
Masih pada pagi hari, Mama Raffa dan Papa Raffa pamit undur diri kembali ke kota mereka.
Di teras rumah itu terjadi sedikit drama antara Mama Raffa yang tidak mau melepas Murad. Alhasil Murad tetap ikut bersama Grandma dan Grandpanya kembali ke kota M.
Murad yang sedari kecil memang sudah dekat dengan Mama Raffa pun mengangguk patuh.
"Murad ikut Grandma ya? Besok kan harus sekolah. Dan Murad kan ada janji sama Kak Arsyad mau belajar dan main bareng." Mama Raffa selaku Grandma Murad mengingatkan cucunya agar menurut. Selain karena Mama Raffa yang tidak bisa jauh dari Murad ini juga merupakan salah satu usaha Mama Raffa agar pasangan pengantin baru itu bisa lebih leluasa menikmati dan menghabiskan waktu bersama selama seminggu ke depan.
Melihat Mama dan Papanya bersikeras Raffa pun mengikuti kemauan kedua orang tuanya walaupun berat untuknya jauh dari Murad.
Keluarga Ayunda sendiri sebenarnya sangat tidak keberatan kalau Murad tinggal bersama mereka di kota S, tapi kembali lagi Mama Raffa bersikeras dan usaha kerasnya membujuk sang cucu nyatanya juga berhasil.
Cukup berat bagi Raffa, tapi saat mendengar perkataan sang Mama saat memeluknya Raffa benar-benar tak menyangka kalau ada udang dibalik batu juga rupanya dibalik kemauan orang tuanya membawa Murad ke kota M.
"Raffa sudah kamu enggak perlu sedih. Murad akan Mama jaga dengan sangat baik, di sini kamu fokus saja untuk memberikan cucu baru buat Mama dan Papa." Ucap Mama Raffa yang bernama Ibu Reizya kepada Raffa dalam moment berpelukan sebelum berpisah.
Kemudian Mama Raffa juga memeluk Ayunda seraya berkata bahwa ia ingin Murad bersama bukan karena tidak percaya pada keluarga Ayunda tapi untuk memberikan keluasan agar ia bisa segera memberikan cucu lagi untuk Ibu mertuanya.
Ummi Hannah dan Abah Ridho yang sudah mengerti rencana dari sang besan, akhirnya mereka pun melepas kepergian mereka dengan tenang seraya mendoakan.
Mendapatkan waktu yang luas untuk berdua saja, membuat Ayunda dan Raffa dalam kurun waktu setengah hari tidak beranjak keluar dari kamar mereka.
Candaan demi candaan, rayuan demi rayuan serta kata-kata romantis pun menghiasi kebersamaan sepasang pengantin baru tersebut.
Ditemani cahaya lampu remang-remang disatu sudut ruangan terdengar curahan hati sepasang kekasih halal.
"Ayunda ada yang ingin aku katakan sama kamu. Kemarin malam kamu tidur dengan wajah begitu cantik dan menenangkan, membuat aku enggan untuk beranjak bangun." Raffa yang ingin mengungkapkan sesuatu dalam hatinya,
"dalam hatiku aku mengungkapkan sesuatu untuk kamu, tapi aku belum bisa mengutarakannya kemarin. Namun, saat ini Mas rasa adalah saatnya Mas katakan itu padamu"
Raffa pun mengungkapkan isi hatinya seperti saat malam pertama mereka. Hanya saja saat ini Ayunda mendengarkannya secara langsung.
__ADS_1
"Kalau aku boleh jujur sebenarnya aku sudah mencintai kamu pada saat pertama kali aku jumpa denganmu. Tapi hatiku menepis itu semua karena aku harus tetap setia pada Azzalia yang telah hadir lebih dulu daripada kamu.
Aku tak tau apa yang takdir akan sampaikan padaku melalui peristiwa-peristiwa tak terduga dalam hidup ku. Selama satu tahun menjalani pernikahan dengan Azzalia aku lebih sering berusaha mengalah, tapi dalam hal beribadah dia selalu mengajak untuk menunaikan tepat waktu. Sesaat saat dokter menyatakan bahwa dia telah syahid ketika malaikat kecil kami telah terlahir di dunia, hatiku memberontak tak terima dengan itu semua. Hingga aku pernah meragukan Keadilan-Nya Yang Maha Adil, Yang Maha Bijaksana, tidak akan mungkin segala sesuatu yang menjadi ketetapan-Nya tidak baik yang ada hanya prasangka manusialah yang selalu seperti itu.
Aku banyak belajar salah satunya belajar sabar, ikhlas dan tawakkal. Sekejap aku mengigat seseorang yang pernah aku tinggalkan setelah begitu banyaknya kebaikan yang diberikan padaku. Aku sadar betapa sakit dan perihnya kehilangan, ini bagi seorang pria. Belum lagi bagi seorang wanita. Dimana mereka lebih sering mengedepankan perasaannya, tapi wanita memang seperti itu mereka begitu misterius apalagi saat sedang berdekatan dengan Tuhannya.
Kehilangan memang berat tapi ikhlas, sabar dan tawakkal adalah kunci obat dari rasa kehilangan.
Kamu begitu kuat sayang begitu juga dengan keluargamu. Apalagi saat aku ketahui ternyata dalam hidupmu sebelum kehadiranku kamu juga harus merasakan kehilangan bahkan juga direndahkan.
Dalam hati aku begitu ingin membuat wanita sebaik, selembut, setulus dan sesalihah kamu hidup bahagia.
Dan aku tak menyangka Allah akan mempertemukanku kembali denganmu. Dan Maha Suci Allah, telah menyatukan ku dengan kamu dalam bahtera Keridhaan-Nya.
Kini, aku tersadar bahwa setiap sesuatu pastilah ada hikmahnya. Allah mengambil Azzalia dariku tapi Allah menggantikannya dengan yang sama dengan Azzalia bahkan insyaAllah lebih baik.
Dan Allah telah memberiku kesempatan untuk mencintainya dan membahagiakannya (kamu Ayunda). Tak cuma itu, Allah begitu mencintai ku dengan Murad kecilku hingga menghadirkan kamu berparas bidadari berhati malaikat dalam hidup kami berdua."
Dengan disaksikan dan didengar langsung oleh Ayunda Syaharani. Bulir air mata lolos begitu saja dari netra Ayunda, saat mendengar kalimat terakhir ungkapan hati Raffa.
"Mas, kamu tau enggak betapa bahagianya aku saat ini, bisa berada di depan kamu seperti ini. Aku bisa menatap kamu, megang hidung mancung kamu, bisa memiliki kamu seutuhnya." tutur sang wanita yang tak lain adalah Ayunda.
"Bagiku ini nikmat terindah yang Allah hadirkan dalam hidup ku. Ini merupakan nikmat yang indah dan yang tak pernah kusangka sebelumnya." Lanjutnya kembali.
"Mas, tadi sebelum Mama kembali ke kota, kamu sempat bilang I love you so much buat aku." menatap ke netra laki-laki yang sedang mendengarkan setiap ucapan yang keluar darinya,
"Sekarang, izinkan aku untuk membalasnya."
Wajah tampan nan teduh itu mengangguk dan mengecup kening istrinya seraya berkata,
"Balaslah istriku!" Lalu mengelus rambut lebat sang istri.
__ADS_1
"I love you more my husband. Semoga didalam sini segera dihadirkan malaikat kecil yang akan menjadi adiknya Murad." Ucap Ayunda memegang perutnya sendiri seraya bersandar pada bahu Raffa yang menjadi bantalnya. kemudian Raffa sang suami juga ikut mengusap dan mengaamiinkan. Mereka pun bangkit untuk mandi bersama dan shalat Maghrib berjamaah.
Ummi Hannah dan Abah Ridho yang melihat Ayunda bersama Raffa baru keluar dari kamar saat habis Magrib, sebagai orang tua dan yang sudah lebih berpengalaman mereka pun memakluminya.
Raffa berbincang bersama dengan Abah Ridho dan Reyhan. Sementara Ayunda membantu Ummi dan Bi' Inem menyiapkan makan malam. Tak lupa ia juga membuatkan kopi spesial untuk suaminya. Tak terlupakan pulan teh untuk Ummi dan dirinya, serta kopi susu untuk Abahnya dan kopi hitam pahit untuk Reyhan kakaknya.
"Sayang, Ummi berharap semoga kamu selalu bahagia seperti ini."
tutur Ummi Hannah yang begitu bahagia melihat rona kebahagiaan di wajah putri kesayangannya.
"Ummi, do'a kan pula semoga Allah segera menganugerahkan seorang malaikat kecil dalam rahim Ayunda supaya Murad bisa punya temen belajar dan bermain juga, nantinya."
"Aamiin ..."
"Aamiin Non, aamiin ..."
Bi' Inem ikut mendoakan dan ikut senang melihat kebahagiaan nyonya mudanya.
Sesudah itu berlangsunglah makan malam bersama keluarga Ayunda bersama Raffa dengan begitu harmonis.
𝓑𝓮𝓻𝓼𝓪𝓶𝓫𝓾𝓷𝓰...!
𝓐𝓼𝓼𝓪𝓵𝓪𝓶𝓾'𝓪𝓵𝓪𝓲𝓴𝓾𝓶 𝓦𝓻. 𝓦𝓫.
Alhamdulillah, enggak terasa sebentar lagi akan memasuki hari kemenangan kita bersama. Sebelumnya mohon maaf lahir dan batin yaa untuk para readersku tersayang dimanapun kalian berada.
Semoga di beberapa hari terakhir sebelum Ramadhan pergi, kita senantiasa diberikan semangat dan keistiqomahan dalam memperbanyak amal ibadah kita bersama. Semoga setelahnya semangat dan keistiqomahan itu tetap terpatri dalam hati kita semua. Aamiin....
Love you All🥰🙏
𝓦𝓪𝓼𝓼𝓪𝓵𝓪𝓶𝓾'𝓪𝓵𝓪𝓲𝓴𝓾𝓶 𝓦𝓻. 𝓦𝓫.
__ADS_1