
Usai pertemuan dua pasangan pengantin baru itu, kini keduanya hidup bahagia dengan jodoh yang telah telah Allah pilihkan untuk mereka.
Raffa dan Ayunda hidup bahagia dengan keluarga kecil mereka.
Ustadz Habib dan Aysha hidup bahagia dengan menjalani hubungan suci mereka menikmati mahligai cinta karena Allah.
...****************...
Hari demi hari dilalui Ayunda sebagai istri, sebagai Bunda untuk Murad dan juga sebagai menantu+putri untuk mertuanya.
Beruntungnya Ayunda dikaruniai mertua seperti Ibu Reyza dan Bpk. Rafiq. Keduanya selalu mendukung apa yang dilakukan Ayunda. Keduanya juga memerlakukan Ayunda layaknya anak kandung mereka sendiri. Orang tua Raffa yang pernah merasakan sulitnya mendapat momongan dan berusaha ikhlas setulus hati membesarkan Fahri Abidzar walaupun bukan anak kandung mereka sendiri, membuat orang tua dengan mudah menerima kehadiran Ayunda tanpa pandang bulu.
Raffa pun demikian sebagai suami sholih dan pengertian, Raffa selalu bisa memaklumi dan membersamai Ayunda. Apalagi semenjak menjadi istri dan Ibu kadang ada saja yang membuat emosi Ayunda sering berubah tapi bersama Raffa, Ayunda bisa menstabilkan perasaan dan emosinya. Mereka saling mengingatkan amanah Abah Ridho dan Ummi Hannah. Amanah dan nasehat itu selalu terpatri dalam hati keduanya. Meskipun datang goncangan dalam rumah tangga mereka, bagaimanapun keutuhan rumah tangga tanggungjawab antara suami dan istri. Keutuhan rumah tangga merupakan ikrar dua insan yang sudah terikat janji suci. Jadi seyogyanya ikrar itu selalu dipegang dan dijaga sebaik mungkin oleh keduanya.
Raffa dan Ayunda adalah pasangan yang sama-sama beruntungnya. Tidak ada istilah beruntungnya Raffa memiliki Ayunda yang cantik masih gadis pula, sudah begitu berakhlaq baik juga berpendidikan, pandai mengaji dan menulis dan masih banyak lagi kelebihannya. Tidak ada pula istilah beruntungnya Ayunda yang memiliki Raffa yang sudah tampan, berpendidikan, finansial bagus, bertanggungjawab dan bijaksana meskipun statusnya tidak lagi perjaka. Tidak ada istilah seperti itu bagi Ayunda dan Raffa, juga dari kedua pihak keluarga. Bagi mereka semua semua mereka berdua sama-sama beruntung karena bisa saling memiliki dan membersamai dengan kelebihan yang Allah lekatkan pada keduanya. Dengan itu mereka saling melengkapi dan menutupi yang kurang dari keduanya karena tak ada yang sempurna, karena kesempurnaan itu hanya milik Tuhan, tapi setiap manusia pasti memiliki kelebihan dalam dirinya. Begitu pula suami istri, hendaknya menjadi pakaian untuk satu sama lain.
...****************...
Tanpa terasa kehidupan sebagai suami istri yang berprofesi sebagai dosen+ pengusaha dan guru+penulis, mereka (Raffa dan Ayunda) melewatinya bersama-sama sudah hampir satu tahun lamanya.
Kini, Ayunda sudah berbadan dua, dengan cukup tergopoh-gopoh ia berjalan dan menyiapkan segala sesuatu untuk suami dan anaknya (Raffa dan Murad). Namun, itu semua tetap dilakukan Ayunda dengan ikhlas dan senang hati sebab sudah menjadi kewajibannya.
Di suatu hari di sekolah ternama di kota M ...
Seorang anak laki-laki yang sudah berumur empat tahun dengan memegang piala ditangannya, ia berlari menuju ke pelukan Bundanya.
"Bunda Murad berhasil." Ucapnya begitu girang.
"Selamat ya sayang Bunda ikut senang!" ucap wanita yang dipanggil Bunda itu.
"Adik, Kakak menang dalam lomba mewarnai kali ini. Kakak yakin besok kalo kamu sudah lahir dan sebesar Kakak pasti kamu juga akan menang."
"Adik baik-baik yaa di perut Bunda!" Seraya mengelus perut buncit Bundanya.
"Siap Kakak, adik akan jagain Bunda dan adik akan jadi anak baik." Ucap wanita itu berbicara seakan-akan bayi dalam perutnya lah yang berbicara.
Tak selang berapa lama seorang laki-laki mendekati Bunda dan anak laki-laki yang sedang berbincang-bincang itu. Dengan penuh semangat dan kegembiraan anak laki-laki yang bernama Murad, memanggil laki-laki yang berjalan menuju arahnya.
"Daddy ... Daddy Murad berhasil menang Daddy."
"Wah! Selamat yaa jagoannya Daddy sama Bunda."
"Makasih Daddy dan Bunda."
Laki-laki itu pun mensejajarkan tubuhnya dengan Murad seraya memberi petuah.
"Murad kalau kita dikasih kemenangan sama Allah kita harus tetap rendah ...?"
"Hati" Murad meneruskan. Kemudian laki-laki itu bertanya lagi kepada Murad,
"Jangan lupa juga untuk mengucap ...?"
Dengan begitu antusias Murad menjawabnya,
"Alhamdulillah."
"MasyaAllah ... semoga kamu selalu menjadi anak yang pintar dan sholih ya, Nak." Do'a wanita yang tengah hamil besar itu. Sesaat setelah mengucapkan do'a untuk Murad, wanita itu merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya yang membuncit.
"Mas Mas ..." Panggil wanita itu menarik blazzer yang suaminya kenakan.
__ADS_1
"Ayunda, kamu kenapa sayang?" tanya laki-laki itu panik melihat istrinya memegang perutnya dengan menahan rasa sakit yang dialaminya.
"Mas rasanya aku akan melahirkan ... bawa aku ke rumah sakit, Mas."
"Mas mohon, kamu tahan yaa sayang ...!"
"Bunda ... Bunda kenapa? Adik sama bunda kesakitan ya?" Murad juga ikut khawatir.
"Murad insyaAllah adik akan segera lahir di dunia, akan nemenin Kakak Murad bermain. Murad do'ain adik dan bunda ya Nak."
Murad mengangguk dalam hatinya dia berdoa agar Bunda dan adiknya baik-baik saja dan selamat.
Di rumah sakit dua orang ibu dan dua orang ayah tengah cemas menunggu kelahiran cucu mereka. Sementara Murad, duduk dipangkuan Bi' Inem, duduk diam anteng dan tak henti-hentinya melantunkan do'a untuk bunda dan adiknya.
Di dalam ruangan bersalin seorang wanita berjuang untuk kelahiran buah hatinya. Ia mengejan dengan sekuat tenaganya, seorang laki-laki yang mendampingi nya juga ikut memberi semangat dan dukungan juga dorongan untuk sang istri.
Dokter memberi instruksi agar lebih kuat lagi saat mengejan.
Wanita yang tengah berjuang itu terasa sudah tidak kuat lagi, tapi laki-laki yang ada disampingnya tak henti-hentinya menguatkan dan mengatakan,
"Ayo sayang kamu adalah wanita yang kuat. Kamu pasti bisa!"
Wanita itu terus saja menggelengkan kepalanya. Memberi isyarat seakan-akan ia sudah tidak tahan lagi, bahwa ia ingin menyerah saja rasanya.
"Sayang kamu ingatkan, kamu sudah pernah janji sama Murad kamu enggak akan pergi dari kehidupan Murad dan Daddy nya." Sambil menangis tersedu-sedu, laki-laki itu tidak ingin kehilangan istrinya lagi seperti beberapa tahun yang lalu. Karena untuk laki-laki itu, cukup Ayunda dalam hidup kini dan nanti, satu dan selamanya sesudah Azzalia.
"Jadi sayang, ayo kamu kuat! Kamu bisa!"
Dengan nafas terengah-engah menatap suaminya yang berkata dengan air mata berlinang serta ketulusannya.
"Bagaimana Bu? Sekali lagi ya Bu ... lebih kuat lagi ya Bu!" Ucap dokter wanita itu memberi intruksi agar mengejan lebih kuat.
"Bismillah Bu, tarik nafas dalam dalam keluarkan perlahan-lahan, tarik lagi keluarkan lagi, tarik lagi keluarkan lagi. Sudah siap ya Bu?"
"Ayo sayang kamu bisa sayang! Kamu bisa!" Ucap laki-laki itu menguatkan istrinya.
Keringat sudah bercucuran di wajah wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Ayunda. Mengejanlah Ayunda dengan sekuat tenaganya dan ...
Oek ... Oek ... Oek ...
"Alhamdulillah ... selamat Pak Bu, anaknya perempuan cantik sekali seperti Ibunya." Ujar dokter ikut bahagia dan lega.
"Alhamdulillah" Ucap pasangan suami istri itu. Yang tak lain adalah Ayunda dan Raffa.
"Silakan diadzani dulu, Pak!"
Ayah dari bayi itupun mengadzaninya ditelinga kanan sang bayi.
Dua pasang orang tua (Mama & Papa Raffa beserta Ummi & Abah Ayunda) yang menunggu cemas diluar ruangan, sangat bersyukur sekaligus bahagia atas kelahiran cucu perempuan mereka.
Murad yang masih duduk dipangkuan Bi'Inem juga bahagia adiknya telah lahir dengan selamat.
Dokter sudah keluar serta memberi selamat kepada kakek dan nenek yang sedari tadi telah menantikan cucunya lahir. Dua pasang orang tua yang sudah menjadi kakek dan nenek itu pun masuk untuk melihat cucu mereka. Murad dan Bi' Inem juga ikut masuk melihatnya.
Murad mendekati Bunda dan adiknya. Adik perempuannya baru saja dibersihkan dan sedang berada digendongan Ayunda.
"Kakak Murad, sini! Aku udah lahir. Ini semua berkat do'a Kak Murad. Aku dan Bunda selamat dan baik-baik saja."
"Sini sayang! Deddy gendong kamu supaya kamu bisa lihat Bunda dan adik kamu yang cantik."
__ADS_1
"Bunda, adik cantik sekali seperti Bunda. Adik ... kamu cepat besar ya, besok kita belajar sama-sama dan main sama-sama."
"Daddy, Murad boleh cium adik?" Tanya Murad si anak baik dan sholih.
"Boleh donk sayang!"
Raffa mengarahkan Murad untuk mencium adiknya, Ayunda pun ikut mencium bayi cantik itu dan anak tampan didepannya (Murad). Begitu juga dengan Raffa mencium ketiganya secara bergiliran.
"Semoga anak Daddy dan Bunda menjadi anak yang sholih dan sholihah." Memeluk anak dan istrinya.
"Aamiin ..."
Satu kata penuh makna dan keberkahan itu keluar dari Ayunda, Ummi Hannah dan Abah Ridho serta Mama Raffa dan Papa Raffa.
Kata bermakna pengharapan yang begitu dalam terkabulnya sebuah do'a tersebut, menjadi saksi perjalanan cinta dari akhir kisah Ayunda Syaharani dalam menjalani kehidupannya selama ini.
Saat ku tatap mereka,
Saat itu pula aku mengungkapkan syukur dan terima kasihku dengan sangat pada sang Ilahi Robbi...
Kehadiran mereka mewarnai hidupku
Mewarnai kembali cinta dalam hatiku
Kemana aku akan berlabuh kalau mereka tak hadir kembali dalam diriku.
Tuhanku Maha Bijaksana, Dia tau aku butuh kalian
Maka saat yang tepat Dia hadirkan kalian untukku
Ku harap kalian ...
Sumaiku Muhammad Raffa Abimanyu al-Ghifari,
Jagoanku Muhammad Akhtar Murad al-Ghifari
Putri kecilku Syaharani Kiara al-Ghifari. (Baby Kia)
Kalian bertiga akan selalu membersamaiku dalam hiruk-pikuk dunia yang fana ini.
~𝓐𝔂𝓾𝓷𝓭𝓪 𝓢𝔂𝓪𝓱𝓪𝓻𝓪𝓷𝓲~
...~ Selesai~...
𝓐𝓼𝓼𝓪𝓵𝓪𝓶𝓾'𝓪𝓵𝓪𝓲𝓴𝓾𝓶 𝓦𝓻. 𝓦𝓫.
𝓢𝓮𝓫𝓮𝓵𝓾𝓶𝓷𝔂𝓪 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓶𝓮𝓷𝓰𝓾𝓬𝓪𝓹𝓴𝓪𝓷 "𝓜𝓲𝓷𝓪𝓵 𝓐𝓲𝓭𝔃𝓲𝓷 𝓦𝓪𝓵 𝓕𝓪𝓲𝓭𝔃𝓲𝓷-𝓜𝓸𝓱𝓸𝓷 𝓶𝓪𝓪𝓯 𝓵𝓪𝓱𝓲𝓻 𝓭𝓪𝓷 𝓫𝓪𝓽𝓲𝓷"
𝓢𝓮𝓵𝓪𝓶𝓪𝓽 𝓗𝓪𝓻𝓲 𝓡𝓪𝔂𝓪 𝓘𝓭𝓾𝓵 𝓕𝓲𝓽𝓻𝓲 1443 𝓗. 🙏🥰
𝓢𝓮𝓵𝓪𝓷𝓳𝓾𝓽𝓷𝔂𝓪 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓳𝓾𝓰𝓪 𝓶𝓮𝓷𝓰𝓾𝓬𝓪𝓹𝓴𝓪𝓷 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓽𝓪-𝓳𝓾𝓽𝓪 𝓽𝓮𝓻𝓲𝓶𝓪𝓴𝓪𝓼𝓲𝓱, 𝓳𝓪𝔃𝓪𝓴𝓾𝓶𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓱𝓸𝓲𝓻𝓸𝓷 𝓴𝓪𝓽𝓼𝓲𝓻𝓸𝓸𝓷 𝓾𝓷𝓽𝓾𝓴 𝓼𝓮𝓶𝓾𝓪 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓼𝓾𝓭𝓪𝓱 𝓶𝓮𝓷𝓭𝓾𝓴𝓾𝓷𝓰 𝓭𝓪𝓷 𝓶𝓮𝓶𝓫𝓪𝓬𝓪 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱𝓷𝔂𝓪 𝓜𝓫𝓪𝓴 𝓐𝔂𝓾𝓷𝓭𝓪 𝓼𝓮𝓵𝓪𝓶𝓪 𝓲𝓷𝓲. 𝓢𝓮𝓶𝓸𝓰𝓪 𝓭𝓪𝓹𝓪𝓽 𝓭𝓲𝓪𝓶𝓫𝓲𝓵 𝓫𝓪𝓷𝔂𝓪𝓴 𝓹𝓮𝓵𝓪𝓳𝓪𝓻𝓪𝓷 𝓭𝓪𝓷 𝓱𝓲𝓴𝓶𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱𝓷𝔂𝓪.
𝓞𝓱 𝓲𝔂𝓪, 𝓴𝓮𝓶𝓾𝓷𝓰𝓴𝓲𝓷 𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓪𝓭𝓪 𝓼𝓪𝓽𝓾 𝓹𝓪𝓻𝓽 𝓽𝓪𝓶𝓫𝓪𝓱𝓪𝓷 𝓵𝓪𝓰𝓲 𝓼𝓮𝓽𝓮𝓵𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲. 𝓗𝓮𝓱𝓮...
𝓘𝓷𝓼𝔂𝓪𝓐𝓵𝓵𝓪𝓱 𝔂𝓪𝓪𝓱...
𝓢𝓮𝓴𝓪𝓵𝓲 𝓵𝓪𝓰𝓲 𝓽𝓮𝓻𝓲𝓶𝓪𝓴𝓪𝓼𝓲𝓱. 𝓑𝓸𝓵𝓮𝓱 𝓫𝓪𝓷𝓰𝓮𝓽 𝓯𝓸𝓵𝓵𝓸𝔀 IG 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 (IG : @elsaayu112001) 𝔂𝓪𝓪.. 𝓱𝓮𝓱𝓮🤭🙏
𝓢𝓪𝓵𝓪𝓶 𝓶𝓪𝓷𝓲𝓼 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓼𝓪𝔂𝓪😚.
__ADS_1
𝓢𝓪𝓵𝓪𝓶 𝓶𝓪𝓷𝓲𝓼 𝓳𝓾𝓰𝓪 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓜𝓫𝓪𝓴 𝓐𝔂𝓾𝓷𝓭𝓪 𝓭𝓪𝓷 𝓟𝓪𝓴 𝓡𝓪𝓯𝓯𝓪 𝓫𝓮𝓻𝓼𝓪𝓶𝓪 𝓭𝓮𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓜𝓾𝓻𝓪𝓭 𝓭𝓪𝓷 𝓑𝓪𝓫𝔂 𝓚𝓲𝓪🥰.
𝓦𝓪𝓼𝓼𝓪𝓵𝓪𝓶𝓾'𝓪𝓵𝓪𝓲𝓴𝓾𝓶 𝓦𝓻. 𝓦𝓫.