Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Bahtera Keridhaan-Nya


__ADS_3

Khusus untuk 18+.


Harap bijak dalam membaca.


Karena episode ini meranah pada orang dewasa jadi untuk yang masih dibawah umur harap diskip saja. πŸ™


...----------------...


Waktu menunjukkan pukul 03.00 WIB.


Raffa sudah bangun lebih dulu dari Ayunda. Raffa yang masih enggan untuk bangun dan beranjak lebih memilih untuk menatap wajah istri barunya yang tidur dengan lelapnya. Dalam hatinya Raffa berkata ...


Kalau aku boleh jujur sebenarnya aku sudah mencintai Ayunda pada saat pertama kali aku jumpa dengannya. Tapi hatiku menepis itu semua karena aku harus tetap setia pada Azzalia yang telah hadir lebih dulu daripada Ayunda.


Aku tak tau apa yang takdir akan sampaikan padaku melalui peristiwa-peristiwa tak terduga dalam hidup ku. Selama satu tahun menjalani pernikahan dengan Azzalia aku lebih sering berusaha mengalah, tapi dalam hal beribadah dia selalu mengajak untuk menunaikan tepat waktu. Sesaat saat dokter menyatakan bahwa dia telah syahid ketika malaikat kecil kami telah terlahir di dunia, hatiku memberontak tak terima dengan itu semua. Hingga aku pernah meragukan Keadilan-Nya Yang Maha Adil, Yang Maha Bijaksana, tidak akan mungkin segala sesuatu yang menjadi ketetapan-Nya tidak baik yang ada hanya prasangka manusialah yang selalu seperti itu.


Aku banyak belajar salah satunya belajar sabar, ikhlas dan tawakkal. Sekejap aku mengigat seseorang yang pernah aku tinggalkan setelah begitu banyaknya kebaikan yang diberikan padaku. Aku sadar betapa sakit dan perihnya kehilangan ini, bagi seorang pria. Belum lagi bagi seorang wanita, dimana mereka sering mengedepankan perasaannya, tapi wanita memang seperti itu mereka begitu misterius apalagi saat sedang berdekatan dengan Tuhannya.


Kehilangan memang berat tapi ikhlas, sabar dan tawakkal adalah kunci obat dari rasa kehilangan.


Ayunda betapa kuatnya dia, begitu juga dengan keluarganya apalagi saat aku ketahui ternyata dalam hidupnya sebelum kehadiranku dia juga harus merasakan kehilangan bahkan dia juga direndahkan.


Dalam hati aku begitu ingin membuat wanita sebaik, selembut, setulus dan sesalihah Ayunda hidup bahagia.


Dan aku tak menyangka Allah akan mempertemukanku kembali denganmu. Dan Maha Suci Allah, telah menyatukan ku dengan Ayunda dalam bahtera Keridhaan-Nya.


Kini, aku tersadar bahwa setiap sesuatu pastilah ada hikmahnya. Allah mengambil Azzalia dariku tapi Allah menggantikannya dengan yang sama dengan Azzalia bahkan insyaAllah lebih baik.


Dan Allah telah memberiku kesempatan untuk mencintainya dan membahagiakannya. Tak cuma itu, Allah begitu mencintai ku dengan Murad kecilku hingga menghadirkan Ayunda berparas bidadari berhati malaikat dalam hidup kami berdua.


~π“œπ“Ύπ“±π“ͺ𝓢𝓢π“ͺ𝓭 𝓑π“ͺ𝓯𝓯π“ͺ 𝓐𝓫𝓲𝓢π“ͺ𝓷𝔂𝓾 π“ͺ𝓡-𝓖𝓱𝓲𝓯π“ͺ𝓻𝓲~


Belaian lembut yang menyapu rambut dan wajah Ayunda menyadarkannya dari tidur nyenyak yang ia rasakan.


"Pagi istriku" ucap Raffa


Pagi pak Raffa " balas Ayunda. Tangannya pun melihat ke handphone yang berada di nakas untuk mengetahui waktu sudah menunjukkan pukul berapa.


"Sudah jam 03.00?" Ayunda kaget karena ia menyangka masih jam 01 dini hari. Pasalnya beberapa jam sebelumnya Ayunda sempat bangun untuk mengenakan dan merapikan pakaian tidurnya. Kemudian tidur kembali karena suami tercintanya masih ingin ditemani tidur oleh Ayunda. Sebagai istri yang baik tentu Ayunda tak boleh menolak. Alhasil mereka pun kembali terlelap bersama ke alam mimpi. Tetapi satu jam setelahnya Raffa sudah bangun lebih dulu dari Ayunda istrinya.


Mengetahui waktu tahajud tinggal sebentar Ayunda bergegas untuk bangkit dan membersihkan diri. Tapi, tunggu ...

__ADS_1


Istri dari Pak Raffa itu merasakan sesuatu yang perih dan cukup mengganjal sehingga membuatnya sulit untuk berjalan.


Raffa yang peka itu pun dengan sigap menawarkan bantuan kepada istrinya.


Digendongnya Ayunda ala bridelstyle oleh Raffa.


Alhasil mereka membersihkan diri bersama. Kemudian tahajud bersama. Setelah itu menyimak dan mendengarkan bacaan ayat suci Al-Quran satu sama lain sambil menunggu waktu subuh.


Usai shalat subuh seperti biasa Ayunda akan mencium tangan Raffa dengan penuh kelembutan dan ketaatan. Begitu juga dengan Raffa akan mengecup kening istrinya dengan penuh kelembutan dan cinta karena-Nya.


Fajar sudah semakin menyingsing Ayunda pun sudah selesai membersihkan tempat tidur mereka semalam.


Kini ia tengah bersiap untuk pergi dari hotel dan menemui Murad bersama dengan Raffa.


Raffa yang baru saja keluar dari kamar hotel, melihat istrinya tengah bersiap di depan cermin, tapi nampak kesulitan membenarkan peneti. Maka dengan segera Raffa membantu Ayunda yang tengah menggunakan pasmina.


"Sini istriku, biar suamimu ini membantu kamu!"


"Terimakasih."


Peniti itu sudah terpasang dengan baik dipasmina yang dikenakan Ayunda. Ayunda pun tersipu malu saat Raffa menatap dirinya dengan penuh kekaguman.


"Kamu cantik sekali, istriku!"


Ayunda mencubit perut Raffa dan Raffa merasa kesakitan, Ayunda yang melihat itu langsung panik, meminta maaf dan sudah membawa P3K untuk mengobati luka Raffa akibat cubitannya.


Saat sudah cukup serius untuk mengobati bekas cubitannya Raffa dengan sengaja melakukan hal itu untuk merayu Ayunda saja. Agar Ayunda mau menyentuhnya. Karena istrinya itu begitu malu untuk menyentuh tubuh atletis Raffa. Padahal sebenarnya Raffa pun tau kalau Ayunda begitu menyukainya dan ingin menyentuhnya.


"Ish, Pak Raffa bohong yaa?"


"Enggak, sekarang sakitnya pindah disini" menunjuk ke arah jantungnya, "beneran deh, enggak percaya?"


Ayunda menggelengkan kepala. Raffa langsung menarik tangan Ayunda dan saat ini Ayunda langsung berada tepat diatas tubuh Raffa yang terlentang di tempat tidur itu dengan bertelanjang dada karena akan diobati oleh Ayunda.


"Kamu merasakannya kan? Jantungku, berdegup dengan begitu cepat, istriku."


Ketika Ayunda akan bangkit Raffa menyangkalnya. Menuntut tangan Ayunda untuk menyentuh ke arah jantungnya.


"Bagaimana, aku tidak berbohong kan?"


Memegang tangan Ayunda dan menaruhnya tepat di atas bagian jantungnya.

__ADS_1


Secara sengaja Ayunda menggelengkan kepala pertanda Raffa memang tidaklah bohong.


Raffa dan Ayunda masih asik bercanda gurau dengan posisi mereka yang seperti itu. Mereka mengingat kembali kenangan mereka tiga tahun lalu tepatnya. Kenangan saat Ayunda telat menemui pak Fahri dan Raffalah yang jadi malaikat penolong Ayunda. Saat di mana satu hari itu mereka dipertemukan kurang lebih tiga kali, selanjutnya ternyata Raffa adalah dosen pengganti pak Fahri. Tak cuma itu saat ban Ayunda bocor pun juga demikian Raffa yang menjadi malaikat penolong untuk Ayunda. Namun disaat-saat terakhir sebelum Raffa menikah dengan Azzalia Ibu Murad, seperti bergantian Ayunda lah yang sering menjadi bidadari penolong bagi Raffa.


"Ayunda" panggil Raffa begitu menggoda saat Ayunda mendengarnya.


" Iya Pak Raffa ..."


"Saya ..."


"Kenapa pak? Ada apa?"


"Kenapa kamu memanggil dengan Pak terus?"


Sedangkan dulu montir yang kamu enggak mengenalnya, kamu manggil dia Mas." Keinginan Raffa untuk mengajak Ayunda bermalam pertama kembali dibatalkan mendengar panggilan Ayunda yang tak berubah untuknya, "Padahal secara hukum dan agama ia kan adalah suaminya bukan hanya dosennya." Kata Raffa dalam hati cukup kecewa tapi tetap mengedepankan cintanya karena itu ia tak marah pada Ayunda tetapi malah membuat Ayunda tertawa.


"Suamiku cemburu rupanya?"


MasyaAllah, lihat deh makin ganteng aja!" Ayunda dengan berani memegang rahang tegas Raffa yang ditumbuhi berewok tipisnya. Kali ini Raffa menukar posisinya dengan Ayunda. Dan menggelitiki perut istrinya.


"Mas, please jangan mulai!" Istrinya memohon tapi Raffa melirik tajam dengan wajah misteriusnya.


"Enggak ... Enggak Mas, enggak. I am sorry, please jangan gini!"


"Gelilah"


Tak tahan dengan tangan Raffa yang sengaja menggelitiki perutnya.


"Please Mas, cukup!"


"Aku sudah enggak kuat, udah capek ketawa ini."


"Gitu donk! Manggilnya suami dengan sebutan "Mas" kan enak didengarnya, sayang."


Raffa menyentuh hidung Ayunda. Hidung yang tidak terlalu mancung tapi begitu sedap di padang seakan sudah sesuai/pas dengan pemilik wajah.


"Mas jangan mulai lagi, Murad sudah nunggu kita pasti."


Mohon Ayunda saat melihat suaminya itu akan kembali menggodanya.


Raffa memberi isyarat agar Ayunda menciumnya terlebih dahulu Baru ia mau berhenti menggoda dan memerlakukan Ayunda seperti tawanannya yang tak boleh sampai terlepas darinya. Dengan cukup malu Ayunda menuruti kemauan suaminya itu.

__ADS_1


Mereka pun beranjak pergi meninggalkan hotel dan hendak menemui malaikat kecil yang sudah menunggu mereka sedari waktu mereka menghabiskan malam bersama, pastinya. Untung saja Murad adalah anak yang tidak rewel mudah diberi tahu apalagi kalau diberi tau oleh sang Grandma.


__ADS_2