Andra Dan Azimah (Pernikahan Kontrak 2)

Andra Dan Azimah (Pernikahan Kontrak 2)
39


__ADS_3

Azimah telah selesai menyiapkan makan malam, ia menatanya di meja makan. Sedari tadi Azimah memantaunya bekerja, kadang ia bertanya kadang pula ia hanya memperhatikan saja...


Bel berbunyi, Azimah hendak beranjak namun Andra menahannya...


"Biar aku saja..." Andra segera berdiri dan membuka pintu. Nampaklah Mei dan Ronald di sana. Dengan ramah Andra mempersilahkan kedua orang tersebut masuk layaknya pemilik rumah....


"Tepat sekali, aku baru saja selesai memasak. Ayo, kita langsung makan saja..." Azimah mengajak teman-temannya ke meja makan sambil menggedong Anastasia...


"Kau menyiapkan semuanya sendirian?" tanya Ronald...


"Ya begitulah...," jawab Azimah lemah...


"Aku tak tahu jika kau pintar memasak. Nanti aku akan mengajakmu masak dirumahku. Ibuku pasti senang melihat calon menantunya pintar memasak..." kekeh Ronald...


Azimah hanya tersenyum canggung sambil menatap pada Mei. Sementara Andra memperhatikan Ronald yang sudah mengibarkan bendera perang padanya...


"Kak, Anas mau disuapi..." pinta Anastasia. Azimah pun menyuapi Anastasia dengan telaten. Ronald memperhatikannya..


"Kau sudah cocok jadi ibu. Aku penasaran anak kita akan seperti apa nantinya..."


"Uhukk..." Andra tersedak mendengarnya...


"Ada apa Tuan Lee? Apa masakan kekasihku tak enak?" tanya Ronald menekankan katanya...


"Tidak enak karena di campur dengan kebohongan..." jawab Andra santai...


Azimah menatap pada Andra tajam. Kata-kata Andra sedikit membuatnya tersindir...


Makan malam selesai dengan ketegangan di semua orang. Azimah membereskan semua piring kotor dan mencucinya bersama Mei..


"Kau mengatakan semuanya pada Ronald?" Tanya Azimah berbisik...


"Iya, maaf tak memberitahumu terlebih dulu. Aku hanya tak ingin kau terlihat menyedihkan di depan Andra. Aku tak tahu jika akting Ronald akan berlebihan seperti ini. Maafkan aku, Azimah..." keluh Mei..


"Ya sudahlah, semua sudah terjadi..." balas Azimah menyerah kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya...


Semantara di balkon, Andra dan Ronald duduk bersama menikmati pemandangan malam dengan rokok di masing-masing jari mereka...


"Sampai kapan Tuan Lee akan membuat Azimah'ku tersiksa?" tanya Ronald memulai pembicaraan...


Andra mengerutkan dahi mendengar kalimat Ronald..


"Apa urusanmu?" tanya Andra sinis...


"Anda tahu kami memiliki hubungan, lalu mengapa terus membuat Azimah selalu terlibat dengan permintaanmu yang konyol ini..."


"Konyol?" Andra tersenyum singkat...

__ADS_1


"Tidak mungkin seorang Andra Lee tak bisa menyewa seorang koki untuk masak dirumahnya. Lalu kenapa harus Azimah?"


Andra kembali terkekeh mendengarnya. Sedari tadi ia cukup sabar menghadapi tingkah bocah yang selalu memancing amarahnya. Andra ingin bersikap tenang namun jika dibiarkan maka tingkah laku Ronald akan menjadi-jadi padanya...


"Kau ternyata pandai berakting, aku tak menyangka ini."


".."


"Berhenti memberi dirimu harapan karena Azimah tak mungkin memiliki perasaan padamu. Hatinya milik'ku dan selamanya akan menjadi milik'ku."


"Jangan terlalu percaya diri, Tuan. Karena pada kenyataannya Azimah sudah mengusir'mu dalam hatinya." jawab Ronald santai..


"Jika dia memang sudah membuang'ku, lalu mengapa dia masih menuruti semua keinginanku? Jika dia memang tak memiliki perasaan padaku, untuk apa dia mengkhawatirkan aku dan juga anak'ku?" tanya Andra tajam. Dan ini membuat Ronald kehabisan kata-kata...


"Jangan bilang kau berpikir Azimah kasihan padaku, karena pada kenyataannya 9 tahun ini hanya aku yang menghuni hatinya. Apa menurutmu dia akan melupakan'ku begitu saja setelah apa yang kami lalui bersama?!" Andra masih menatap tajam pada Ronald dan kini Ronald tersenyum kecil mendengarnya...


"Bukan kalian tapi hanya Azimah..."


"Tapi ada aku di dalam hatinya..." Ronald kembali terbungkam dengan kata-kata Andra..


Andra berdiri, menatap pemandangan kota dengan semua lampu gemerlapnya. Ia menggenggam terali yang menjadi penahan amarahnya saat ini. Mendengar Ronald menyebutkan Azimah kekasihnya sudah membuatnya begitu sesak. Tapi ia tahan karena bukan di sini tempat jika ia ingin membalas Ronald..


"Aku tahu kalian berpura-pura, aku yakin hal ini pun belum Azimah katakan padamu. Karena aku tahu Azimah bukan orang yang akan dengan mudah memanfaatkan orang lain. Dia hanya mengatakan ini agar membuatku menjauh darinya. Sayangnya, aku tak berniat untuk kehilangan Azimah lagi..." ujar Andra...


Ronald menghampirinya dan berdiri berdampingan...


"Kau tahu, cinta kadang datang dari sebuah kesalahan. Kata-kata ini mungkin akan tepat bagi kami nantinya. Aku harap kau tidak terlalu bodoh untuk mengartikan semuanya..." balas Ronald tajam...


Andra berjalan menuju meja yang terdapat gelas teh diatasnya. Ia mengambil gelas teh tersebut kemudian memecahkannya. Azimah dan Mei yang mendengarnya saling memandang dengan mata penuh tanda tanya. Semantara Andra memungut dua buah pecahan kaca tersebut. Menggenggam salah satunya dengan kuat dan memberikan sisanya pada Ronald...


"Ambil, dan kita lihat apa yang akan terjadi..." tantang Andra..


Ronald mengambil pecahan kaca tersebut dan menguriskan pada telapak tangannya sehingga berdarah. Pada saat bersamaan, Mei dan Azimah datang dan terkejut melihat keadaan tangan Andra dan Ronald..


"Apa yang kalian lakukan?" teriak Azimah dan Mei bersamaan. Keduanya panik melihat darah yang mengalir dari telapak tangan Andra dan Ronald. Azimah yang masih belum bisa mencerna keadaan hanya bisa berdiri melihat teman dan orang yang ia cintai saling menatap tajam. Sedetik kemudian ia berjalan mendekati keduanya dan meraih tangan Andra lebih dulu. Andra tersenyum penuh kemenangan semantara Ronald hanya menatapnya sinis...


"Azimah, sebaiknya aku pulang..." kata Ronald datar...


"Eh..." belum sempat Azimah mencegah Ronald sudah berlalu lebih dulu. Ia mengejar Ronald di ikuti oleh Andra dibelakangnya...


"Biar aku saja, lebih baik kau urus Andra..." kata Mei pada Azimah. Azimah nampak bingung namun Mei tak memberikannya kesempatan untuk menjawab, Mei segera berlari mengejar Ronald. Azimah hendak menyusul namun Andra menghentikannya..


"Kau akan meninggalkan'ku dan mengejarnya?" tanya Andra menatap lekat pada Azimah..


"Apa yang kalian lakukan?!" teriak Azimah kesal namun berlari menuju kamarnya lalu keluar dengan kotak obat yang lengkap..


"Kekasih pura-pura'mu itu harus di beri pelajaran karena sudah berani mengambil apa yang menjadi milik'ku!" seru Andra.

__ADS_1


"Hentikan omong kosongmu itu, kau melakukan ini hanya untuk membuat Ronald pergi, bukan?" kata Azimah tanpa menoleh pada Andra. Ia fokus membersihkan darah yang mengalir di sela jari-jarinya..


"Karena aku tak ingin ada orang yang menganggu milikku!" tegas Andra..


Azimah mendongak, menatap tajam pada Andra begitu juga Andra..


"Aku bukan milikmu dan bukan pula milik siapa-siapa. Aku milik diriku sendiri..." jawab Azimah tajam..


"Katakan jika kau memang tak mencintaiku lagi..." tantang Andra yang mulai jengah dengan sikap keras kepala Azimah...


Azimah menatapnya tajam, namun kemudian mengabaikannya dan kembali fokus dengan luka Andra..


"Kau tak berani mengatakannya?" tanya Andra yang menarik Azimah mendekat padanya...


"Hentikan, Anas bisa melihatnya.."


"Aku tak peduli..."


"Kau..."


Mata mereka saling menatap tajam. Azimah kesal begitu pun dengan Andra...


"Aku akan menginap di sini..." kata Andra santai..


"Jangan berlebihan, aku akan menelpon ayah jika kau berani melakukan itu..." ancam Azimah..


"Telpon saja, aku dengan mudah mengatakan jika aku sudah tidur denganmu!" jawab Andra tajam..


Azimah meletakkan obat merahnya dan berdiri kemudian berbalik tapi dengan cepat Andra menariknya hingga duduk di atas pangkuannya...


"Obati lukaku, aku terluka karenamu..." kata Andra pelan di telinga Azimah..


Azimah menarik nafas kasar, namun ia hanya bisa mengikuti keinginan Andra meski dengan terpaksa...


"Jika aku mendengar kau menyebutkan nama lelaki selain namaku, akan kubuat lidahmu tak bisa bicara lagi keesokan harinya..." ancam Andra lagi...


"Maka kau akan berhadapan dengan sahabatmu sendiri jika kau sampai melakukan itu.." ancam Azimah lagi..


"Aku tak yakin Iyas dan Selma akan membelamu jika hal itu benar-benar terjadi. Atau sebaiknya kita mencobanya?" goda Andra yang membuat Azimah segera berdiri dan menjauh dari Andra. Andra hanya tersenyum melihat wajah Azimah yang memerah karenanya...


***


Ingin tahu cerita sebelumnya dari Azimah. Baca karya novelku "Pernikahan kontrak".


Baca juga, ceritaku yang lainnya...


"Haruskah aku mengalah pada takdir?"

__ADS_1


Jangan lupa Like, Coment dan tambahkan ke favorit ya..


Makasih ...


__ADS_2