Andra Dan Azimah (Pernikahan Kontrak 2)

Andra Dan Azimah (Pernikahan Kontrak 2)
33


__ADS_3

Andreas mencoba membujuk Selma, ia sendiri sebenarnya tidak mengizinkan Azimah untuk tinggal sendiri, tapi demi kebaikan semuanya Andreas akhirnya mau mengikuti keinginan Azimah. Mungkin jika di luar sana, Azimah akan lebih mudah melupakan semuanya.


Setelah di bujuk dengan perdebatan kecil, akhirnya Selma mau menuruti keinginan Azimah. Andreas pun lega mendengarnya.


Pagi ini, Selma menyiapkan sarapan untuk semua orang. Menyiapkan sarapan adalah rutinitas Selma selama ini untuk tetap membuat tubuhnya tetap bergerak setelah semua pekerjaan di rumah telah dikerjakan oleh pelayan yang dibayar Andreas.


Axel dan Andreas turun bersamaan, setelah itu di susul Azimah. Selma mengajak keluarganya untuk sarapan. Mereka pun sarapan bersama.


Di tengah kegiatan sarapan mereka, Selma mulai membuka suara tentang keinginan Azimah.


"Azimah ...," panggil Selma lembut namun nampak jelas kekhawatiran diwajahnya..


"Iya, 'Bu?" sahut Azimah.


"Masalah kau yang ingin tinggal sendiri, Ibu mengizinkan." Wajah Azimah berbinar mendengarnya.


"Tapi ..., kau harus pulang saat akhir pekan. Ibu tak ingin kesepian meski di akhir pekan. Cukup Azirah dan Alex yang jarang mengunjungi ibu. Ibu tak ingin kau pun begitu." Pinta Selma.


"Baik, Bu. Aku akan pulang setiap akhir pekan." yakin Azimah.


Mereka pun melanjutkan sarapan mereka. Lalu berangkat ke kantor. Siangnya Azimah melihat keadaan apartemen yang dikatakan Mei padanya, ia tidak memilih apartemen yang mewah namun tidak juga yang terlalu murah. Yang pasti tempat tinggalnya ini akan berada di tengah-tengah antara rumah orangtuanya dan juga kantornya bekerja agar ia lebih mudah melakukan aktivitasnya.


Setelah setuju dengan apartemennya, sore hari setelah pulang bekerja Azimah pindah ke tempat tinggalnya yang baru. Beruntung apartemen itu sudah menyediakan semua perabotan yang ia butuhkan. Selma dan Andreas mengantarnya serta saat kepindahan Azimah.


Selma menangis saat hendak meninggalkan Azimah sendirian disana. Namun Azimah menenangkannya dengan alasan apartemen Mei yang juga bersebelahan dengannya. Selma pun sedikit lega karena hal itu.


Mei sedang membantu Azimah meletakkan barang-barangnya.


"Apa kabar pamanmu itu, Azimah?" tanya Mei di tengah kegiatannya membantu Azimah.


"Entahlah, setelah hari itu aku tak pernah bertemu dengannya" lirih Azimah mengingat kembali kejadian yang menimpanya.


"Aku sedikit bingung mengapa dia bisa sampai melakukan hal itu, bukankah dia tak pernah melakukan hal yang aneh-aneh. Maksudku, kita berdua tahu jika Andra termasuk pria yang menjaga jarak dengan berbagai bentuk wanita. Lalu mengapa dia bisa melakukan hal ini padamu, kau yakin dia tak cemburu??" tanya Mei memastikan.


Azimah diam sebentar. Ia mengingat kembali kejadian terakhir sebelum Andra melakukan hal itu padanya.


"Kenapa kau bisa mengatakan itu? Aku merasa dia tak mungkin cemburu saat dia bahkan tak memiliki rasa padaku" tukas Azimah.

__ADS_1


"Hei Nona! Hati orang siapa yang tahu? Bisa saja Andra memang menyukaimu namun ia terlalu kaku untuk mengekpresikan perasaannya" jelas Mei.


"Bukankah kau sendiri yang mengatakan jika dia bisa berada di cafe yang sama dengan kita? Kau juga mengatakan jika Andra menghubungimu beberapa kali namun tak kau jawab. Mungkin saja dia kalut karena kau yang memang ingin menghindarinya dengan membawa Ronald didalamnya!" lanjut Mei panjang lebar.


"Ya memang aku mengatakan hal itu, tapi ..., ah sudahlah, semakin aku memikirkannya semakin aku pusing sendiri" gerutu Azimah.


"Itu terserah padamu, aku hanya mengatakan apa yang aku pikirkan saja karena aku yakin Andra bukanlah pria mesum yang tiba-tiba akan mencium wanita, apalagi wanita yang ia kenal dengan baik" ungkap Mei.


Azimah kembali bungkam. Ia sepakat dengan kata-kata Mei, Andra memang bukanlah pria yang akan menyerang wanita dengan kelakuan yang menjijikan.


Kepindahan Azimah diketahui oleh Andra karena memang Andra selalu mengikuti Azimah selama ini. Ia ingin menemui Azimah namun ia tak berani, ia takut kembali menyakiti Azimah karena ulahnya. Akhirnya ia pun memilih cara tersebut untuk tetap mengetahui apa yang dilakukan Azimah sehari-hari.


* * *


Siang ini Andra sedikit kewalahan karena Anastasia memaksanya untuk berbelanja, sementara ia harus kembali ke kantor karena pekerjaan yang sudah menunggunya. Namun rengekan Anastasia membuat Andra tak tega hingga akhirnya ia menuruti keinginan putri semata wayangnya itu.


Mereka berbelanja berbagai macam mainan kesukaan Andra. Andra dengan sabar mengikutinya yang berlarian kesana-kemari di pusat perbelanjaan anak-anak. Tiba saat Anastasia tak memperhatikan jalan hingga menabrak seorang wanita muda...


"Aduuh ...," keluh wanita yang Anastasia tabrak.


Anastasia dan wanita itu saling memandang, hingga Anastasia tersenyum lebar ketika melihat wajah wanita yang ia tabrak.


"Anas,. Dengan siapa kau kema ...," Azimah tak melanjutkan kata-katanya saat ia mengetahui keberadaan Andra di sana.


"Kakak ..., apa yang kakak beli di sini?" tanya Anas polos.


"Ah..., kakak kemari untuk membelikan mainan Axel." jawab Azimah seadanya...


Andra dan Azimah nampak gugup dengan pertemuan tak sengaja mereka.


"Ayo ..., Anas temani Kakak membelinya"


Belum sempat Azimah menolak, Anastasia sudah menarik tangannya ke dalam sebuah toko yang menjual mainan anak laki-laki.


Azimah pun hanya mengikuti langkah Anastasia yang menariknya. Dan Andra mengekori mereka dari belakang.


"Selamat siang, Tuan dan Nyonya mencari apa? Ada yang bisa saya bantu?" sambut salah seorang pelayan toko yang menyangka Azimah dan Andra adalah pasangan suami istri. Azimah pun hanya tersenyum kaku mendengarnya.

__ADS_1


Anastasia kembali menarik Azimah memasuki toko tersebut. Lagi-lagi Azimah tertarik karena Anastasia tak melepaskan genggaman tangannya pada Azimah.


"Kak, Kakak mau beli apa untuk Axel?" tanya Anas kembali..


"Entahlah, kakak sendiri bingung.m" jawab Azimah seadanya.


"Biar Anas pilihkan" ujar Anas nampak berpikir sambil menautkan jari telunjuknya pada ujung dagu.


Azimah hanya tersenyum melihatnya. Ia pun membiarkan Anastasia memilihkan mainan untuknya...


"Apa kabar ..." sapa Andra memberanikan diri.


Azimah mencoba tersenyum meski itu sangat sulit baginya. Andra telah membuat sisi wanitanya terhina. Sebagai wanita, sedalam apa pun ia mencintai seseorang, perlakuan itu tak pantas ia dapatkan dari pria yang ia cintai


"Baik."


Singkat namun jawaban itu cukup membuat Andra senang. Setidaknya Azimah tidak menghindarinya untuk saat ini.


"Kakak ...," Anastasia berlari mendekat dangan bebarapa mainan di kedua tangannya.


"Bagaimana? Kakak suka?" tanya Anastasia antusias. Azimah hanya mengangguk sambil mengusap lembut kepala Anastasia..


"Baiklah, kita bayar lalu sebagai gantinya Kakak Azimah harus menemani Anas makan siang!" kata Anastasia dengan senyuman lebarnya.


Azimah ingin menolak namun Anastasia sudah lebih dulu menarik tangan Andra bersamanya menuju kasir.


Azimah menyusul mereka dan ingin menghentikannya namun sayang, ia terlambat. Andra sudah membayar semua mainan itu untuknya.


"Seharusnya Paman tak perlu membayarnya" kata Azimah pelan.


"Tak apa, anggap saja aku yang membelikannya untuk Axel." jawab Andra canggung.


Azimah menghentikan langkahnya tepat di depan toko tersebut. Ia membungkuk dan tersenyum pada Anastasia.


"Anas, Kakak minta maaf. Saat ini Kakak harus kembali karena sudah berjanji akan pulang tepat waktu. Kakak tak bisa menemanimu makan siang, lain kali Kakak akan makan siang denganmu. Dan juga, terimakasih untuk pilihannya. Sampai jumpa, Sayang ...," Azimah melangkah membalikkan tubuhnya, berjalan menjauh hendak meninggalkan Andra dan Anas.


Anastasia tertunduk melihat kepergian Azimah yang bahkan tak sempat ia jawab. Azimah melihat hal tersebut dari pantulan kaca yang ada didepannya. Ia pun melihat Andra berjongkok membujuknya untuk tidak menangis. Tapi Anastasia yang keinginannya selalu terpenuhi tak bisa membendung airmatanya karena penolakan Azimah. Ia menangis dipelukan Andra sambil menatap bayangan kepergian Azimah.

__ADS_1


* * *


...Bersambung ......


__ADS_2