Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Ide Lidya


__ADS_3

Raffa Abimanyu al-ghifari kini telah resmi bertunangan.


Cincin pertunangan telah tersemat dijari manis kirinya namun jarang orang yang mengetahui hal itu termasuk para Mahasiswa di Universitas tersebut.


Tak terkecuali Ayunda dan para sahabatnya serta kakak tingkat yang pernah mengolok-olok Ayunda yaitu Bella.


Perkuliahan berjalan sebagaimana mestinya sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh bagian akademik.


Hari ini tidak ada perkuliahan Raffa di kelas Ayunda tapi karena memang masih di lingkup yang sama tentu memudahkan orang bertemu secara tidak langsung.


Hari ini Ayunda dan para sahabatnya pergi ke perpustakaan untuk mencari berbagai referensi buku untuk menyelesaikan tugas mereka masing-masing.


Salah satu dari mereka yaitu Hanum tak sengaja melihat keberadaan pak dosen yang rencananya akan mereka jodohkan dengan Ayunda. Mereka berlima Hanum, Mala, Raya, Stevi dan Lidya menyusun rencana untuk membuat Raffa dan Ayunda dekat.


"Ups!" Hanum kaget dengan keberadaan Raffa di perpustakaan itu ditemani buku-buku tebal dan berkas dihadapannya


"Hanum? Kamu kenapa sih? Jatuhkan bukunya" cercah Lydia yang sedang mencari buku di rak yang sama dengan Hanum karena Hanum malah menjatuhkan buku yang Lidya ambil dan Hanum terlihat seperti orang kaget menutup mulut dengan tangannya


"Lydia lihat itu!" ucap Hanum dengan samar, menyengol bahu Lydia yang berada tepat di sampingnya sambil menunjuk kearah Raffa


"Apa sih? Ada apa?" pertanyaan bertubi-tubi Lydia lontarkan kepada Hanum yang menganggu keseriusannya mencari buku lagi


"Lihat dulu makanya!" masih terfokus dengan apa yang ada di depannya


Lydia yang sudah tau bagaimana Hanum jika tidak dituruti kemauannya, akhirnya Lydia pun berpaling dari buku-buku yang akan dipilihnya dan menengok ke arah yang ditunjukkan Hanum.


Bukannya kaget Lydia malah bahagia dan tersenyum misterius. Melihat Raffa dengan banyak buku dan berkas didepannya membuat Lydia yang pintar itu menemukan sebuah ide.


"Ih, cool banget sih? Pak Raffa kalau lagi serius gitu. Mana kemejanya ditekuk sampai lengannya lagi" cerocos Hanum yang terpana akan wajah Raffa yang begitu cool saat sedang seirus ditambah lengan kemeja yang ia sengaja tekuk setengah ke atas untuk mempermudah pergerakannya menyelesaikan beberapa tugas

__ADS_1


Melihat Hanum seperti itu, Lydia geleng-geleng sendiri dan mengingatkan kembali pada tujuan mereka beberapa hari yang lalu yang berniat menjodohkan Raffa dengan Ayunda.


"Hanum stop! Kamu lupa apa sama tujuan kita beberapa hari yang lalu di grup?" Lydia mengingatkan


Hanum pun berpaling dari Raffa yang berada tidak jauh dari keberadaannya dan Lydia. Menengok ke wajah cantik Lydia dengan senyum penyesalan disertai dua jari yang terangkat.


"Okay! Hanum kamu dengarkan aku! Aku punya rencana buat Ayunda sama pak Raffa bisa deket"


Hanum melirik Lydia dengan tatapan penuh pertanyaan hendak menanyakan maksud ide apa yang dimiliki Lydia untuk mendekatkan mereka sampai Lydia yakin idenya akan berhasil.


"Kamu lihat tuh! Buku dan berkasnya banyak banget kalau kita nawarin bantuan ke Pak Raffa, aku yakin Pak Raffa gak akan nolak. Kita 'kan termasuk Mahasiswa yang berprestasi dan aktif pula. Termasuk Ayunda jangan ditanya lagi deh? Soal kecerdasannya"


"Jadi maksud kamu? Kamu mau nyuruh Ayunda buat jadi asistennya Pak Raffa gitu?"


"Betul banget" ucap Lydia memainkan ibu jari dan jari tengahnya sampai terdengar bunyi cukup nyaring dari petikan kedua jari itu,"eh bukan asisten juga sih, terlalu berat kalau asisten. Lebih baik semacam santri yang berkhidmah pada sang guru kalau ini Mahasiswa berkhidmah pada dosen" terang Lydia kembali


"Mahasiswa berkhidmah pada dosen?" tanya Hanum bergidik aneh dengan kata kiasan yang Lydia buat barusan


"Oh biar berkah?" jawab Hanum manggut-manggut tak percaya betapa pintar dan cerdiknya seorang Lydia Anggraini,"terus dari yang awalnya berkah bisa nempel gitu yaa?"


"Iyalah ilmunya biar makin nempel" tegas Lydia kepada Hanum setelah itu berpaling ke tempat di mana Mala, Raya dan Stevi berada


Sementara Ayunda dia mencari buku dirak yang cukup jauh dari mereka sehingga itu sangat memudahkan Lydia menyusun idenya.


Lydia pun memberitahukan idenya itu kepada mereka bertiga. Mereka bertiga Mala, Raya dan Stevy menyetujui ide Lydia dan akan membantu untuk memperlancarnya.


Rencana sudah mereka susun. Kini mereka berjalan ke arah tempat duduk dimana Raffa berada


di perpustakaan itu.

__ADS_1


Mala, Raya dan Stevi memulai aksinya dengan menyapa Raffa karena memang mereka bertiga terkenal begitu ramah tamah, "Pak Raffa" sambil tersenyum santun


Raffa pun membalas dengan senyum santun pula, walaupun ia tengah pusing memandang berkas-berkas yang belum tersentuh sama sekali oleh Raffa. di depannya.


"Pak sepertinya sibuk sekali" ucap Stevi dengan sengaja karena itu merupakan bagian dari rencana mereka


"Biasalah! Namanya juga mahasiswa pascasarjana" jawab Raffa sekenanya


"Bisa aja Pak Raffa ini, sudah dosen juga?"


"Memang itu juga faktanya 'kan?" jawab Raffa ramah


Hening beberapa saat tapi ketiga sahabat itu saling lirik satu sama lain.


Akhirnya Mala bersuara,


"Pak Raffa kalau semisal---" ucap Mala secara tiba-tiba dan menjeda dengan tiba-tiba pula Raffa yang samar-samar mendengarnya cukup begitu jelas ia pun mempertanyakan maksud dari mahasiswanya itu


"Langsung to the point aja yaa!" tutur Raffa dengan wajah sayu namun tetap tampan dan tidak menampakkan kelelahan yang ia alami karena itu memang sudah menjadi bagian dari tanggung jawabnya.


"Gini Pak! Semisal salah satu dari kami berkenan bantu Pak Raffa, Pak Raffa bersedia nerima gak?"


"Emm, tergantung siapa yang bantu?" ucap Raffa mempertimbangkan sambil menatap laptopnya lagi


Lydia yang sengaja menguping dari kejauhan dengan menggandeng Ayunda secara paksa karena Ayunda susah untuk diajak kompromi, Lydia pun langsung menyeret Ayunda kembali dan membawanya di hadapan Raffa.


"Ini Pak yang akan ngebantu Pak Raffa" ucap Lydia spontan,"iyakan Ayunda? Tadi katanya kamu pingin bantuin Pak Raffa tanpa pamrih mengingat Pak Raffa yang sudah sering bantu kamu juga" sambung Lydia dengan kata-kata yang ia buat sendiri karena Ayunda memang tak berkata demikian sama sekali


Ayunda yang berusaha bersuara dan mengelak sayang tidak mendapat kesempatan untuk Ayunda menjelaskannya. Karena kelima sahabatnya itu sudah merayu Raffa dengan berbagai perkataan selogis mungkin sehingga Raffa pun menerima dan menyetujuinya.

__ADS_1


𝓑𝓮𝓻𝓼𝓪𝓶𝓫𝓾𝓷𝓰 ...!


__ADS_2