
Assalamu'alaikum sahabat fillah dimana pun kalian berada,
keep healthy and happy! 🤗
Oh, ya... makasih buat kalian yang selalu setia membaca karyaku. Semoga bermanfaat dan berkah untuk kita semua. Aamiin
Maaf juga karena ada sedikit banyaknya perubahan,😁 harap maklumi yaah, karena saya masih harus banyak belajar untuk jadi penulis yang baik!
Hari-hari berlalu ...
Perkuliahan berjalan dengan semestinya.
Kini datanglah saat yang ditunggu-tunggu yaitu perkuliahan dengan pak Fahri Abidzar alias pak Muhammad Raffa Abimanyu al-Ghifari.
Pagi itu seperti biasa Ayunda datang lebih awal. Namun dia memutuskan untuk menunggu ke 4 temannya di parkiran saja karena Hanum mengirim pesan padanya akan sampai 5 menit lagi. Tibalah Hanum, Mala, Raya dan beberapa menit kemudian disusul Stevi.
Masuklah mereka ke ruang kelas yang telah ditentukan. Terdengar desas desus bahwa pak Fahri sudah tidak mengajar lagi melainkan akan diganti oleh keponakan yang tak kalah tampan serta berwibawa, disiplin dan pastinya sama-sama memiliki kecerdasan setingkat pak Fahri.
“Eh, temen-temen sdah pada denger belum kalau kita nanti akan diajar sama dosen baru,“ ucap salah satu temen sekelas Ayunda yang bernama Lydia, “katanya sih ... gak kalah ganteng sama pak Fahri karena Dosen barunya itu adalah keponakannya pak Fahri, huuh ..." sedikit gemes
“Lydia ingat pak Fahri udah punya istri!” sahut Hanum
“Oh My God! Aku tau itu Hanum” ucap Lydia tidak terima, “aku 'kan cuma muji pak Fahri ganteng dan emang kenyataannya gitu 'kan?”
Ayunda yang melihat kedua temannya tengah berselisih paham mencoba untuk melerainya,
“Iya ... iya sudah ya guys! Kita do’akan saja pak Fahri bersama keluarga kecilnya selalu menjadi keluarga yang sakinah, mawwadah dan warohmah”
Mendengar apa yang dikatakan Ayunda mereka pun menghentikan perselisihannya. Mereka sadar yang dikatakan Ayunda ada benarnya juga.
Kini Hanum, Mala dan Raya beserta Robbi partner kelompoknya mereka tengah mempersiapkan kembali presentasi mereka setelah ada sedikit iklan, ha ha.
Tak lama kemudian terdengar deru langkah kaki seseorang dan tampaklah dari depan pintu seorang pria dengan penampilannya yang memukau terkesan casual tapi tetap rapi dan formal.
Dengan wajah yang masih tertutup masker karena prokes harus tetap selalu dijalankan.
Dengan wajah sumringah dan senyum tulus tanpa maksud lain Muhammad Raffa Abimanyu al-Ghifari membuka maskernya dan mengucap salam kepada mahasiswa yang tiba-tiba tertegun,
“Assalamu’alaikum Wr. Wb! ”
“Wa’alaikumussalam Wr. Wb! “ jawab semua mahasiswa dengan serentak termasuk Ayunda yang sedikit kaget dengan keadaan saat ini
__ADS_1
Raffa yang melihat para mahasiswa terlihat begitu antusias tentu membuatnya ikut semangat sehingga ia mempersilahkan untuk memulai presentasi.
”Baik, sebelum saya perkenalan diri saya. Silakan! Untuk teman-teman yang presentasi hari ini maju ke depan dan mempresentasikan materinya”
Majulah Hanum, Mala, Raya Dan Robbi mempresentasikan materi dari tema yang telah mereka dapat.
Seketika waktu terasa berhenti saat mereka semua melihat wajah tampan seorang Raffa. Lain halnya dengan Ayunda, dia cukup tertegun karena tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini. Ternyata Raffa yang kemarin selalu bertemu dengannya adalah keponakan Pak Fahri dan kini ia akan sering melihat keberadaannya.
Lagi-lagi takdir mempertemukan dan mendekatkan mereka. “Ya Allah, Kak Raffa? Ternyata ia keponakan dari pak Fahri”
Lidya yang duduk di kursi samping Ayunda tentu bisa mendengarnya walaupun cukup samar,“Ayunda tadi kamu ngomong apa?”
“Bukan! Bukan apa-apa kok Lidya!” jawab Ayunda khawatir, “huuh ... untung aja Lydia gak denger dengan jelas”
“Eh Ayunda, benar-benar ganteng ya keponakannya Pak Fahri!”ucap Lidya tiba-tiba,“so ... makin semangat aku kuliahnya”
Ayunda yang melihat Lidya seperti itu menjawabnya dengan tersenyum dan berkata jujur apa adanya bahwa tak dapat dipungkiri kalau Raffa memanglah tampan
“Iya”
“kira-kira udah nikah belum yaa?”
tanyanya sambil melihat dan memperhatikan wajah tampan didepan.
“Audiens, harap memperhatikan dan mendengarkan presentator yang sedang presentasi di depan!”
Ayunda dan Lydia yang merasa kepergok langsung menghentikan pembicaraan mereka. Pada saat yang sama tanpa sengaja mata mereka saling bertemu, Ayunda pun langsung menundukan pandangannya sedangkan Raffa tetap dalam mode santai dan berwibawanya sebagai seorang Dosen. Llebih tepatnya ia harus selalu menjaga hatinya.
Selesailah sudah sesi pemaparan materi dan tanya jawab/diskusi. Tibalah saat yang sudah ditunggu-tunggu khususnya para mahasiswi yaitu sesi perkenalan oleh Pak Dosen baru.
“Oh ya, sebelum saya memperkenalkan diri saya, saya akan memberi penilaian terlebih dahulu kepada presentator hari ini!”ucap Pak Dosen baru yang tak lain adalah Raffa, “Mari kita beri uploasse untuk mereka!“
Prokk ... Prokk ... Prokk!
Bangkit dari kursi kemuliaannya dan menyampaikan penilaian dan memberi sedikit tambahan,
“Saya ucapkan terimakasih kepada presentator telah memaparkan materinya dengan sangat baik dan teman-teman juga yang sudah berdiskusi dengan sangat seru, saya harap kalian selalu bisa memberikan yang terbaik bahkan yang lebih baik dari ini. Dan sedikit tambahan saja dari tema kita pagi hari ini yakni “Peran Budaya Terhadap Kemajuan Peradaban Bangsa dalam Konteks Ke-Indonesiaan”. Budaya sendiri lahir dari interaksi sosial manusia dental manusia, manusia dental lingkungan, manusia dengan Tuhan. Budaya itu dilahirkan supaya manusia (masyarakat) tidak bosan atau jenuh. Budaya bisa diartikan dengan apa? “Kebiaasaan/tradisi/adat istiadat”. Budaya terbentul dari 1. Materi (nampak); benda, dan 2. Immateri (tidak tampak); non benda. Dan peran Budaya sendiri dalam ajaran agama Islam dalam mewariskan, mengajarkan dan mengamalkan. Itu sedikit tambahan dari saya. Dan satu lagi, jangan pernah mengenal budaya sendiri, sebelum mengenal budaya asli”
Semua menyimak dengan baik dan terkagum dengan penjelasan yang Raffa sampaikan.
Sama persis dengan Pak Fahri, bahkan lebih enakkan Raffa karena ia menjelaskan dengan singkat, padat, jelas dan sangat terperinci. Raffa yang melihat mereka begitu memperhatikan dan semangat pastinya menambah rasa semangat sekaligus senang karena antusiasme mereka.
__ADS_1
“Baik, itu tambahan dari saya mungkin ada yang ingin ditanyakan kembali, silakan!”
Krik ... Krik ... Krik!
“Baiklah saya rasa kalian sudah cukup faham kalau begitu sekarang saya akan memperkenalkan diri secara singkat saja mengigat waktu yang tinggal beberapa saat”ucapnya menengok ke jam ditangan kirinya
“Emm, sebelum saya memperkenalkan diri mungkin ada yang sudah tau tentang saya?” tanya Raffa dengan maksud untuk memancing antusias dan semangat Mahasiswanya tanpa ada maksud memancing Ayunda sepenuhnya.
Dan Ayunda yang tentu sudah tau namanya menggerutu,
“kenapa itu harus ditanyakan pula sih?”
Tanpa sengaja matanya tertuju pada seorang mahasiswi yang mengenakan gamis emas kecoklatan dan pashmina berwarna mustard membalut kepalanya dengan celak dimatanya.
Dan mahasiswi itu tak lain adalah Ayunda Syaharani karena Raffa melihat exspresinya cukup tak suka dengan pertanyaan yang ia ajukan tadi ditambah lagi mulutnya yang tengah menggerutu. Tanpa basa basi dan tanpa maksud lain Raffa langsung begitu saja menunjuk Ayunda,
“Kamu? Sepertinya ingin mengatakan sesuatu?”kata Raffa,"atau mungkin kamu sudah tau siapa saya?”
Ayunda yang ditanyai seperti itu, semakin kesal dan malu. Tak tau harus menjawabnya bagaimana? Kalau ia menjawabnya iya pasti akan jadi kehebohan kalau tidak maka ia tanpa sengaja sudah berbohong.
Dan untunglah di samping kirinya ada seorang Lidya yang sudah tak bisa menahan ke-kepoannya dari tadi. Tanpa permisi langsung menjawab pertanyaan yang Raffa ajukan pada Ayunda,
”Iya Pak, saya tau Anda merupakan keponakannya Pak Fahri“
Masih dalam mode berfikir sepersekian detik kemudian ia menaikan alisnya serta berkata,
“Iya, itu juga benar” jawab Raffa,
”Nama Saya Muhammad Raffa Abimanyu al-Ghifari san kalian bisa memanggil saya Raffa. Saya disini menggantikan tanggung jawab pak Fahri Abidzar yang tak lain Om saya karena beliau yang harus menetap untuk tinggal bersama istrinya di Lampung. Dan Saya harap kita bisa saling melaksanakan tanggung jawab kita dengan sebaik-baiknya”
Dan Raffa yang merasa cukup itu saia perkenalannya ia berniat Mengakhiri perkuliahan hari ini, tapi secara tiba-tiba Lydia mengajukan pertanyaan yang sangat ia ingin ketahui.
“Pak masih sendiri atau mungkin sudah punya pasangan?”
Dan teman-temannya merasa tak percaya dengan pertanyaan Lydia barusan. Memang tak aneh bertanya tentang hal itu, tapi rasanya kurang enakkan didengar?
Dan Raffa tetaplah Raffa bagaimana pun pertanyaan yang diajukan padanya ia akan tetap menunjukkan kesan welcome dan wibawanya.
"Oh saya belum menikah, tapi Saya---"belum selesai Raffa melanjutkan perkataannya bahwa ia akan segera menghalalkan seorang wanita pujaannya sudah dipotong oleh mahasiswa yang ramai karena mendengar jawaban Raffa.
Raffa pun melanjutkan sesi perkenalannya dengan memberi tau latar belakang pendidikan nya. Dan semua sangat kaget melihat berbagai prestasi yang ia peroleh apalagi diusianya yang masih sangat muda.
__ADS_1
Pantas saja ia diberi kepercayaan ini walaupun masih di pasca sarjana itu semua tak lain karena kecerdasannya sekaligus ia memiliki ettitued yang baik.
Ehh ... tapi aku gemes lihat Raffa sama Ayunda yang sering dipertemukan seperti itu😌🤫 ntar yang jauh disana kedengeran😂 dan kalau Bu Yeni juga ikut denger bisa gawat😯. Eh, tapi mari kita dukung Raffa untuk setia dan segera gercep. Dan kuy kita kasih semangat juga ke Ayunda dengan like sebanyak-banyaknya ☺