Ayah Untuk Anak Kembarku

Ayah Untuk Anak Kembarku
#40


__ADS_3

Azam bersama Hendra dan Nania sudah tiba di hotel sekitar jam satu siang. Mereka sudah memesan kamar, Azam sekamar dengan Hendra, dan Nania di kamar sebelahnya sendiri.


Sesampainya di kamar, Azam langsung mandi, dia paling tidak tahan dengan gerah. Selesai mandi, Azam duduk melihat ponselnya dan berkirim pesan dengan Silvira.


"Ganti aku yang mandi ya bro," ucap Hendra yang segera masuk ke kamar mandi.


Di kamar sebelah, Nania juga baru selesai mandi, dia mengenakan gaun hitam model A selutut lengan pendek, dan menggerai rambutnya yang lurus sebahu. Kemudian menyemprotkan parfum kesukaannya.


"Kamu memang lelaki setia Mas, tapi kamu juga lelaki biasa yang pasti tergoda jika ada wanita di depanmu," ucap Nania sambil bercermin, memastikan penampilannya sempurna.


Nania kemudian pergi ke kamar sebelah, dengan dalih mengembalikan jaket Azam tadi.


"Tok..tok.. tok..tok.." Nania mengetuk pintu.


Azam membuka pintu, dan terkejut, ternyata Nania yang datang.


"Iya, ada apa?" tanya Azam yang masih membuka setengah pintu.


"Mau ngembalikan jaket Mas," ucap Nania sambil menyerahkan jaket itu kepada Azam.


"Iya," ucap Azam sambil meraih jaket itu dan hendak menutup pintu kembali.


"Tunggu Mas, aku boleh masuk? Bosan sendirian di kamar," pinta Nania. Azam terdiam sejenak, apalagi ini.. ya sudahlah dia izinkan masuk toh juga ada Hendra di dalam.


"Oke," ucap Azam membiarkan Nania masuk.


"Mas Hendra mana?" tanya Nania sambil melihat ke sekeliling kamar.


"Lagi mandi," sahut Azam tanpa memandang Nania, lalu dia duduk di sofa melanjutkan chat dengan Silvira di ponsel.


Nania duduk di sofa yang sama namun agak ke ujung. Dia melihat Azam tersenyum melihat ponselnya.


"Lagi chat sama siapa Mas, Mba Silvira ya?" tanya Nania berusaha mencairkan suasana.


"Hmm iya," ucap Azam yang beranjak dari duduknya lalu pindah ke tepi ranjangnya.


Sejenak kemudian Hendra keluar dari kamar mandi, dan terkejut ada Nania yang ada di kamarnya.


"Lho, kamu di sini," ucap Hendra.


"Iya Mas, aku bosan di kamar sendirian," sahut Nania.


Hendra melihat Azam yang sibuk dengan ponselnya.


"Zam," panggil Hendra.

__ADS_1


"Hmm," sahut Azam.


"Yuk sholat dulu," ajak Hendra. Azam segera berdiri dan menggelar sajadah.


"Kamu sudah sholat?" tanya Hendra pada Nania. Nania menggelengkan kepalanya.


"Ayok bareng sekalian sholatnya," ajak Azam.


Nania tersenyum mendengar ajakan Azam.


"Mas duluan aja," ucap Nania. Dan Hendra sholat bersama Azam tanpa Nania.


Selesai sholat, mereka duduk di sofa bersama Nania.


Rupanya Nania sedang melamun menghadap ke luar jendela.


"Lihat apa kamu?" tanya Hendra yang duduk di sofa, sementara Azam kembali ke tepi ranjang.


"Indah banget pemandangan dari lantai tujuh ini," sahut Nania.


"Mas Hendra sudah berkeluarga?" tanya Nania.


"Sudah, aku juga sudah punya satu anak," ucap Hendra.


"Kenapa iri?" tanya Azam, Hendra pun ikut penasaran kenapa Nania iri dengan istrinya.


"Ya, mereka punya suami yang tampan, pandai dalam ilmu agama, aku juga pengen.. Sebenarnya aku gak bisa sholat Mas," kata Nania dengan sendu.


"Kok bisa begitu," Hendra merasa heran.


"Aku anak tunggal, dan orang tuaku sangat sibuk, kami jarang bertemu walaupun tinggal satu rumah, sekarang aja mereka gak tahu aku di sini. Jadi ya... begitulah, tidak ada yang mengajariku," cerita Nania.


"Di sekolah kan diajari," ucap Hendra.


"Iya, waktu sekolah aku sholat waktu ujian praktik saja, kalau di rumah aku tidak pernah melihat orang tuaku sholat, jadi ya.." Nania menggeleng.


Azam tetiba merasa iba dengan Nania, bagaimana bisa di zaman sekarang ada seorang muslimah yang tidak bisa sholat.


"Makanya itu Mas, aku pengen cari suami yang mau mengajari aku sholat," ucap Nania sambil menitikkan air mata.


"Kalau ada yang mengajari kamu sholat, pasti dia akan mendapat pahala juga setiap rokaat sholat yang kamu dirikan," ucap Azam.


"Iya Mas, Mas gak pengen nikah lagi apa, aku juga mau dipoligami," ucap Nania.


"Hah.. apa? Hahahaha," Hendra tertawa mendengarnya. Baru kali ini ada wanita melamar pria untuk dijadikan yang kedua.

__ADS_1


"Hmm, sekarang ini istriku sangat sehat dan sangat sangat mampu melayaniku dengan baik, jadi aku tidak butuh istri lagi," ucap Azam sambil tertawa, lucu sekali Nania itu.


****


Keesokan harinya, Azam bersama Hendra dan Nania sarapan di restoran hotel di lantai dasar. Selesai makan, Azam pamit ke toilet, sedangkan Hendra sedang mengambil kopi. Ponsel Azam ditinggal di atas meja dan berdering. Nania melihat ke layar ponsel itu dan muncul tulisan "My Love". Kemudian Nania mengangkatnya.


" Halo," ucap Nania.


"Hmm siapa ini?" tanya Silvira yang sangat terkejut, dikiranya salah sambung.


"Nania Mba, Mas Azam masih di kamar mandi, ini aku masih nungguin," ucap Nania.


"Oh ya sudah tolong sampaikan ya, kalau saya telepon dan minta Mas Azam telepon kembali," ucap Silvira.


Silvira menutup teleponnya, dan duduk bersandar di kursi makan, pagi itu dia sedang sarapan bersama si kembar.


Dia sangat percaya dengan suaminya, tapi hatinya serasa ditusuk-tusuk dengan pedang mendengar Nania yang mengangkat teleponnya, dan bilang kalau Azam masih di kamar mandi, mereka menghabiskan waktu berdua saja. Sambil menunggu Azam menelpon kembali, Silvira mengajak si kembar berbincang.


"Hari ini, hari Jum'at, kalian izin sekolah aja ya, kita ke rumah Oma Opa," ucap Silvira.


"Memang kenapa Umma kok ke tempat Oma Opa?" tanya Fahri.


"Gak papa Umma kangen saja," sahut Silvira. Kemudian karena Azam tidak kunjung menelpon balik, Silvira mengirim pesan.


" Mas aku izin ke cabang luar kota bersama anak-anak,"


Azam juga tak kunjung membalas karena ponselnya dalam mode silent di dalam tas nya karena sedang mengikuti pelatihan di ruang pertemuan hotel itu.


Saat jam makan siang Azam membuka ponselnya dan melihat ada pesan dari Silvira. Azam segera menelpon balik dan Silvira tidak mengangkatnya. Azam kemudian mengirim pesan..


"Beib kamu dimana? Jadi keluar kota? Fii amanillaah sayang,"


**


Selepas makan malam, Azam dan kedua temannya mengerjakan tugas dari pelatihan tadi di kamar Azam dan Hendra.


"Tok tok..tok.." ada yang mengetuk pintu. Azam segera berdiri dan pergi ke arah pintu. Betapa terkejut ketika dia membuka pintu.


"Beib? Kamu di sini?" ucap Azam.


"Iya, aku kangen kamu Mas," ucap Silvira. Mendengar Silvira yang datang, Nania menyusul ke pintu.


"Hai Mba, masuk yuk," sapa Nania.


Silvira sangat terkejut kenapa Nania ada di kamar Azam. Silvira memandangi Azam lalu memandang Nania, dan memandang ke dalam kamar tapi dia tidak menemukan Hendra di dalam.

__ADS_1


__ADS_2