
Raffa tengah merebahkan tubuh di atas ranjang tempat tidurnya. Posisi kaki masih berada dibawah masih memikirkan sesuatu dengan menatap langit-langit kamar itu. Raffa yang merasa semakin tak karu-karuan saat memikirkan hal tadi akhirnya Raffa berencana untuk tidur lebih awal dan bangun lebih awal pula tentunya karena ia harus menyelesaikan masalah pada hatinya dengan salat istikharah.
Saat Raffa baru saja akan mematikan lampu kamar dan data seluler dan menghidupkan daya mati pada handphonenya. Secara tiba-tiba saja ada panggilan video call masuk dari salah satu ID kontak bernama Kak Putra.
Raffa pun langsung mengangkatnya tanpa menunnggu lama setelah diangkat Raffa tak menyangka bahwa yang melakukan video call dimalam yang sudah semakin larut adalah Audri Aurelia Franessya.
(Iya Audri yang kemarin muridnya Ustadzah Ayunda. Tuh 'kan video call beneran Audrinya.ππ)
"Om Abi?" sapaan histeris dari Audri
"Hai! kesayangannya Om!"
"Kok Hai, sih Om Abi ... harusnya Assalamu'alaikum!" ucap gadis manis dan lucu itu mengingatkan Om Abinya yang tak lain dan tak bukan adalah Raffa-Raffa Abimanyu al-Ghifari
(Iya Om Raffa Abimanyu cuma, biar berkesan cukup dipakek Abinya aja sama Audriπ )
Raffa yang diingatkan seperti itu hanya bisa mengulum senyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,
"Ya sudah Om Abi. Audri saja yang ngucapin salam ke Om karena Audri 'kan yang lebih muda dan lebih unyu' dari Om Abi" ucap Audri dengan lucu dan percaya diri, "Assalamu'alaikum Om Abi!"
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh!"
jawab Raffa dengan raut wajah yang tak kalah bahagia dengan yang menyapa
Hening beberapa saat karena Audri diam dan menampilkan wajah cueknya setelah mengucapkan salam kepada Om Abi kesayangannya. (Edisi caper π, eh gak supaya Om Abinya peka readers sayang)
Flashback On
Dihari yang sama ketika Raffa selesai Mengatar Bu Yeni mangambil pesanan kue di rumah sahabatnya yakni Ummi Hannah/Umminya Ayunda.
Sebelum Raffa menghubungi Mamanya ia sempat membantu bu Yeni membereskan rumahnya. Disitu Raffa bertemu dengan Audri setelah lama tidak pernah bertemu dikarenakan para orang dewasa sibuk dengan pekerjaannya.
Sebenarnya Audri sedih karena lusa harus tinggal di pondok pesantren dan malam itu Audri menjadi sangat bahagia bisa bertemu dengan Raffa. Tapi Raffa tetap bisa tau akan kesedihan yang sedang Audri alami karena terlihat jelas dari raut wajah gadis kecil cantik dan periang itu.
"Hai! Kesayangannya Om, kenapa sedih begitu?" ucap Raffa mensejajarkan tubuhnya dengan Audri dan mencubit hidung mancung milik Audri
"Om Abi ... besok lusa Papa sama Bunda menyuruh Audri tinggal di pesantren" tutur Audri dengan wajah sedih dan takut
Mendengar itu Raffa bangga dan bahagia, "MasyaAllah kesayangannya Om ternyata mau masuk di pesantren?" ucap Raffa diliputi rasa bangga dan bahagianya sekaligus rasa tak percaya,"bagus itu Audri! Audri akan tumbuh jadi anak shalihah serta memiliki berbudi pekerti yang baik"
"Tapi ... Audri takut" jawab Audri menampilkan raut wajah gelisah dan menundukkan kepalanya ke bawah
"Why???" tanya Raffa memegang wajah imut dan tidak berdosa itu seraya menegakkan kembali wajah Audri
Audri pun menatap Raffa dan mengatakan perihal kegelisahannya,"Di sana Audri bakal sendirian gak ada yang nemenin Audri"
"Kata siapa? Asal Audri tau di sana nanti teman Audri akan semakin banyak" tutur Raffa berusaha meyakinkan dan memberi semangat pada Audri
__ADS_1
Meskipun Raffa berkata demikian tetap saja Audri masih merasa belum yakin,
"Tapi ...???" ucap Audri masih ragu
"Audri kamu tau? Allah akan sangat bangga dan senang sama anak seusia Audri yang sudah mau tinggal di pesantren dan kalau Allah udah senang sama hamba-Nya pasti Allah akan selalu bersamanya" tutur Raffa sekali lagi
"Gitu ya Om Abi?"
"Iya Audri kesayangannya Om. Allah selalu bersama kita-Innallaha---?"
"Ma'anaa" sambung Audri
"Anak pintar!" puji Raffa kepada Audri dengan mengelus puncak kepalanya
"Berarti Allah akan selalu bersama Audri, Om Abi, Papa, Bunda dan Oma?"
"Iya sayang. Allah selalu bersama hamba-Nya yang beriman, bertakwa dan senang mencari ilmu. Termasuk tinggal di pesantren itu juga mencari ilmu. Jadi Allah akan selalu membersamainya"
Senyuman mengembang di bibir imut Audri menampilkan giginya yang belum tanggal. Sekarang Audri sudah cukup tenang dan yakin. Sesaat kemudian Audri langsung memeluk Om Abi kesayangannya itu. Setelah beberapa menit merenggangkan pelukannya.
Audri membuat permintaan kepada Om Abi kesayangannya itu,
"Emm .. Om Abi Audri minta sesuatu boleh?"
"Tentu sayang!" jawab Raffa antusias, "Audri mau minta apa?"
"Audri mau minta besok saat hari weekend Om sama Oma ikut menjemput Audri kembali pulang saat di pesantren"
"Iya 'kan Audri masih kecil"
"Oh, begitu!" jawab Raffa mengerti dan menampilkan senyumnya
"Gimana? Setuju 'kan Om Abi?" tanyanya memastikan, "setuju yaa Om Abi. Please!" Audri menyatukan kedua tangannya
"Siap Bos!" jawab Raffa dengan memberi tanda hormat dan masih mensejajarkan posisinya dengan Audri
Flashback Off
Raffa pun sadar kenapa gadis kecil di seberang sana bersikap cuek padanya. Belum sempat Raffa meminta maaf dan merayu Audri agar tak marah lagi Audri sudah membuka pembicaraannya kembali,
"Om Abi lama ahh ...." kata Audri kesal karena Om Abinya tak segera meresponnya
"Iya ini Om Abi mau merespon tapi udah keduluan putri cantik ini" ucap Raffa sambil menunjuk ke arah handphonenya
Audri hanya tersenyum sebentar dan kembali bersikap cuek
"Ya udah ... ya udah, maafkan Om Abi! Karena gak bisa ikut jemput Audri di pesantren" kata Raffa menyadari kesalahannya, "Please forgive me!" ucapnya lagi dengan meletakkan tangannya di salah satu telinganya. Seketika dari seberang sana terdengar suara tawa dan penerimaan maaf.
__ADS_1
"Iya Om Abi ... Audri sebenarnya sudah maafin Om sejak tadi. Eh ... sebelum melakukan video call sama Om"
"Jadi kamu ngerjain Om ya?" jawab Raffa dengan nada sedikit tidak terima,"Emm ... awas aja kalau ketemu nanti" ucap Raffa hanya bercanda
"He he, maafkan Audri Om Abi" jawab Audri menirukan gaya minta maaf Raffa meletakkan tangannya ke telinga, "habisnya Om PHP in Audri sih. Audri 'kan sudah nunggu weekend biar bisa jalan-jalan sama Om, Oma, Papa dan Bunda. Tapi Audri bisa maklumin Om sih, kalau Om pasti juga kangen sama Mama Papanya Om, di situ."
"Nah! Itu Audri tau" kata Raffa tersenyum salut pada putri cantik di seberang sana, "masyaAllah baru tinggal di lesantren beberapa minggu udah makin bijaksana aja keponakan kesayangan Om!"
Audri yang menerima pujian itupun sangat bahagia, "Iyaa? makasih Om Abi tadi Ustadzah yang bilang gitu ke Audri dan Audri sadar gak seharusnya Audri marah sama Om"
"Okay ... okay no problem Dear! Sekarang kita tos jarak jauh aja, gimana?"
"Siap Om!" jawabannya semangat
Mereka pun mengarahkan tangan kanannya ke depan kamera dan melakukan tos jarak jauh
"Okay! Sudah malam Audri Om tutup video callnya dan kamu bisa segera tidur"
"Ish ... jangan dulu Om! Bentar lagi yaa? Audri mau cerita tentang Ustadzah baru Audri. Beliau udah ngebujuk Audri waktu di pesantren karena Audri sempat ngambek, soalnya Om sih gak jadi menikmati weekend sama Audri"
Raffa hanya diam menjadi pendengar yang baik untuk gadis periang di seberang sana
"Ustadzah barunya Audri itu Om ... cantik, baik, shalihah, penyayang pula. Selain itu juga cerdas dan wawasannya luas banget terus cara ngajarnya juga enak. Audri jadi ingin kalau besar jadi seperti Ustadzah"
"Maka dari itu Audri harus semangat dan rajin belajar!"
Raffa menasehati
Audri pun mengangkat tangannya dan memberi hormat seraya berucap, "Siap Pak! "
"Ya sudah Om tutup yaa. Assalamu'alaikum!"
"Wa'alaikumussalam! see you Om Abi!"
"see you too!"
Seorang laki-laki tak sengaja melewati kamar Raffa. Laki-laki itu mendengar kebisingan ia pun mencari sumber kebisingan itu dan tampaklah kamar Raffa yang belum terkunci. Laki-laki itu pun membuka pintu dengan pelan dan menghampiri Raffa,
"Raffa kamu belum tidur?" tanya laki-laki yang menjadi tamu dirumahnya/Om Fahri
"Ini mau tidur. Barusan Audri video call"
"Kirain masih mikir soal hati!" tanya Om Fahri memasuki kamar Raffa
Raffa mengulum senyum dan berkata,
"Sekarang Raffa sadar Om bahwa sudah seharusnya Raffa bijaksana dalam bersikap. Audri yang mengajarkannya secara tidak langsung"
__ADS_1
"Segeralah ambil keputusan yang terbaik dengan cara yang terbaik!" ucap laki-laki itu menepuk pundak Raffa dan meninggalkan pemilik kamar.
~