Ayah Untuk Anak Kembarku

Ayah Untuk Anak Kembarku
#24


__ADS_3

Pagi itu Silvira berangkat kerja bersama Azam. Silvira mengantarkan Azam terlebih dahulu ke kantor, karena masih terlalu pagi Silvira bingung mau kemana.


"Mas, masih kepagian aku kemana ya enaknya," ucap Silvira.


Belum sampai Azam menjawab, seseorang mengetuk pintu mobil Silvira. Silvira nampak tidak mengenali wanita berjilbab dsn berkacamata hitam itu.


"Mas, siapa dia?" tanya Silvira.


"Karin, buka aja jendelamu, tanya apa maunya," jawab Azam. Silvira menuruti suaminya dan menurunkan kaca jendelanya.


"Iya Mba, ada apa?" tanya Silvira.


"Aku ingin bicara dengan kalian, bisa turun sebentar," jawab Karin.


"Gimana Mas?" tanya Silvira kepada Azam. Azam berpikir sejenak, di seberang jalan memang ada warung makan sepertinya cocok buat tempat ngobrol, tapi Azam harus segera check clock dan rekam wajah untuk absensi kehadirannya, dia khawatir kalau mereka ditinggal berdua akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


"Ehm begini saja, kalian tunggu di ruang tamu kantor, aku absen dulu," jawab Azam.


"Baiklah," ucap Silvira kemudian membuka pintu dan keluar dari mobilnya disusul Azam. Karin berjalan mengikuti mereka.


"Silakan duduk dulu kalian, aku absen dulu ya," ucap Azam meninggalkan mereka berdua.


"Mba Silvira, terima kasih ya sudah merawat Mas Azam, sekarang dia jauh lebih baik daripada waktu dulu aku tinggalkan," ucap Karin. Silvira hanya tersenyum.


"Mba kok bisa tiba-tiba pakai jilbab sekarang?" tanya Silvira.


"Sebenarnya aku dulu sudah berjilbab, tapi ketika pindah ke luar negeri aku lepas jilbabku, dan semalam ada seorang teman yang mengingatkanku untuk memakai kembali jilbabku," jawab Karin.


***


Setelah absen, Azam ke ruangannya sebentar menaruh tasnya, di sana dia bertemu Ammar.


"Assalamualaikum bro," sapa Azam.


"Waalaikumusalam," jawab Ammar.


"Eh itu tadi aku lihat kamu jalan sama Karin dan Silvira," lanjut Ammar.


"Iya, tadi itu ketemu Karin di depan, katanya mau ngobrol sama aku dan Silvi, aku ke sana sebentar ya,"


Azam segera menuju ruang tamu dimana Karin dan Silvira menunggu.


"Maaf agak lama ya, tadi absennya antri," ucap Azam, sambil duduk di sebelah Silvira.


"Jadi kamu mau ngomong apa sama kami?" tanya Azam kepada Karin.


"Aku mau minta maaf sama kalian, atas apa yang terjadi dan ketidaknyamanan kalian dengan sikapku, aku sadar mungkin aku harus menyerah untuk mendapatkan Mas Azam kembali, jadi tolong maafkan aku," ucap Karin sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


"Iya kami dengan senang hati memaafkan, kami juga senang kamu sudah bisa mengikhlaskan, lalu apa rencana kamu selanjutnya?" tanya Azam.


"Aku akan membantu mengurus katering Mama, tadi aku dan Mba Silvira sudah bertukar kartu nama, kalau ada acara atau event bisa pakai katering mama ya, lalu kalau kalian bertemu denganku di jalan, tolong sapalah aku, aku ingin tetap berhubungan baik dengan kalian," ucap Karin.


"Baiklah," sahut Azam.


"Kalau gitu, aku pamit duluan ya, aku doakan semoga kalian selalu bahagia," ucap Karin.


"Doa yang sama untukmu Mba," ucap Silvira sambil memeluk Karin. Karin segera pergi dari tempat itu. Azam dan Silvira melihat Karin pergi.


"Semoga Mba Karin dipertemukan dengan jodoh yang baik ya Mas," ucap Silvira.


"Aamiin, jadinya mau kemana sayang?" tanya Azam.


"Langsung ke klinik saja Mas, sekalian lihat yang paling pagi datang siapa, hehehe," jawab Silvira.


"Ya udah fii amanillaah," ucap Azam.


"Aamiin, Assalamualaikum Mas," ucap Silvira sambil mencium punggung tangan Azam.


"Waalaikumusalam warahmatullahi wabarokatuh," jawab Azam. Silvira segera pergi menuju mercy nya dan melaju menuju kliniknya.


Azam kembali ke ruangannya. Di sana Ammar sudah menunggunya.


"Gimana, sudah beres?" tanya Ammar.


"Assalamualaikum Pak Azam, Pak Ammar," sapa Pak Ridwan bagian tata usaha.


"Waalaikumusalam," jawab Azam dan Ammar.


"Ada surat tugas dinas luar buat Pak Azam," ucap Pak Ridwan sambil menyerahkan surat tugas itu.


"Hadeuh kenapa saya lagi Pak, saya pengantin baru lho, harus ninggalin istri lagi ke luar kota," ucap Azam. Ammar dan Pak Ridwan terkekeh mendengarnya.


"Kalau itu saya kurang tahu Pak, tapi sepertinya Pak Azam berdua dengan Pak Hilmy.


"Mas Azam," ucap Hilmy yang baru datang dari ruangan sebelah. Dia pegawai baru yang masih muda, jauh di bawah Azam dan Ammar.


"Iya, kamu juga dapat surat tugas dinas luar kota?" tanya Azam.


"Iya ini", jawab Hilmy sambil menunjukkan suratnya.


" Kalau begitu saya permisi dulu bapak-bapak," pamit Pak Ridwan.


"Oh iya Pak, terima kasih," sahut Azam.


"Jadi besok gimana? Acaranya jam sembilan pagi, kita berangkat paling gak jam enam an ya dari sini, karena paling gak perjalanannya tiha jam kan dari kota ini," ucap Azam.

__ADS_1


"Iya, besok pakai mobilku saja Mas, aku jemput jam setengah enam ya, jangan lupa sarapan dahulu, nanti malam jangan terlalu capek lemburnya, biar besok gak kecapekan," ucap Hilmy.


"Iya iya, aku ngikut aja Hil," ucap Azam.


"Sabar ya bro, abdi negara, harus laksanakan tugas negara, Silvira pasti paham," ucap Ammar menenangkan hati Ammar.


"Hehehehe, iya iya, tadi itu aku hanya bercanda kok, tapi ada benarnya juga, anak-anak lagi di tempat Oma Opanya, jadi sebenarnya kami lagi berduaan di rumah," ucap Azam.


"Kamu ajak aja dia sekalian honeymoon," sahut Hilmy.


"Iya sih, tapi kasian kamu jadi obat nyamuk Hil," ucap Azam.


"Makanya, buruan nikah mblo," tukas Ammar, Azam dan Ammar tertawa lebar, sedangkan Hilmy hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


🚗🚗🚗🚗


Sore hari tiba, Silvira menjemput Azam di kantornya. Tidak seperti biasanya Azam yangq menunggu, hari ini Silvira datang lebih awal. Dia menunggu di dalam mobilnya, yang dia parkir di halaman kantor dinas pertanian itu.


Silvira membuka gawainya dan mencoba melakukan panggilan video kepada putra kembarnya.


"Ummaa!!!" seru si kembar dari seberang.


"Assalamualaikum kesayangan Umma," sapa Silvira.


"Waalaikumusalam Umma," jawab keduanya.


"Fahri sama Farhan, Umma kangen kalian, kapan nih mau dijemput?" tanya Silvira.


"Sebentar lah Umma, di sini seru main sama Mas Rafli, sama yang lainnya juga," sahut Fahri.


"Hmm, di rumah sepi sayang gak ada kalian, besok Umma jemput ya, Umma kangen banget sama kalian,"


"Gak mau Umma, di sini kita banyak teman, makanya kita pengen punya adik biar punya teman, jadi kapan kita punya adik?" imbuh Farhan.


"Ini, tanya Abati sendiri," ucap Silvira, sambil membuka kaca jendela mobilnya, setelah tahu Azam menghampirinya.


"Anak-anak nih Mas," ucap Silvi sambil menyerahkan ponselnya kepada Azam.


"Assalamualaikum boys," sapa Azam.


"Waalaikumusalam Abati,"


"Gak kangen sama Umma sama Abati?" tanya Azam.


"Iya kangen, tapi di sini seru banyak temannya," jawab Farhan.


"Abati, kapan kita punya adik?" tanya Fahri.

__ADS_1


__ADS_2