Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Pembawa Kebahagiaan


__ADS_3

Teriakan histeris seorang wanita dari arah depan pintu, cukup menghebohkan seluruh rumah joglo modern di area komplek hunian tersebut. Sehingga para penghuni rumah joglo modern itu pun keluar dari ruangan mereka masing-masing menegok ke arah depan pintu rumah.


"Ayunda sayang ada apa?" Ummi Hannah cukup terusik dengan teriakan Ayunda dimalam yang sudah mendekati larut itu


"Maaf Ummi, habisnya ...."


Belum selesai Ayunda memperjelas perkataannya, Abah Ridho yang baru turut hadir menanyai Ayunda dengan sebuah pertanyaan lagi,


"Kenapa Ayunda?" Abah Ridho yang baru hadir mendengar sedikit kebisingan


Abah melirik ke arah belakang Ayunda tampa ada seperti bayangan tapi mungkin hanya halusinasi saja karena masih kena efek baru bangun tidur. Tapi Ummi mendekati Ayunda dan memerintahkan agar Ayunda bergeser sebab Ummi mau menengok dan memastikan bayang-bayang itu benar adanya atau mungkin cuma halusinasinya juga karena efek baru bangun tidur (sama seperti Abah Ridho).


Ummi sudah terlanjur terus berjalan mendekati bayangan itu sementara Ayunda yang ingin mencegahnya malah meyakinkan Ayunda agar bergeser saja dengan maksud tidak perlu khawatir, Umminya wanita pemberani yang tidak takut meskipun dengan adanya bayang-bayang dimalam yang mendekati larut itu.


Perlahan-lahan Ummi Hannah melangkah dan terus melangkah hingga Ummi Hannah pun sampai ditempat dimana tampak sebuah bayang-bayang di sana. Ummi Hannah yang cukup berhati-hati mendekati bayang-bayang itu sepersekian detik kemudian Ummi Hannah dibuat cukup terkejut dengan kemunculan sosok di depannya saat ini,


"Ya Allah, ternyata kamu Reyhan?" tak menyangka,


"Ummi senang sekali akhirnya kamu ingat pada keluargamu juga"


Dengan tangannya masih memegang lengan Reyhan dan matanya menyiratkan kebahagiaan seorang Ibu yang lama tak bertemu anaknya. Ya Bagaimana Ummi Hannah dan Abah Ridho tidak merindukan putranya yang tidak pulang selama tiga bulan lamanya?


"Reyhan kenapa kamu tidak bilang kalau hari ini kamu akan pulang?" tegas Abah Ridho


"Surprise Abah ... surprise"


"Ish, anak nakal!" ujar Ummi dengan sedikit menjewer telinga Reyhan, "jam segini kamu bikin surprise seperti ini? Itu akan menakutkan Reyhan"


Ummi Hannah menegaskan kepada Reyhan agar kalau mau memberi surprise itu diperkirakan terlebih dahulu. Sementara itu, Abah Ridho kini sudah mengerti kenapa Ayunda tadi sampai teriak cukup histeris. Itu semua karena Kakaknya sendiri.


"Kamu sudah berhasil buat Ayunda terkejut 'kan?" Abah berucap mengenai rencana awal Reyhan sebelum ketahuan Abah dan Umminya


"Itu ungkapan rindu pada adik Reyhan tershalihah ini, Abah" Reyhan mengacak-acak hijab yang digunakan Ayunda

__ADS_1


"Untung saja Mas Reyhan enggak kebangetan tadi kasih kejutannya" Ayunda masih dengan wajah cemberut


Reyhan hanya menggaruk tengkuknya yang pada dasarnya tidak gatal sambil menampakkan seulas senyuman permintaan maafnya.


Setelah tau penyebab Ayunda berteriak dan apa sebenarnya yang sedang terjadi mereka kembali masuk rumah melanjutkan istirahat.


Abah dan Ummi melanjutkan istirahat tidurnya. Reyhan membersihkan dirinya. Usai membersihkan dirinya Reyhan hendak mencargher smartphone nya tapi dia tidak menemukan chargernya di dalam koper yang dibawanya setelah ia mengeluarkan isi dalam kopernya. Cukup lelah mencari ke sana sini ditambah kalau boleh jujur sebenarnya tubuhnya sudah ingin menikmati kenyamanan tempat tidur saat ini juga. Akhirnya Reyhan pergi ke kamar Ayunda berniat meminjam charger milik Ayunda. Ayunda sudah terbang ke alam mimpi tapi untunglah kamarnya tidak dikunci. Mau tak mau Reyhan masuk k kamar adiknya dengan derap langkah yang cukup pelan agar tak sampai membangunkan Ayunda.


Sebagai Kakak yang baik dan pengertian tentu Reyhan tidak ingin mengusik tidur nyenyak sang adik apalagi Reyhan juga sudah membuat Ayunda terkejut tadi.


Pucuk ditiba bulan pun tiba seperti itulah ungkapan hati Reyhan saat mengetahui bahwa charger Ayunda tergeletak di meja riasnya. Reyhan pun sangat senang sebab ia tak usah mencari sana sini dan membenarkan sana sini pula nantinya. Tau sendiri Ayunda orang yang cukup rapi.


Reyhan hendak keluar dari kamar Ayunda, tetapi saat akan keluar tanpa sengaja Reyhan menjatuhkan buku binder milik Ayunda yang pada mulanya tergeletak di samping charger milik Ayunda. Saat akan mengambil buku itu Reyhan cukup terpana membaca isi buku yang terbuka dengan sendirinya saat buku itu terjatuh.


Reyhan hanya membacanya sekali dengan seksama. Reyhan tak tau kalau adiknya yang disayang sudah bisa membuka hati kembali. Seulas senyum dengan mata berkaca-kaca tanpa diminta dan permisi turut hadir saat membaca rangkaian kata itu. Reyhan menutup kembali buku itu dan meletakkannya secara apik ditempat semula.


Ketika akan beranjak membuka pintu kamar Ayunda Reyhan sejenak berbalik menatap adiknya dari kejauhan teriring harapan dan do'a terbaik untuk sang adik yang ingin dilihatnya bahagia selalu. Andai dulu Ayunda tak menghentikan niat Reyhan yang ingin membuat Ustadz Habib kena hukumannya karena telah menyakiti Ayunda dengan memberi harapan palsu pada Ayunda saat itu, Reyhan pasti sudah melakukan berbagai cara agar rasa sakit yang dialami adiknya terobati.


𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠 𝙊𝙣


"Ayunda biarkan Mas Rey menemuinya dan memberinya pelajaran yang setimpal atas yang diperbuatnya kepadamu"


"Tidak Mas Rey... tidak. Ayunda tau Bagaimana sakit nya dia. Ini semua bukan salah Ustadz Habib, ini semua memang sudah jadi kehendak dari Allah"


"Ayunda" ujar Reyhan tak setuju pada perkataan Ayunda


"Percayalah Mas Rey yang Ayunda katakan benar adanya. Mas Rey sudahlah seiring berjalannya waktu Ayunda akan kembali membaik Ayunda hanya butuh semangat dan dukungan dari Mas Rey, Abah dan Ummi untuk Ayunda bangkit dari luka ini"


𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠 𝙊𝙛𝙛


Dalam hati Reyhan sungguh berharap bahwa laki-laki bernama Muhammad Raffa Abimanyu al-Ghifari, memang pembawa kebahagiaan untuk adik tersayangnya Ayunda Syaharani. Reyhan pun kali ini benar-benar beranjak pergi dan menutup pintu kamar Ayunda dengan pelan dan hati-hati.


...****************...

__ADS_1


Suasana pagi itu cukup dingin menyentuh kulit manusia hingga sudah menjelang setengah akan siang cuaca tetap redup. Sang mentari sedang enggan menampakkan sinarnya.


Meskipun begitu Ayunda tetap berangkat ke kampus untuk mentutaskannya tugas yang Raffa percayakan padanya. Walau sebenarnya hari itu tidak ada jam kuliah alias masih libur.


Sudah bersiap cukup rapi dengan gamis silver yang dipadu padakan dengan jilbab syar'i berwarna navy. Ayunda terlihat sangat cantik dan anggun pagi itu, wajah berseri-seri juga terpancar padanya. Keluarlah aura kecantikan pada wajah dan hati Ayunda.


Selesai dengan urusan pakaian, Ayunda menemui Ummi Hannah di dapur yang sedang membuat kue bersama Bi'Inem.


"MasyaAllah non cantik sekali! Sudah seperti bidadari turun dari surga saja" puji Bi'Inem yang kebetulan menegok ke arah Ayunda yang akan menghampiri Ummi Hannah.


"Terimakasih Bi' " Ayunda membalas dan langsung meraih tangan Ummi Hannah untuk diciumnya dan berpamitan,


"Ummi, Ayunda pergi dulu ke kampus"


"Ayunda kamu masih ngampus aja sayang. Bukannya udah masa liburan?"


"Sebenarnya begitu Ummi, tapi ada yang perlu Ayunda selesaikan hari ini juga"


"Padahal rencananya habis ini Ummi mau ngajak jalan-jalan mumpung semuanya lagi ada di rumah" ujar Ummi Hannah yang tidak mungkin mencegah Ayunda untuk tidak pergi ke kampus karena bagaimanapun Ayunda pasti akan berat untuk melakukan hal itu.


"Kapan-kapan lagi saja enggak apa, sayang" Ummi Hannah meyakinkan,"kamu hati-hati di jalan"


Memeluk Ummi Hannah sebagai ungkapan terimakasih sudah memperbolehkan pergi. Juga sebagai tanda permintaan maaf karena tidak bisa menerima ajakan Ummi dan yang lainnya. Tapi Ayunda sudah kembali menegaskan kalau jalan-jalannya sesudah ia selesai mengurus tugas dari Raffa.


Mendengar nama Raffa Ummi Hannah tak percaya rasanya, bagaimana Ayunda bisa dijadikan orang kepercayaan Raffa? Dan Ayunda pun menjelaskan kalau sebenarnya sudah sering Raffa memberikan amanah tugas itu padanya. Ayunda menjelaskan kembali kepada Umminya, bahwa karena itu Ayunda sering pulang telat dan menyendiri di dalam kamar.


Bolehkan Ummi Hannah berharap bahwa Raffa lah jawaban dari do'a nya untuk kebahagiaan Ayunda kini dan selamanya? Itulah perasaan yang muncul dalam benak seorang Ibu saat melihat putrinya begitu bahagia dan antusias menceritakan kedekatannya dengan pangeran idaman hatinya yang bernama Raffa.


Kini semua perlahan-lahan tau akan perasaan Ayunda kepada Raffa. Mulai dari Reyhan, Ummi dan Abah semua sudah tau. Mereka punya harapan yang sama bahwa Raffa lah pembawa kebahagiaan untuk Ayunda. Dalam arti lain maksudnya adalah jodoh yang ditakdirkan untuk Ayunda.


Sementara itu, keluarga Ayunda berniat menyampaikan kepada Bu Yeni akan niat mereka mempersatukan Ayunda dan Raffa. Tapi sebelum itu, mereka (keluarga Ayunda) ingin memastikan lagi pada Ayunda mengenai perasaannya dan persetujuannya sebelum niat keluarga nya disampaikan ke Bu Yeni kemudian berlanjut ke Raffa dan keluarga. Dan perlu waktu sampai nanti malam untuk menanyakan persoalan itu pada Ayunda putri rumah itu. Karena baru saja Ayunda pergi tak mungkin menyuruhnya kembali hanya untuk ditanyai perkara yang masih bisa dibicarakan di lain waktu.


~

__ADS_1


__ADS_2