Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Jangan Salah Sangka Dulu!


__ADS_3

Setelah berpelukan namun masih dengan posisi yang sama dimana Ayunda duduk di atas kursi begitu juga dengan Lydia. Sedangkan Hanum, Mala, Raya dan Stevi berdiri di belakang Ayunda memegang pundak Ayunda tanda akan kepedulian dan sayang mereka.


Sesaat kemudian situasi menjadi terbalik Lydia menjadi sasaran interogasi Ayunda dan keempat sahabat itu,


"Lydia Anggraini?" panggil Ayunda,"sekarang coba kamu jelaskan kenapa kamu mengambil program studi pendidikan Guru ini?"tanya Ayunda sambil mengenggam tangan Lydia dan menatap dengan sorot mata yang dalam.


"Aku? Karena aku seneng sama pendidikan" jawab Lydia, "tapi aku pingin nya jadi Dosen, jadi setelah studi S1 pendidikan aku mau langsung lanjut S2"


"MasyaAllah ... hebat itu Lydia! Semangat semoga tercapai" sahut Mala


"Aamiin, terimakasih!" Lydia penuh harap,"yang terpenting semoga kita selalu mendapat Ridho-Nya dan ilmu kita bermanfaat dan berkah untuk semuanya" mereka berlima termasuk Ayunda mengangguk dan mengaamiinkan.


"Emm, kalau soal hati bagaimana, nih?" Hanum tiba-tiba bertanya seakan-akan membalas ulah Lydia menanyai Ayunda dengan berbagai pertanyaan. Menurut Hanum tidak cuma itu, Lydia juga sudah terlalu mendesak Ayunda untuk menjawab pertanyaannya sampai pada akar-akarnya sekaligus


"Soal hati? Aku cuma mau fokus ke pendidikan dulu walaupun sebenarnya Papa udah jodohin aku sama anak temen nya. Tapi aku cuma mau mewujudkan apa yang jadi minatku, termasuk minat mencarikan Ayunda sosok yang terbaik" tutur Lydia disertai tatapan penuh makna mengarah kepada Ayunda


...****************...

__ADS_1


Disisi lain seorang pria sedang berdiri di lantai 2 gedung Fakultas Pendidikan. Sesekali menghirup udara bebas untuk menyegarkan matanya. Menatap pepohonan yang tumbuh di area kampus itu dilanjutkan pengamatannya pada setiap sudut dari Universitas.


Seketika pengamatan nya terhenti pada beberapa Mahasiswi yang duduk di kursi taman Raffa memperhatikan seorang gadis yang tengah bercengkrama dengan beberapa temannya.


"Ayunda? itu Ayunda?" Raffa berkata terdengar cukup samar dan tiba-tiba seorang pria menepuk pundaknya dari belakang cukup mengangetkan sang pemilik pundak


"Siapa Raffa ...?" tanya pria yang tak lain dan tak bukan adalah pria yang menjemput Raffa di bengkel kemarin,"gak salah denger nih? Yang kamu sebut barusan bukan nama kekasihmu 'kan?"


"Yaa ... emang bukan sih!" jawab Raffa jujur


"What? Eitss ... eitss ... eitss! Raffa ingat sudah ada dia disini!" kata Adam sambil menunjuk ke arah jantung Raffa menggunakan jari telunjuknya


"Baguslah Raffa!" jawab Adam dengan mengulum senyum,"Eh, tunggu dulu itu bukan nya gadis yang kemarin di bengkel?"


"Akhirnya Adam Miqdad Hanafie sadar juga!"


"Raffa?" panggil Adam dengan sorot mata tajam,"jangan bilang naksir sama dia?" tanya Adam penuh intimidasi

__ADS_1


"Gak gitu Dam! Jangan salah sangka dulu! Saya akan tetap setia pada kekasih saya. Saya sebenarnya cuma heran takdir selalu saja mempertemukan kami dan entah mengapa sering dipertemukan dengan dia membuat saya kagum padanya" ucap Raffa jujur apa adanya


"Saya mengerti itu Raffa, mintalah petunjuk pada Allah Raffa! Mana yang benar-benar terbaik untuk kamu perjuangkan" Adam menasehati Raffa


"Terimakasih atas sarannya, Dam!"


"Oke Raff, sama-sama!"


Adam menepuk pundak Raffa kembali kemudian masuk ke sebuah ruangan kembali setelah keluar sebentar dengan niat menghirup udara bebas. Tapi ia malah dihadapkan dengan pria yang tengah galau, "Saya masuk dulu!"


"Baik, nanti saya susul!" jawab Raffa, memasukkan salah satu tangannya ke dalam saku celana menampakkan kadar keren dan maskulin nya.


Setelah cukup puas menghirup udara bebas dan memenangkan fikiran, Raffa menyusul Adam masuk ke dalam ruangan dimana Adam masuk.


Hai, haaiii! Alhamdulillah aku balik lagi nih.


Makasih buat para readers yang setia menanti aku up☺Semoga kalian sehat-sehat selalu. Aamiin.

__ADS_1


Jangan lupa bahagia! 😚


__ADS_2