Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Segerombolan Mahasiswa


__ADS_3

Bella pun keluar dari ruangan rektor itu dengan didampingi dua mahasiswa kepercayaan Pak rektor. Memasuki satu persatu kelas dalam gedung fakultas pendidikan itu.


Semua kelas sudah dimasuki Bella. Tersisa satu kelas paling ujung sendiri dengan perasaan penuh salah dan ketar ketir Bella masuk keruangan itu membuka pintu dengan cukup pelan.


Seketika itu pula semua mahasiswa diruangan itu terfokus pada kemunculan Bella yang tidak terlalu dikenal oleh mereka namun beberapa mahasiswa sudah mendengar kabar terbaru mengenai Bella.


Raffa yang kebetulan sedang mengisi perkuliahan pagi dalam ruangan yang saat ini dimasuki Bella, menatap Bella dengan rasa ketidaksukaannya namun tetap menunjukkan professionalitas.


Bella mengerti sorot tajam mata Raffa mengatakan bahwa saat ini Raffa sangat membencinya,


"Assalamu'alaikum! Selamat pagi semua! Sebelumnya mohon maaf karena saya menganggu waktu perkuliahan kalian sebentar. Maksud kedatangan Saya disini adalah ingin menyampaikan sesuatu kepada kalian semua"


"Saya Bella... mahasiswa semester 5 fakultas pendidikan meminta maaf yang sebesar-besarnya atas perbuatan tak pantas yang telah saya lakukan. Dan saya harap kepada mahasiswa yang mendengar berita dan pernyataan saya hari ini tidak akan melakukan hal salah tersebut dikemudian hari"


"Saya Bella.... mengucapkan beribu-ribu kata maaf kepada Pak Raffa yang saat ini berdiri tepat di hadapan saya dan kalian semua"


"Terimakasih atas waktunya. Selamat pagi! Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh"


Sejenak setelah kepergian Bella, banyak dari mahasiswa cukup bertanya-tanya dengan apa yang telah Bella lakukan?


Raffa pun memberikan arahan untuk kembali fokus.


...****************...


Siang itu pula Raffa memenuhi panggilan Pak rektor.


Raffa mendengar dan menerima setiap kata yang keluar dari Pak rektor.


"Jadi Raffa saya harap kamu mau memaafkan Bella setelah tau alasan dia memperlakukanmu dengan cara yang kurang pantas" ujar Pak rektor yang sedari tadi sudah berbicara banyak kepada Raffa. kini tinggal dipenghujung pembicaraan,


"Untuk kebaikan univeritas dan semua yang ada didalam maupun disekitarnya Raffa"


Raffa bangkit dari kursinya menangguk dengan perasaan masih berat kalau bisa ia jujur. Tapi ia tak boleh egois sebab Bella sudah mengakui kesalahannya, mau meminta maaf dan apalagi kalau mengingat alasan Bella melakukan itu sungguh Raffa tak menyangka akan sampai sebegitunya.


Saat hari sudah cukup siang,


Bella berjalan sendirian menyusuri koridor kampus yang cukup sepi sambil terfokus pada layar ponselnya. Al-hasil Bella menabrak segerombolan mahasiswa,


"Eh Mbak, Hati-hati donk jalannya!" ujar Bella spontan


"What? Kalian dengar gak? Kita yang disuruh hati-hati kalau jalan padahal dia sendiri yang jalan gak pake mata"

__ADS_1


"Iya tuh bener! Kalau jalan itu fokus ke depan buka ke HP" sahut salah satu dari segerombolan mahasiswa itu


Bella yang awalnya masih saja fokus pada layar HPnya. Mengamati berita yang beredar di instastory kedua temannya semakin membuat Bella begitu gerang pada mereka Windi dan Tasya.


Membuat Bella seketika itu melampiaskan kekesalan pada segerombolan mahasiswa di depannya.


Bella mengangkat tegak wajahnya menghadapkan wajahndengan mereka semua (segerombolan Mahasiswa) hendak membela diri namun sebelum Bella angkat bicara salah satu dari mereka berkata menyangkut pautkan berita yang beredar baru-baru ini dikampus mereka.


Mengenali wajah Bella yang beredar di instastory mahasiswa,


"Eh tunggu-tunggu! Kamu mahasiswa yang ngerayu pak Raffa 'kan?"


"Iya bener wajahnya sama dengan yang difoto ini!" memperlihatkan foto Bella yang beredar di insta story


Bella hanya diam penuh kecemasan dalam hatinya tak tau lagi ia mau berbuat apa dan bagaimana?


"Kamu gimana sih, masa sebagai Mahasiswa gerayu dosen segala, malu-maluin tau?"


"Iya dasar yaa kamu .... Dasar!"


Mengeluarkan buku dan merobek kertas melempaari Bella dengan kertas robekan mereka


"Kalau mau nilai bagus itu dengan cara yang sportif donk!" cibir mereka masih melempari kertas pada Bella


Beberapa saat kemudian Ayunda yang kebetulan lewat mengetahui Bella yang sedang dikeroyok tanpa fikir panjang Ayunda menghampiri Bella dan berniat membantu melerai provokasi itu.


"Sudah, sudah. Sudah cukup!" teriak Ayunda pada mereka


"Minggir kamu! Dia tuh gak pantas untuk dibelain"


"Semua orang pernah berbuat salah tapi pleaseee jangan main hakim sendiri kayak gini! "


"Semua bisa diselesaikan dengan cara yang baik dan adil"


"Untuk perkara yang satu ini tidak bisa. Udah deh minggir aja kamu, biar kita adili dia"


Ayunda tetap membela Bella menutupi tubuh Bella dengan tubuhnya. Kejadian itu dilihat oleh Raffa yang saat itu hendak mencari Ayunda untuk menyelesaikan rekapan tugas yang belum terselesaikan.


Raffa menghampiri mereka semua menghentikan keributan yang sedang terjadi saat itu,


"Sudah cukup dan hentikan semua ini!" tegas Raffa, mereka pun berhenti karena tau siapa yang menyuruh memberhentikan mereka

__ADS_1


"Kalian ini mahasiswa kenapa memprovokasi dia?"


"Dia ini pantas untuk kami perlakukan seperti itu Pak, karena dia sudah berusaha merayu Anda untuk mendapatkan yang jadi keinginannya"


"Masalah itu sudah terselesaikan. Dia sudah membuat pengakuan kepada seluruh mahasiswa dan meminta maaf. Saya pun sudah memaafkannya."


"Jadi, saya tegaskan kembali bahwa masalah ini tidak perlu diungkit-ungkit lagi!"


"Itu hanya akan memperumit dan menambah masalah untuk kita semua khususnya nama baik universitas ini"


Segerombolan mahasiswa itu tampak terdiam setuju dengan ucapan Raffa. Mereka pun meminta maaf dan pergi membubarkan diri.


"Kami minta maaf Pak. Anda sangatlah benar" future segerombal Mahasiswa itu


"Saya harap kalian akan selalu mengingat perkataan saya tadi mengenai nama baik kampus ini" Raffa mengingatkan kembali,"Ya sudah kalian boleh pergi!"


Bella menitikan air mata melihat kearah Raffa dan berucap,


"Anda jahat Pak, Anda sangat jahat!"


"Dan kamu Ayunda kamu itu sok baik. Kamu lain di depan lain lagi di belakang!"


Raffa dan Ayunda diam tak mengerti apa maksud Bella yang tiba-tiba berkata seperti itu.


"Pak Raffa saya melakukan itu semua karena saya ingin mendapat simpati dari Anda Pak karena saya respect pada Bapak, tapi Anda dan semuanya memperlakukan perasaan saya seperti ini?"


"Dan harusnya kamu Ayunda yang mendapat perlakuan seperti ini. Karena kamu yang selalu berusaha mendekati pak Raffa. Bukan aku, kamu yang lebih sering melakukan berbagai cara untuk mendekati dan merayu pak Raffa. Iya kan?"


"Bella jaga omongan kamu! Seenaknya kamu berbicara kayak gitu!"


"Lihat Ayunda lihat! Lagi-lagi kamu sudah berhasil membuat Pak Raffa respect ke kamu."


"Cukup Bella!" Ayunda mengangkat satu tangannya


"Sudah cukup kamu selalu berprasangka buruk terhadap saya."


"Saya kenal dan dekat dengan pak Raffa itu semua atas kehendak Allah, bukan kemauan saya sendiri"


"Takdir yang selalu mengirimkan pak Raffa untuk membantu saya. Apa itu rencana saya? Itu diluar kemampuan saya karena saya cuma manusia biasa, Bella."


"Saya katakan kepada kamu sekali lagi, tolong jangan berbicara yang akan membuat orang lain tersinggung dan sakit hati!"

__ADS_1


"Saya menghormati kamu karena kamu kakak tingkat saya namun bukan berarti kamu bisa seenaknya sendiri."


Bella tak mampu berkata-kata lagi, dia hanya mengeram menahan kekesalannya dan kemudian pergi meninggalkan Raffa dan Ayunda.


__ADS_2