Ayah Untuk Anak Kembarku

Ayah Untuk Anak Kembarku
#44


__ADS_3

Setelah makan malam duo Silvi membereskan dapur dan mencuci piring. Duo A, Azam dan Aditya berbincang di ruang keluarga. Mereka membicarakan tentang klinik kecantikan.


"Jadi dulu itu, aku buta banget masalah klinik, mengenai pengadaan barang, gudang, dokternya bagaimana, alur pelayanan seperti apa, aku gak tahu sama sekali, lalu setelah Silvira operasi, aku nekat ke klinik setiap pulang kerja, aku di ruangan Silvira, mempelajari dokumen-dokumen di sana, dan suatu ketika pegawainya masuk memintaku memeriksa laporan harian mereka, panik dong aku, apa yang harus aku cek, akhirnya aku fotoin aku kirim ke Silvira, Beib ini diapain.. terus alhamdulillah dia langsung telepon, dikasih tau deh, ini ini ini Mas. Dan sekarang alhamdulillah aku mulai paham dan masih terus belajar," cerita Azam panjang lebar. Aditya dengan sabar mendengarkannya.


Duo Silvi datang dari dapur membawa teh hangat.


"Ngobrolin apa ini? Seru banget kayaknya," tanya Silvia.


"Hmm biasa urusan lelaki," sahut Aditya. Azam terkekeh mendengar jawaban Aditya.


"Eh kalian sudah berapa lama menikah?" tanya Azam.


"Delapan tahun, aduh jadi kangen sama Salma dan Salman," jawab Aditya.


"Berapa usia mereka?" tanya Azam.


"Salma tujuh tahun, Salman sembilan bulan," jawab Silvia.


"Lho masih sembilan bulan kamu tinggal gak nyariin kamu?" tanya Silvira.


"Salman itu lengket sekali sama Mami, dia juga minum ASI dari aku pumping , jadi kalau aku tinggal keluar kota nemenin mas Adit ya mereka sama Mami," jawab Silvia.


"Ehm.. jadi usia Salma hampir sebaya ya dengan Fahri Farhan," sahut Azam.


"Iya, jadi mereka sepupuan berlima hampir sama usianya, anaknya Mba Adis Rafli delapan tahun Rania juga hampir tujuh tahun, Salma juga tujuh tahun, Fahri Farhan delapan tahun," ucap Silvira.


"Iya, Dhana juga anaknya Mas Amir kakakku juga tujuh tahun, maa syaa Allah,"


"Sudah malam, tidur yuk, besok perlu tenaga ekstra mengurus enam bocah, tadi Mba Adis wa kalau besok anak-anak mau berenang di sini," ucap Silvira.


"Iyakah? Ya udah kita ke kamar dulu ya," ucap Aditya. Mereka kemudian ke kamar masing-masing.

__ADS_1


Azam dan Silvira menggosok gigi bersama, mereka saling pandang di cermin. Kemudian masing-masing mencuci muka. Setelah selesai Silvira mengambilkan handuk kecil untuknya dan juga Azam untuk mengeringkan muka mereka. Setelah itu Azam mengganti bajunya dengan celana pendek yang disiapkan Silvira. Dan naik ke atas ranjang. Lima menit berlalu Silvira belum juga keluar dari kamar mandi.


"Beib.. kamu ngapain? Kok lama.." ucap Azam.


"Hmm sebentar sayang," sahut Silvira dari dalam kamar mandi. Dia masih sibuk mengambil cucian dari mesin cuci.


"Beib, kamu masih nyuci?" tanya Azam sambil menghampiri istrinya di kamar mandi.


"Iya, tinggal jemur aja ini, kalau ditunda bisa bau cuciannya Mas," jawab Silvira sambil menutup pintu mesin cuci dan mengangkat keranjang berisi pakaian yang siap dijemur.


"Sini aku bawain," ucap Azam sambil merebut keranjang itu dari Silvira.


"Beib ini berat, kamu lakuin ini setiap hari?" tanya Azam sambil berjalan ke balkon diikuti Silvira di belakangnya.


"Gak Mas, ini kan baju Mas tiga hari di koper jadi banyak sekali, kalau biasanya ya gak segini," sahut Silvira. Kemudian mereka menjemur baju bersama.


"Biar aku saja Mas, Mas hari ini pasti capek," ucap Silvira tak ingin suaminya repot membantunya.


"Kan aku sudah tidur di mobil tadi, kamu yang belum istirahat sama sekali," ucap Azam sambil tetap menjemur baju.


"Bajuku bu Wati yang nyuci," sahut Silvira.


"Kenapa bajuku bukan bu Wati saja yang nyuci?" tanya Azam.


"Ehm, aku ingin mengurus semua keperluan Mas dengan tanganku sendiri, dan lagi aku gak mau baju dalam mu disentuh orang lain," jawab Silvira.


"Sil, ini perintah suami, kamu harus taati, sekarang letakkan baju-baju ini dan berganti bajulah, tunggu aku di kasur," ucap Azam.


Silvira tercekat, tak biasanya Azam memanggil namanya, apa dia melakukan kesalahan.. Silvira kemudian ke dalam mematuhi perintah suaminya.


Azam menyelesaikan menjemur baju. Silvira mengganti bajunya dengan baju tidur satin warna ungu, dia menyisir rambutnya, tangannya masih gemetar mengingat kata Azam tadi, kemudian dia duduk di tepi ranjang menunggu Azam.

__ADS_1


Azam yang telah selesai menjemur kembali ke dalam, mengunci pintu kaca dari balkon kemudian menutup gordennya. Dia mencuci tangannya di wastafel kamar mandi, kemudian keluar menemui Silvira.


Dia mengecup kening istrinya itu. Silvira memandang Azam dengan takut, bertanya-tanya apakah Azam masih marah.


"Hey, kenapa jadi sedih?" tanya Azam.


"Tadi Mas marah? Apa aku melakukan kesalahan?" tanya Silvira balik.


"Hmm bukan begitu Beib, aku tahu kamu lelah, aku hanya ingin kamu beristirahat, kalau aku tidak seperti itu kamu akan tetap di sana tanpa mendengarkan ku, maa syaa Allah kamu istriku yang baik, sangat baik Allah berikan untukku," Azam lalu menggenggam tangan Silvira.


"Kamu pakai tangan lembutmu ini untuk mengurus semua keperluanku, bahkan kamu tidak izinkan orang lain menyentuhnya, bagiku ini sangat, maa syaa Allah luar biasa baktimu pada suamimu," ucap Azam.


"Sayang, kamu mau hadiah apa? Ponsel baru? Berlian? Mobil? Rumah baru?" tanya Azam. Silvira kemudian memeluk Azam.


"Tetaplah jadi suami terbaik untukku dan ayah yang baik untuk anak-anakku, jangan duakan aku, aku ingin ke surga Allah bersamamu," ucap Silvira.


"Hmm Beib, justru itu yang paling berat, dibanding harus menyerahkan semua hartaku, hmmh aku akan berusaha yang terbaik untuk kalian, semoga Allah memudahkannya, aamiin," ucap Azam.


"Kamu pasti capek, kita tidur yuk," ucap Azam.


"Mas gak mau aku malam ini?" tanya Silvira.


"Kan kamu lagi capek sayang, besok saja gak papa," ucap Azam.


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


Azan subuh berkumandang, Silvira membangunkan Azam. Azam segera bangun untuk menggosok gigi dan mengambil wudhu, kemudian berganti baju dengan yang sudah Silvira siapkan. Silvira juga berganti baju dengan gamis dan kerudung. Kemudian mereka turun ke bawah, ternyata Aditya dan Silvia sudah menunggu.


Azam ke masjid bersama Aditya. Silvira sangat senang karena dari kemarin dia ada temannya sholat di rumah. Selepas sholat, duo Silvi menyiapkan sarapan untuk mereka. Sedangkan Azam dan Aditya ke mini gym untuk olahraga pagi.


Pagi ini Silvira dan Silvia memasak nasi putih urap sayuran dan ikan bakar, juga membuat jus wortel tomat apel untuk mereka.

__ADS_1


Azam dan Aditya sudah selesai berolahraga, Aditya turun ke bawah, sedangkan Azam masih di atas.


"Beib..!" panggil Azam dari atas, Silvira segera mencuci tangannya dan ke atas memenuhi panggilan suaminya.


__ADS_2