Andra Dan Azimah (Pernikahan Kontrak 2)

Andra Dan Azimah (Pernikahan Kontrak 2)
44


__ADS_3

Andreas datang setelah mendapat kabar dari Selma. Ia bergegas ke apartement Azimah untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi..


"Selma..." Andreas datang dengan nafas yang tersengal...


"Iyas..."


"Di mana Andra?"


"Dia di kamar." jawab Selma sambil menggendong Anastasia..


Andreas segera berlari ke kamar. Sesampainya di kamar, Andreas melihat Andra sedang tertidur sambil memegang tangan Azimah..


"Dasar bayi tua!" umpat Andreas yang membuat Azimah segera menarik tangannya dari genggaman Andra..


"Ayah...," Azimah sedikit terkejut karena Andreas masuk tanpa ia ketahui..


"Azimah, tinggalkan kami berdua!" pinta Andra..


Azimah pun meninggalkan Andra dan Andreas berdua di kamar. Setelah Azimah pergi. Andreas segera menghampiri Andra yang terbaring masih memejamkan matanya..


"Apa yang terjadi, mengapa kau terluka?" tanya Andreas cepat..


"Kemarin malam....," Andra pun menceritakan kejadian yang menimpanya. Andreas menyimak semuanya dengan seksama..


"Jadi semua ini terjadi karena orang-orang yang terlibat dengan pembangunan proyek kita di Utara?" simpul Andreas..


"Aku yakin itu. Karena mereka terlalu bodoh dengan mengatakan semuanya secara rinci namun mereka masih ingin merahasiakan siapa mereka yang sebenarnya di balik kejadian ini." sambung Andra..


"Aku akan terus mengusut siapa pun yang bermain kotor dengan perusahaanku. Aku tak akan diam meski pun ini menimbulkan resiko yang sangat besar." tegas Andreas...


"Aku tahu, tapi untuk sementara kita harus waspada. Mungkin mereka masih mengincar anggota keluarga kita. Mereka bahkan tahu hubunganku dan Azimah. Ini berarti mereka mengikutiku selama ini." jelas Andra yakin..


"Kita pikirkan itu nanti. Sekarang bagaimana keadaanmu?"


Andra tersenyum mendengarnya. Ia tak menyangka jika Andreas masih mengkhawatirkan dirinya setelah apa yang telah terjadi pada mereka akhir-akhir ini..


"Aku bertanya.. Bukan memintamu untuk tersenyum begini." kesal Andreas..


"Kau masih memperhatikan aku, kawan. Aku tak menyangka itu." jelas Andra masih dengan senyumannya..


"Sepertinya aku sudah salah bicara."


Andra tertawa singkat mendengar keluhan sahabatnya itu.


"Iyas, sepertinya aku membutuhkan transfusi darah secepatnya. Bisa kau atur itu untukku. Tapi sebelum melakukan itu aku ingin kembali ke tempat tinggalku dulu. Bersama Azimah dan Anas." ungkap Andra..


"Kau masih memikirkan egomu setelah apa yang terjadi? Hei, lihat keadaanmu sekarang!" teriak Andreas kesal..

__ADS_1


"Iyas, tolong jangan berdebat denganku sekarang. Selama aku bersembunyi kau bisa menyelesaikan semuanya dan aku bisa melindungi Azimah dan Anas untuk sementara waktu.."


"Kau melimpahkan semuanya padaku sementara kau ingin bersenang-senang dengan Azimah di sana. Bagaimana kau bisa seegois ini. Melibatkan Azimah dalam masalah kita. Kau tahu jika Selma tahu maka dia tak akan mengizinkan Azimah ikut bersama denganmu. Huh, menjaga anakku? kau saja bahkan tak bisa duduk dengan benar.." oceh Andreas masih kesal..


"Aku akan tetap pergi meski tanpa izin kalian..."


"ANDRA...." teriak Andreas hingga membuat Azimah dan Selma masuk ke kamar bersamaan...


"Ada apa, Iyas?" tanya Selma khawatir..


"Panggil dokter dan rawat Andra di sini. Bawa Azimah dan Anas bersama kita dan biarkan perawat yang menemaninya!" titah Andreas..


"Tapi Ayah..."


"Diam Azimah. Jangan membantahku!" potong Andreas dengan cepat..


"Iyas!" sela Selma yang melihat Andreas begitu diliputi amarah..


Andreas keluar kamar dan meninggalkan Selma serta Azimah yang masih bertanya-tanya apa yang sedang terjadi..


"Azimah, kau di sini saja. Ibu akan bicara dengan ayahmu!" kata Selma sambil memberikan Anastasia pada Azimah..


Azimah mengambil Anastasia dan beranjak mendekat pada Andra. Sementara Selma menyusul Andreas..


Selma mengambil ponsel yang sedang digunakan Andreas..


"Apa yang kau.."


"Kau tak tahu masalahnya!" sergah Andreas..


"Maka beritahu aku apa masalahnya!" sahut Selma yang memang sudah penasaran..


Andreas menarik nafas sebentar kemudian menatap Selma dengan mata ragu..


"Katakan, Iyas. Aku berhak tau. Andra dan Azimah kian dekat sekarang. Aku takut apa yang terjadi pada Andra berimbas pada Azimah!" seru Selma...


Andreas akhirnya menjelaskan permasalahannya. Bagaimana Andra bisa mendapatkan luka juga keinginan Andra yang ingin membawa Azimah bersembunyi sementara waktu..


"Lalu apa keputusanmu?" tanya Selma memastikan..


"Tentu saja aku melarang Andra. Aku tak bisa mengambil resiko apa pun terhadap Azimah!" jelas Andreas..


"Tapi jika kau yang menangani semua masalah ini, maka perhatianmu akan terbagi, Iyas. Apa yang dikatakan Andra ada benarnya. Sebaiknya Azimah ikut Andra bersembunyi sementara waktu. Keadaan Andra pun tak memungkinkan untuk keluar saat ini. Jika Azimah di sini bersama kita, mungkin saja akan ada orang yang sudah mengintainya!" jelas Selma..


"Bagaimana jika orang-orang tersebut mengetahui keberadaan Azimah dan Andra? Apa kau bisa menjamin mereka tetap aman?!"


Selma pun membenarkan kata-kata Andreas. Tak ada tempat yang aman saat ini. Bahaya bisa saja mengancam jika Azimah dan Andra pergi...

__ADS_1


"Bagaimana jika Azimah dan Andra kembali ke rumah? Kita bisa memastikan keduanya. Andra pun tetap bisa membantumu menyelesaikan semuanya dari rumah!" saran Selma..


Andreas nampak berpikir sejenak. Kemudian ia berdiri dan menemui Andra lagi...


"And..."


"Shtt...," ujar Azimah mengkodekan dengan jarinya karena Anastasia baru saja tertidur..


"Ikut Ayah keluar!" pinta Andreas pada Azimah. Azimah langsung menurutinya. Ia mengekori Andreas keluar kamar..


"Ada apa, Yah?"


"Berkemaslah, kau akan pulang hari ini!" titah Andreas..


"Tapi, aku.., Paman.."


"Kau yang merawatnya di rumah kita." jawab Andreas malas.


"Bukankah sebaiknya kita membawa Paman ke rumah sakit? Luka Paman sepertinya cukup parah. Paman terkena luka sayatan juga tembakan. Kemarin malam aku mengobatinya dengan naluri saja. Aku takut jika Paman Andra terinfeksi atau semacamnya!" jelas Azimah...


"Kita akan merawatnya di rumah. Ayah akan menyediakan semua perlengkapan di bantu dengan Dokter pribadi kita. Saat ini Andra tak bisa pergi jauh dari pengawasan kita. Terutama ada Anas bersamanya. Turuti saja apa yang ayah katakan. Ini demi kebaikanmu dan juga Andra" tukas Andreas kemudian berlalu meninggalkan Azimah dan Selma yang masih berdiri...


"Ayo cepat berkemas!" suruh Selma..


Azimah pun menurut, meski saat ini dirinya masih belum tahu apa yang sebenarnya terjadi. Azimah ingin bertanya tapi takut jika saatnya tidak tepat. Ia tak ingin membuat keadaan kian runyam dengan pertanyaan-pertanyaannya...


Andreas dan Selma membawa Azimah dan Andra kembali ke kediaman Keluarga Lu. Awalnya Andra menolak namun karena bujukan Azimah akhirnya Andra mau menuruti keinginan Andreas.


"Aku tak tahu apa yang sedang terjadi. Tapi jika ini sudah keputusan ayah, maka ini pasti yang terbaik untuk kita semua. Aku tak bisa pergi jika tanpa izin ayah." ujar Azimah...


"Baiklah..., aku akan ikut apa kata Iyas. Tapi kau sendiri yang merawatku!" tegas Andra...


"Andra, ingat. Wanita yang ada di hadapanmu itu anakku. Jangan bertingkah berlebihan dengan hubungan kalian, terutama saat didepanku. Aku rasanya ingin muntah melihat drama asmaramu yang seperti anak remaja ini." geram Andreas.


"Baiklah, ayah mertua!" kekeh Andra santai namun Andreas malah bereaksi sebaliknya...


"Cepatlah, dokter sudah dalam perjalanan dengan timnya." Andreas meninggalkan kamar lebih dulu di susul Selma yang sudah menggendong Anastasia dalam dekapannya. Sementara Azimah membantu Andra...


***


NB:


Ingin tahu cerita sebelumnya dari Azimah. Baca karya novelku "Pernikahan kontrak".


Baca juga, ceritaku yang lainnya...


"Haruskah aku mengalah pada takdir?"

__ADS_1


Jangan lupa Like, Coment dan tambahkan ke favorit ya..


Makasih ...


__ADS_2