Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Meluk Ustadzah


__ADS_3

Memang begitulah seorang Kyai atau lebih tepatnya Ulama'. Dalam diri beliau selalu terdapat keistimewaan yang kita sendiri jarang mengetahuinya. Karena terkadang itu ditampakkan hanya kepada orang tertentu atau saat tertentu. Kadang pula malah tidak ditampakkan tapi menjadi keistimewaan antara dia dan Tuhan-nya.


Beralih ke sebuah Ma'had juga hanya beda generasi saja yang menempati Ma'had ini. Kalau Ma'had yang ditempati Ustadz Habib terdapat banyak kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa. Kalau di Ma'had satu ini, yakni Ma'had Al-Hikam/Ponpes Al-hikam santri mulai dari umur MI/SD sampai MA/SMA saja.


~20.00 WIB Ponpes Al-hikam~


Ustadzah berwajah cantik dengan senyum tulus yang senantiasa menghiasi tutur katanya tengah begitu menikmati suasana pembelajaran yang sedang berlangsung dengan para santri cilik saat itu.


Berbagai pertanyaan seringkali muncul dari benak mereka tentu membuat sang Ustadzah cukup kuwalahan menanggapi satu per satu dari pertanyaan mereka.


Saat Ustadzah itu di rombong dengan banyak pertanyaan ada 1 anak perempuan yang baru saja masuk asrama menghentikan suara tanya para santri lain.


"Hei berhenti!" dengan cukup tegas namun tak berhasil


Anak perempuan itu geleng-geleng tak habis fikir ternyata tidak mempan dia pun menarik nafas begitu dalam dari perutnya hingga perutnya mengembung. Kemudian mengeluarkannya secara penuh dan.....,


"Hei berhentiii ...! " teriak anak perempuan itu


Dan benar saja para santri semuanya langsung berhenti dan menatap kepada anak perempuan yang berteriak tadi.


"Audri berisik tau?" Khalil menyahut


"Kalian yang berisik. Terutama kamu Khalil, kasian Ustadzah tau. Kalian beri pertanyaan bertubi-tubi dan enggak kalian beri kesempatan untuk bicara satu katapun" ujar Audri yang baru kembali ke Ponpes langsung melihat Ustadzah kesayangannya diserbu pertanyaan dan rengekan dari teman seusianya


Tanpa tunggu lama Ayunda sebagai Ustadzah melerai kedua anak itu sebelum bertengkar semakin parah.


"Sudah ... sudah! Sekarang semuanya kembali duduk yang rapi. Ustadzah akan menjelaskan inti dari tugas yang Ustadzah berikan kepada kalian."

__ADS_1


Ayunda menjelaskan dengan pelan dan mendetail akan tugas yang ia berikan kepada mereka para santri cilik itu sebagai tugas PR . Usai memberi penjelasan dan berniat mengakhiri pembelajaran Audri mendekati Ayunda meminta keringanan agar dia tidak usah diberi PR juga karena dia baru saja kembali ke Ponpes sehingga tidak mengikuti pembelajaran di awal sebelum ia datang.


"Audri sayang, kamu tetap harus mengerjakan juga. Tugas ini Ustadzah ambil dari bab-bab yang pernah kita pelajari. Bukan cuma bab hari ini"


"Tapi, Ustadzah"


Sesuai dengan sifat yang harus dimiliki seorang guru yang dijelaskan dalam kitab "Tarbiyah Wa Taklim" salah satunya adalah menampilkan wajah berseri-seri, maka dengan wajah berseri-seri (sumringah) dan meneduhkan Ayunda mencoba memberi pengertian kepada Audri,


"Untuk bab hari ini yang Ustadzah tuliskan kamu bisa meminjam buku temanmu yang lain untuk kamu catat dan pelajari. Faham Audri?"


"Faham Ustadzah" cukup kecewa tapi tetap bahagia namanya juga dapat perintah dari yang dicinta apalagi yang dicinta adalah gurunya sendiri. Harus sami'na wa a'tonaa donk pastinya.(😉😇)


Pembelajaran akan berakhir sebelum berakhir salah satu dari para santri memimpin do'a kafaratul majlis dengan diiringi oleh Ayunda.


Mereka berhambur ke tangan Ustadzahnya hendak salim dan mencium tangan sang Ustadzah. Tak butuh waktu lama semua santri sudah pergi termasuk Audri namun membalikkan tubuhnya menghampiri Ustadzah yang masih ditempat asrama untuk mengaji.


"Enggak Ustadzah"


"Loh? Terus kenapa? Kamu nunggu Ustadzah? Enggak ditunggu nanti kamu ketinggalan sama temen-temen kamu yang lain" memberi pengertian


Dengan cukup ragu Audri memberanikan diri dan berucap,


"Ustadzah, Audri pingin ..." dengan cukup lirih namun terdengar sangat jelas, "meluk Ustadzah"


"Dengan senang hati sayang. Sini Ustadzah peluk kamu"


Mereka berpelukan Audri memperat pelukannya. Dalam diamnya Audri sebenarnya cukup kecewa karena tadi dia tau bahwa Om Abinya sudah bertunangan dan akan melangsungkan pernikahan beberapa bulan kedepan. Audri tak sengaja mendengar perbincangan antara orang tuanya dengan Om Abinya.

__ADS_1


Audri cukup sedih harapannya untuk bisa punya Aunty secantik dan sebaik Ustadzahnya (Ustadzah Ayunda) tidak jadi kenyataan. Padahal dalam hati Audri merasa mereka sangat cocok apalagi kedua orang itu sangat menyayangi Audri begitu pula dengan Audri. Dan Audri baru menyadarinya saat makan siang bersama yang tidak disengaja juga tidak direncanakan.


Setelah cukup lama berpelukan Ayunda menanyakan perihal Audri menginginkan hal yang tak seperti biasanya. Namun sayang Audri tidak mau mengatakan yang sebenarnya ia hanya bilang kalau dia sayang sama Ustadzah Ayunda. Lebih tepatnya Audri belum tau harus mulai mengatakannya dari mana karena itu ia tidak mau jujur pada Ayunda.


Merasa tak mau menekan Audri berkata jujur walaupun sebenarnya dalam hati Ayunda juga tak begitu percaya pada alasan yang diberikan putri kecil yang selesai dipeluknya itu, Ayunda mengajak Audri untuk pergi dari asrama mengaji dan bergegas ke Masjid Ponpes untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya karena masih ada kegiatan untuk para santri.


...****************...


~Pukul 20.30 WIB di Rumah Joglo Modern~


Ayunda sudah berada di rumah masa kecil dan ia tumbuh hingga sekarang. Berkumpul bersama kedua orang tua kesayangannya. Mereka menghabiskan waktu bersama dengan saling bertukar cerita dan Abah Ridho lah kali ini yang begitu banyak bercerita daripada Ummi Hannah. Malam ini Ummi Hannah menjadi pendengar yang baik bersama Ayunda.


Ditengah obrolan keluarga itu yang sedang asik-asiknya ada panggilan masuk dari Yuna Anastasia (lagi), Ummi Hannah yang mengetahui hal itu segera menyuruh Ayunda untuk mengangkatnya. Dengan lapang hati Ayunda mengangkatnya berharap Yuna tidak mengatakan perihal Ustadz Habib padanya karena sedang ada orang tuanya saat ini.


Panggilan sedang berlangsung Yuna yang mengetahui nampak ada Ummi Hannah dan Abah Ridho pun menyapa dan mengucap salam. Dan langsung berbicara pada intinya saja karena tak mau menganggu waktu berkualitas keluarga itu.


Abah Ridho dan Ummi Hannah yang tak bermaksud ikut mendengarkan tapi memang terdengar merasa aneh dan cukup was-was melihat apa yang disampaikan Yuna pada Ayunda di panggilan video call tadi.


"Abah, Ummi tenang saja. Aku sama Yuna enggak ada masalah apa-apa kok" Ayunda menjelaskan perkataan Yuna saat video call. Karena Yuna meminta maaf pada Ayunda dan tidak akan seperti itu lagi pada Ayunda.


"Tadi, memang ada sedikit kesalahan pahaman saja"


"Kesalahan pahaman macam apa itu sayang?" tanya Ummi Hannah


"Emma, bukan apa-apa kok Ummi. Yang penting sekarang semua sudah kembali membaik" Ayunda yang menutupi kesalahan pahaman apa yang terjadi antara dia dan Yuna.


Karena merasa tak perlu ikut campur lebih dalam lagi antara Ayunda dan Yuna, Ummi Hannah pun percaya pada Ayunda.

__ADS_1


__ADS_2