Andra Dan Azimah (Pernikahan Kontrak 2)

Andra Dan Azimah (Pernikahan Kontrak 2)
70


__ADS_3

Andra melangkah lemah ke dalam paviliun. Kata-kata Azimah membuatnya merasakan ngilu di dalam hatinya.


"Mungkin ini yang Azimah rasakan saat aku memintanya menjauh sementara rasa di hati kian bertambah" gumam Andra sambil menatap langit-langit ruang tamu.


Pandangan Andra serasa hitam mengingat kembali kata-kata dan ekspresi Azimah, terlebih mengingat wajah sayu Azimah dengan mata sembabnya. Membuat tangan Andra terkepal dengan erat.


"Argh ..., kenapa aku harus memimpikan Adelina saat Azimah sedang tidur di sampingku!" keluh Andra frustasi.


"Bagaimana jika Azimah benar-benar meninggalkanku?" ucap Andra cemas.


Andra berdiri dan berjalan mondar-mandir memikirkan cara untuk membujuk Azimah. Namun sepanjang ia memikirkan itu, tidak ada satupun jalan keluar yang ia dapati. Entah kenapa saat merasa seperti ini, otaknya terasa tidak berfungsi seperti seharusnya.


"Aku akan mandi, mungkin setelah mandi aku bisa memikirkan cara membujuk Azimah" pikir Andra.


Andra segera melarikan diri ke dalam kamar dan merendam dirinya dalam bathtub sambil memikirkan cara-cara untuk membujuk Azimah.


"Aku menyesal tidak menikmati masa mudaku dengan banyak wanita. Jika aku berkencan lebih dari satu wanita maka aku tidak akan kesulitan membujuk Azimah" keluh Andra.


Tak terasa tiga puluh menit sudah Andra berendam, dan kini ia bersiap untuk membilas tubuhnya di bawah aliran air shower. Setelah selesai ia meraih ponselnya dan langsung menekan nomor Azimah dan mengirimkannya pesan.


"Mau makan malam? Berdua saja?" tanya Andra dalam pesannya pada aplikasi berwarna hijau itu.


Andra menatap pada layar ponselnya, menunggu balasan dari Azimah namun tak kunjung ia dapatkan, hingga tanda centang abu-abu itu berubah menjadi warna biru membuat mata Andra kembali berbinar.


"Bagaimana bisa, karena pasti Ayah, Ibu, Axel dan Anas pasti ikut serta makan malam bersama kita" jawab Azimah di luar perkiraan Andra.


Andra mengeluhkan nafas panjang membaca pesan itu.


"Maksudku, kita makan malam di luar. Hanya berdua. Romantic dinner" balas Andra.


"Aku tidak tahu kalau kau sudah menjadi romantis sekarang" jawab Azimah belum memberikan jawaban apapun pada Andra.


"Mau atau tidak?" tanya Andra yang hampir kehilangan kesabaran.


"TIDAK!" jawab Azimah yang kembali membuat Andra gusar.


Andra memikirkan lagi cara untuk membujuk Azimah. Dengan ragu, jarinya kembali menari di atas keyboard ponselnya.

__ADS_1


"Kau mau liburan?" tanya Andra namun hanya di baca oleh Airani.


"Mau tidak?" Andra tidak patah semangat untuk mengirimi Azimah pesan agar Azimah mau memaafkannya.


"Tidak, ya? Bagaimana besok kita jalan-jalan? Belanja dan menghabiskan waktu berdua saja?" Andra kembali mengirimi Azimah pesan namun hal yang sama masih ia dapatkan. Azimah hanya membaca pesannya.


"Azimah, maafkan aku!" kini Andra mengirimkan pesan suara karena sudah kehabisan akal membujuk Azimah. Namun Azimah masih setia pada pendiriannya. Diam dan mendengarkan semua pesan suara yang Andra kirimkan, hingga satu pesan suara membuat Azimah sedikit terenyuh.


"Jika aku mengatakan kalau aku mencintaimu, apakah kau akan mempercayaiku?"


Azimah tersenyum tipis saat mendengar pesan suara itu. Suara Andra yang berserak namun menyuarakan itu dengan lirih membuat Azimah hampir saja luluh dan ingin mengakhiri permainannya. Untung saja Azimah sadar hingga meninggalkan ponselnya dan melarikan diri ke dalam kamar mandi.


Sementara Andra sedang gusar sendiri menunggu Azimah membalas pesannya, namun yang ada ia hanya mendapatkan kekosongan.


"Apa yang harus aku lakukan? Aku takut kau akan meninggalkan aku di saat aku sudah benar-benar mencintaimu, Azimah" lirih Andra.


Andra keluar dari kamar dan menuju ke rumah utama. Ia berniat mencari Anas untuk mengalihkan perasaannya saat ini. Mungkin saja setelah bergurau-senda bersama Anas bisa membuatnya sedikit melupakan masalah mereka berdua.


Di sana Anastasia sedang bermain dengan Selma, mereka menggambar bersama dengan Axel yang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


Selma, Anastasia juga Axel menoleh pada Andra dan tersenyum.


"Ayah kemari. Aku sedang menggambar kupu-kupu" ujar Anas sambil memperlihatkan hasil karyanya pada Andra. Andra mendekat dan duduk di sisinya.


"Karena kau sudah ada aku akan menyiapkan makan malam dahulu. Iyas sebentar lagi pulang" ujar Selma pada Andra.


Andra menganggukkan kepalanya sambil tersenyum singkat pada Selma. Selma pun meninggalkan ruang keluarga untuk menyiapkan makan malam mereka.


Andra menemani Anas menggambar. Tapi seberapa banyak ia bicara dan bercanda bersama Anastasia tidak bisa menghilangkan Azimah dalam pikirannya.


Pada saat bersamaan, Azimah turun dan melihat Andra sedang menemani Anastasia. Andra yang merasakan kehadiran Azimah menoleh padanya dan melemparkan senyum padanya.


Azimah yang masih ingin bermain lebih lama lagi sengaja mengabaikan Andra dengan berjalan menjauh darinya. Andra hanya bisa menarik nafas dalam-dalam melihat hal tersebut.


Azimah menemui Selma di dapur, Selma yang baru saja hendak memasak menatap Azimah dengan tatapan bingung.


"Ada apa? Kau mau makan?" tanya Azimah memastikan.

__ADS_1


"Tidak" jawab Azimah singkat.


"Lalu, kenapa kemari? Bukankah ada Andra di ruang keluarga?" tanya Selma heran melihat anaknya itu mengabaikan Andra.


"Hanya ingin kemari saja, apakah tidak boleh?" tanya Azimah santai.


"Kalian sedang bertengkar?" tanya Selma lagi.


"Tidak. Aku hanya sedang tidak ingin menemui dia saja" jawab Azimah sekenanya.


"Kau aneh" ujar Selma bingung.


"Apanya yang aneh, Bu. Tidak bicara dengan Andra satu hari bukan berarti tidak akan bicara lagi besok, lusa dan seterusnya" jawab Azimah.


"Ya, terserah kalian saja. Lagi pula itu bukan urusan Ibu" jawab Selma ketus.


"Bukan urusan tapi bertanya? Aneh!" celetuk Azimah.


"Ibu rasa lebih baik kau di kamar dari pada di sini. Ibu sedang tidak ingin melihat wajah kusut seseorang di tambah nada ketusmu itu" tukas Selma seraya mengacungkan spatula yang ia pegang menirukan cara bicaranya.


"Baiklah kalau begitu. Tadinya aku ingin membantu Ibu. Tapi karena Ibu mengusirku, maka lebih baik aku menghabiskan waktu di kamar sambil menonton drama favoritku" jawab Azimah yang seketika berubah raut wajah menjadi cerita.


Selma kian bingung dengan sikap putri sulungnya itu. Namun ia tidak menggubrisnya dan kembali fokus pada menu masakannya.


Saat Azimah ingin ruang keluarga, ponsel yang ia pegang berdering. Azimah sedikit mengeryitkan dahi ketika melihat nama Ronald terpampang di sana.


Awalnya Azimah berniat mengabaikannya, namun saat ia melihat Andra menatapnya begitu tajam membuat Azimah terpikirkan ide baru. Dengan cepat Azimah mengangkat panggilan itu.


"Iya, Ronald ada apa?" jawab Azimah di buat semeriah mungkin.


Andra yang mendengar Azimah menyebutkan nama Ronald dengan cepat berdiri dan berjalan mendekati Azimah.


Azimah masih setia dengan permainannya saat Andra perlahan mendekat dan kian dekat padanya.


"Aku juga merindukanmu" ujar Azimah yang masih mengabaikan Andra.


Mendengar itu Andra kian panas dan segera mengambil ponsel Azimah.

__ADS_1


__ADS_2