Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Bermetamorfosa


__ADS_3

Fajar menyingsing indah dipagi hari, seindah hati pengantin baru yang baru saja menjalani sunnah Rasul dimalam pengantin.


Di acara pesta pengantin kemarin, Raffa dan Azzalia banyak mendapat do'a dari para tamu undangan, sanak keluarga dan handai taulan.


Sekarang Raffa sudah bahagia hidup bersama dengan sang kekasih yang telah resmi menjadi istrinya. Dibalik kebahagiaan yang didapat Raffa hari ini adalah berkat pengorbanan Ayunda. Dan mereka takkan melupakan itu begitu saja, seperti yang pernah Mama Raffa tuturkan pada Ayunda, bahwa ia akan ber'doa agar Ayunda mendapat yang lebih baik dari Raffa untuk dunia dan akhiratnya.


Kemudian daripada itu, untuk menebus kesalahannya Raffa tidak lagi mengajar di Universitas Islam yang menjadi tempat bertemunya Ayunda dengan Raffa.


Sahabat-sahabat Ayunda yang baru tau kalau Raffa sudah menikah, mereka begitu terpukul dan merasa sedih. Tapi tidak dengan Ayunda, Ayunda mengatakan pada mereka yang Ayunda butuhkan saat ini adalah dukungan dan do'a orang-orang terdekatnya.


...****************...


Hari demi hari telah berlalu, semua menjalani aktivitas seperti biasa termasuk Ayunda.


Di acara pengumuman kompetisi Essai kini mereka (sahabat Ayunda) berkumpul dan menyemangati Ayunda, gadis yang diberi predikat wanita baik, lembut nan shalihah oleh Raffa. Serta gadis yang ingin diperjuangkan kembali oleh Ustadz Habib.


Dan tibalah pada detik-detik pemenang juara 1 dari kompetisi Essai dan Karya Ilmiah itu. Dan pemenangnya adalah....


"Ayunda Syaharani Mahasiswa dari Fakultas Pendidikan"


"Selamat kepada Ayunda Syaharani!"


Gemuruh tepuk tangan serta ucapan selamat memenuhi tempat berlangsungnya acara tersebut. Ayunda Syaharani kini maju ke atas panggung untuk penyerahan hadiah dari Rektor kampus dan panitia penyelenggara.


Rasanya bagai mimpi saat ini ia dinobatkan menjadi pemenang. Di sinilah Ayunda sekarang, ia bertekad akan membawa perubahan, menebar kebermanfaatan lewat karunia kepiawaian menulis yang Tuhan anugerahkan kepadanya.


Raffa Abimanyu al-Ghifari mungkin telah pergi dari kehidupannya, meninggalkan luka cukup dalam untuk hati Ayunda. Tapi dari bimbingan dan arahan Raffa Abimanyu al-Ghifari, Ayunda kini dinobatkan menjadi juara. Disetiap kesulitan pasti akan ada kemudahan. Disetiap kejadian dalam hidup pasti ada hikmah terbesar yang Allah ingin sampaikan pada kita hamba-Nya.


...****************...


Tiga tahun lebih, tak terasa telah berlalu begitu saja.


Sekarang tibalah Ayunda dan teman-teman seperjuangannya menjalani KKN untuk penuntasan gelar S1 mereka.


Dalam masa penugasan KKN itu, Ayunda merasa sangat terpukul melihat kondisi masyarakat di pedesaan tersebut. Banyak anak-anak yang tidak mendapat pendidikan dengan layak karena masalah ekonomi. Dan banyak pula pemuda desa itu harus jadi pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan.


Dengan tekad membara dalam hati Ayunda ingin memperbaiki kondisi di pedesaan tersebut. Ia ingin membangun lapangan pekerjaan dan memberikan pendidikan yang layak untuk anak-anak dan pemuda pedesaan tersebut.


"Lidya, aku sedih melihat kondisi masyarakat disini"


curhatan Ayunda kepada Lidya yang masuk dalam regu kelompoknya


"Iya, sih. Tapi ini belum terlambat karena walaupun cukup tertinggal mereka adalah orang-orang dengan semangat yang begitu tinggi, Ayunda"

__ADS_1


"Aku ingin besok kalau sudah lulus S1 membagun lapangan pekerjaan untuk masyarakat sini khususnya untuk para pemudanya"


"Wah, itu bagus Ayunda. Aku akan dukung kamu"


"Emm, btw Mas Rey mu kan CEO tuh. Pasti punya lah banyak kenalan investor. Nah besok kamu bisa tuh minta bantuannya dia"


"Ah! iya. Aku kok enggak kepikiran sih."


"Makasih Lidya"


"Oke"


Serangkaian kegiatan selama KKN itu mereka lakukan dengan penuh semangat dan keikhlasan. Sehingga tanpa terasa satu bulan telah mereka lalui begitu saja dengan berbagai kesan bersama masyarakat di pedesaan tersebut. Masyarakat yang begitu ramah dengan semangat tinggi yang dimilikinya. Itu membuat Ayunda kagum pada mereka meskipun jauh dari perkotaan tapi semangat mereka tak kalah dari orang kota pada umumnya.


...****************...


~Di Ma'had Pak Yai Ali di Kota M~


"Bunda, dengerin Zydan dulu Bun"


berusaha membujuk Ibunya yang tak mau menerima penjelasan apapun darinya.


"Kamu mau jadi anak durhaka yaa Zydan? Kalau kamu tetap kekeuh untuk memperjuangkan Ayunda. Ibunda akan suruh kamu berhenti khidmah di Ma'had nya Pak Yai. Ali"


"Ibunda kira! Dengan kamu berkhidmah di Ma'had itu akan membuat kamu berubah untuk tidak mencintai Ayunda. Tapi, itu sama sekali tidak terjadi padamu padahal sudah hampir mendekati 4 tahun, Zydan." Tegas Ibunda Zydan Hussain Habibi atau Ustadz Habib


"Harusnya dengan bertambahnya ilmu kamu, itu akan membuat hati dan fikiran kamu Ahmad Zydan Hussain Habibi, kalau Ayunda enggak pantes jadi menantu Bunda"


"Kamu enggak lihat pesantren kita apa? Mau jadi apa kalau kamu terus-menerus menginginkan menikah bersama Ayunda yang cuma gadis yang bukan sekalangan kita"


"Bunda, kenapa Bunda berfikir sejahat itu? Maafkan Zydan Bunda kalau Zydan harus mengatakan ini, apakah Bunda lupa, kalau Bunda dulunya juga bukan dari kalangan keluarga pesantren?"


"Bunda menikah dengan Abah yang waktu itu memang seorang putra Kyai besar dengan Ma'had yang terkenal seantero jagad"


"Bunda dengan kelebihan yang bunda miliki, bunda bisa masuk dalam hidup Abah dan keluarga Abah, meskipun dari latar belakang yang berbeda"


Bulir air mata menetes dipipi wanita yang dipanggil Ibunda oleh Zydan alias Ustadz Habib,


"Zydan berat jadi Bunda. Sampai sekarang pun Bunda masih merasakannya. Oleh karena itu, Bunda bersikeras agar kamu mau menikah dengan wanita pilihan Bunda yang sekelas dengan keluarga Abahmu"


"Ayolah Bunda! Jangan paksa Zydan seperti ini. Cinta tidak bisa dipaksakan Bunda"


"Itu tidak berlaku untuk kamu Zydan karena kamu adalah penerus Ma'had keluarga Abahmu nantinya"

__ADS_1


Lelaki dengan usia kepala lima itu masuk dan ikut berbicara mengenai pembahasan Ibu dan anak itu,


"Bun biarlah Zydan menentukan masa depannya sendiri. Sudah cukup kita memberatkan dia dengan menuruti segala kemauan kita. Zydan dengarkan Abah! Kalau kamu memang mencintai Ayunda, baiklah perjuangkan dia. Tapi ada syaratnya.


Syaratnya adalah kamu harus menggantikan Pak Tedi untuk melanjutkan kepemimpinan di perusahaan kita"


"Abah? bagaimana Zydan bisa melakukan itu Abah? Zydan enggak tau seluk-beluk mengenai dunia bisnis" Ibunda Zydan


"Zydan harus mau belajar, katanya dia mencintai Ayunda dan ingin memperjuangkan Ayunda? Maka ia harus bermetamorfosa menjadi Pak Zydan pemimpin PT. Zydan groups"


"Baiklah, Zydan siap Abah" dengan begitu mantapnya


Abah menepuk bahu putranya itu.


Sementara Ibunda Zydan alias Ustadz Habib geleng-geleng dengan jalan yang diberikan sang suami untuk putranya itu.


Ahmad Zydan Hussain Habibi atau yang lebih akrab dipanggil Ustadz Habib, lahir dari kalangan keluarga pesantren besar yang sangat terkenal di banyak telinga masyarakat. Karena itu Ibundanya tidak menyetujui kalau putranya menikah dari kalangan wanita biasa-biasa saja sebab Zydan atau Ustadz Habib lah yang digadang-gadang akan meneruskan tonggak kepemimpinan pesantren.


Tapi cinta nya untuk wanita bernama Ayunda Syaharani kadung begitu besar sebesar rasa bersalah nya selama 3 tahun lebih ini. Sebesar itu pulalah Zydan ingin memperbaiki kesalahan dan membahagiakan Ayunda.


Selain memiliki pesantren Abah Zydan atau Ustadz Habib yang bernama Abah Usman itu mendirikan sebuah perusahaan besar juga. Dari perusahaan itulah Abah Usman menghidupi santri-santrinya. Karena santri-santrinya yang begitu banyak itu dibebaskan dari biaya pondok sepeserpun.


Situasi yang tak pernah Abah Usman duga hari ini terjadi begitu saja, Pak Tedy selaku MP (Manager Project) di perusahaan yang didirikan Abah Usman berniat riset karena sakit yang harus dideritanya. Mau tak mau Abah Usman harus mengusut seseorang untuk meneruskan perusahaan yang menjadi tumpuan para santri.


Dan atas rekomendasi dari Pak Tedi, Abah Usman menyetujui kalau Zydan lah yang akan mencoba meneruskan tonggak kepemimpinan perusahaannya.


Walaupun pada awalnya Abah juga menolak sama seperti Ibundanya. Karena mengingat Zydan tidak pernah menggeluti dunia bisnis seperti itu. Namun kata Pak Tedi itu tidak akan menjadi masalah yang besar. Selama Zydan mau mencoba dan belajar itu semua akan mudah apalagi Zydan anak yang pandai.


Dengan dibimbing Pak Tedi sendiri selama hampir tiga bulan, kini Zydan atau yang dikenal dengan Ustadz Habib bermetamorfosa menjadi CEO di perusahaan keluarganya. Tentu juga dengan ia harus tetap menempuh pendidikan sesuai dengan jurusannya.


Ayunda beproses pada kelulusan S1 nya, sedangkan Ustadz Habib atau yang lebih akan dikenal dengan nama Zydan berproses menjadi CEO dengan basic Ustadz sebagai imbuhan.


Sementara itu Pak Raffa dan istrinya telah dikaruniai seorang anak laki-laki yang begitu mirip dengan Raffa tampannya.


~


Maaf yaa mungkin seradak pada bingung, mudah-mudahan dengan ini enggak bingung lagi.. He he, bisa kasih saran untuk kelanjutan cerita ini, enaknya sama Raffa atau sama Ustadz Habib? Kalau sama Raffa mungkin ada beberapa part yang akan saya hilangi dan saya ganti.


Kalau sama Ustadz Habib kemungkinan akan pakek part ini.


Bisa kasih kritik dan saran dengan langsung DM instagram saya yaa. Tapi mohon untuk tetap menjaga bahasa dalam setiap kritik dan sarannya. Terimakasih atas segala dukungan juga kritik dan saran yang akan disampaikan. πŸ˜ŠπŸ™


IG. @elsaayu112001

__ADS_1


Please kirim kritik dan saran. author seradak mumet iniπŸ˜‚, curhat sedikit nggih.😌


__ADS_2