Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Sejuta Kebahagiaan


__ADS_3

Sejuta kebahagiaan pun hadir di wajah Ibunda Ustadz Habib saat mendengar bahwa putranya mau menikah dengan wanita pilihannya. Dengan semangat 45 Ibunda Ustadz Habib akan berusaha agar lekas sembuh dam membaik. Agar bisa mengurus segala persiapan pernikahan putra pewaris pondok pesantren Abahnya.


Selain itu, Ustadz Habib juga kembali menuturkan kepada Pak Kyai Ali selaku guru besarnya bahwa ia akan tetap berkhidmah dan mencari ilmu di Ma'had sampai hari pernikahannya tiba.


Mungkin selesai menikah ia akan belajar untuk mengurus pondok pesantren Abahnya.


Ia memang tidak ada perasaan cinta untuk wanita pilihan Ibundanya tapi ia akan belajar. Dan itu dimulai dari sekarang. Pak Kyai Ali yang mendengar ini juga tampak bahagia mendapat kabar baik ini. Pasalnya wanita pilihan Ibundanya adalah keponakan Pak Kyai Ali sendiri yang bernama *Aysha Al Mahyra*. Namun Ustadz Habib masih belum mengetahui itu semua.


...****************...


Setiap manusia akan disibukkan dengan aktivitas mereka. Seperti itu pulalah, gadis berparas ayu nan manis itu menggunakan harinya.


Hari demi hari, malam demi malam digunakan Ayunda untuk menuntaskan tugas skirpsi dan buku yang ingin diterbitkan olehnya suatu saat di salah satu penerbit.


Terkadang kita memang perlu menguatkan tekad dan menepis berbagai macam godaan untuk meraih apa yang kita tuju. Saat seseorang punya cita-cita, tentu butuh waktu untuk dalam mewujudkannya. Tak dapat ditepis pula bahwa di dalam perwujudan cita-cita membutuhkan ketangguhan, keuletan, ketekunan dan kesungguhan karena godaan demi godaan mesti datang dari arah manapun itu. Godaan anak muda seperti senang-senang, menghabiskan waktu untuk nongkrong, dll.


It’s okay nongkrong/hang out boleh kok, tapi tidak untuk setiap saat waktu yang dimiliki digunakan untuk kesenangan duniawi saja.


Akan lebih bermakna saat waktu yang kita miliki bersama, kita gunakan dengan melakukan hal-hal positif yang akan berdampak untuk kita bertumbuh menjadi sebaik-baik manusia yaitu manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Mari kita sama-sama belajar, bertumbuh bersama menjadi bermanfaat untuk semesta! 😊🙏.


Dan seperti itulah yang Ayunda rasakan, Ayunda merasakan menahan godaan saat banyak anak seusianya menghabiskan malam-malamnya di cafe ataupun di manapun itu, ia lebih memilih menghabiskan malam-malamnya dengan menulis. Baginya dengan menulis ia bisa menjadi manusia yang akan bermanfaat untuk orang lain. Semua orang punya caranya sendiri untuk menjadi versi terbaik dari dirinya dan dalam menebar kebermanfaan untuk sesamanya.


Di saat-saat Ayunda asik menulis dan tak ingin diganggu ada seorang laki-laki yang selalu saja iseng menganggunya dengan melakukan video call di jam malam waktu istirahat bagi kebanyakan orang tapi tidak untuk Ayunda.


Dengan cukup kesal tapi sayang Ayunda mengangkat panggilan masuk itu.


“Assalamu’alaikum, adek tershalihahku”


Sapa laki-laki itu dengan mimik yang sangat manis


“Wa’alaikumussalam Mas Rey”


“Tumben, kamu belum tidur. Jangan bilang kejar target lagi?”


“Nah, itu Mas Rey tau” Ayunda menyangkal


“It’s okay Ayunda kalau kamu mau kejar target tapi, ingat kesehatanmu juga.” nasehat yang sama dengan yang pernah Ummi Hannah katakan


“Iya Mas Rey, Ayunda tau kok”

__ADS_1


“Baguslah kalau begitu, Ayunda” Reyhan memuji,


“Emm, btw kamu enggak pingin tau kabar kakakmu ini gimana? Masih jomblo aja atau udah ada yang mau diseriusin?”


“Enggak Mas Rey, karena kalau Mas Rey ada yang mau diseriusin pasti cerita ke aku dulu, tanpa aku harus maksa Mas Rey buat cerita”


“Adek pinter!”


Ayunda pun tertawa karena itu. Reyhan pun senang rasanya saat bisa melihat tuan putri itu tertawa dengan begitu riangnya. Selanjutnya, Reyhan menyuruh Ayunda agar segera beristirahat tidur dan tak butuh lama panggilan video call itu pun berakhir.


“Mas Rey, Mas Rey” Ayunda menyebut nama kakaknya sendiri tak habis pikir dengan ulah Kakaknya itu.


“semoga Allah menganugerahkan wanita yang baik untuk kamu, Mas Rey dan terimakasih sudah menjadi kakak yang baik untuk Ayunda.”


Dan benar saja Ayunda pun segera mengambil wudhu membaca surah Al-mulk dilanjutkan Al -Waqiah kemudian baru tidur.


~


Hari terus saja berjalan dan berganti.


Tanpa dirasa hari untuk sidang skripsi Ayunda telah tiba juga.


Berbekal do’a dari Abah, Ummi tak lupa Mas. Rey dan orang-orang terdekat yang Ayunda kenal,


pagi itu Ayunda berangkat untuk mengikuti sidang skirpsi.


“Semoga lancar sayang” Ummi Hannah yang mendo’akan Ayunda, saat Ayunda mencium tangan Umminya untuk pamit.


“Semoga anak Abah ini, diberikan kemudahan, kelancaran dan keberkahan.” Abah Ridho turut mendo’akan.


~Di Universitas Islam kota S~


Tepat pukul 07.00 mahasiswa semester 8 teman seperjuangan Ayunda sudah berkumpul untuk mengikuti sidang skirpsi mereka. Mereka saling memberi dukungan, semangat Juga do’a. antara satu sama lain.


Cukup lama menunggu, tibalah giliran Ayunda. Dengan mengucap do’a dalam hatinya dan semangat serta kesungguhan Ayunda menjalani sidang skirpsi itu.


Beberapa menit setelah sidang selesai adalah saat paling mendebarkan yaitu masa penentuan lulus atau tidaknya. Segala puja dan puji hanya kepada-Nya, didetik dan dimenit itu juga Ayunda dinyatakan “Lulus” dengan gelar *Cum laude*. Cukup tak menduga, Ayunda begitu bahagia dan bersyukur rasanya. Ia langsung keluar dari ruangan itu dan disambut dengan pelukan, ucapan selamat untuknya. Tak lupa bermacam karangan bunga juga didapatkan Ayunda dari sahabatnya.


"Ayunda, selamat!" ucap Hanum senang sekaligus histeris.

__ADS_1


Kemudian berlanjut Mala, Raya, Stevi dan Lidya yang ikut memberi selamat dan menghamburkan diri memeluk Ayunda.


"Iya, selamat yaa Ayunda!"


Tidak hanya mengucapkan selamat, kelima sahabatnya itu juga membawakan Ayunda karangan bunga yang begitu cantik dan harum pastinya.


Ayunda juga menyerahkan karangan bunga serta ucapan selamat kepada sahabatnya yang juga lulus sidang. Lalu mereka berfoto bersama dengan karangan bunga itu. Ada foto bergaya resmi, ada juga dengan gaya bebas namun tetap sopan.


Ayunda menatapi karangan bunga yang didapatnya satu per satu. Ia bersyukur begitu banyak karangan bunga yang ia dapat dan itu artinya begitu banyak pula yang peduli padanya.


“Alhamdulillah ala kulli khal” ucapnya dalam hati


 


Ada sebuah karangan bunga yang mirip dengan karangan bunga yang pernah ia berikan pada Raffa. Mengingat itu Ayunda tersenyum kecut dan merutuki dirinya sendiri yang masih saja mengingat seseorang yang jelas-jelas sudah hidup bahagia sekarang. Fikir Ayunda.


Tak mau larut dalam lamunan, ia segera membawa semua karangan bunga itu ke dalam mobil karena saat ini ia sudah dijemput oleh Pangerannya alias Mamasnya yang paling baik dan peduli siapa lagi kalau bukan Mas Reyhan.


"Selamat, adek shalihah ku"


"Terimakasih Mas. Rey"


"Wah, banyak banget bunga yang kamu dapat Ayunda!"


"Alhamdulillah, Mas Rey" balasnya, "Mas Rey sendiri, enggak ngasih bunga buat Ayunda?"


"Ngasihlah, tapi masih di toko bunga."


"Itu namanya enggak ngasih, Mas Rey!" Ayunda menegaskan


"Yang penting kan udah ada niat mau ngasih, Ayunda"


masih menyangkal


Baiklah, Ayunda rasa lebih baik menyudahi saja perbincangan antara ia dengan kakaknya itu agar tak semakin runyam.


Siang itu setelah sidang skirpsinya, Ayunda marasa sangat bersyukur karena mendapatkan dua kabar gembira sekaligus. Dimana ia dinyatakan lulus dengan gelar *Cum laude*dan buku yang ditulisnya telah diterbitkan. Rasanya Ayunda sudah seperti memperoleh sejuta kebahagiaan.


Buku dengan judul “Cerita Satu Cinta” kini bisa digenggam dan dipeluk oleh banyak kalangan. Buku itu menceritakan tentang anak manusia yang pada dasarnya akan mengalami yang namanya cinta dan setiap cinta itu membawa pengalaman yang tidak sama namun membawa hikmah yang luar biasa.

__ADS_1


Di mana sebenarnya pecinta itu harus melabuhkan cintanya pertama kali atau lebih utama pada Sang Pencipta dengan sifat Arrahman dan Arrahim Yang Dimiliki-Nya. Maha Besar Allah dengan segala Firman-Nya.


__ADS_2