
Di restoran Jepang kini ke enam sahabat itu menghabiskan waktu bersama dilengkapi dengan menu makanan yang sudah mereka pesan sebelumnya.
Sementara itu dari kejauhan tampak dua orang gadis seumuran mereka juga (Ayunda dan para sahabat) sedang menguping pembicaraan para sahabat itu kemudian samar-samar mereka menelfon seseorang di seberang sana untuk memberikan sebuah informasi.
Dua gadis yang menguping tersebut ternyata adalah dua temannya Bella yang kebetulan sedang ingin makan makanan Jepang. Meskipun tanpa Bella sahabat sekaligus bosnya dikarenakan Bella sedang ada kesibukan sendiri katanya.
Windi dan Tasya itulah nama kedua sejoli yang menguping pembicaraan Ayunda dan para sahabat.
Mereka sudah terlanjur pingin dan tidak bisa ditahan lagi karena itu mereka pergi berdua saja ke restoran Jepang itu. Tanpa disangka mereka melihat segerombolan sahabat yang begitu ramai memperbincangkan sesuatu dalam pembicaraannya segerombolan sahabat itu menyebut nama Raffa juga Ayunda diikutsertakan bahkan dijodoh-jodohkan.
Tanpa basa basi lagi mereka menghubungi teman yang paling dihormati dan disegani oleh kedua sejoli itu yaitu Bella. Mereka hendak menginformasikannya kepada Bella setelah mereka mendengar tentang rencana mendekatkan Ayunda dan Raffa.
"Bella kamu harus tau apa yang sudah Ayunda dan temen-temennya itu lakuin!"
Bella yang masih sibuk menyetir samar-samar ia menggunakan earphonenya untuk menanyakan maksud dari salah satu temannya yang bernama Windi.
"Maksudmu apa sih Win? Bicara yang jelas!"
"Jadi gini, mereka ... si Lydia sama gengnya itu ngebuat rencana deketin Ayunda sama pak Raffa terus nih yaa...mereka udah berhasil buat mereka deket!"
"Apa? Kok bisa sih mereka ndeketin Pak Raffa sama Ayunda! Jangan-jangan mereka pakek---?"
"Hust bukan pakek gituan Bella!" sela Windi tak percaya bisa-bisanya dizaman sekarang ini masih pakek mantra-mantraan,"ini itu udah masuk abad ke-21 Bella gak musimnya lagi lah"
"Kalau gitu gimana caranya mereka ndeketin pak Raffa sama Ayunda. Windi!" tukas Bella cukup kesal
"Ntar kalau mereka nimbrung lagi aku kasih tau soalnya mereka udah pada diem mana anteng banget lagi" Windi melirik kearah Ayunda dan sahabatnya namun sedikit kecewa karena mereka diam dan serius menikmati makanannya
"Pokoknya kalian harus ada di situ jangan pergi dulu sebelum mereka pergi! Kalian harus pantau mereka dan cari tau apa yang udah mereka rencanain untuk dapatin pak Raffa!" kecam Bella kepada kedua temannya yang memang lebih sering menurut patuh pada Bella
"Iya Bu Bosssss!" jawab Windi sedikit jengkel tapi apalah daya Bella yang paling kaya dan berkuasa diantara mereka bertiga
__ADS_1
"Bagus! Oh ya besok aku akan jemput kalian pagi-pagi karena aku mau siapin surprise buat Pak Raffa" Bella yang tiba-tiba punya ide untuk membawakan bekal sarapan pagi untuk Raffa
"Oke!" Windi menjawabnya cukup singkat merasa masih kesal ia pun langsung menutup telfonnya.
Diseberang sana gadis yang masih menyetir dalam mobil itu cukup kesal karena panggilannya diakhiri sepihak oleh Windi.
"Ih Windi berani banget sih mutus telfon nya belum selesai juga!"
"Udah Bella udah mending kamu mikir besok mau bawa makanan apa untuk Pak Raffa" Bella bermonolog
"Lihat aja kalian dan kamu Ayunda! Besok aku pastiin Pak Raffa akan lebih milih aku daripada kamu terus aku akan bawain makanan spesial gak cuma Sandwich kayak kamu terus aku akan dandan secantik mungkin supaya Pak Raffa terpukau sama aku" lanjutnya lagi
Melihat kelima sahabatnya pada diam tidak bercengkrama seperti tadi apalagi tidak membahas soal Raffa sama sekali membuat Ayunda merasa aneh dan mempertanyakan kenapa mereka tiba-tiba seperti ini.
Dengan isyarat wajah Ayunda menanyakan kenapa mereka semua diam tidak bersuara sama sekali. Melihat isyarat pertanyaan dari Ayunda Hanum manggangkat jari telunjuknya dan menunjuk ke arah meja Windi dan Tasya teman Bella.
Ayunda cukup terkaget karena alasan sahabatnya pada diam itu. Ia tak menyangka mereka berlima sampai sebegitunya melindungi dirinya.
Ayunda sudah bangkit dari tempat duduknya pergi ke kasir hendakmembayar tagihannya sesudah itu keluar dari restoran itu bersama sahabat-sahabatnya.
Diparkiran motor mereka masih asik bercengkrama kembali setelah berpura-pura diam dikarenakan adanya keberadaan Windi dan Tasya direstoran yang sama dengan mereka. Sebenarnya mereka kelima sahabat itu tak masalah akan keberadaan Windi dan Tasya cuma saat diamati dengan seksama mereka tidak sekedar makan saja tapi hendak menguping pembicaraan mereka.
"Ih rese banget sih temennya kating Bella itu, siapa namanya?" tanya Hanum tak habis fikir akan kelakuan mereka
"Windi dan Tasya" ucap Stevi
"Nah itu Windi dan Tasya!" sahut Hanum kemudian,"eh tapi kok kamu tau nama mereka sih Vi?" tanya Hanum tersadar
"Mereka se UKM sama aku makanya aku kenal" jawab Stevi santai,"eh bukan kenal ... bukan kenal. Cuma tau aja!" terang Stevi mendapat tatapan tak enak dari sahabatnya yang lain
"Sudah-sudah! Pulang yuk!" Ayunda memecahkan keheningan dan ketegangan sesaat
__ADS_1
"Kasian kalau mereka makan makanan Jepang itu sambil kegigit ntar jadi gak nikmat bagi mereka!" tegas Ayunda agar menyudahi untuk membicarakan Windi dan Lydia
"Benar! Sudah ayok pulang!" ajak Lydia yang tak seperti biasanya selalu cerewet terlebih dengan Bella
"Tumben banget Lydia gak geregetan kayak biasanya!" sela Hanum
"Ingat dosa gak baik bicarain orang lain walaupun orang itu sudah berbuat gak baik sama kita"
"Setuju banget! Seperti yang Rasulullah ajarkan dalam hadis beliau yang memerintahkan agar iringilah perbuatan buruk dengan kebajikan/balaslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik" Ayunda menambahi
"Astaghfirullah ampuni Hanum ya Allah! "kata Hanum sadar ia telah salah berbuat seperti tadi
Sesudah itu satu persatu dari mereka menaiki motor maticnya masing-masing. Sepersekian detik kemudian mereka sudah tak tampak dari parkiran restoran Jepang itu termasuk Ayunda.
Sementara itu di dalam restoran....
"Mbak berapa tagihan untuk meja di sana?" tanya Windi yang ingin membayar tagihan makanan yang sudah dimakannya sambil menunjuk meja yang ia tempati bersama Tasya
"Oh untuk meja yang di sana tagihan sudah dibayar sama Mbak yang duduk di meja gak jauh dari mejanya Mbak!" kata petugas kasir memberi tau bahwa tagihan makanannya sudah dibayar oleh seorang wanita yang duduk dikursi dan meja yang tak jauh dari Windi dan Tasya yang sebenarnya adalah Ayunda
"Perempuan Mbak yang bayarin?" tanya Windi mencoba memastikan bahwa itu memang Ayunda,"pakek gamis syar'i warna maroon, wajahnya cantik, bawaannya ramah dan santun?" mencoba mendeskripsikan karakter Ayunda dan tanpa sadar Windi sudah memuji Ayunda
"Tepat sekali Mbak! Tadi Mbak nya itu juga ngasih kembaliannya yang lumayan untuk saya pribadi" jawab petugas restoran itu dengan raut wajah senang
Windi yang tak habis fikir akan perbuatannya Ayunda, dia hanya bisa diam dan semakin memuji Ayunda dalam hatinya bahkan ia merasa bersalah padanya.
"Terimakasih Mbak informasinya!" ucap Windi pada petugas restoran kemudian beranjak kembali menemui Tasya dan mereka pun pergi juga sebelum hari semakin sore.
Didalam hati Windi benar-benar tak habis fikir kenapa Ayunda mau membayar makanan ia dan Tasya. Windi bersikap bodoamat ia tak mau terlalu peduli dan memikirkan alasan Ayunda melakukan itu.
...𝓑𝓮𝓻𝓼𝓪𝓶𝓫𝓾𝓷𝓰... !
__ADS_1