Ayah Untuk Anak Kembarku

Ayah Untuk Anak Kembarku
#59


__ADS_3

Dua pekan berlalu...


Sekitar pukul 10 pagi, Azam dan Silvira baru saja tiba dari perjalanan menjemput si kembar yang baru selesai liburan. Kurang dua hari lagi mereka kembali masuk sekolah.


"Alhamdulillah sampai di rumah," ucap Silvira sambil menggandeng Fahri dan Farhan di kanan kirinya.


"Hmm ma syaa Allah, rumah kita jadi besar Bang," seru Farhan yang nampak kagum karena sebelum pindahan dari kos ke rumah, dia dan Fahri liburan.


"Iya, kita lihat-lihat yuk," ajak Fahri. Kemudian kedua bocah kembar itu berlarian berkeliling rumah.


Azam dan Silvira tersenyum bahagia melihat anak-anak kembali ke rumah, setelah dua pekan rumah itu sepi tanpa mereka. Juga bu Wati yang sedang memasak sayur untuk dibuat urap sesuai permintaan Silvira.


"Kamu senang Beib?" tanya Azam sambil merengkuh pinggang Silvira.


"Hmm, alhamdulillah, senang rasanya bisa ramai kembali rumah ini, dan aku punya satu hadiah untukmu Mas," ucap Silvira sambil menggeser badannya hingga sekarang dia berhadapan dengan Azam.


"Wah hadiah apa ini?" tanya Azam sambil tersenyum lebar mendengar kata hadiah.


"Kita naik ke kamar yuk," ajak Silvira seraya menggandeng tangan Azam dan menariknya menuju kamar.


"Lho Beib, masih pagi ini, kok sudah ngajak ke kamar aja," ucap Azam.


"Apa sih Mas," sahut Silvira.


Di dalam kamar, Silvi meminta Azam duduk di atas kasur.


"Tunggu sebentar Mas," ucapnya kemudian mengambil sesuatu dari laci terbawah meja riasnya. Azam menurut saja sambil terus mengamati istrinya itu, sebenarnya apa yang mau dihadiahkan, pikirnya.


"Ini Mas," ucap Silvira sambil menyerahkan stik tes kehamilan kepada Azam.


Azam meraihnya dan melihat stik itu, terlihat dua garis tegas berwarna pink. Azam mengingat-ingat, di tempat kost selama satu setengah bulan, dan pindah lagi ke rumah sudah dua pekan, hampir tiap hari mereka berhubungan, yang berarti Silvira tidak mendapatkan haid.


"Kamu hamil Beib?" tanya Azam sambil melihat ke arah Silvira. Silvira tersenyum dan mengangguk. Azam langsung bangkit dan memeluknya. Sampai tidak bisa berkata-kata, mulutnya ternganga dan air mata menitik di sudut kedua matanya.


"Iya Mas, tapi aku mau minta maaf, maaf sekali," ucap Silvira.


"Memangnya kenapa Beib?"

__ADS_1


"Karena kemarin waktu Mas ke kantor, aku menemui dokter Rina, aku pergi tanpa pamit," ucap Silvira. Azam memandang Silvira, sebenarnya agak kesal karena Silvira pergi tanpa pamit.


"Kenapa pergi sendiri? Kita kan bisa sama-sama,"


"Hmm, waktu tes itu, aku takut hasil positifnya seperti kemarin yang ternyata janinku di luar kandungan, trus kalau ngajak Mas, aku takut Mas kecewa lagi kalau hasilnya ternyata benar begitu," Silvira mencoba menjelaskan.


"Hmm, trus gimana hasilnya?" tanya Azam.


"Alhamdulillah, ini Mas," ucap Silvira sambil mengeluarkan buku kecil dari dalam saku gamisnya, yang ternyata berisi foto usg janin mereka.


Azam melihatnya, dan bertanya kembali kepada Silvira.


"Ini apa Beib?"


"Ini yang kecil ini, janin kita Mas, dia sehat, dan pekan ini masuk 12pekan usianya," jawab Silvira. Azam masih speechless. Dipeluknya Silvira lagi, dikecupnya kening istrinya itu.


"Alhamdulillah, alhamdulillah," ucap Azam. Perasaan bahagia tak terkira menyelimuti dirinya. Akhirnya dia akan segera memiliki anak kandung dari benihnya sendiri. Kemudian dia berjongkok, mukanya sejajar dengan perut Silvira.


"Kesayangan abati ada di dalam sini ya, sehat terus ya sayang," ucap Azam sambil mengelus dan menciuminya.


"Mas, aku boleh minta satu hal?" tanya Silvira.


"Itu, aku minta, setelah bayi kita lahir, jangan berubah ya, tetap sayangi Fahri dan Farhan seperti sekarang," ucap Silvira dengan bergetar, dia lumayan khawatir dengan kedua anak kembarnya.


"Ya tentu saja, aku sudah pernah bilang kan dulu, aku telah mengambil tanggung jawab atas kamu dan si kembar, mereka anakku juga sayang, jangan khawatir, ya," sahut Azam mencoba menghilangkan kekhawatiran Silvira.


Silvira tersenyum senang mendengarnya, kekhawatirannya berubah menjadi kelegaan mendengar jawaban Azam.


Drrrt...drrt.. Ponsel Silvira bergetar di atas meja rias. Ternyata ada pesan masuk. Silvira menengok sebentar ke arah ponsel itu kemudian kembali menatap Azam.


"Boleh aku lihat pesan sebentar, aku takut ada yang penting," ucap Silvira meminta izin. Azam mengangguk, dengan berat hati melepas tangannya dari pinggang Silvira, kemudian duduk di tepi ranjang.


Silvira segera meraih ponselnya. Kemudian tersenyum dan melihat ke arah Azam.


"Mba Arum Mas yang kirim pesan," ucap Silvira.


"Hmm, ada apa?" tanya Azam.

__ADS_1


"Dia tanya boleh main gak mereka ke sini, mau lihat hasil renov kita, sama ngajak anak-anak main katanya," jawab Silvira.


"Bilang iya dah, Fahri dan Farhan juga pasti senang kedatangan Rayhan dan Salman juga Hanna, suruh anak-anak dan Ammar bawa pakaian ganti sekalian, nanti berenang di belakang," ucap Azam.


"Oke," ucap Silvira seraya mengetik pesan balasan untuk Arum.


"Sudah, yuk kita siap-siap di bawah," ucap Silvira sambil menarik tangan Azam dan mengajaknya turun.


"Hey Beib, pelan jalannya, apalagi naik turun tangga, pelan-pelan, lupa ya di perutmu ada Azam junior," ucap Azam mengingatkan Silvira.


"Oh iya iya, maaf ya sayangnya Umma," ucap Silvira sambil membelai perutnya yang masih rata.


Azam menghampiri kedua anak kembarnya di ruang keluarga baru mereka. Sedangkan Silvira ke dapur hendak menyiapkan suguhan untuk Ammar dan Arum sekeluarga yang akan datang.


"Bu Wati, di freezer ada ayam lengkuas masih dua kotak kalau gak salah, nanti kalau sudah gak beku tolong digorengin ya Bu, mau ada tamu,"


"Oh iya Mba, ini mau dibikinin minum apa ini Mba Silvi?" tanya Bu Warsi.


"Ada air mineral botol kecil, sama bikin jus jeruk aja Bu, sama kita punya banyak apel, bikin salad aja Bu, itu ada semangka sama jelly, dicampurin aja, oh iya gak usah pakai mayonaise ya Bu, pakai yogurt sama susu aja," ucap Silvira, bu Warsi mendengarkan dan melakukan apa yang diinstruksikan majikannya itu.


Di ruang keluarga Azam nampak bahagia menemani si kembar bermain lego.


"Boys, ada kejutan buat kalian," ucap Azam.


"Kejutan, apa itu abati?" tanya Fahri.


"Nanti aja kalian tunggu, kalau dikasih tahu sekarang bukan kejutan namanya," sahut Azam.


"Yah.. Jadi penasaran dong Abati," ucap Fahri.


"Ya sabar dulu lah, main lego dulu, abati mau bantu Umma di dapur," ucap Azam.


Kemudian Azam ke dapur, Silvira sedang membuat jus, dan bu Warsi sedang memotong apel untuk dibuat salad.


"Aku bantu apa Beib?" tanya Azam.


"Ehm, itu aja Mas, air minum yang di belakang, Mas bawa ke tepi kolam, buat minum di sana.

__ADS_1


" Ting.. tong...!!" bel pintu berbunyi.


__ADS_2