Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Pekan Raya


__ADS_3

Tibalah di hari lusa hari dimana diadakannya pekan raya di desa KKN Ayunda.


~ Di Kediaman Rumah Joglo Modern~


Pantulan wajah kedua insan itu memantul indah pada cermin tempat mereka berhias. Raffa dan Ayunda sudah tampak serasi dengan warna senada yang mereka kenakan saat ini. Mereka tengah bersiap untuk menghadiri acara pekan raya di desa KKN Ayunda.


Raffa begitu gagah dengan blazzer berwarna biru muda yang membalut tubuh atletisnya. Rambut hitamnya pun sudah tertata rapi sehingga terlihat begitu tampan dan menawan. Aura kebijaksanaannya pun terpancar memancarkan kharismatiknya. Ayunda pun nampak begitu mempesona dengan gamis putih berpadu biru muda yang dikenakannya. Terlebih, make up natural yang menghias wajah cantiknya memberikan kesan cantik luar biasa pada pemilik wajah.


Kedua insan itu saling melihat satu sama lain. Namun sangat tersirat begitu jelas pada kedua netra masing-masing dari mereka kalau mereka saling memuji dalam diamnya dalam hati mereka.


"Katakan Ayunda, apa yang membuat kamu mencintai saya selama ini?"


Ayunda mengangkat kedua bahunya.


Sedangkan Raffa menyatukan alisnya bereaksi seolah-olah berkata,"Bagaimana bisa begitu?".


Ayunda semakin senyam senyum melihat raut wajah Raffa.


"Oh hei? Aku berkata seriuslah sayang." Raffa menerangkan kepada Ayunda bahwa ia tidak sedang bercanda.


"I know my husband." jawab Ayunda mencolek hidung mancung Raffa.


"Terus, kenapa kamu hanya mengangkat bahumu saja sayang?" Raffa tak suka dengan cara Ayunda menjawab pertanyaan serius yang ia berikan.


"Karena cintaku padamu itu tanpa syarat, suamiku." Ayunda mengatakan dengan pelan, lembut serta memberikan sebuah kecupan manis untuk Raffa.


Sedangkan Raffa masih diam termenung mendapat jawaban dan perlakuan seperti itu dari istrinya. Biasanya Raffa yang selalu memulai itu semua pada Ayunda, tapi hari ini tidak begitu. Ah ... Raffa jadi semangat karenanya.


"Tanpa syarat?" Raffa berlagak tak percaya.


Ayunda mengangguk dan mengatakannya sekali lagi,


"Iya suamiku, aku mencintaimu tanpa syarat karena cinta itu fitrah suamiku. Hadirnya tak dapat disangka maupun ditolak. Lalu, bagaimana aku bisa menolak hatiku yang mencintai kamu bahkan selama kamu pergi dalam hidupku tiga tahun lalu."


"Jadi yang pasti aku akan selalu mencintaimu baik kini ataupun nanti karena Allah."


Ayunda sudah memberikan jawaban kepada Raffa, kini ia pun memutar jawabannya menjadi sebuah pertanyaan yang ia ajukan pada Raffa.


"Lalu apakah kamu mencintaiku sama seperti aku mencintaimu Mas?" Tanya Ayunda karena selama ini ia hanya tau kalau Raffa memang mencintainya tapi belum tau pasti apa yang membuat Raffa mencintainya sedalam itu.


"Iya aku mencintaimu karena Allah. Perasaan itu hadir dengan sendirinya tanpa ku minta dan entah karena apa? Sekarang aku sadar inilah mungkin cinta karena Allah."


Melihat ke manik hitam Ayunda begitu dalam yang berkata cintanya begitu besar pada Ayunda.


"Dan aku merasa beruntung bisa mencintai dan memilikimu dalam kehidupanku. Kamu adalah sosok sempurna bagiku Ayunda. Kamu memiliki kecantikan hati yang luar biasa. Kecantikan wajahmu juga tapi kecantikan hati lebihlah penting."


"Rasulullah pernah bersabda bahwa laki-laki yang memiliki istri shalihah adalah laki-laki yang sangat beruntung karena istrinya itu akan mampu membersamainya dan menyempurnakan separuh dari agamanya."


Keduanya saling tersenyum dan saling menatap dengan penuh cinta.


...****************...


Berpindah ke sebuah desa, desa dimana Ayunda dan teman-temannya pernah KKN di sana.


Beberapa acara telah dimulai, tamu undangan pun turut berdatangan.


Mulai dari pembisnis, pejabat dan Rektor serta Walikota kota S.

__ADS_1


.


"Silakan masuk Pak" Dewan desa menyambut Walikota kota S dengan ramah dan sopan.


"Silakan masuk Pak Rektor" Dewan desa menyambut Rektor Universitas Islam yang cukup terkenal di kota S.


"Silakan masuk Pak ... Bu!" Dewan desa menyambut para pejabat juga pembisnis yang turut berdatangan pula. Secara bersamaan disusul oleh Raffa dan Ayunda juga sahabat KKN Ayunda. Mereka pun duduk ditempat yang telah disediakan.


"Mbak Ayunda?" Dewan desa cukup terpana melihat perubahan Ayunda yang semenjak menjadi semakin cantik dan molek.


Ayunda menjawab dengan tersenyum ramah seraya memperkenalkan pria disampingnya.


"Iya Pak saya Ayunda dan ini suami saya."


Mendengar pernyataan dari Ayunda bahwa pria disampingnya adalah suaminya Dewan desa pun menggurungkan niatnya untuk bersalaman dengan Ayunda. Terlebih lagi pria disampingnya menyeringai tak suka dengan sikap ramah dan manisnya pada Ayunda.


Segera Raffa mengambil alih untuk menjabat tangan Dewan desa yang terlanjur sembunyi itu.


"Suaminya sangat tampan Mbak Ayunda. Sangat cocok dan serasi dengan Mbak Ayunda yang begitu cantik."


Raffa berdehem agar Dewan desa itu mencukupi kata manisnya dan segera mempersilahkan mereka berdua untuk masuk juga.


"Baiklah, silakan masuk Mbak Ayunda dan suami!"


"Terimakasih Pak" balas Ayunda menampilkan senyum manisnya.


"Ahh ... iya, sama-sama Mbak Ayunda." Masih asik menyorot Ayunda dan Raffa. Namun harus menelan ludah saat tau mahasiswi paling cantik waktu KKN itu kini sudah bersuami.


"Sayang, Dewan desa itu sepertinya dia tertarik pada kamu." Raffa memberi tau Ayunda.


Mereka pun duduk berdua dikursi yang sejajar. Disisi lain para pengunjung menikmati hiburan serta kuliner dan jajanan yang di pamerkan di pekan raya itu.


Satu jam kemudian setelah serangkaian acara terlaksana, hingga menuju acara yang terakhir yaitu pertunjukan dari grup band oleh pemuda berbakat di desa tersebut yang dinamai dengan "Yoiku band". Para tamu undangan tetap setia mengikuti pertunjukan musik tersebut.


Mereka " Yoiku Band" membawakan lagu laskar pelangi dari Nidji kemudian mereka juga menyanyikan lagu Merah Putih Teruslah Kau Berkibar dari Band Cokelat.


🎼🎼🎼


Acara telah selesai para tamu undangan berhambur ke pusat jajanan juga kuliner di pekan raya itu.


Sementara itu seorang pria tiba-tiba naik ke atas panggung dan berbisik kepada vokalis "Yoiku Band". Pria itu rencananya ingin menyumbangkan lagu dan lagu yang dinyanyikan adalah persembahan untuk seorang wanita yang dicintainya. Mereka grup band


"Yoiku Band" sangat mengizinkan dengan senang hati.


"Baiklah ada persembahan lagu dari pria tampan disamping saya saat ini dan ceritanya lagu ini dipersembahkan untuk seorang wanita yang dicintainya." Kata vokalis "Yoiku Band".


Microphone sudah berpindah tangan ke tangan pria yang ingin menyumbangkan lagu tadi. Kini pria itu membuka suaranya dan berkata,


"Terimakasih untuk kesempatannya. Lagu ini saya persembahkan untuk seorang wanita yang saya cintai dan saya kagumi. Wanita berparas bidadari dan berhati malaikat ialah istri saya "Ayunda Syaharani ".


Ayunda yang sedang temu kangen dengan Hanum, Mala, Raya, Stevi dan Lidya. Saat mendengar namanya disebut, Ayunda bersama sahabatnya itu pun langsung menghadapkan diri ke panggung musik tadi.


Ayunda melihatnya ... melihat Raffa dipanggung itu, memegang microphone dan mulai untuk bernyanyi.


"Melukis senja cover by Raffa" ucap Raffa sebelum membawakan lagu dari penyanyi terkenal Ibu kota bernama Budi Doremi. Raffa pun menyanyikan lagu Melukis Senja dari Budi Doremi itu dengan begitu merdunya.


Hanum, Mala, Raya, Stevi dan Lidya serta teman-teman KKN Ayunda, melihat apa yang tengah dilakukan Raffa untuk Ayunda, mereka pun gencar untuk menggoda Ayunda.

__ADS_1


"Cieee ... lihat tuh Mamasnya lagi nyanyi!" Ujar salah satu teman KKN Ayunda.


"Untuk adinda seorang" Lidya menyentuh dagu Ayunda dengan begitu manja dan sengaja.


Ayunda senyam senyum sendiri, ada rasa bahagia bercampur haru dengan apa yang dilakukan Raffa untuknya.


Diakhir lagu Raffa menjelaskan alasannya kenapa ia memilih lagu itu dipersembahkan untuk Ayunda.


"Lagu Melukis Senja ini sengaja saya nyanyikan untuk Ayunda istri saya, wanita yang sangat saya cinta karena dia adalah wanita kuat, tegar dan begitu baik. Dan saya ingin melukis senja, menghiasi kehidupannya sampai nafas terakhir kita berdua." tutur Raffa setelah bernyanyi.


Raffa turun dari panggung menjemput istrinya, mengulurkan tangannya untuk digandeng Ayunda. Setelah Ayunda menerimanya Raffa memberikan setangkai mawar merah untuk Ayunda dan mengajaknya untuk naik ke atas panggung.


Para pengunjung yang melihat itu menjadi pingin sendiri dan meneriaki agar mereka berduet bersama. Ditambah lagi kelima sahabat Ayunda itu mereka tak henti-hentinya menyuarakan untuk mereka duet bersama.


"Duet ...!"


"Duet ...!"


"Duet ...!"


Dengan sorak tangan mengiringi teriakan mereka.


Dimulai dari hitungan 1, 2 dan 3 mereka berdua berduet mengcover/membawakan lagu "My Heart" dari film my heart yang diperankan oleh Irwansyah dan Aca Septriasa.


Raffa dan Ayunda membawakan lagu itu dengan begitu so sweet dan romantis. Diakhir lagu Raffa mencium kening Ayunda dan merangkulnya. Kemudian mereka saling mendekatkan hidung mereka dan saling tatap hingga sorak tepuk tangan menyudahi kebersamaan mereka.


"Terimakasih." ucap Raffa dan Ayunda seraya membungkukkan badan dan masih bergandengan.


Sementara itu "Yoiku Band" sepakat menyanyikan lagu kembali. Lagu "Selayang Pandang Pelepas Rindu" By : Budi Doremi yang dicover oleh mereka. Ada juga Bidadari Surgaku By : Alm. Ust. Jefri Al-Bukhori (Uje) yang akan turut mereka nyanyikan.


Dan kedua Lagu itu mereka persembahkan untuk kedua pasangan tadi yaitu Raffa dan Ayunda.


"Baiklah ini adalah lagu terakhir yang akan kami bawakan dan kami persembahkan untuk kedua pasangan tadi."


"Selayang Pandang Pelepas Rindu cover Yoiku Band."


🎼🎼🎼


Sorak bahagia dan tepuk tangan ikut memeriahkan suasana tersebut.


"Dan ini adalah lagu terakhir yang akan kami bawakan dan kami persembahkan untuk kedua pasangan tadi."


"Bidadari Surgaku cover Yoiku Band."


🎼🎼🎼


Untuk lagu yang terakhir ini para pengunjung begitu terharu dan terbawa suasana dari setiap lirik lagu tersebut. Tak lupa vokalis Yoiku Band menyanyikan lagu "Bidadari surgaku juga dengan sepenuh hati hingga begitu merasuk pada setiap pengujung di pekan raya.


...--------------------------...


Para tamu undangan dan pengunjung begitu salut dengan segala pameran yang meriahkan pekan raya itu. Mulai dari pameran kuliner, jajanan tradisional, hasil panen yang dibentuk begitu menarik, kerajinan gerabah dan masih banyak lagi. Mereka pun tanpa segan ada yang akan menjadi insventor untuk usaha yang dirilis desa tersebut. Pak Walikota S yang melihat pun akan semakin mengupayakan untuk mendukung warga desa itu dengan memberikan sarana penunjang usaha mereka. Bahkan Pak Walikota juga memberikan dana sebesar lima puluh juta untuk pemberdayaan masyarakat di desa itu.


"Ini mohon diterima Pak dewan desa!" Pak walikota memberikan nominal dana sebesar lima puluh juta.


"Terimakasih banyak Pak, semoga ini bermanfaat dan berkah untuk semuanya." Menjabat tangan Pak walikota dan menerima papan angkan dengan nomilal lima puluh juta.


Ayunda, Raffa, Rektor Universitas Islam dan teman-teman KKN Ayunda beserta keempat sahabat Ayunda, mereka semua sangat senang mendengarkan pernyataan dan penyerahan dana tersebut secara langsung.

__ADS_1


__ADS_2