Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Ayunda Istriku


__ADS_3

Khusus untuk 18+.


Harap bijak dalam membaca.


Karena episode ini meranah pada orang dewasa jadi untuk yang masih dibawah umur harap diskip saja. πŸ™


...----------------...


Suasana pagi telah berganti menjadi suasana malam. Malam yang indah tentunya untuk sepasang pengantin baru. Segala sesuatu yang akan diperbuat menjadi ladang pahala untuk keduanya. Termasuk setiap sentuhan demi sentuhan, cumbuan demi cumbuan, juga kata romantis serta pujian yang keluar dari satu sama lain, semua akan dikenakan pahala yang berlipat-lipat.


Shalat berjamaahnya pun demikian. MasyaAllah, indah sekali bukan kalau sudah terikat dalam hubungan yang sah?.


Malam yang sangat membahagiakan bagi Ayunda. Saat orang yang dicintainya kini berada dalam satu kamar yang sama dengannya. Selain itu, ia bisa menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri saat suaminya menginginkannya kapan pun itu.


Selesai akad, Raffa bersikap sangat beda pada Ayunda. Raffa yang dulunya hanya sering bersifat formal dengan Ayunda kini begitu romantis pada Ayunda.


Mungkin kah ini rasanya menjadi pengatin baru? tanya Ayunda dalam hati.


Dengan penuh kelembutan Raffa membukakan pintu hotel di mana mereka akan menghabiskan waktu bersama. Sesudah pintu terbuka dengan romantisnya Raffa memberikan tangannya untuk Ayunda pegang kemudian Raffa memegang tangan Ayunda dengan begitu lembut dan mencium tangan Ayunda dengan cukup dalam. Lalu, Raffa mendudukkan wanita yang telah sah menjadi istrinya tersebut diujung tempat tidur yang sudah dihiasi dengan bunga mawar.


Raffa, kini bersimpuh di hadapan Ayunda mengenggam tangan Ayunda dan mengungkapkan isi hatinya.


"Ayunda, terimakasih sudah menerima saya dan Murad dalam kehidupan mu"


Dengan cepat dan sengaja Ayunda melepaskan genggaman tangan Raffa. Tingkah Ayunda, yang seperti itu membuat Raffa menampakkan wajah paniknya.


"Hei, kenapa kamu melepaskan genggaman saya Ayunda?" dengan nada purau dan sedih.


"Ih Pak Raffa, kenapa harus terimakasih segala?"


Ayunda yang ingin dimengerti bahwa bukan terimakasih yang diinginkannya.


"Terus saya harus apa Ayunda?" tanya Raffa berlagak tidak mengerti apa yang dimau dari istrinya.


"Bilang I love you, I need you, I miss you more, atau yang lain gitu. Kan masih banyak kata romantis lainnya!"


Kata Ayunda yang sudah bangkit dari duduknya, sementara Raffa menanggapinya dengan cukup santai dan sedikit menahan tawanya. Karena Raffa sengaja melakukan itu agar Ayunda bisa lebih terbuka dengannya. Agar Ayunda tak perlu sungkan mengatakan apa yang diinginkan oleh hatinya kepadanya. Karena sekarang Raffa adalah suaminya.


"Terimakasih bagus sih, tapi untuk sepasang suami istri apalagi pengantin baru kan terlalu formal, Pak Raffa."


Ayunda menegaskan,


"dan saya menerima Pak Raffa dan Murad untuk mendapatkan Ridho-Nya Allah melalui kalian berdua. Selain itu karena saya mencintai kalian karena Allah."


Tak dapat dipungkiri wajah Ayunda saat ini tampak kecewa. Namun ia sudah capek untuk berbicara, jadi ia pun berhenti untuk berkata-kata.


Raffa yang memang sengaja melakukan ini, ia pun semakin gencar melanjutkan aksinya memancing istri barunya itu.

__ADS_1


Posisi Ayunda yang membelakangi Raffa, membuat Raffa leluasa melakukan apapun pada Ayunda dari belakang. Ayunda tanpa sadar telah membelakangi macan kelaparan, kini pun ia harus menerima akibatnya. Seperti saat ini, Raffa tengah menggoda Ayunda. Merengkuh tubuh bak gitar spanyol itu dengan penuh kelembutan dan kemesraan. Karena jujur saja tubuh itu begitu menantang untuk Raffa. Apalagi sekarang tubuh itu adalah tubuh istrinya sendiri.


Raffa memegang pundak Ayunda dengan begitu lembut membuat Ayunda seketika itu merasakan hal lain tentunya. Dengan sengaja Raffa melakukan itu dan terus saja menggoda istrinya.


"Kamu maunya saya seperti ini?" dengan senyum menawan dan misterius


"Ish ... Pak Raffa jangan gini donk, geli." Ayunda mengatakan dengan menahan tawa dan kegelian yang menjalar pada tubuhnya.


bagaimana Ayunda tidak kegelian karena saat ini yang dipegang Raffa adalah bagian depan tubuhnya.


Segera Ayunda menghempaskan tangan itu dan pergi menghindar. Terjadilah kejar-kejaran oleh pengantin baru yang sudah cukup dewasa tersebut. Raffa 28 tahun (mendekati 29thn) dan Ayunda 23 tahun (mendekati 24 thn).


Dan akhirnya Raffa mengalah karena Ayunda memang susah untuk ditangkap. Lalu dari sudut berbeda, Ayunda di sudut kanan dan Raffa di sudut kiri. Mereka saling berhadapan. Raffa berlagak menyerah dan Ayunda jual mahal.


Raffa pun menggunakan trik selanjutnya, ditatap nya Ayunda dari jarak yang tidak terlalu jauh. Raffa pun meminta untuk dimaafkan dengan menggunakan sebuah isyarat dimana dia akan menyerahkan pelukan hangat untuk Ayunda. Ayunda tak berkutik hanya diam saja dan tetap sok jual mahal. Dan saat itulah Raffa memanfaatkan kesempatan untuk menangkapnya. Hingga mereka pun berpelukan. Raffa memeluk Ayunda dengan penuh kehangatan dan ketulusan seraya mengucapkan isi hatinya terdalam yang sebenarnya.


"Ayunda, terimakasih sudah mau hadir dalam hidup saya. Maaf kalau saya telat mengatakan ini padamu. Aku mencintaimu karena Allah, Ayunda istriku."


Bagai mimpi Ayunda bisa dipeluk oleh Raffa yang dicintainya. Apalagi saat Raffa mengungkapkan isi hatinya dengan diimbuhi kata istriku.


Raffa masih enggan melepas pelukannya. Ayunda mendogak ke arah Raffa saat Raffa berkata "aku mencintaimu karena Allah, Ayunda istriku".


Tangan kekar Raffa masih setia memeluk dan kini meyangga tubuh mungil Ayunda yang mendogak ke wajahnya. Tangan lembut Ayunda yang berhenti tepat di dada dan jantungnya, sejujurnya itu membuat Raffa tak tahan dengan itu semua. Walaupun Ayunda hanya memegangnya.


"Aku juga suamiku. Mencintaimu karena Allah"


Untung saja, pada saat momentum mesra dan romantis dua pengatin baru itu, terdengar suara perut lapar Ayunda yang belum sempat makan dari awal prosesi pernikahan. Kerana tidak nafsu makan sebelum pernikahannya selesai dengan baik.


Dengan sigap Raffa mempersilahkan Ayunda duduk di kursi makan malam yang telah disiapkan oleh pihak hotel atas arahan dari Raffa. Di malam yang dingin dengan penuh kesyahduan pengantin baru itu menikmati makan malam berdua.


Beberapa menit kemudian makan malam selesai, Ayunda bergegas untuk membersihkan diri.


"Pak Raffa, saya bersih-bersih dulu yaa!"


"Iya istriku" jawab Raffa dengan senyuman penuh makna tersirat di wajahnya saat ini.Melihat itu Ayunda tersipu malu sendiri.


Beberapa saat kemudian,


selesailah Ayunda dengan ritual mandi dan bersih-bersihnya.


Sejenak Raffa tak berkedip saat melihat paras Ayunda yang nampak semakin ayu nan manis saat sehabis mandi. Wajahnya nampak segar bagai buah delima merah masih ranum tapi siap untuk dipetik. Namun, secepat mungkin Raffa sadar dan beranjak masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri juga.


Sambil menunggu Raffa selesai bersih-bersih,


Ayunda berhias secantik dan sebaik mungkin untuk Raffa suaminya. Sementara Raffa itu, Raffa membersihkan diri dengan sebersih dan sewangi mungkin.


Selesai berhias Ayunda membentangkan dua sajadah dan menyiapkan Al-Qur'an dan membalut dirinya dengan mukena. Raffa yang keluar dari bersih-bersih langsung tersenyum hangat dan teduh melihat apa yang sudah disiapkan istrinya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama Raffa berganti dengan mengenakan baju koko dan sarung serta mengenakan pecinya.


Karena baru pertama kali melihat Raffa mengenakan pakaian seperti ini, Ayunda pun terkagum pada suaminya itu.


"Pak Raffa, boleh saya katakan sesuatu pada Anda,"


" Silakan, katakan saja istriku!"


"Ah, manis banget sih ... Ya Allah kuatkan aku" lirihnya dalam hati


"Mas tampan sekali!" dengan nada yang cukup pelan


"Maaf bisa diulangi?" dengan sengaja


"Nanti saja suamiku, mari kita shalat dulu!"


Mendegar Ayunda berkata seperti itu, Raffa pun langsung tersenyum dan mengikuti permintaan istrinya.


Setiap sepasang suami dan istri hendaknya melakukan shalat dua rakaat sebelum menunaikan hak dan kewajiban masing-masing dari mereka. Ini sesuai pada anjuran dari Rasulullah SAW.


Dua insan pengantin baru itu, dengan khusyuk telah melaksanakan shalat sunnah dua rakaatnya. Doa pun dipanjatkan keduanya dengan kesungguhan hati.


"Ya Allah berkahilah pernikahan kami. Jadikanlah keluarga kami menjadi keluarga sakinah mawaddah dan wa rohmah. Karuniakanlah kepada kami keturunan yang sholih sholihah yang selalu Mencintai-Mu dan Kekasih-Mu, yang akan berguna bagi nusa, bangsa dan agama ini. Aamiin ... aamiin ya rabbal alamiin."


(Ini do'a author yaa bukan anjuran syariatπŸ™πŸ˜Š)


Selesai berdo'a, Ayunda mencium tangan Raffa.


Raffa pun melanjutkan dengan membaca ayat suci Al-Qur'an dan mentadaburinya, itu semua didengarkan Ayunda dengan penuh hikmat dan khusyuk.


Dalam hati, Ayunda merasa bersyukur dikaruniai suami seperti Raffa yang sholih. Kesholihan Raffa menjadi pelengkap tersendiri didalam diri Raffa, sebab tak banyak orang tau tentang itu selain Ayunda saat ini yang menatap teduh suaminya.


Begitu khusyuk Ayunda mendengarkan Raffa mengaji sehingga tanpa sadar Raffa sudah selesai membaca dan mentadaburi ayat suci Al-Qur'an.


Kini kedua insan yang sudah berlebel halal itu, saling menatap satu sama lain, saling melempar senyum dan pandangan mereka pun saling bertemu.


Raffa melanjutkan dengan do'a sebelum melakukan hubungan suami dan istri.


"Allahumma janibnasyaithana wa Janibnisyaithanamarazaqtana" (do'a ini sesuai syariat) Do'a agar dikaruniai anak yang sholih dan sholihah. Indah dan baik peragai dan budi pekertinya.


Selesai mengucapkan do'a tersebut, keduanya mengaamiinkan bersama kemudian saling menatap kembali. Dalam tatapan mereka tersirat rasa syukur kepada Allah yang telah mempersatukan mereka, juga tersirat kerinduan, cinta, gelora dan gairah cinta yang sudah membuncah satu sama lain.


Sehingga mereka pun saling melengkapi satu sama lain. Menenangkan satu sama lain. Menghangatkan satu sama lain. Serta menunaikan hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan satu sama lain dimalam yang panjang bagi sepasang pengantin baru.


..............


Warning! *Jangan Ganggu Mereka*πŸ€­πŸ˜…πŸ™

__ADS_1


__ADS_2