Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Ayunda Will You Marry Me?


__ADS_3

Raffa menatap ke arah jendela meresapi suasana yang coba alam utarakan pada setiap insan. Sepi dirasa saat dalam gemerlap dunia ini tidak ada teman yang bisa diajak tukar fikiran, bercanda dan melengkapi satu sama lain. Tapi begitu membahagiakan saat melihat malaikat kecilnya terlelap begitu tenang dan nyenyaknya. Raffa membuka dan membaca kembali buku yang ditulis Ayunda.


Dalam buku itu tertera biodata penulisnya juga nomor untuk ditelfon apabila ada kritik maupun saran yang membangun untuk penulis. Dengan cukup iseng dan mengikuti kehendaknya hatinya, Raffa memasukkan nomor itu ke dalam handphone nya dan tak butuh waktu lama panggilan terhubung.


Ayunda mengangkat telfon dari Raffa karena memang itu adalah nomor yang telah disiapkan untuk kritik dan saran yang masuk untuk dirinya, jadi dengan senang hati Ayunda mengangkat telfon yang masuk.


"Assalamu'alaikum, dengan siapakah ini?"


"Wa'alaikumussalam, di sini dengan Raffa Abimanyu al-Ghifari"


Ayunda merasa tak asing dengan nama itu, suara bariton yang dimiliki laki-laki itu juga. Ayunda pun mulai menebak.


"Pak Raffa?"


"Benar sekali!"


Terdengar suara tawa Ayunda dari telfon Raffa. Bahagia rasanya saat bisa mendengar tawa itu kembali walaupun hanya lewat telfon seperti ini.


"Apa yang ingin disampaikan Pak? Maksudnya kritik dan saran silakan disampaikan, Pak!"


"Saya di sini bukan untuk memberikan kritik maupun saran, tapi saya ingin mengucapkan selamat atas karya kamu yang luar biasa ini!"


"MasyaAllah, terimakasih banyak Pak Raffa."


"Okay, sama-sama Ayunda."


Keheningan pun kini terjadi antara Raffa dan Ayunda dalam panggilan terhubung itu. Pada akhirnya Raffa menghentikan keheningan itu.


"Ayunda bagaimana dengan kuliah kamu?"


"Alhamdulillah, sebentar lagi insyaAllah wisuda."


"Alhamdulillah, semoga lancar." Raffa dengan cukup ragu menanyakan perihal kesiapan Ayunda,


"Sudah siap menikah apa belum?"


"Maaf, bisa diulangi lagi Pak pertanyaannya!"


"Emm, sudah Ayunda jangan dibahas, tadi itu tidak terlalu penting."


"Yang terdengar ditelinga saya Pak, Anda bertanya saya sudah siap nikah atau belum? Kalau sudah dipertemukan insyaallah siap-siap saja Pak." jawab Ayunda apa adanya


Raffa yang mendengar jawaban dari Ayunda merasa sudah dapat lampu hijau. Saat ini Raffa sedang bahagia tapi cukup ditahannya.


Ayunda pun dalam fikirannya terbesit suatu pertanyaan. Tanpa fikir berulang kali Ayunda menanyakannya saja.


"Emm, sebelumnya mohon maaf Pak, bukan maksudnya lancang, tapi kalau Pak Raffa sendiri bagaimana Pak?"


"Sama seperti jawaban kamu, kalau dipertemukan dengan yang cocok dan baik. Insyaallah saya akan siap."


"Semoga segera dipertemukan untuk Anda juga saya."


Ayunda dengan cukup samar tapi begitu jelas ditelinga Raffa.

__ADS_1


"Baiklah, Ayunda. Maaf saya sudah menganggu waktu istirahat kamu. "


"Tidak masalah Pak. Saya malah merasa sangat tersanjung."


"Sekarang kamu bisa istirahat kembali, Ustadzah Ayunda. Assalamu'alaikum." panggilan terputus.


"Wa'alaikumussalam ..." jawabannya lirih tak menyangka.


Ayunda yang mendapat panggilan seperti itu dari Raffa, begitu bahagia hingga sekarang dia meloncat-loncat sendiri, saking girangnya.


Sama halnya dengan Ayunda, Raffa pun tengah bahagia mengingat jawaban dari Ayunda tadi.


Mereka pun tidur dalam kebahagiaan masing-masing yang menghampiri.


...****************...


Pagi harinya.


Sebelum esok hari berencana silaturahmi ke rumah Bu Yeni, Raffa bersama kedua orang tuanya lebih dulu pergi ke pusara Ibunda Murad di makamkan.


Raffa dan keluarga berdo'a untuk Azzalia. Tak lupa dalam hatinya ia juga meminta restu untuk niatnya yang akan menikahi Ayunda. Selesai dengan itu semua mereka kembali pulang.


Karena lusa Raffa ada keperluan yang begitu mendadak jadwal silaturahmi ke rumah Bu Yeni terpaksa harus Raffa undur. Raffa yang masih menjadi seorang dosen dan membantu Papanya di perusahaan membuatnya sangat sibuk. Hanya ada waktu luang disaat-saat tertentu seperti kemarin pameran misalnya.


Karena esok pagi Raffa tidak jadi bersilaturahmi ke rumah Bu Yeni, Raffa pun menanyakan kabar Bu Yeni lewat telfon. Lewat telfon pula Raffa mengutarakan niat untuk hidup bersama dengan Ayunda.


Bu Yeni yang mendengar niat baik Raffa langsung bahagia seketika itu juga. Ya bagaimana Bu Yeni tak bahagia, Ayunda adalah putri dari Ummi Hannah sahabat Majlisnya. Apalagi mengetahui Ayunda yang pernah diberi harapan palsu oleh seorang laki-laki belum lagi masyarakat yang pernah mengata-ngatainya dan membandingkannya. Dan Bu Yeni rasa saat ini adalah saat yang tepat untuk dia menceritakan itu semua. Bu Yeni ceritakan kepada Raffa dan keluarga agar mereka mengetahui Ayunda lebih dalam agar tak ada kesalahan pahaman ataupun rahasia di masa yang akan datang. Sebagai orang yang lebih tau tentang Ayunda (Makcoblang/perantara hubungan) sudah sepantasnya Bu Yeni memberikan keterangan secara gamblang.


Bu Yeni juga menceritakan akan kesabaran dan kelapangan Ayunda dan keluarga nya dalam menerima persoalan tersebut.


Raffa dan keluarganya tidak mempermasalahkan masa lalu Ayunda. Justru mereka sama seperti Bu Yeni salut dan kagum dengan keluarga itu. Terlebih Raffa yang ingat akan rasa sakit yang pernah disembunyikan oleh Ummi Hannah dan Ayunda saat mereka sedang sesakit-sakitnya.


Di suatu malam dalam tidurnya, Raffa mendapat mimpi yang terasa begitu nyata. Didalam mimpinya, Azzalia mendatanginya dengan tersenyum sebagai tanda merestui niatnya yang akan menikahi Ayunda.Dengan isyarat mimpi itu Raffa semakin yakin dan mantap dengan niatnya.


Karena begitu sibuk pada akhirnya Raffa merencanakan untuk melamar Ayunda di hari yang sangat istimewa bagi Ayunda yaitu hari wisudanya. Sama seperti dulu Ayunda yang pernah menyatakan cintanya pada Raffa saat hari istimewa Raffa. Sekarang Raffa pun berencana demikian. Dan Raffa berharap rencananya berjalan dengan lancar.


Raffa yang punya banyak relasi itu pun mendapat informasi kapan diselenggarakannya wisuda S1 angkatan Ayunda. Maka Raffa pun merencanakan sesuatu dihari istimewa Ayunda.


~Dihari wisuda Ayunda~


Ayunda sudah berdandan dengan cantik dan anggun dengan baju kebaya dan toga yang membalut tubuhnya.


Dengan diantar Reyhan Ayunda telah sampai di gedung tempat diselenggarakannya acara wisuda. Acara wisuda akan segera dimulai. Ayunda bersama teman seperjuangan menempati tempat duduk yang telah disediakan. Acara demi acara telah berjalan lancar. Tibalah pada acara penyampaian pidato dari para perwakilan mahasiswa terbaik. Termasuk salah satunya adalah Ayunda.


Dengan mengucapkan basmalah Ayunda memulai menyampaikan pidato nya yang berisikan rasa syukur dan terimakasih juga harapan setelah ini.


Tepuk tangan dari berbagai kalangan memenuhi suasana acara wisuda itu. Acara demi acara sudah terlewati dan terlaksana. Dan sudah mencapai acara inti juga yakni penutup atau do'a. Semua pun khusyuk dalam acara inti tersebut.


Acara wisuda itu sudah selesai, Ayunda bersama sahabatnya dan teman seperjuangan saling memberi selamat dan mendo'akan. Kini atas Rahmat-Nya mereka resmi mendapat gelar S1 yang telah mereka perjuangkan sedari dulu.


Dan sesi foto-foto pun dimulai. Saat sedang asyik berfoto sana sini Ayunda dikejutkan dengan kehadiran dua malaikat kecil yang sangat disayanginya.


"Congratulations Ustadzah ku!" Ucap Audri dengan manis serta membawakan sebuah karangan bunga untuk Ustadzahnya.

__ADS_1


"Terima kasih Audri sayang."


"Congratulations Tante Bidadari!" ucap Murad dengan membawa setangkai bunga untuk Ayunda, Ayunda menerimanya dengan begitu bahagia. Tanpa sadar langsung mecium kening Murad yang begitu baik dan menggemaskan untuknya.


"Audri? Dan kamu Murad? Kalian di sini? Tapi bagaimana bisa? Kalian sama siapa? Oma kamu mana Audri?"


"Mereka sama saya Ayunda"


ucap seorang laki-laki yang selalu ada dalam benak dan do'a nya. Laki-laki yang masih sama tampannya, tak jauh beda dari 3 tahun yang lalu. Malah kini laki-laki itu semakin gagah, penuh wibawa dan kharisma apalagi saat ini rambutnya sudah tidak lagi gondrong. Tapi berewok tipis di pelipis dan di dagu itu masih ada dan semakin rapi dan terkesan sangat menawan.


Ayunda hanya bisa mengerjapkan netranya serasa tidak percaya dengan kejutan yang ada di depannya.


"Selamat Ayunda! Semoga kamu selalu bahagia."


dengan menyerahkan karangan bunga untuk Ayunda. Ayunda menerimanya dengan bahagia. Menerima bunga itu dengan pelan dan jantungnya sulit untuk dikondisikan.


Bunga itu sudah berpindah tangan ke tangan Ayunda.


Belum sempat Ayunda menanyakan gerangan apa yang mengharuskan Raffa ke sini. Dalam karangan bunga itu tersemat sebuah kata yang membuat Ayunda cukup tercengang "Will you marry me?" Dengan exspresi tak menyangka, apa ini sungguh-sungguh atau cuma ... Ayunda yang belum terlalu mau meyakininya begitu saja.


Raffa dengan tegas ia mengatakan kalimat yang tersemat di bunga itu secara gamblang.


"Ayunda will you marry me?"


Dengan posisi Raffa sangat romantis di mana Raffa menunjukkan cincin untuk mempersunting Ayunda.


Tak terbendung kebahagiaan Ayunda saat ini, bulir indah bersamanya bening itu lolos begitu saja ke pipinya. Tampak kedua keluarga Ayunda dan Raffa muncul bersamaan dan saling akrab juga mendukung. Sejenak ia berfikir apa semua ini sudah direncanakan?


Ummi Ayunda memberi isyarat agar sang putri mengikuti apa kata hatinya saja, dan Ayunda pun mengangguk. Menerima lamaran dari Pak Raffa.


"Ayunda selamat sayang!" Ummi Hanna memberi kecupan hangat di kening putrinya.


"Selamat anak Abah!" Abah memberi pelukan kepada putrinya sebagai rasa syukurnya atas keberhasilan dan kebahagiaan yang Ayunda dapatkan.


"Selamat untuk adek tersayangnya Reyhan!" Reyhan memberikan karangan bunga dan seperti biasa akan mengelus-elus kepala Ayunda yang berbalut hijab.


Sahabat-sahabatnya yang melihat moment tersebut terasa ikut bahagia dan bersyukur tak henti-hentinya. Bahkan tak banyak dari sebagian yang lain yang terbawa suasana dan perasaan.


Kejutan lamaran dari Raffa itupun diakhiri dengan foto bersama. Foto bersama Ayunda dengan Raffa dengan sedikit berjarak. Kemudian dilanjutkan foto bersama dari kedua keluarga dari pihak keluarga Ayunda juga dari pihak keluarga Raffa.


Tak terlupa pula yang paling berperan dalam rencana Raffa melamar Ayunda yakni Bu Yeni. Bu Yeni juga turut serta karena sebelum datang ke acara wisuda Ayunda, Bu Yeni lah yang telah lebih dulu menjelaskan niat Raffa kepada keluarga Ayunda tanpa sepengetahuan Ayunda.


𝓑𝓮𝓻𝓼𝓪𝓶𝓫𝓾𝓷𝓰...!


𝓐𝓼𝓼𝓪𝓵𝓪𝓶𝓾'𝓪𝓵𝓪𝓲𝓴𝓾𝓶 𝓦𝓻. 𝓦𝓫.


Selamat malam semuanya!


Author mohon maaf atas segala kekhilafan yang tersengaja maupun tidak tersengaja.


Semoga kita semua sehat selalu dan bahagia selalu. Aamiin.


Terimakasih untuk segala dukungannya Readers tersayang semuanya.🤗

__ADS_1


𝓙𝓪𝔃𝓪𝓴𝓾𝓶𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱 𝓚𝓱𝓸𝓲𝓻𝓸𝓷 𝓚𝓪𝓽𝓼𝓲𝓻𝓸𝓷 ...


𝓦𝓪𝓼𝓼𝓪𝓵𝓪𝓶𝓾'𝓪𝓵𝓪𝓲𝓴𝓾𝓶 𝓦𝓻. 𝓦𝓫.


__ADS_2