Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Kamu Raffa?


__ADS_3

Raffa membuka knop pintu kamar rumah sakit itu secara tak sengaja saat hendak keluar dari arah depan pintu dua orang laki-laki datang bersamaan.


Raffa saling bertatap pada laki-laki itu secara bergantian. Raffa mundur memberinya ruang untuk masuk.


"Kamu Raffa? Tega kamu menyakiti hati adik saya?


Kenapa kamu harus muncul dalam kehidupan adik saya kalau pada akhirnya kamu hanya bisa membuat nya terluka? Setelah semua yang dia lakukan untuk membantumu"


Reyhan yang emosi itu melontarkan kata-kata sekenanya dalam hatinya didepan Raffa, bahkan tak tanggung-tanggung Reyhan sempat akan memukuli Raffa. Tapi segera dihentikan oleh orang tua Ayunda yang berada disitu.


Ayunda juga ikut menghentikan, ia mengeraskan suara semampu yang ia bisa,


"Hentikan Mas Rey! Hentikan!"


Semua mata yang ada di tempat itu langsung menatap pada Ayunda termasuk Raffa.


"Mas Rey, Kenapa Mas Rey menyalahkan Pak Raffa? Ayunda yang sengaja menyelamatkannya"


Raffa hanya bisa menatap Ayunda nanar dengan kesedihan yang menyelimuti hatinya mendengar pembelaan dari Ayunda. Ah Raffa tau tau harus membalas dengan apa selain dengan do'a terbaik untuk orang terbaik seperti Ayunda.


Reyhan sadar dan ia membuka pintu dan mempersilahkan Raffa untuk keluar.


Dalam ruangan itu Ayunda mengeluarkan isi hatinya terkhusus kepada Reyhan sang kakak, sedari dulu ia sering meminta pendapat dan bertukar fikiran dengan Reyhan.


"Ayunda sekarang sadar ini adalah salah Ayunda sendiri karena terlalu berharap. Padahal Allah sudah menjelaskan bahwa berharap kepada selain Allah itu tidak baik, tidak diperbolehkan"


"Makanya mungkin Allah kasih rasa sakit ini pada Ayunda. Mungkin agar Ayunda kembali ke Jalan-Nya"


"Iya Ayunda, Mas Rey mengerti itu bahwa kita enggak boleh berharap kepada selain Allah"


"Tapi, bagaimana pun Ayunda kamu sudah bertaruh nyawa untuk dia? Bahkan kamu melakukan itu atas dasar cinta. Dan dengan mudahnya sesudah dia memberi luka pada mu dia berbahagia dengan wanitanya disana. Mas Rey enggak bisa terima itu, Ayunda. Enggak bisa"


"Mas Rey, Pak Raffa mana tau kalau Ayunda mencintainya sejak dulu. Sedangkan pertunangannya sudah berlangsung berbulan-bulan yang lalu pula"

__ADS_1


"Jadi, Ayunda tegasin sekali lagi. Pak Raffa enggak salah, ini salah Ayunda"


"Stop membelanya Ayunda. Stop!"


"Mas Rey yang berhenti. Mas Rey selalu saja emosi kayak gini, dulu waktu Ustadz Habib yang nyakitin Ayunda, Mas Rey juga gini. Sekarang Pak Raffa yang enggak tau apa-apa juga Mas Rey giniin?"


"Ayolah Mas Rey, Ayunda cuma perlu support dan semangat dari Mas, Rey, Abah dan Ummi, sama seperti kemarin. Seiring berjalannya waktu semua akan kembali membaik"


"Dan Ayunda yakin di depan sana Allah telah mempersiapkan berbagai kejutan luar biasa untuk Ayunda"


"Skenario-Nya takkan pernah salah dan selalu yang terbaik"


Abah Ridho mengimbuhi


Keluarga Ayunda selalu seperti itu, saling menguatkan, mendo'akan dan mendukung. Ayunda patut bersyukur dikelilingi orang yang sayang dan tulus dengannya. Untuk mungkin yang keluarga nya tidak demikian, tidak perlu bersedih hati, karena sesungguhnya selalu ada yang menyayangi kita yang kasih sayang nya ini lebih besar daripada kasih sayang seorang Ibu pada anaknya. Siapakah Dia yang mampu menyayangi dengan begitu besarnya? Dia adalah sang pencipta sang pemberi nikmat Yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang yaitu Allah SWT.


terdengar adzan ashar telah berkumandang, Reyhan dan Papa nya bergegas untuk shalat lebih dulu. Sementara Ummi Hannah menjaga Ayunda. Ayunda yang tengah tidur.


Shalat berjamaah sudah selesai dilaksanakan. Papa Raffa kembali ke ruangan Ayunda dirawat. Reyhan masih di dalam Masjid berdo'a dengan khusuk untuk kebaikan adik tersayangnya.


Raffa juga masih didalam Masjid itu, ia berdo'a dengan khusuk nya memohon ampun dan memohon yang terbaik untuk diri nya dan Ayunda.


Reyhan sudah selesai dalam do'anya, ia berniat pergi dari Masjid tapi di cekal oleh tangan Raffa.


Reyhan menatap Raffa sekilas kemudian memegang pundak Raffa seraya memeluk dan meminta maaf atas ucapan nya tadi.


Raffa bisa memaklumi itu semua, dan akhirnya terjadilah acara tukar cerita antara kedua laki-laki cool tersebut. Mereka saling bertukar pengalaman satu sama lain.


Satu hari ini, Raffa mendapat banyak kejutan dalam hidupnya, ia mendapat kebahagiaan dengan dinyatakan lulus namun ia juga mendapat kesedihan dengan melihat Ayunda yang telah banyak berkorban untuknya.


Siang sudah berganti malam, Raffa sudah kembali pulang. Di sana ia sudah di tunggu oleh keluarganya. Mereka menanyakan bagaimana kabar Ayunda yang telah menyelamatkannya. Sedari tadi mereka mencoba menghungi Raffa kembali tapi tak ada jawaban sama sekali dari Raffa.


"Astaga, maaf Ma, Pa. Tadi hand phone Raffa lobet"

__ADS_1


"Kebiasaan kamu Raffa" sahut pak Fahri


"Ya sudah kamu bersihkan diri dulu, nanti cerita kan semua pada kami" titah Mama Raffa


Raffa yang sudah dalam keadaan bersih itu berangsur ikut keluarganya yang sedang berada di ruang tengah.


Raffa menjelaskan semuanya mulai dari Ayunda yang menyelamatkannya dan Ayunda yang mencintainya secara mendetail. Raffa juga tak segan mencurahkan rasa bersalahnya karena telah menyakiti wanita seperti Ayunda.


Semua yang berada di ruangan itu juga merasakan hal yang sama dengan Raffa kecuali si jagoan Arsyad.


Arsyad dengan senyum nya yang manis dan menggoda itu selalu membuat keluarga itu ikut bahagia karenanya. Apalagi sekarang Arsyad yang sedang belajar berjalan. Tak dapat dipungkiri kalau itu membuat mereka sering kuwalahan terutama orang tuanya. Tapi disamping itu justru membawa rasa senang tersendiri.


Sahabat-sahabat Ayunda yang baru mendengar berita mengenai Ayunda yang terluka karena menyelatkan Raffa berencana untuk menjenguk bersama. Sayangnya sebagian dari mereka berlima ada yang masih berlibur di luar kota. Mereka pun membuat kesepakatan bersama akan menjenguk Ayunda dihari saat semua sudah berada di kota S.


Meskipun berada tidak satu tempat, mereka tetap sangat peduli pada Ayunda. Di group whatshapp yang terdiri dari mereka berlima ditambah Ayunda, mereka kini kembali meramaikan group itu setelah cukup lama sepi. Mereka memantiom Ayunda berkali-kali menanyakan kabarnya dan meminta maaf belum bisa menjenguk.


Ayunda dengan ditemani Ummi Hannah beristirahat di ruangan itu. Ayunda mendapat wejangan yang luar biasa dari Umminya.


"Ayunda, kamu bersyukur kan menjadi wanita muslimah?"


"Alhamdulillah, kenapa Ummi bertanya begitu?"


"Kalau kamu bersyukur kamu enggak boleh nangis lagi kayak kemarin dan mempertanyakan apa yang terjadi padamu kepada Allah"


"Itu sama saja dengan meragukan keadilan Allah padahal kita enggak tau mana yang baik untuk kita sedangkan Allah Maha mengetahui segalanya"


"Bersedih, menangis boleh dan itu hal yang wajar asal--"


"Tidak berlebih-lebihan" sahut Ayunda


"Mengeluarkan emosi tidak ada salahnya, asal jangan sampai berlebih-lebihan dan berlarut-larut. Sesungguhnya saat kamu merasa kamu menjadi manusia tersedih dengan kesedihan yang menimpamu, sebenarnya ada orang lain yang mengalami kesedihan juga sama seperti kita. Mungkin saja lebih sedih lagi, jadi jangan pernah merasa seakan-akan cuma kita yang punya masalah. Karena pada dasarnya kita hidup tidak akan terlepas dari yang namanya masalah" wejangan malam dari Ummi Hannah


Tersadar sudah sekarang bahwa tidak seharusnya Ayunda seperti kemarin. Mulai sekarang ia akan belajar lebih sabar, ikhlas dan tawakal.

__ADS_1


__ADS_2