Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Semakin Dewasa


__ADS_3

Keesokan harinya!


Raffa menikmati weekend bersama keluarga sekaligus sepupu kecilnya berusia sekitar 7 bulan.


Raffa menggedong jagoan kecil itu dengan membopongnya didepan. Mengayun-ayunkan jagoan kecil itu sampai sang jagoan tertawa lepas dengan senyum menggemaskan yang memperlihatkan gusinya saja. Semua yang melihatnya pun ikut tertawa bahagia termasuk Mama dan Papa Raffa.


"Hai Fahri kecil! Kamu sangat tampan bahkan lebih tampan dari aku terlebih saat kamu tertawa dan tersenyum seperti ini" goda Raffa pada bayi itu dengan masih menggendongnya didepan dadanya.


Raffa meletakkan tangan kanannya di depan dada sang jagoan kecil itu, sementara tangan kirinya menopang tubuh bagian bawah (bokong) bayi itu sambil menciumi pipi gembul jagoan kecil itu.Semua tampak bahagia menikmati kebersamaan yang tidak direncanakan sebelumnya.


Dari arah dapur wanita seumuran Raffa muncul dengan membawa botol susu formula untuk diberikan pada jagoan kecil sebagai tambahan gizi setelah ASI.


Wanita itu menghampiri Raffa berniat mengambil jagoan kecil yang sudah digendong Raffa sejak tadi,


"Sini jagoan sama Mama dulu yaa. Nak!"


Raffa langsung mengembalikan bayi itu pada Mama jagoan kecil itu, tetapi ketika lepas dari gendongan Raffa jagoan kecil itu malah menangis dengan berat hati sang Mama memberikan anaknya lagi kepada Raffa.


"Ooo ... cup ... cup sayang. Ya sudah sayang kamu ikut Kak Raffa lagi! Minum susunya nanti aja" ucap Mama jagoan kecil itu sambil mengembalikan anaknya kepada Raffa untuk Raffa gendong


Raffa menerimanya dengan senang hati mendudukkan jagoan kecil itu di atas pangkuannya,"Ooo ... sini jagoan, sini!"


Melihat sang keponakan ipar begitu akrab dengan anaknya, Mama dari jagoan kecil itu mencoba membicarakan perihal pernikahan pada keponakannya yang tak lain dan tak bukan adalah Raffa,


"Kak Raffa aku pingin punya temen bermain kalau besar nanti. Cepat bikin gih! Eh maksudnya nikah dulu" ucap sang Mama dengan nada seolah-olah jagoan kecil itulah yang sedang membuat permohonan


Tidak seperti tadi malam pagi ini Raffa menampilkan raut wajah sumrigah serta sorot mata cukup tenang dan berkata,


"Secepat pasti kamu akan punya temen buat main bola besok kalau udah besar. Kamu tunggu aja!" ucap Raffa sambil tangan kirinya memainkan tangan jagoan kecil itu


"Asyik! Yang banyak Kak Raffa" sahut Papa bayi jagoan itu


Mendengar pernyataan itu,


Mama Raffa langsung melirik ke arah putra semata wayangnya dan bertanya untuk meminta kepastian, "Raffa kamu sudah dapat jawabannya?" tanya sang Mama melirik dan tersenyum kepada putra semata wayangnya


"Alhamdulillah udah Ma!" jawab Raffa dengan cukup tenang

__ADS_1


"Gimana mimpinya Raffa?" tanya sang Mama menanyakan perihal mimpi setelah shalat istikharah


"Raffa gak mimpi sih, Ma! Soalnya baru saja Raffa mau tidur setelah salat ada seseorang yang ngasih tau agar Raffa segera melamar dan menghalalkan Azzalia"


Semua orang yang berada di taman rumah itu mengerutkan dahi mereka masih berusaha mencerna ucapan Raffa barusan.


Melihat ekspresi mereka seperti itu Raffa dengan sengaja mengerjai mereka,


"Hei! Arsyad lihat deh! Budhe, Pak dhe, Papa dan Mama kamu juga" ucap Raffa dengan menunjuk menggunakan telunjuk Arsyad satu persatu dari ke empat orang tersebut


"Raffaaaa?" tegas sang Mama


"Iya Ma, iyaaa" jawab Raffa bangkit dan menyerahkan jagoan kecil yang bernama Arsyad pada Mama Arsyad karena Arsyad terlihat sudah haus


Kini Raffa berdiri tepat di belakang Mamanya (Mama Raffa) memegang kedua pundak Mamanya dan menceritakan perihal petunjuk istikharahnya semalam.


"Jadi Ma setelah Raffa shalat istikharah tepat di sepertiga malam, Raffa berdo'a dengan kesungguhan, memohon untuk ditunjukkan "niat Raffa untuk menghalalkan Azzalia Apakah sudah benar?". Baru saja Raffa akan tidur sejenak dan menyalakan alarm di HP Raffa tiba-tiba ada telefon dari---" Raffa menjelaskan dan menjeda penjelasannya


"Dari siapa Raffa?" tanya sang Mama yang sudah cukup penasaran sambil memegang tangan putranya yang masih berada dipundaknya


"Dari Oma Ranti, Ma. Oma nya Azzalia. Beliau berpesan untuk segera menghalalkan Azzalia. Beliau juga menyuruh Raffa untuk datang melamar dalam kurun waktu seminggu ini. Karena kata Oma, Oma gak tau umur beliau masih berapa lama lagi"


Raffa sudah melipat sajadah juga sudah berdo'a dengan kemantapan hati. Ia berangsur kembali ke tempat tidur untuk tidur kembali dengan harapan akan mendapat petujuk melalui mimpi sebelum tidur sudah menjadi kebiasaan Raffa memasang alarm di handphone nya. Kenapa di handphone? Karena lebih efisien bagi seorang Raffa. Saat masih menyalakan handphone ada panggilan masuk dari ID bernama Oma Ranti, Raffa langsung saja mengangkat panggilan sepihak itu. Dalam hati ia bertanya-tanya tumben Oma Ranti menghubungi nya apalagi dijam seperti ini. Selesai Raffa Istikharah pula!


Tak mau semakin larut dalam pikiran Raffa mengangkat panggilan itu,


"Assalamu'alaikum Oma?"


"Wa'alaikumussalam!"


"Raffa langsung pada intinya saja karena Oma benar-benar sedang tidak enak badan. Oma mau mengatakab kepada kamu agar secepatnya melamar Azzalia dalam kurun waktu satu minggu ini." titah Oma Ranti ditelfon


"Maaf Raffa kalau Oma sedikit memaksa. Ini semua Oma lakukan karena Oma sangat menyayangi Azzalia dia cucu Oma satu-satunya yang Oma rawat dan besarkan sedari kecil. Oma didiaknosa terkena kanker dan umur Oma kemungkinan tidak lama lagi, kemungkinan hanya sekitar 3 bulan"


"Oma istighfar Oma! Jangan bicara seperti itu!" kata Raffa


"Iya Raffa Oma habis kan sisa Umur Oma ini insyaallah dengan memperbanyak istighfar" Oma Ranti cukup lirih

__ADS_1


"Oma?"


"Jadi Raffa dalam waktu 3 bulan kedepan kalian sudah bisa melangsungkan akad nikah. Makanya Oma menyuruh kamu agar melamar Azzalia dan melangsungkan pertunangan juga agar cincin pertunangan itu selalu mengingatkan kalian satu sama lain agar tak berpaling dan sebagai wujud kepastian serta kesetiaan kamu pada Azzalia"


"Maaf Oma, kalau semisal sekarang lebih baik. Raffa pun juga sudah siap untuk akad nikah"


"Tidak Raffa, tidak! Jangan tergesa-gesa! 3 bulan kedepan adalah hari baik dan tepat untuk Azzalia fan kamu sesuai adat istiadat turun temurun dari keluarga Oma. Juga 'kan dalam 3 bulan kedepan kamu sudah lulus mendapat gelar S2 mu Raffa


~


Flashback Off


"Dokter memprediksi umur beliau tidak lama lagi sekitar 3 bulan lagi. Dalam kurun waktu 3 bulan ke depan InsyaAllah Raffa lulus S2" Raffa mengatakan dengan rasa sedih dan sakit. Raffa masih ingat bagaimana perlakuan Oma Ranti padanya begitu baik dan hangat. Meskipun entah kapan terakhir mereka bertemu yang jelas sudah cukup lama karena memiliki kesibukan masing-masing


Dan Raffa masih melanjutkan kembali ceritanya,


"Jadi, Oma ingin setidaknya cucu kesayangannya yang ia rawat sejak kecil sudah terikat dengan kepastian walaupun belum diadakan acara pernikahan. Karena Oma mau memaklumi Raffa, masih harus menyelesaikan studi S2 Raffa. Oma juga ingin nantinya ada acara pertunangan sebagai pengikat antara Raffa dan Azzalia sampai pada hari baik untuk diadakannya akad nikah sekaligus walimatul ursy. Terakhir Oma Ranti berkata saat tiba walimatul ursy nanti Raffa pasti sudah dinyatakan lulus S2 dengan begitu Raffa bisa menjaga Azzalia dan membangun keluarga yang sakinnah, mawwadah dan warahmah"


"Kalau begitu kenapa tidak langsung akad nikah saja Raffa?" tanya Papa Raffa


"Oma Ranti bilang dalam pernikahan sebaiknya dicari hari baiknya dulu. Itu sudah menjadi tradisi keturunannya Oma Ranti Pa. Makanya Oma tidak menyuruh langsung ambil jalan pintas Pa" terang Raffa, "lagian Raffa 'kan juga harus tetap menyelesaikan pendidikan dan tanggung jawab Raffa dulu"


Dengan manggut-manggut dan mengembangkan senyumannya Papa Raffa berucap, "Emm, yang dikatakan Oma Ranti ada benarnya" ucap Papa Raffa kembali


"Ya pastilah Pa! Beliau 'kan lebih banyak pengalamannya dari kita" jawab Mama Raffa,"tapi Mama gak habis fikir Dokter bisa memprediksi seperti itu" ucap Mama Raffa tak percaya akan prediksi dokter itu


"Kita juga harus mendoakan beliau Ma. Semoga dengan melihat pernikahan kami nantiAllah memberi beliau kesempatan lagi" ucap Raffa memecah keheningan dan kesedihan.


Mama Raffa menatap dalam putra semata wayangnya, ia benar-benar bangga putra semata wayangnya semakin bijaksana saja. Padahal dulu Raffa sangat manja padanya. Mama Raffa pun memeluk putranya itu seraya memberikan petuah.


"Raffa, kamu sudah semakin dewasa sekarang dalam beberapa bulan ke depan kamu akan menjadi seorang pemimpin untuk keluarga kecilmu nanti. Jadilah kepala keluarga yang selalu mengayomi dan bertanggung jawab!"


~


Jujur aku tuh pingin nangis lihat Pak Raffa yang akan serius sama kekasihnya πŸ₯ΊπŸ€­


Maaf yaa aku up nya lama binggitπŸ™πŸ™, dari kemarin aku tuh mikir episode gimana hasil istikharahnya Pak Raffa. 😚

__ADS_1


Petunjuk istikhoroh itu tidak melulu lewat mimpi yaah, bisa lewat arti ayat al qur an atau bahkan kejadian2 nyata yang disitu bisa diambil kesimpulan sebagai petunjuk. (seperti yang dialami Pak Raffa πŸ™)


__ADS_2