Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Seakan-akan Nyata!


__ADS_3

Keringat bercucuran disekujur wajah Ayunda. Pelan-pelan ia akhirnya bangun dari tidurnya.


Usai dijenguk Yuna, suster datang memberi obat dan efek sampingnya ia tertidur dengan mudahnya. Rasa sakit ditubuh ditambah suasana hatinya menyebabkan Ayunda bermimpi akan calon istri Raffa yang mengkhianati Raffa dan keluarga mempelai perempuan itu membatalkan begitu saja pernikahan Raffa. Dan dalam mimpinya Adam yang ia kenal sebagai teman akrab Raffa malah yang berusaha berencana merebut calon Raffa. Disitu pula calon Raffa terpikat dan masuk perangkap Adam sehingga mereka bersekongkol untuk memfitnah Raffa. Dengan begitu mereka bisa hidup bersama.


Ayunda masih terengah-engah seraya mengercapkan matanya tak percaya akan mimpinya,


Bi'inem yang masih menjaga Ayunda memberikan/menawarkan air minum ke nyonya mudanya itu. Dengan cepat Ayunda menerima dan meminum air itu.


"Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah" ucap Ayunda memejamkan matanya


Beberapa menit kemudian datang Ummi Hannah bersama Reyhan. Melihat Ayunda yang berkeringat seperti saat habis mandi membuat Ummi Hannah dan Reyhan yang baru datang merasa khawatir.


Mereka mendekati Ayunda, menanyakan bagaimana kondisinya? Apakah dia baik-baik saja? Ayunda hanya diam, masih terngiang-ngiang akan mimpi yang seakan-akan begitu nyata adanya, apalagi dalam mimpinya itu, ia dan Raffa sedang sama-sama berdo'a di sepertiga malam. Itu semakin membuat Ayunda tak habis fikir kalau itu hanya mimpi di siang bolong, mungkin karena ia yang terlalu memikirkan Raffa sebelum tidurnya.


Bi' Inem pun memberitahu kalau Ayunda sempat merasa kepalanya berat dan berputar-putar tapi sudah lebih membaik. Karena sudah diperiksa oleh dokter dan dirawat juga oleh sahabatnya Yuna. Tak lupa Bi' Inem memberitahu kalau Nyonya mudanya harus istirahat yang cukup, tidak boleh banyak fikiran, harus makan teratur dan banyak minum air putih (seperti yang disarankan/diperintahkan oleh dokter).


Tak lama kemudian datang seseorang tak pernah diduga, Mama Raffa dan Papa Raffa ada juga Raffa tak tertinggal Pak Fahri dan istrinya menunggu di mobil karena tak baik bagi bayi mereka kalau ikut masuk.


Semua sudah selesai saat itu juga. Saat Raffa bersama keluarganya pamit kepada Ayunda dan keluarga Ayunda. Di situ disaksikan keluarga Ayunda, Raffa bersama keluarganya mengucapkan rasa terimakasihnya pada Ayunda. Mereka juga sudah menyelesaikan administrasi selama Ayunda dirawat dan pengendara mobil yang ugal-ugalan itu pun sedang dalam proses penanganan.


Ayunda sekarang lebih lega bahwa Adam teman akrab Raffa yang dalam mimpinya mengkhianati Raffa benar cuma mimpi adanya. Terlepas cintanya memang tak terbalaskan Ayunda sekali lagi harus banyak belajar ikhlas.


Disitu Mama Raffa menghampiri Ayunda,


"Terimakasih Ayunda kamu telah mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan anak semata wayang saya," tutur Mama Raffa menghadapkan wajah ke arah Raffa, pasalnya ia sangat bersyukur masih bisa melihat Raffa berdiri dengan keadaan sehat wal afiyat,


"Raffa"


"Ayunda" Mama Raffa meneruskan da memegang tangannya Ayunda


"Raffa sudah menceritakan semua tentang yang harus kamu alami. Pada kenyataannya Raffa memang bukan hanya memberi luka tubuh pada kamu tetapi hatimu kini harus ikut terluka"


"Kamu wanita yang baik bahkan sangat baik, Ayunda" mengelus-elus kepala Ayunda yang tertutup hijab,


"Saya Mamanya Raffa" mencoba menahan isak tangisnya

__ADS_1


"Saya tidak akan melupakan pengorbanan yang telah kamu lakukan untuk anak saya. Dalam setiap do'a dalam sujud saya, saya akan berdo'a agar kamu mendapat yang lebih baik dari Raffa, anak saya"


"Bukan cuma baik di dunia tapi untuk dunia dan akhiratmu, Ayunda"


Mama Raffa mencium kening Ayunda seraya mendo'akan yang terbaik untuk wanita baik, lembut nan shalihah itu. Air mata mengucur di pipi Mama Raffa tak tahan lagi, ia langsung memeluk dan mendekap Ayunda. Orang-orang yang ada di ruangan tersebut ikut larut dalam suasana yang terjadi antara Mama Raffa dan Ayunda.


"Aamiin, aamiin ya rabbal alamiin" Ayunda ikut berlinang air mata seraya memejamkan mata merasakan dekapan hangat dari wanita yang telah membesarkan seorang Raffa.


Sedangkan orang-orang yang berada didalam ruangan itu ikut larut dalam suasana hati Mama Raffa dan Ayunda.


Sekarang keluarga Raffa setidaknya bisa lega sudah berterimakasih dan meminta maaf dan berharap yang terbaik untuk Ayunda. Kini mereka pamit untuk kembali ke kota di mana besok Raffa harus melangsungkan pernikahannya.


Do'a dalam mimpi Ayunda begitu melekat dalam hati dan ingatannya, sekejap itu membuat Ayunda kembali tenang menatap kepergian Raffa untuk selamanya.


~


Tanpa terasa satu minggu telah berlalu, tanpa terasa pula Ayunda pagi itu sudah boleh kembali pulang.


Dalam kitab suci Al-Quran tepatnya pada QS. Ar-Rum ayat 21, pada ayat tersebut dijelaskan bahwa "Allah SWT menciptakan mahluknya secara berpasang-pasangan dari jenis mereka sendiri agar mereka merasa tentram dengan demikian itu. Dipertegas lagi dengan, bahwa itu semua merupakan tanda akan Kebesaran-Nya bagi orang-orang yang mau berfikir".


Dan kini, Raffa Abimayu al-Ghifari sudah sah menjadi seorang suami di mata hukum dan agama. Ijab qobul baru saja selesai terlaksana. Dengan sekali nafas Raffa mengucapkan dengan lantangnya.


Sepasang cincin pernikahan tersemat di jari manis kanan pasangan suami istri itu. Sorak bahagia dan tepuk tangan para undagan turut meramaikan acara pernikahan Raffa.


Keramaian dan kebahagiaan yang menyelimuti suasana pernikahan itu, rasanya tak dapat dirasakan oleh wanita yang tengah menatap dari kejauhan dengan samar dibalik dinding/tirai rumah itu.


Seorang laki-laki menghampiri wanita itu. Mengajak agar segera pergi saja dari acara pernikahan Raffa.


Wanita itu menyetujui ajakan laki-laki tadi, mereka berjalan bersamaan, bagi orang yang tidak kenal dengan mereka berdua akan mengira mereka sepasang kekasih. Padahal pada kenyataannya mereka adalah Kakak beradik. Mereka adalah Reyhan dan Ayunda. Iya, Reyhan dan Ayunda pergi ke pesta pernikahan Raffa.


Itu semua atas kemauan Ayunda sendiri dan itu pun tanpa sepengetahuan Ummi Hannah dan Abah Ridho.


Ia bersikeras ingin menghadiri acara tersebut agar ia bisa menerima kenyataan dengan begitu ia akan benar-benar ikhlas dan turut bahagia melihat orang yang di cintainya bahagia meskipun bukan bersamanya.


Reyhan ingin menolak kemauan Ayunda namun sulit untuk Reyhan melakukan itu. Melihat binaran mata yang memohon penuh padanya dan melihat raut wajah yang menampakkan keinginan besarnya, kalau sudah demikian, apa Reyhan sebagai Kakak akan tega tidak menuruti keinginan adik semata wayangnya?

__ADS_1


Mau bagaimana lagi, tuan putri yang memintanya. Reyhan tak mampu mengatakan tidak padanya.


Berat hati Reyhan mengiyakan keinginan Ayunda, tapi sang adik cukup memaksa. Hari itu usai dari rumah sakit, Reyhan dan Ayunda pergi ke kota di mana Raffa melangsungkan pernikahan.


Dari mana Ayunda dan Reyhan tau rumah mempelai Raffa? Jawabannya adalah dari Bu Yeni, Ayunda membujuk Bu Yeni untuk memberitahu meskipun pada awalnya Bu Yeni tidak ingin memberitahu karena keluarga Raffa melarang. Karena itu hanya akan menyakiti Ayunda kembali.


Dalam kerumunan pesta pernikahan itu, saat sudah ingin beranjak pergi bersama Reyhan, Ayunda bertemu dengan sosok yang setiap kali Ayunda melihat wajah dan senyum ceria yang terpancar di wajah itu, akan membuat Ayunda membaik. Tapi hari ini, saat bertemu dengan Ayunda sosok periang itu tampak murung.


"Audri, sini sayang"


Ayunda memanggil sosok yang ditemuinya,


Audri berhambur ke pelukan Ustadzah kesayangannya itu. Ayunda memberi isyarat agar Audri diam saja tidak bersuara keras atau pun bilang pada siapapun kalau ia Bertemu dengan Ayunda. Audri gadis kecil yang imut dan manis itupun mengerti dan mengangguk.


"Ustadzah menangis 'kah?"


Ah bagaimana Audri mengetahuinya? tutur Ayunda dalam hati kemudian lekas menjawab Audri,


"Emm, iya Ustadzah nangis. Tapi Ustadzah menangis karena lagi bahagia melihat Om Abinya Audri bahagia"


Mendengar alasan Ayunda menangis, malah menjadi kan Audri yang saat itu masih bersama Ayunda menangis dengan sangat namun dalam dekapan Ayunda. Di usapnya dengan lembut punggung gadis kecil itu oleh sang Ustadzah. Dan itu membuatnya tenang dan berhenti menangis.


"Audri kenapa menangis?"


"Audri sayang Ustadzah"


"Sama, kalau gitu. Ustadzah juga sayang banget sama Audri"


"Jangan tinggalin Audri Ustadzah!"


"Kok gitu?" mengerutkan dahinya


"Awalnya Audri mau buat Ustadzah sama Om bersama karena kalian sama-sama sayang sama Audri, tapi ternyata Om Abi sudah ada yang lain"


"Ya Allah, Audri. Ustadzah enggak akan berhenti untuk menyayangi kamu, sekarang hidup Ustadzah akan terfokus untuk Audri dan teman-teman Audri"

__ADS_1


kata Ayunda yang sekarang gantian mendekap Audri lebih dulu, dan ia menguatkan tekadnya kembali. Fokus mencari ilmu dan mengajar. Menjadi manusia yang bisa bermanfaat.


Reyhan yang menunggu telah lama menunggu di luar, menghampiri Ayunda kembali. Ayunda pun pergi dari tempat itu tanpa sepengetahuan siapapun kecuali Audri.


__ADS_2