yang selalu menginginkan posisi seperti saat ini.
Kepala Selma terdongak saat Andreas kembali berhasil memasukinya. Tangan Andreas tidak tinggal diam, menarik kedua tangan Selma agar menyatu dengan dada bidangnya. Setelah itu tangannya bergerilya bebas di gunung kembar Selma.
Bibirnya pun tidak diam saja, ia bergerak menyusuri tengkuk Selma hingga memaksa Selma menoleh padanya. Dan ketika Selma sudah menoleh tanpa memberikan waktu lagi ia langsung menyambar bibir Selma.
Bagian tubuh Selma benar-benar sudah dikuasi semua anggota tubuh Andreas. Dengan gerakan yang terus berlanjut dan remasan-remasan serta kecupan yang membelit lidah Selma, Andreas berhasil membuat Selma mengerang sekali lagi. Tubuhnya kembali menegang hingga akhirnya jatuh terkulai di atas meja.
Andreas membungkuk, membiarkan Selma menikmatinya sebentar saja. Mencium kembali pundak dan tengkuk Selma. Sampai Andreas merasa remasan pada rudalnya berkurang, Andreas kembali bergerak.
Menghentak Selma dengan ritme pelan menjadi sedang hingga menjadi cepat sampai terdengar bunyi dua daging mentah yang sedang beradu menguasai ruangan kerja Andreas.
Andreas kian mempercepat gerakannya saat ia merasakan ada sesuatu yang akan meledak dari dalam dirinya. Hingga akhirnya, erangan yang keras membuat gerakkannya terhenti setelah menghentak Selma begitu kuat dan dalam.
Andreas menarik kembali kursi kerjanya. Membawa tubuhnya duduk di sana tanpa melepaskan penyatuan mereka. Ia memeluk Selma dari belakang, kembali menciumi pundak dan tengkuk Selma dan meninggalkan tanda di sana.
__ADS_1
"Kau keterlaluan, Iyas!" kata Selma dengan nafas yang tersengal.
Bukannya menjawab Andreas malah menggoda Selma lebih lagi.