
Sepanjang menyusuri koridor/lorong-lorong ruangan, sepanjang itu pula Ayunda dan Hanum asik bercengkrama. Dengan sesekali Hanumlah yang bercerita kepada Ayunda. Dan itu cukup menjadi pemandangan yang indah saat kedua gadis cantik itu menampilkan barisan gigi-giginya yang bersih dan rapi.
Tanpa merekapun sadari sepanjang mereka berjalan dari koridor, tak terfikirkan oleh mereka jika akan banyak pasang mata yang menatap kagum pada keduanya karena cantik dan santunnya mereka. Saat berpapasan dengan orang lain mereka akan menunduk jika yang berpapasan adalah laki-laki yang tidak mereka kenal. Mereka akan menyapa dengan senyum, apabila yang berpapasan dengan mereka adalah wanita atau laki-laki yang mungkin mereka kenal atau sebut saja dosennya.
Asik saling berbincang dan menyapa orang yang mereka kenal, tanpa mereka sadari kini mereka telah sampai di depan pintu ruangan dimana perkuliahan jam pertama akan berlangsung.
Refleks Ayunda teringat sesuatu secara mendadak, "Astagfirullah Hanum aku lupa!" Menghentikan langkah dan menepuk jidatnya dengan pelan menggunakan salah satu telapak tangannya.
.
"Lupa?" Hanum belum mengerti maksud Ayunda berkata lupa itu lupa disebabkan apa.
"Iya aku lupa Hanum," Ayunda panik,
"aku lupa enggak ngasih tau temen-temen kalau mereka disuruh on time sama Pak Fahri tadi."
"Tuh mana sekarang sudah pukul 07.00 kurang 3 menit!" Ucapnya begitu cemas.
"Pak Fahri?" Hanum tercengang saat mendengar kata Pak Fahri dari Ayunda.
"Dosen killer itu?" Hanum menimpali kembali ucapannya.
Ayunda mengangguk disertai kecemasan yang melanda jiwa dan raganya.
Melihat Ayunda yang cemas, Hanum pun berinisiatif agar dia tak ikut cemas. Alhasil Hanum mencoba menenangkan Ayunda dengan mengajak Ayunda masuk saja dulu untuk memastikan, "Mendingan kita masuk kelas dulu saja Ayunda!Siapa tau temen-temen sudah pada kumpul semuanya tanpa terkecuali."
"Stay calm Ayunda!" Sambung Hanum terus berusaha membuat Ayunda tidak negatif thinking.
"Astagfirullah, bener kamu Hanum!" Ayunda tersadar bahwa seharusnya ia tak perlu cemas tak karuan lebih dulu sebelum memeriksa ruangan di depannya.
"Ya sudah, ayo!" Ajak Hanum kemudian.
Dan mereka pun melangkahkan kaki mereka. Tangannya sedikit membuka gagang pintu dan mengamati setiap kursi dan mahasiswa di ruangan itu.
"Alhamdulillah Hanum temen-temen on time semua." Merasakan kelegaan yang luar biasa.
Hanum pun ikut bahagia karena teman-temanya memang selalu aktif dan kompak. Seperti dirinya dengan Ayunda.๐คญ
Tersadar akan segera mendekati pukul 07.00 WIB, Hanum kembali mengingatkan Ayunda untuk mempersiapkan secara maximal materi dan mental sebelum presentasi.
"Ayunda, cepet persiapan!" Hanum mengingat dengan nada cukup halus.
"Okay!" Sekilas melihat ke arah jam tangannya dan mengucapkan rasa terimakasihnya pada Hanum, "Makasih sudah diingatkan tinggal 2 menit lagi ternyata."
Kini Ayunda bersama partner presentasinya tengah sibuk mendiskusikan kembali materi yang sudah mereka rancang dan persiapkan sejak beberapa hari sebelum jadwal mereka untuk presentasi. Itu semua mereka lakukan demi kelancaran jalannya presentasi dan diskusi perkuliahan pagi itu. Tentunya juga dengan harapan Pak Dosen Killer akan puas dengan hasil kerja sama dan keras mereka.
Tepat dimenit 06.59 WIB.
__ADS_1
Terdengar kedatangan seseorang dari depan pintu.
Seseorang itu memasuki ruangan secara pasti di tempat dimana Ayunda dan teman-temannya sudah hadir.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" memulai dengan salam dan sapaan,"selamat pagi semua!"
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.Selamat Pagi Pak!"
Ayunda bersama teman-teman mahasiswanya dengan serempak.
Begitu mendapat jawaban salam dari para mahasiswanya, Pak Fahri atau yang sering disebut Pak Dosen Killer, tanpa tunggu lama dia langsung memberi arahan dan perintah, "Okay, langsung saja pemateri hari ini silakan maju ke depan dan mempresentasikan materinya!"
Pak Fahri nampak membuka arsip di laptopnya serta melihat kembali pemateri hari itu, "Ayunda Syaharani, Nurin Nabila dan Renata Salsabila, silakan!"
Ayunda bersama partner presentasinya maju dan memulai mempresentasikan materinya dengan semangat dan paripurna.
15 menit kemudian ...!
Selesailah Ayunda bersama teman presentasinya memaparkan materi mereka. Mereka pun dengan masih semangat membuka sesi diskusi/tanya jawab.
Saling aktif dan antusias, teman-teman mahasiswa Ayunda mengakui berbagai pertanyaan. Bahkan ada juga yang memberikan sanggahan. Ayunda dan teman presentasinya pun tak mau menyerah begitu saja, mereka juga menjawab dengan pemaparan yang jelas dan mendetail.
Memasuki sesi terakhir, Ayunda bersama teman presentasinya memaparkan kesimpulan dari materinya. Setelah itu menutup presentasi dan diskusi pagi itu.
"Terima Kasih kami sampaikan kepada teman-teman yang sudah berpartisipasi pada diskusi pagi hari ini. Kami sebagai pemateri memohon maaf apabila terdapat kesalahan yang disengaja ataupun tidak disengaja. Yang terakhir kami serahkan waktu sepenuhnya kepada Pak Fahri Abidzar selaku dosen pengampu."
Suara tepukan pun menggema di ruangan itu, "Prok ... Prok ... Prok!"
Selesai memberi applause,
Pak Fahri langsung memberi penilaian terkait kesesuaian materi, kesesuaiannya dengan intrusi darinya, dan memberi sedikit tambahan terikat tema yang didiskusikan pagi itu, "Okay teman-teman! saya akan langsung memberi penilaian dan sedikit tambahan pada tema kita pada pagi hari ini!"
...(****************) ...
Selesai memberi penilaian pada makalah, isi pembahasan yang dicantumkan Ayunda dan patner presentasinya, serta selesai memberi beberapa tambahan Pak Fahri pun menutup perkuliahan dengannya pagi itu.
"Saya sampaikan terimakasih kepada pemateri hari ini yang telah menyampaikan materinya dengan sangat baik. Dengan pembahasan yang sangat relevan. Terima kasih juga kepada teman-teman yang sudah mengikuti perkuliahan saya pada pagi hari ini."
Pagi itu Pak Fahri juga meminta untuk mengakhiri perkuliahannya dengan membaca do'a kafaratul majlis mengingat tema pagi itu sedikit banyak menyinggung tentang budaya pesantren.
"Sebelumnya mari kita tutup dengan do'a ๐ด๐ช๐ฏ๐ช๐ป๐ธ๐ฝ๐พ๐ต ๐๐ช๐ณ๐ต๐ฒ๐ผ terlebih dahulu!"
ุณุจุญุงู ูุจุญู ุฏู ุฃุดูุฏ ุฃู ูุง ุฅูู ุฅูุง ุฃูุช ุฃุณุชุบูุฑ ู ู ุฃุชูุจ ุฅููู, ุณุจุญุงู ุฑุจู ุฑุจ ุงูุนุฒุฉ ุนู ุง ูุตููู ูุณูุงู ุนูู ุงูู ุฑุณููู ู ุงูุญู ุฏููู ุฑุจ ุงูุนุงูู ูู .
"Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh!"
__ADS_1
Para mahasiswa di ruangan itu sudah bersiap pergi, namun himbauan dari Pak Fahri membuat mereka mengulurkan niat mereka terlebih dahulu.
"Oh ya, untuk pemateri tolong makalahnya dibuat hard file hari ini juga. Dan tolong serahkan ke ruangan saya sehabis dzuhur nanti!" Ucap Pak Fahri yang lagi-lagi memberi tugas, "dan jangan telat satu menit pun!"
"Iya Pak!" jawab Ayunda kemudian pergi meninggalkan kelas menyusul teman-temannya yang sudah beranjak meninggalkan ruangan.
Di luar ruangan tersebut, Ayunda hanya bisa mengembuskan nafasnya dengan kasar. Karena ada tugas tambahan lagi untuknya. Ditambah harus tepat waktu pula.
"Huuh, tugas dadakan lagi!" Asik bermonolog sendiri dan dijawab sendiri pula,"ya udah deh, tinggal ngeprint aja 'kan? Apa susahnya coba?"
"Hai Ayunda!" Sapa Nabila dan Renata dari arah samping.
"Oh, hai juga!" Sapa Ayunda kepada mereka berdua.
"Emmm ... nanti yang ngeprint kamu sendiri saja enggakpapa kan Ayunda?" Tanya Nabila mencoba memastikan, "soalnya aku sama Renata habis mata kuliah terakhir ada urusan yang urgent banget." Sembari melanjutkan dengan memberikan alasan yang ada saja.
Ayunda menutupi rasa capek dan sebalnya. Ia juga mencoba menarik bibirnya sampai bagai huruf ta' hijaiyah, bibir Ayunda pun menampilkan senyum manisnya.
"Okay, baiklah!" Ucap Ayunda mengalah dan pasrah, namun tetap menampilkan senyumnya.
"Maaf yaa Ayunda! Soalnya kita lagi ada urusan yang benar-benar urgent banget." Renata memberikan penjelasannya kembali. Sekaligus sebagai wujud bukannya mereka tidak tanggungjawab tapi karena mereka ada alasan yang sangat penting.
Ayunda membesarkan hatinya dan berucap,
"Santai saja guys!" Ucapnya dengan lapang dada.
๐๐ฎ๐ป๐ผ๐ช๐ถ๐ซ๐พ๐ท๐ฐ ....!
Sekedar info tentang Ayunda Syaharani!๐ค
- Bertubuh mungil dengan tinggi 155 Cm dengan berat badan ideal;
- Pipi agak cabi karena itu pipinya sering merona (blushing) dengan sendirinya tanpa blush on.
- Memiliki bulu mata lentik;
- Memiliki alis yang menukik dan agak sedikit naik.
- Mata dan alisnya sangat sinkron sehingga tatapannya bisa menghanyutkan lawan pandangannya;
- Meskipun begitu Ayunda Syaharani ia sangat menjaga marwahnya sebagai seorang wanita yaitu harus selalu menundukkan pandangannya;
- Paling penting adalah inner beauty seorang wanita tersebut. ๐
He he ... gitu yaa kalau jadi orang baik harus banyak sabar dan mengalah. Eh, tetapi yang mengalah bukan berarti kalah. Iya 'kan? Justru merekalah pemenang yang sebenarnya. Setuju?๐
Yang setuju please tambah likenya๐ญ๐.
__ADS_1