
Di sore harinya Ayunda tengah asik dengan tanaman bunganya. Menyirami bunga-bunga tersebut dengan penuh kasih disertai rasa senang tersendiri saat bunga-bunga itu dapat tumbuh besar ditambah pesona dari bunga itu apabila telah bermekaran. Pasti akan membuat siapapun yang melihatnya bahagia termasuk saat sedang mengalami kegalauan.
Abah yang kebetulan sedang tidak sibuk Abah memilih menghabiskan waktu disore hari dengan membaca majalah bergenre Islami sambil sesekali menyereput kopi hitam dengan rasa manis sedang sesuai selera.
Tak lama kemudian Ummi datang membawa 2 cangkir teh untuk dirinya dan Ayunda dilanjut ikut duduk di kursi sebelah Abah.
Memandangi anak perempuannya dengan terus menyeruput tehnya dan meminta Ayunda untuk ikut meminum teh manis kesukaannya.
"Ayunda, ayo sini minum teh nya dulu!"
"Sebentar lagi Ummi! Nanggung bentar lagi selesai Ummi" tolak Ayunda dengan halus dan menengok ke belakang menghadapkan wajah dan tubuhnya ke arah Abah Ridho dan Ummi Hannah
"Ya sudah kamu selesaikanlah lebih dulu!" balas Ummi mengangguk mengerti
Ummi sedari tadi duduk disamping Abah meresa kesal karena Abah tak menggubris keberadaannya. Pada akhirnya Ummi Hannah memutuskan untuk memanggilnya lebih dulu,
"Abah!"
Satu kali panggilan tidak ada jawaban mau tak mau Ummi memanggilnya untuk kedua kalinya tapi dengan cara yang beda tidak hanya dengan suara lembutnya tapi juga dengan menyentuh lengan laki-laki itu dengan begitu mesraaa,
"Abah!" panggil Ummi Hannah dengan suara begitu lembut dan menyentuh lengan yang masih kokoh itu dengan kemesraan sehingga yang dipanggil takkan bisa berpaling
Tidak ada satu detik Abah langsung menoleh dengan tatapan yang begitu dalam pada Ummi Hannah dan menjawab dengan suara yang tak kalah membuat Ummi terpesona pastinya,
"Iya istriku sayang. Ada apa?"
"Tuh 'kan? Abah kalau gak digituin gak akan mau merespon panggilan Ummi"
"Maaf Ummi! Soalnya tema kajian dimajalah ini sangat menarik Ummi" Abah berusaha merayu melakukan hal yang sama yang telah Ummi lakukan padanya. Memegang tangan sang istri tak kalah begitu mesra,
"Sudah donk Bah!" Ummi berusaha menghindari rayuan Abah,
"Bah sejujurnya Ummi pingin Ayunda bisa mendapatkan sosok pengganti ustadz Habib, Bah!"
__ADS_1
"Maksud Ummi?"
"Maksud Ummi...Ummi ingin kita cari laki-laki sholih yang baik dan setia untuk putri kita tercinta, Bah"
"Oh itu! Abah mengerti Ummi tapi biarlah Ayunda fokus ke kuliahnya dulu saja" jawab Abah kembali menatap majalahnya
"Tapi Bah kemarin malam Ayunda bilangkan ke Abah, kalau Ayunda ingin membuka hati lagi?"
Abah menghentikan kegiatannya membaca majalah dan menjawab pertanyaan dari sang istri,
"Iya Ummi benar! Ayunda kemarin bilang gitu ke Abah tapi Abah ingin biarlah Allah saja yang mengaturnya. Maksud Abah kalau memang pria yang sudah menolong Ayunda itu jodohnya biarlah Allah yang menunjukkan jalan untuk mereka bersatu"
"Tapi Bah? Abah sih gak tau siapa pria yang sudah membuat Ayunda mulai membuka hatinya kembali" ucap Ummi cukup menyangkal
"Abah tau kok!"
Mendengar jawaban Abah tentu saja Ummi merasa tidak percaya,"Yang benar Bah? Sudah tau yang mana?"
"Kalau soal yang mana nya Abah belum tau Ummi yang pasti dia bukan pria biasa Ummi sampai Ayunda mulai membuka hatinya kembali" jawab Abah santai
"Jadi, namanya Raffa?" tanya Abah
"Iya Abah dan asal Abah tau dia itu sudah pernah ke rumah kita Bah?!" balas Ummi mengingat moment pertemuan yang tidak terduga itu.
Kali ini pria yang disapa Abah itu benar-benar menutup majalah yang dibacanya kemudian meletakkannya di atas meja disusul melepaskan kacamata plus yang dipakainya. Menatap Ummi dengan sorot tajam dan mengintimidasi.
"Maksud Ummi bagaimana? Ayunda putri Abah. Ayunda tidak akan membawa laki-laki yang bukan mahramnya ke dalam rumah. Abah tau betul anak Abah, Ummi! Kita yang sudah mendidiknya dengan sebaik mungkin mengarahkannya ke jalan yang benar mengajarkannya dengan pengetahuan agama yang matang"
"Astagfirullah! Abah ...Ummi juga tau putri kita tidak akan melakukan hal yang tidak pantas dilakukan, apalagi melanggar syariat" balas Ummi dengan tetap lembut dan menjelaskan secara baik-baik kepada sang suami,
"Gini loh Bah, Abah ingat 'kan Jeng Yeni yang pesan kue beberapa hari yang lalu? Temen pengajian Ummi yang baru kenal tapi berkenan untuk mengambil kue nya sendiri sekaligus silaturahmi. Jadi tanpa terduga Jeng Yeni itu mengajak Raffa kesini untuk membantunya"
"Bukan nya anak Bu Yeni cuma satu Ummi? Laki-laki dan sudah menikah pula?"
__ADS_1
"Iya Bah anaknya cuma satu laki-laki dan sudah menikah"
"Ummi!" balas Abah dengan rasa tidak suka
"Ish ... Abah makanya dengerin penjelasan dari Ummi sampai selesai jangan dipotong donk! " jawab Ummi Hannah geleng-geleng dan langsung melanjutkan penjelasannya.
"Raffa itu Bah Mahasiswa pascasarjana di Universitas, tempat Jeng Yeni kerja"
"Berarti satu Universitas sama Ayunda?"
"Nah! Tepat sekali Bah!" Ummi Hannah begitu antusias, "dan perlu Abah tau sekarang dia jadi dosennya Ayunda Bah!" Ummi Hannah masih asik menjelaskan kepada sang suami karena setelah kemarin malam mendengar Ayunda yang berkata mau membuka hati kembali kepada Abah Ridho
Sebenarnya Ummi sudah kepo (ingin tau) makanya saat Ummi Hannah yang tidak sengaja lewat kamar Ayunda dan melihat sang puteri (Ayunda) masih asik berkutat dengan laptop Ummi masuk kamar Ayunda dan menanyakan kepada Ayunda siapa pria itu yang sudah menolong nya tadi sore. Dengan detail Ayunda pun menceritakan semua kepada Ummi Hannah.
Abah kini hanya bisa diam tanpa kata karena memang takdir yang sering mempertemukan putrinya dengan pria bernama Raffa, bahkan sekarang takdir pun mencoba mendekatkan mereka dengan Raffa menjadi dosennya.
"Bagaimana Bah? Secepatnya kita harus bertindak, Bah!" Ummi Hannah antusias kembali, "kalau Abah setuju? Ummi akan bilang ke Jeng Yeni"
"Rasanya kok tergesa-gesa Ummi biarlah Ayunda
fokus kuliahnya dulu"
"Ya sudah kita tunggu Ayunda selesai pada 1 semester ini setelah itu kita bilang dan tanya-tanya ke Jeng Yeni"
"Baiklah Ummi terserah Ummi saja bagaimana baiknya"
Ummi tersenyum bahagia berharap putrinya akan segera menemukan kebahagiaannya.
Ayunda yang melihat kedua orang tuanya seperti itu kebahagiaan muncul dalam hatinya tapi juga heran sebenarnya apa yang diperbincangkan oleh kedua orang tuanya?.
๐๐ฎ๐ป๐ผ๐ช๐ถ๐ซ๐พ๐ท๐ฐ....
Kita kasih tau Mbak Ayunda
__ADS_1
yuk! Kalau orang tuanya tengah asik memperbincangkan dia๐คญ๐
Selalu jaga hati dan diri kalian baik-baik yaah readersku tersayang!๐