Ayah Untuk Anak Kembarku

Ayah Untuk Anak Kembarku
#11


__ADS_3

"Kenapa? Mau ikut?" goda Azam.


"Hah... no no no.." ucap Silvi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Azam kembali terkekeh melihat Silvi yang salah tingkah.


"Tolong bangunkan si kembar ya, mau aku ajak sholat Subuh di Masjid," ucap Azam sembari menutup pintu.


Silvi hanya mengangguk. Dia segera merapikan ranjang mereka yang sudah tidak berbentuk. Menyiapkan baju ganti untuk Azam, dan memunguti pakaian yang berserakan di lantai, kemudian pergi ke kamar si kembar untuk membangunkan mereka.


"Bang Fahri, Kak Farhan, bangun yuk, diajak Abati sholat ke masjid tuh, yuk bangun sayang," ucap Silvira dengan lembut membangunkan mereka.


Si kembar perlahan bangun dan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu. Silvira membantu mereka berganti baju yang pantas dipakai sholat.


Setelah itu mereka bertiga turun ke bawah, si kembar duduk di meja makan menunggu Azam turun. Silvira segera ke tempat cuci untuk memasukkan baju-baju kotor ke mesin cuci.


Azam yang baru keluar dari kamar mandi, merasa senang melihat kamar sudah rapi dan bajunya sudah disiapkan di atas tempat tidur. Dia segera berganti pakaian dan bergegas turun ke bawah, saat menuruni tangga dia melihat si kembar duduk di meja makan sambil menaruh kepala mereka di atas meja, rupanya mereka masih mengantuk.


"Hey boys, yuk berangkat ke Masjid," ucap Azam. Si kembar menggeliat sebentar kemudian berdiri dan mengikuti Abatinya menuju masjid.


Setelah terdengar Azan Subuh, Silvira segera menunaikan sholat qobliyah Subuh dan sholat Subuh. Kemudian ke dapur untuk membuat jus buah dan menyiapkan sarapan pagi.


Azam dan si kembar pulang dari Masjid dan langsung menuju dapur mendengar suara juicer . Mereka duduk di kursi bar yang menghadap dapur.


"Umma bikin apa?" tanya Fahri.


"Jus apel, tomat, wortel, mau?"


"Hiii, nggak mau...!!" sahut si kembar.


"Lho, katanya mau kuat seperti abati, harus minum jus seperti abati dong," ucap Azam.


"Iya mau kuat, tapi g mau jus," ucap Farhan.


"Emang kalian sudah pernah nyobain? Cobain dulu," ucap Silvi sambil menuang jus itu ke dalam empat gelas.


"Yuk cobain," ucap Azam.


"Bismillah," ucap mereka.


"Hmm enak Ma," ucap Fahri sedangkan Farhan langsung menenggak habis jus itu.

__ADS_1


Silvi dan Azam tersenyum melihat mereka menyukai jus itu.


"Kalau sudah, sekarang kalian mandi ya, siap-siap ke sekolah," ucap Silvi, Fahri dan Farhan patuh dan segera naik ke kamarnya.


"Mas nanti mau antar anak-anak?"tanya Silvira sambil memasak untuk sarapan pagi.


"Iya, kamu ikut ya, sekalian ke tempat kost, ada yang mau aku ambil," jawab Azam.


"Iya, habis itu kita belanja bahan makanan untuk pekan ini," imbuh Silvi.


"Iya baiklah, aku ke atas ya, pengen work out sebentar," ucap Azam. Silvira melanjutkan acara memasaknya.


Setelah selesai memasak dan menata sarapan di dapur, Silvira naik ke atas hendak melihat persiapan si kembar. Namun dia bertemu Azam di depan kamar si kembar, dia bertelanjang dada sambil menyeka keringat dengan handuk kecil, Azam memakai celana pendek kaos warna abu misti, dan terlihat basah juga oleh keringatnya.


Lagi-lagi Silvira terpaku melihatnya. Dan Azam yang mengetahuinya tersenyum bersiap menggoda.


"Kenapa lihatnya gitu," ucap Azam sambil terkekeh.


"Mas, wanita manapun yang lihat begituan ya pasti...," ucap Silvi tak mampu meneruskan kata-katanya karena malu.


"Makanya, biasakan mulai sekarang kamu akan sering melihatku, dan jangan dilihat saja, ini semua milikmu," ucap Azam, namun Silvira segera masuk ke dalam kamar si kembar.


Azam tertawa puas menggoda Silvira. Dan menuju ke kamarnya untuk mandi lagi. Setelah Silvi selesai membantu anak-anak bersiap sekolah, Silvi kembali ke kamarnya untuk mengganti baju.


"Nyari apa Mas?" tanya Silvi.


"Itu kurta warna marun, kamu lihat nggak?" tanya Azam balik.


"Sebentar, aku ambilkan," dengan sigap Silvi segera mengambilkan kurta yang dimaksud, sekalian sirwal warna coklat susu dan pakaian dalam milik Azam, kemudian menyerahkannya kepada Azam.


"Aku tunggu di bawah ya," ucap Silvi sambil meninggalkan Azam di kamar itu.


Silvira turun ke bawah dan mengambilkan makan untuk kedua putranya. Tak lama kemudian Azam menyusul duduk di meja.


"Mas mau sarapan sekalian?" tanya Silvira.


"Iya," Jawab Azam. Silvira segera mengambilkan makanan untuk Azam dan dirinya.


"Abati mau antar kita ke sekolah?" tanya Fahri.


"Iya boys, sama antar Umma sekalian mau belanja," jawab Azam.

__ADS_1


"Yeay!!!" seru si kembar kegirangan, pasalnya baru kali ini dia ke sekolah diantar abatinya.


Setelah makan, Azam membantu Silvira membereskan meja makan.


"Sudah biar aku yang cuci piring, kamu siap-siap aja, nanti telat anak-anak kasihan," ucap Azam mengambil alih pekerjaan dapur.


Azam dan Silvira memang masing-masing belum menyatakan cintanya, namun keduanya berusaha untuk mencintai satu sama lain, berusaha sebaik-baiknya menjalankan tugas mereka sebagai suami istri.


Silvira menurut saja dan naik ke kamarnya untuk berganti pakaian. Dia memakai gamis dan jilbab warna coklat susu dengan hand bag dan sepatu yang dibelikan Azam dalam seserahannya. Memoles tipis bedak dan lipstick warna nude.


Silvira segera turun dan ternyata Azam sudah selesai membereskan dapur dan duduk bersama si kembar menunggunya.


"Sudah siap? Yuk," ajak Azam.


"Kita naik mobil Abati saja ya," ucap Azam, Silvi dan si kembar hanya menurut.


Setelah mengantarkan Farhan dan Fahri ke sekolah, Azam segera meluncur menuju tempat kost nya.


Azam membuka pintu kamar kost nya dan mempersilahkan Silvira masuk ke dalam.


"Mas, gak papa kah aku masuk ke sini?" tanya Silvi.


"Ya gak papa lah, kita kan sudah sah sebagai pasangan suami istri," ucap Azam.


"Hmm, iya, maa syaa Allah, kamar Mas bersih dan rapi banget, Mas sendiri yang bersihin?" tanya Silvi sambil melihat sekeliling kamar Azam.


"Iyalah, siapa lagi," jawab Azam.


"Duduk sini, aku gak punya sofa jadi duduk di ranjang aja ya," lanjut Azam.


Silvi menurut dan duduk di tepi ranjang, sementara Azam mulai melepas rakitan treadmill untuk dia bawa ke rumah Silvira.


Silvira membuka jilbabnya dan mencepol rambutnya. Lalu dia membuka bedcover di ranjang Azam, lalu tercium aroma tubuh Azam di kasur itu. Azam tidak sengaja melihat Silvi menciumi bantalnya.


"Jangan dicium, bau!!" ucap Azam sambil merebut bantal itu.


"Percaya atau tidak, aku menyukainya Mas, aroma tubuhmu," ucap Silvira sambil tertunduk.


Azam seperti terpancing mendengar ucapan Silvira. Dia membuka baju atasannya dan sambil berdiri memeluk Silvira yang duduk di ranjangnya.


"Ini cium langsung dari pusatnya," ucap Azam, dengan ragu dan kaku Silvi membalas pelukan Azam dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh Azam yang maskulin.

__ADS_1


Azam membelai rambut dan leher Silvi. Dan berbisik ke telinga Silvira.


"Dek, Mas mau lagi, sekarang,"


__ADS_2