
Semenjak kelahiran Baby Kia, semenjak itulah Raffa sedikit merasa terabaikan. Sebab waktu Ayunda lebih banyak dihabiskan untuk Baby Kia juga Murad si jagoan. Namun, Raffa adalah Daddy yang tetap sigap dan bertanggung jawab karenanya ia tak segan membantu Ayunda dalam mengurus Murad dan Kiara. Meskipun harus banyak mengalah karena Ayunda lebih sering bersama mereka berdua.
Murad anak baik dan sholih itu pun sekarang tumbuh menjadi anak baik, penurut dan sangat sayang pada adiknya. Seperti sekarang ini, usia Baby Kia sudah hampir 12 bulan, Baby Kia sedang begitu asik menikmati masa perkembangannya dimana diusianya tersebut ia bisa belajar berjalan. Murad sebagai abang yang pengertian ia begitu mandiri dalam segala hal yang dibisanya. Ia tidak ingin membuat Bundanya kecapekan karena harus mengurus dirinya juga adiknya. Belum lagi tanggungjawab Ibunya sebagai seorang guru dan penulis yang terkadang harus menghadiri acara bedah buku yang dikarang olehnya.
Karenanya Murad belajar jadi anak mandiri yang tidak manja walaupun Bundanya tetap sering memanjakan nya.
Raffa merupakan Daddy yang super sibuk, tapi meskipun super sibuk ia selalu menyisihkan waktu untuk keluarga kecilnya apalagi semenjak ada Baby Kia dalam hidupnya. Ia merasa bahwa Allah begitu baik padanya telah menganugerahkan Murad dan Kiara serta Ayunda dalam setiap nafasnya.
Dan ada yang membuat Raffa lebih bahagia seperti saat ini, saat Ayunda menjerit menyebut namanya dengan begitu nyaringnya dengan nada antara cemas dan bahagia.
"Mas Raffa ..." Teriak Ayunda dengan nada tak bisa diartikan.
Ia berjalan keluar dari arah kamar mandi mendekati Raffa yang sedang bersantai dikursi karena kedua anaknya sedang bermain bersama di taman rumah bersama grandma dan grandpanya. Kebetulan hari itu adalah weekend jadi semua sedang dalam suasana santai bersama.
Melihat Ayunda berjalan menuju ke arahnya dengan ekspresi wajah yang sulit ia artikan, ia segera mendekat pada istri terkasih dan tercinta itu.
"Hei, kenapa sayang?" Tanya Raffa cemas melihat ekspresi Ayunda.
"Mas, lihat ini!" Ayunda menunjukkan benda pipih menunjukkan dua garis merah ditengah.
Raffa yang ditujuki benda itu merasa bahagia bukan main. Ternyata usahanya tiap malam menganggu Ayunda, merayu Ayunda seraya meminta haknya membuahkan hasil yang luar biasa dengan begitu cepatnya.
"MasyaAllah ... Alhamdulillah sayang. Ini nikmat yang luar biasa. Allah menganugerahi kita satu anak lagi."
Raffa dengan gembiranya sambil memeluk Ayunda dengan eratnya.
"Mas, kamu senang?"
Tanya Ayunda masih dalam dekapan Raffa.
"Of course, sayang!"
"Terimakasih Ya Allah ..." Raffa dengan rasa syukur nya kemudian mencium kening dan wajah Ayunda."Terimakasih sayang"
Ayunda hanya tersenyum tipis kepada suaminya, sementara itu dari suatu arah datang Murad dan Kia diiringi Grandma dan Grandpa dibelakang Murad dan Kia.
Kia melihat adegan dimana sang Daddy menciumi Bundanya, alhasil Kia langsung menangis karena takut Bunda nya diambil darinya.
"Daa .. Daaa" Ucap Kia masih masih belajar berbicara kalau ia ingin digendong Bundanya.
"Daddy jangan rebut Bunda kami. Bunda hanya milik Murad sama Kia." Murad mengarahkan manik matanya ke arah Raffa daddy nya.
__ADS_1
Raffa melihat tingkah kedua anaknya itu hanya bisa mengusap kasar wajah dan rambutnya dengan sesekali menghembuskan nafasnya dan menjelaskan kepada Murad dan Kia.
"Murad sayang, Kia sayang dengarkan Daddy! Daddy enggak akan merebut Bunda kalian, sayang. Daddy cuma minjam Bunda bentar tadi." Raffa mencoba memberi pengertian kepada mereka terlebih Murad yang lebih besar.
Murad masih cemberut tetapi Kia sudah tenang tidak menangis lagi.
Mama dan Papa Raffa melihat Raffa bersusah payah menjelaskan pada Murad cuma diam dan menahan tawa mereka.
"Makanya Raffa kalau mau merayu istri lihat waktu dan tempat." Papa berbisik pada Mama Raffa.
Raffa hanya bisa menatap sedih kedua orang tuanya yang tidak berusaha membantu menjelaskan pada Murad.
"Hei! Murad jagoan Bunda dan Kia putri cantik Bunda, dengerin Bunda! Daddy enggak ngerebut Bunda dari kalian kok. Tadi Daddy itu tadi sangking senangnya makanya gitu."
"Senang Bunda?" Murad penasaran apa yang membuat Daddy nya begitu senang.
Ayunda mengangguk dan mengucapkan apa yang sudah terjadi,
"Alhamdulillah Murad akan dikasih adik lagi sama Allah."
Begitu mendengar kata adik dari Bundanya Murad langsung bahagia dan melompat-lompat sendiri sangking bahagia nya. Lain halnya dengan Grandmanya alias Mama Raffa yang masih berfikir keras dan berusaha mencerna baik-baik maksud pernyataan Ayunda barusan.
"Maksud kamu sayang?" Tanya Mama Raffa menyampaikan isi hatinya yaitu apa maksud dari perkataan Ayunda itu ia hamil lagi?
"Ma, Raffa luar biasa kan?"
Ucap Raffa ingin dipuji sang Mama.
"Alhamdulillah, Allah Maha Besar ..." Mama Raffa berbinar seraya mengucapkan selamat kepada pasutri itu,"Selamat ya sayang!"
"Pa selamat kita akan dapat cucu lagi." Memberi selamat kepada sang kakek yang tak lain adalah suaminya sendiri.
"Kamu kamu memang luar biasa Raffa! MasyaAllah." Puji Papa Raffa kepada atas usaha putranya selama ini, Papa Raffa juga memberikan ucapan selamat kepada semuanya,"Selamat untuk kita semua!"
Kiara yang sudah tenang, kini ia pun bermain kembali bersama Murad di tempat tak jauh dari keberadaan orang tua dan kakek serta neneknya.
Sambil mengawasi gerak-gerik putra dan putri nya yang sedang asik bermain, Ayunda menyampaikan isi hatinya yang antara cemas dan bahagia kepada mertuanya.
"Pa, Ma ... Bukannya Ayunda tidak senang dan bersyukur atas anugerah yang Allah berikan, tapi apa enggak terlalu cepat untuk Kia mempunyai adik lagi?"
"Sayang inikan anugrah dari Allah, Allah tau yang terbaik kan? Allah telah mengamanatkan malaikat kecil lagi pada kalian. Kamu dan Raffa ... InsyaAllah kalian pasti bisa memberikan kasih sayang dan cinta yang adil untuk mereka."
__ADS_1
"Baiklah Ma, terimakasih Mama sudah membuat Ayunda lebih tenang."
Bu Reizya yang sudah begitu bahagia dan bersyukur tanpa tunggu lama menelfon Ummi Hannah, ingin berbagi kebahagiaan bersama sang besan yang pastinya sudah bisa ditebak akan lebih bahagia darinya saat ini.
Panggilan terhubung ...
"Assalamu'alaikum Ummi."
"Wa'alaikumussalam Bu besan, apa kabarnya?"
"Alhamdulillah semua dalam keadaan baik Ummi,"
"Alhamdulillah, kami juga alhamdulillah dalam keadaan baik disini."
"Ummi sebelumnya saya ucapkan selamat kepada Ummi dan Abah serta keluarga dari pihak Bu besan semuanya."
Mama Raffa mengatakan sambil menatap dan mengulum senyum ke arah Ayunda, tangannya juga ikut membelai pipinya yang asli bersemu merah.
Ummi melirik ke arah sang suami memperlihatkan ekspresi belom mengerti mengenai ucapan selamat yang dimaksud Mama Raffa.
"Alhamdulillah Ummi, kita ... akan dapat cucu lagi,"
"Alhamdulillah, benarkah Bu besan?"
"Iya Ummi. Silakan Ummi bicara kepada Ayunda!"
Menyerahkan telfon ke Ayunda dan dengan senang hati Ayunda menyambut dan memberitahu berita yang disampaikan mertuanya adalah benar bahwa ia sedang hamil lagi.
"MasyaAllah selamat sayang! Ummi benar-benar senang dan bahagia mendegar ini semua."
"Ummi, awalnya Ayunda tidak mau dengan semua ini Ummi, Kia masih terlalu kecil, Ummi."
"Enggak apa sayang. Anak merupakan anugerah dari Allah. Allah sudah mempercayakan nya pada kamu, karena itu kamu juga harus yakin kamu bisa!" Ayunda mendengar nasehat ummi nya baik-baik.
Dan semakin tenang mendengar nasehat demi nasehat yang didapat nya dari kedua ibunya (Ibu mertua dan Ibu kandung nya). Karena jauh dari Ibunya Ayunda pun langsung memeluk Mama mertuanya yang kini menjadi Ibu kedua untuknya.
Begitulah Ayunda ia dikaruniai mertua, suami dan anak yang begitu menyayangi dan mencintainya bahkan Allah juga menganugerahi satu anak lagi dalam rumah tangga nya. Mungkin ini tak lepas dari kesabaran, ketegaran dan kuatnya Ayunda saat menghadapi situasi yang tak pernah diinginkan olehnya. Kembali lagi bahwa disetiap kesulitan pasti akan ada kemudahan begitulah firman Allah dalam Al-Qur'an Qs. Al-Insyiroh ayat 7 & 8.
Dan Allah selalu bersama orang yang bersabar juga bertawakkal.
Semua telah Allah jelaskan secara nyata adanya. Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.
__ADS_1
𝓘𝓷𝓲 𝓶𝓪𝓼𝓲𝓱 𝓪𝓭𝓪 𝓴𝓮𝓵𝓪𝓷𝓳𝓾𝓽𝓪𝓷𝓷𝔂𝓪 𝔂𝓪𝓪... 𝓓𝓲𝓽𝓾𝓷𝓰𝓰𝓾 𝓪𝓳𝓪!😚