Ayah Untuk Anak Kembarku

Ayah Untuk Anak Kembarku
#46


__ADS_3

Rumah kembali sepi lagi, saudara-saudara dari papanya si kembar sudah pulang ke kotanya. Azam kembali bekerja di kantor dan si kembar ke sekolah, tinggal Silvira sendiri bersama bu Wati yang setia menemaninya.


"Mba, dimasakin apa buat makan siang?" tanya Bu Wati.


"Saya pengin sayur daun kelor bu, dimasak bening saja, sama pepes tahu, kalau ada Mas Ammar, pasti lebih seru," ucap Silvira.


"Ya Mba Silvi telpon aja bapak, suruh pulang sebentar atau kalau nggak, Mba Silvi nyusul aja ke kantor," sahut bu Wati.


"Hmm, gimana izinnya ya, coba aku telpon ah," gumamnya.


Silvira kemudian mengambil ponsel dan mencoba menelpon Azam.


"Halo Assalamualaikum Beib," sapa Azam di seberang.


"Waalaikumusalam, Mas dimana?" tanya Silvira.


"Jam sepuluh gini, ya di kantor lah, kenapa sudah kangen ya," ucap Azam.


"Hmm, tadi kan aku gak sempat siapkan bekal makan siang, jadi jam makan siang nanti aku mau antar makanan ke kantor, aku pengen banget makan siang sama Mas, bu Wati lagi masak sayur bening kelor sama pepes tahu, pasti enak dimakan bareng Mas," ucap Silvira mengutarakan maksudnya.


Azam paham istrinya kesepian di rumah, maka dari itu dia kabulkan keinginan Silvira.


"Hmm baiklah sayang, aku tunggu di kantor ya," ucap Azam mengakhiri teleponnya.


Silvira segera naik ke atas untuk bersiap-siap, masih jam sepuluh gini Sil, buru-buru amat..


Pukul 11.30 Silvira berangkat dari rumah mengendarai Mercy S class nya. Di bangku penumpang, dia menaruh tas bekal yang berisi menu makan siang untuknya dan Azam.


Silvira sampai di parkiran kantor Azam, dia keluar untuk membeli es kelapa muda di dekat pintu keluar.


"Pak, es kelapa muda dua ya, gak pake gula," ucap Silvira kepada penjual es kelapa muda itu.


"Oh iya Mba, Mba ini istrinya Pak Azam kan?"


"Iya, Bapak masih ingat saya ya, tolong nanti diantar ke mobil sedan hitam itu ya," pinta Silvira sambil menyerahkan uang.


"Oh iya, baik Mba,"


Silvira kemudian kembali ke mobilnya menunggu Azam. Dia mengirim pesan kepada Azam bahwa dia sudah di parkiran kantornya. Tapi Azam tak kunjung membaca pesannya. Silvira menunggu sejenak. Kemudian yang datang penjual es kelapa muda yang mengantarkan pesanannya.


"Mas Azam kemana sih," ucapnya sambil melihat ponselnya. Dan ponsel itu bergetar ada pesan masuk.


Iya Beib, maaf tadi masih ke masjid


Aku ke sana sekarang ❤️💜

__ADS_1


"Dia baru balas, tumben pake emoji hati," ucap Silvira sambil tersenyum.


Pintu kiri mobil terbuka, dan Azam masuk ke dalam mobil itu.


"Kita makan di dalam kantor yuk," ajak Azam.


"No, aku malu Mas, di sini saja ya, nih aku belikan es kelapa muda no sugar," ucap Silvira sambil membuka tas bekal dan menyerahkan satu kotak makan kepada Azam. Silvira membantu membuka kotak makan Azam agar Azam mudah memakannya.


"Hmm sepertinya enak, Bismillah," ucap Azam kemudian menyendok makanannya.


"Tapi ini bukan masakan ku Mas," sahut Silvira.


"Makan itu bisa enak bisa macam-macam penyebabnya sayang, yang pertama karena yang masak, kedua karena ada teman makan, apalagi ditemani kamu, terus ada lagi yang paling penting," ucap Azam.


"Apa itu Mas?" tanya Silvira.


"Perut yang lapar, kalau perut kenyang makan apapun gak akan enak," sahut Azam.


"Iya juga ya, hahaha," Silvira terkekeh.


"Beib.." panggil Azam.


"Ya.." sahut Silvira.


"Ya sudah, manggil aja," ucap Azam. Membuat Silvira melotot.


"Mas.." panggil Silvira.


"Mau balas ya?"


"Nggak, aku mau ngomong beneran," ucap Silvira.


"Ada apa sayang," ucap Azam.


"Ini pumpung ya, aku belum dibolehin hamil, jadi kita lakukan sebanyak-banyaknya yang harus dilakukan," ucap Silvira.


"Maksudnya gimana sih?" tanya Azam masih bingung.


"Iya kita renovasi rumah, sebelum punya anak lagi, tapi ada yang aku pengen lebih dulu lakukan sebelum renovasi," kata Silvira.


"Kamu mau apa sayang?" tanya Azam.


"Aku pengen mengkhitankan Fahri dan Farhan," ucap Silvira.


"Jadikan kapan waktu, mereka kan minta khitan, cuman Mas Azam masih belum kuat kakinya jadi ditunda, habis itu ganti aku yang operasi, dan sekarang kita sudah sehat semua, makanya aku pengen mengkhitankan mereka, sebelum renovasi iya kenapa sebelum renovasi, karena kalau pas renovasi rumah pasti berantakan, aku gak mau itu, dan kalau nunggu selesai renovasi pasti lama, dan mungkin aku sudah hamil lagi," kata Silvira panjang lebar.

__ADS_1


"Memang kenapa kalau sudah hamil terus bikin acara khitanan?" tanya Azam.


"Ya gak papa sih, tapi aku gak tahu kehamilanku nanti bakal bagaimana, akankah se strong sekarang, ataukah mual muntah dan lemah seperti kain, aku gak tahu, karena setiap kehamilan berbeda-beda Mas, kan gak lucu kalau saudara datang aku rebahan di kamar," ucap Silvira.


"Baiklah, kalau menurut kamu waktunya sudah yang terbaik, aku oke saja," ucap Azam.


"Boleh satu lagi Mas," ucap Silvira.


"Apa itu?" tanya Azam.


"Ini pumpung aku belum hamil, izinkan aku pergi ke klinik kecantikan kita, aku sangat kesepian di rumah," ucap Silvira memelas.


Azam tersenyum mendengar istrinya membujuknya.


"Kalau diizinkan Mas dapat apa?" goda Azam.


"Apapun Mas, Mas boleh minta apapun," ucap Silvira.


"Oke, deal," ucap Azam semangat.


Mereka menyelesaikan makan siang mereka dan berpisah di sana. Silvira kembali ke rumahnya.


Sesampainya di rumah, dia segera berganti pakaian dan mencuci muka, kemudian berwudhu untuk sholat dhuhur, setelah itu dia menempelkan masker pada wajahnya, dan beristirahat sebentar.


***


Azam sampai di rumah bersama si kembar. Namun rumah terlihat sepi, rupanya bu Wati sudah pulang, dan Silvira yang biasanya menyambut mereka juga tidak terlihat.


"Assalamualaikum," ucap Azam dan si kembar. Namun tidak ada jawaban.


"Umma kemana ya?" tanya Fahri.


"Mungkin di kamar Bang," sahut Azam.


"Abang sama kakak sekarang mandi dulu ya, Abati mau ke kamar dulu," ucap Azam. Si kembar pun patuh dan masuk ke dalam kamar mereka untuk mandi.


Azam membuka pintu kamar, dan merasa lega, karena melihat Silvira sedang tertidur.


"Tumben jam segini masih tidur dia," lirih Azam.


Azam mendekatinya, ingin mencium wajahnya namun diurungkan karena wajahnya tertutup masker. Kemudian Azam membelai rambut Silvira dengan lembut, menjaganya agar tidak terbangun. Azam akhirnya masuk ke kamar mandi untuk segera mandi karena sudah gerah bekerja sejak pagi. Azam mungguyur tubuhnya dengan pancuran air, sehingga membuatnya terasa segar kembali.


Silvira terbangun, dan melepas masker di wajahnya. Dia mendengar gemericik air dari dalam kamar mandi.


"Apa Mas Azam sudah pulang ya," gumamnya sendiri.

__ADS_1


Kemudian dia masuk ke kamar mandi, melihat suami sexy nya itu sedang mandi di bawah pancuran air. Ia tersenyum senang, arjunanya sudah datang.


__ADS_2