Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Tidak sekuat sang Mama


__ADS_3

Bella sudah cukup lelah mencari Windi dan Tasya di area kampus tapi mereka tidak ada, merasa cukup kesal dan lelah mencari Bella bergegas memasuki mobilnya. Mengemudi dengan kecepatan tidak terlalu sedang karena cukup kesal dan geram dengan kelakuan kedua sahabatnya itu. Bukannya menutupi aib tapi malah membuka.


Bella baru tau kalau sahabatnya memang tak setulus para sahabat Ayunda. Ah...alangkah beruntung nya Ayunda mendapatkan teman yang baik dan tulus. Bahkan tak segan pula temannya itu membuat rencana untuk mendekatkan Ayunda dengan Raffa laki-laki yang menurut mereka cocok dengan Ayunda. Sedang dirinya punya dua teman tidak ada yang membelanya malah yang ada memanfaatkannya. Padahal Bella sendiri juga sering memanfaatkan kedua sahabat itu demi kepentingannya sendiri, sering kali juga Bella berbuat seenaknya pada mereka berdua, Winda dan Tasya. Hanya karena mentang-mentang Bella notabenenya lebih kaya daripada mereka. Tapi sayang Bella belum menyadari akan sikapnya itu.


Bella memberhentikan mobilnya tepat di sebuah tempat lebih mirip dengan kost-kostan, Bella memasuki tempat itu tanpa permisi main masuk saja dan berteriak memanggil nama kedua sahabatnya itu dengan lantang dan sangat menganggu orang sekitar penghuni kost itu.


"Windi, Tasya? Dimana kalian?"


Teriak Bella penuh amarah dan kegusaran mencari Winda dan Tasya yang telah menyebarluaskan foto dan berita dia yang sudah merayu dan mencoba mendekati Raffa dengan tidak sepatasnya.


Sementara itu, Ibu kost pemilik kost-kostan yang di tempati Winda dan Tasya merasa geram dengan kelakuan Bella karena sudah menganggu orang lain di sekitar kost nya.


Ibu pemilik kost itu menghampiri Bella dengan cukup tak suka namun tetap sembari memberi arahan secara baik kepada Bella,


"Maaf ya dek, kamu kalau mau marah-marah jangan di sini! Terlebih orang yang kamu cari dan mau kamu marahi belom pulang sedari tadi"


"What? Windi ...Tasya?" dengan geram dan tangan menggepal


Penghuni kost yang lain memperhatikan Bella dengan seksama serta tatapan tak suka. Seakan-akan mengatakan bahwa bagus covernya doank, depannya aja pakek syar'i tapi lupa hatinya tidak disyar'i kan juga, sambil geleng-geleng sendiri.


Bella sadar akan kelakuannya yang mungkin sudah keterlaluan, tak seharusnya dia meluapkan emosinya dengan cara seperti tadi (menggedor-ngedor pintu kost-kostan yang sudah pasti akan banyak orang lain yang terganggu juga). Bella sudah tersulut amarah sampai lupa kelakuannya hanya akan menambah kesan kurang baik untuk dirinya juga yang ada hanya akan membuat malu dan di pandang sebelah mata orang lain.


Tanpa fikir panjang Bella meninggalkan tempat itu karena merasa sudah sangat malu, Ibu pemilik kost dan penghuni kost itu masih terbengong dengan sikap Bella yang bukannya meminta maaf tapi malah langsung kabur pergi begitu saja.


Di dalam mobil Bella sudah sangat kacau dia ingin marah semua rencananya untuk mendapat perhatian Raffa tidak terjadi sesuai harapan malah yang terjadi sebaliknya bahkan lebih parah.


Bella juga sudah menyampaikan permintaan maafnya tapi kedua sahabatnya itu ternyata tak sebaik dan setulus yang Bella fikir.


Awalnya Bella berfikir bahwa tak cuma Ayunda yang punya sahabat baik yang akan selalu mendukung dan membela serta membersamainya tapi Bella juga punya sahabat yang tak kalah baik dan malah lebih modern yang ia miliki. Namun Windi dan Tasya yang Bella kira baik dan tulus malah membeberkan berita yang seharusnya sudah tak perlu dibesar-besarkan karena dia sudah mengakui kesalahannya dam meminta maaf dan Raffa juga sudah memaafkan serta tak ingin membahas hal itu lagi, seperti yang telah diucapkan Raffa siang tadi saat tengah dibully karena perbuatannya pada Raffa.


Sesampainya di rumah Bella langsung naik ke lantai atas kamarnya. Membersihkan diri kemudian shalat Maghrib sendiri di dalam kamar. Jadi, meskipun Bella tak sebaik dan sesempurna Ayunda tapi untuk kewajiban shalat 5 waktu dia tak akan mengabaikan bahkan melupakan.


Sesudah menjalankan ibadah shalat Maghrib, seorang pelayan menemui Bella di kamar atas meminta agar Bella segera turun karena Mama Bella sudah menunggu di bawah.


Tok ... tok ... tok!


Bella membukakan pintu kamarnya,


"Ada apa Bi?"

__ADS_1


"Nyonya menyuruh Non untuk segera turun kebawah!"


"Mama? Bukannya Mama ada tugas diluar kota Bi?"


"Nyonya langsung pulang Non"


"Tumben?" Bella membatin sebab tak biasanya sang Mama akan pulang secepat itu walaupun di luar kota biasanya juga menginap satu/dua hari sekalian refresing dan liburan. Untuk hari ini, kenapa tidak demikian? Bella masih berkelana dengan fikirannya.


"Kalau begitu, Bibi ke bawah dulu Non"


Tak lama kemudian Bella turun menemui sang Mama yang sudah menunggunya di ruang tamu,


"Duduklah Bella!"


"Kamu baik-baik saja Bella?"


Tak mau menambah permasalahan Bella berbohong kalau dia baik-baik saja, tak baik kalau sang Mama tau tentang apa yang sudah diperbuatnya di Kampus tadi pagi,


"Iya Ma, Bella baik-baik saja kok!"


Mama Bella hanya manggut-manggut berdiri dari tempat duduk dan menghampiri Bella, membuka layar handphone dan memperlihatkan foto Bella yang berusaha memeluk Raffa dan difoto kedua foto yang menampakkan ekspresi ketidaksukaan Raffa. Difoto itu Raffa terlihat cukup menahan emosi tak habis fikir akan kelakuan dan ulah Bella tiba-tiba memeluk Raffa dari arah belakang tanpa Raffa ketahui.


"Bella kamu sudah membuat malu Mama. Apa yang sudah kamu lakukan itu tidak benar Bell, tidak benar!" tegas Mama Bella kecewa dengan berita yang beredar di Kampus mengenai Bella putrinya


Bella diam membisu tak berani menjawab pertanyaan sang Mama


"Bella? Jawab Mama Bell! jawab Mama!" menatap Bella penuh kekecewaan disertai tangis yang tiba-tiba mengalir di sudut mata Mama Bella


"Bella khilaf Ma. Bella juga sudah menyesali dan meminta maaf atas kelakuan Bella,"


Terang Bella kepada sang Mama seraya ikut mengeluarkan air matanya sungguh Bella tak tega dan tak ada niat menyakiti hati sang Mama. Bella juga tidak tau bagaimana sang Mama bisa tau tentang masalah itu? Winda dan Tasya? Iya Mama nya punya kontak mereka.


"Maafin Bella Ma. Bella sudah buat Mama kecewa dengan sikap Bella"


Menatap mata Bella dengan rasa prihatin dan miris,


"Bella, tidak seharusnya dan tidak semestinya kamu melakukan itu semua kamu itu seorang wanita Bella..seorang wanita"


"Pagi tadi Mama bahagia melihat kamu yang sudah mulai berubah. Tapi malam ini? Dengan mudahnya kamu mengubah kebahagiaan itu dengan kesedihan"

__ADS_1


"Ma, sudah berapa kali Bella bilang, Bella minta maaf Ma, Bella sudah menyesalinya dan kasus itu juga sudah ditutup tidak akan ada yang membahasnya lagi di kampus"


"Kamu bilang sudah ditutup? Terus kenapa di sosmed ramai memperbincangkan kamu?"


"Itu semua ulah Windi dan Tasya Ma. Mereka yang menyebarluaskan foto dan berita itu. Tadi Bella mau menemui mereka meminta penjelasan kenapa mereka setega itu pada Bella padahal Bella ini sahabat mereka? Tapi mereka tidak ada di satu tempat manapun yang udah Bella cari"


"Bella Mama sudah menyuruh orang Mama untuk membersihkan dan membereskan foto dan berita kamu itu? Mama ingin ini yang terakhir dan tidak akan terulang lagi"


"Dan jangan sampai juga Mama dengar kalau sebelum ini kamu pun pernah melakukan hal yang memalukan seperti itu kepada dosen kamu lainnya"


"Ma? Tega Mama menuduh seperti itu pada Bella? Bella akui Ma, Bella memang tidak seshalihah Mama, Bella juga tidak sekuat Mama. Yang bisa hidup sendiri tanpa orang yang dicintai disisi Mama. Tapi asal Mama tau, kenapa Bella melakukan semua itu kepada pak Raffa? itu semua karena Bella suka sama pak Raffa Ma. Bella sayang sama dia. Bella ingin pak Raffa melihat Bella dan respect pada Bella, Ma. Bella ingin Pak Raffa jatuh cinta pada Bella karena Bella ingin mendapatkan cinta dari orang yang Bella cinta. Bella ingin hidup dengan cinta Bella dan Bella gak bisa kalau Bella harus sekuat Mama"


"Mama yang bisa hidup dan bertahan tanpa adanya Papa bersama Mama"


"Mama yang hebat bisa hidup mandiri dan menghidupi Bella dengan kemewahan"


"Bella gak mau Ma, Bella rasanya gak akan kuat kalau Bella tidak bisa hidup dengan mendapatkan orang yang Bella cinta"


"Bella gak bisa kalau Bella harus jadi kayak Mama, Ma? Bella gak bisa" kali ini air mata deras mengucur disudut mata Bella


"Meskipun semua kenyataan ini harus Bella terima bahwa Pak Raffa gak suka sama Bella. Dia gak ada respect sama sekali ke Bella."


Mama Bella menyadari bahwa putrinya sedang mengalami sakit karena cintanya ditolak ditambah lagi persoalan tadi pagi. Pasti Bella sangat hancur dan terpukul. Mama Bella merasa iba dan sedih melihat penderitaan yang dialami Bella. Tak seharusnya juga dia memarahi Bella seperti tadi.


"Bella, Bella lihat Mama!"


Bella menatap nanar sang Mama.


Mama Bella memeluk Bella, mencoba untuk menguatkan Bella. Seraya menegaskan kalau sang Mama akan selalu ada bersama dengan Bella apapun yang terjadi karena bagaimanapun kehadiran Bella waktu itu dan saat ini adalah anugerah sekaligus penopang kehidupannya saat harus menerima pil pahit karena Papa Bella ternyata memiliki wanita lain selain dia. Semenjak itu Mama Bella memutuskan hidup sendiri bersama Bella dan bekerja keras untuk bisa memberikan hidup yang layak tidak kurang apapun untuk Bella.


๐“‘๐“ฎ๐“ป๐“ผ๐“ช๐“ถ๐“ซ๐“พ๐“ท๐“ฐ...!


Assalamu'alaikum, Para Readers dimana pun kalian berada!


Semoga sehat selalu dan bahagia selalu.. Aamiin.


Oh ya kalian ... para Readersku yang tersayang, budiman dan baik hati boleh donk kasih like yang banyak supaya makin banyak yang tau cerita ini.โ˜บ


Atas kesediaanya kasih like yang buanyak author mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

__ADS_1


Salam manis dari Author๐Ÿค—


__ADS_2