
Di depan cermin seorang gadis sedang merapikan khimar yang ia kenakan. Mengarahkan khimar panjang dan lebarnya ke arah samping kiri dengan menyematkan bros imut sebagai perekat. Dilanjutkan memasang jam tangan casual berwarna hitam ditangan kirinya.
Menatap ke arah cermin kembali memeriksa bagaimana penampilannya? Apakah sudah rapi dan terkesan pantas (serasi)? Tapi Ayunda masih merasa bahwa ada sedikit yang kurang darinya. Setelah pengamatan yang cukup memakan durasi sekarang Ayunda sadar kalau ia belum mengenakan celak karena ia terbiasa mengenakan nya sekaligus sudah nyaman untuk mengenakan nya. Selain itu mengenakan celak merupakan jadi kesunnahan apalagi ketika bulan Muharram supaya tidak terkena sakit mata.
Ketika asik melihat pantulan dirinya di cermin, entah mengapa Ayunda tampak seperti melihat ada Raffa di samping cermin itu sedang bersedekap dan menatapnya dengan penuh kekaguman? Ayunda pun menggerak-gerakkan tangannya untuk mengetes apa benar demikian? Dan ternyata itu hanya halusinasi Ayunda saja karena selalu terfikirkan oleh Raffa. Ayunda langsung menepuk jidatnya sediri dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Merasa malu dan apa yang sudah terjadi padanya. Fikir Ayunda.
"Astagfirullah ... apa yang ada difikiranmu Ayunda?"ucapnya menggerutu," kalau saja beneran gak kebayang pasti? Untung gak beneran"
Kini Ayunda kembali fokus menatap dirinya dari cermin. Dari arah ruang makan seorang wanita yang penuh kasih sayang memanggilnya,
"Ayunda cepat ke sini kita sarapan bersama!"
"Iya Ummi tolong tunggu sebentar! Ayunda segera ke sana" mengambil tas selempangnya serta membawa beberapa buku tebal yang perlu dibawa. Tapi sayang Ayunda masih lupa dengan sapu tangan yang seharusnya dibawa karena siapa tau 'kan bakalan ketemu Raffa lagi. ๐ ๐
...****************...
*Di Universitas*
Tak seperti biasanya Ayunda yang selalu sampai lebih dulu di Universitas namun kali ini, Ayunda ditunggu oleh ke 4 sahabatnya. Sejujurnya Ayunda juga merasa tak enak karena telah membuat para sahabat nya menanti dirinya, tapi bagaimana lagi? Jalanan kota hari ini sangat padat tidak seperti kemarin-kemarin lalu (hari presentasi Ayunda) karena banyak orang yang memulai dan melakukan melakukan rutinitas mereka setiap hari dan hari ini cukup pagi sekali jalanan sudah padat dengan kendaraan.
Sesampainya di Universitas
__ADS_1
Ayunda menyapa ke 4 sahabat nya yang cantik bagai bidadari dengan pakaian tertutup yang mereka kenakan.
"Assalamu'alaikum para calon Bu Guru dan Istri Shalihah!"
"Wa'alaikumussalam!" jawab mereka bergantian
"Ish ... ish! Pagi-pagi sudah ngegombal aja?" jawab Mala sambil melihat ke arah jam di tangannya,"sudah siang nih. Masuk yuk!"
Masuklah mereka mengikuti perkuliahan seperti biasanya namun tidak ada jam dengan pak Raffa pada perkuliahan mereka hari ini. Karena jadwal pak Dosen ganteng nan wibawa itu masih minggu depan.
Setelah berjam-jam mengikuti perkuliahan kini akhirnya mereka bisa bebas untuk melepaskan kepenatan mereka setelah berjam-jam bergulat dengan buku serta karya ilmiah juga perdebatan (diskusi).
Ayunda, Mala, Raya, Stevi dan Hanum mereka menyatukan alisnya dan heran dengan sikap Lydia. Lydia yang kebetulan juga melihat ekspresi mereka pun tak peduli dan malah mengungkapkan apa yang ia alami selama duduk dan berdebat di kelas perkuliahan tadi.
"Please guys! Jangan heran kayak gitu!" jawabnya ingin dimengerti,"kalian tuh gak ngerasain sih? Betapa capeknya aku karena debat tadi?"
"Heh kita juga ikut kali! Jadi kita juga ngerasain lah! Cuma kita 'kan strong woman" jawab Hanum
"Nah! Bener bangeettt apa kata Hanum" sahut Stevi
"Ish! Kalian tuh memang selalu semangat 45. Salut aku sama kalian. Aku jadi pingin minta tips dari kalian" ucap Lydia mengedarkan pandangannya ke mereka ber 4 termasuk Ayunda,"Emm ... Bagaimana kalau kita ngombrol santai di kursi taman dibawah pohon sana? Ayolah guys! Please!"
__ADS_1
"Boleh banget Lydia biar kita jadi makin dekat satu sama lain" ucap Ayunda karena memang Lydia awalnya jarang berinteraksi dengan mereka berempat. Meski begitu sebenarnya Lydia adalah gadis yang baik cuma Lydia lebih suka sendiri karena memang tipe cewek mandiri. Melihat kekakraban dan semangat mereka berempat Lydia jadi ingin mengenal lebih dalam.
"Eh ... tunggu dulu! Sebaiknya kita samperin temen ngombrol kita dulu biar nanti gak garing" ucap Raya yang memang suka ngemil
"Oh iya! Kamu bener banget Raya" jawab Ayunda, " Oke! Sebelum pergi ke tempat tujuan kita cari makanan dulu di kantin"
Selesai memesan makanan, mereka meminta tolong agar pesanan mereka diantar ke kursi taman yang tak jauh dari keberadaan kantin itu.
Kini mereka telah duduk berhadapan di kursi dengan penataan yang sangat rapi tersebut sambil menunggu makanan mereka datang. Sesekali mereka meminum es dalgona yang telah jadi lebih dulu dari makanan yang dipesan.
Disela-sela sesi menunggu makanan datang Lydia membuka percakapan dengan mengajukan sebuah pertanyaan kepada mereka.
Apakah pertanyaannya???
๐๐ฎ๐ป๐ผ๐ช๐ถ๐ซ๐พ๐ท๐ฐ ...!
Yuhuuuu! Aku kembali lagi...
InsyaAllah besok aku terusin up nya sekarang udah sipit matanya. ๐๐
Love sekebon buat kalian๐
__ADS_1