
Ponpes Al-hikam!
"Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh!"
ucap seorang wanita kepada para santri cilik di Ponpes tersebut. Ia begitu bahagia bisa berhambur dengan mereka bisa mengajar dan belajar banyak dari mereka karena sejatinya seorang seorang guru juga belajar dari murid-muridnya.
Seusai bersalaman mereka kembali ke Masjid melakukan agenda yang telah tersusun. Waktu menunjukkan pukul 20.00 WIB Ayunda beranjak untuk kembali pulang.
Rumah joglo modern!
Suara notifikasi sudah terdengar berturut-turut di Handphone Ayunda sedari tadi. Ayunda baru saja pulang dari mengajar di Ponpes Al-hikam yang dibina oleh Ustadzah Azizah.
Selesai mencuci tangan Ayunda pun masuk ke dalam kamarnya memeriksa handphone yang sengaja tidak dibawa saat mengajar.
Alhasil ia baru membuka handphonenya dan melihat notifikasi berturut-turut dari grup Whatsapp *Sahabat Fillah* yang beranggotakan Ayunda, Hanum, Raya, Mala, Stevi dan Lydia. Grup itu baru dibuat oleh Lydia. Pasalnya Lydia telah menemukan sosok yang pantas untuk Ayunda. Lydia merasa bahwa Pak Raffa adalah pria yang cocok sekaligus pantas bahkan terbaik untuk Ayunda.
Beberapa saat Ayunda mengernyitkan dahinya karena merasa aneh dengan pembahasan yang para sahabatnya itu karena terasa tidak sinkron dengan nama grup dan apa yang dibahas.
Mereka malah membahas tentang Raffa bahkan mengirimkan screenshot sosmed Raffa yang di situ menampilkan foto-foto Raffa dengan banyak penghargaan yang ia raih baik dari akademik maupun non akademik.
Tak cuma itu terdapat beberapa foto Raffa yang terlihat cool dengan caption "Sendiri dulu tak mengapa yang terpenting hati ini selalu tertuju pada-Nya" dan karena caption itu mereka ber 5 heboh menjodohkan Ayunda dengan Raffa.
Dalam hati Ayunda pun mengiyakan apa yang teman-temannya lakukan. Tapi bagaimana bisa teman-temannya menyimpulkan secepat itu bahwa Pak Raffa yang ia sudah cinta masih sendiri. Anehnya Ayunda baru terbesit dipikirannya "Apa Pak Raffa benar masih sendiri atauuuuu---???"
"Ish! Kalian tuh apa-apaan coba? Memang Pak Raffa benar masih sendiri?" balas Ayunda dalam grup chat tersebut dengan maksud untuk memastikan pula
Tak selang berapa lama chat Ayunda dibalas oleh Lydia
"Ayunda Pak Raffa itu masih sendiri foto-foto di sosmed nya gak ada yang sama ceweknya. Selain itu ada beberapa comment dari teman-temannya salah satunya bilang gini ...
*Jomblo berkomitmen nih yee Abimanyuπ*
*Segera keluarkan panahmu padanya Abimanyu jangan kelamaan komitmennya!*
"Pak Raffa menanggapinya dengan berkata *semua akan indah pada Waktu-Nya*"
sambung Lydia
__ADS_1
"Sudah Ayunda kamu tenang aja! Kita yang akan buat kalian saling kenal terus saling sayang!" Hanum ikut menimbrung
"Terus kita juga yang akan mengawal kamu menuju halal dan sampai pada pernikahan" sahut Stevy dan yang lain memberi emoticon dengan ibu jari
"MasyaAllah rencana kalian sungguh luar biasa. Sudah yaa biar Allah aja yang mengatur sayang-sayangku!" balas Ayunda tertuju pada ke 5 para sahabatnya, tak lupa menyertakan emoticon memeluk kepada mereka.
Ayunda bangkit mengambil air wudhu membentangkan sajadahnya untuk menenangkan hatinya sekaligus melaksanakan shalat witir 3 rakaat sebelum tidur. Di dalam sujud dan do'anya Ayunda memohon,
"Ya Allah aku tak tau ada apa dengan hati ku? Hatiku sudah manaruh rasa padanya Ya Allah, pada ia yang tak lain dan tak bukan adalah Pak Raffa. Ya Allah beberapa hari kemarin aku bahagia sekali dengan perasaan ini tapi sekarang aku mencemaskan tentang apa balasan dari perasaan ini nantinya?"
"Ya Allah aku sudah terlanjur memiliki rasa padanya bahkan mendengar pembahasan dari teman-temanku tadi semakin membuat ku---" Ayunda lirih didalam do'anya hingga ia tak mampu untuk meneruskan perkataan dan permintaan dalam do'anya itu. Ayunda takut hal di masa lalu terulang kembali.
"Astagfirullah!" ucapnya tersadar tak semestinya ia meragukan takdir Sang Pencipta-Nya. Ayunda kembali menengadahkan kedua tangannya setelah menutup wajahnya dengan kedua tangannya sesaat ketika ia tak sanggup meneruskan perkataan dalam do'a nya tadi,
"Ya Allah seperti yang tertulis dalam puisi hamba kemarin, kalau memang ia takdirku semoga Engkau senantiasa menjagaku agar aku selalu bersyukur dan Mengingat-Mu dan semakin kuat pula iman dan ketakwaanku Pada-Mu. Dan kalau ternyata sebaliknya beri aku kesabaran dan keikhlasan Ya Allah serta tetap arahkan aku di Jalan-Mu, jalan Ridho-Mu dan Rahmat-Mu!"
"Aamiin" ucap Ayunda penuh harap juga keyakinan, mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajah.
Setelah itu ia membuka puisi yang ia tulis kemarin rasanya puisi itu begitu manis. Tanpa disadari ia telah memegang penanya dan merangkai kata-kata penuh makna kembali untuk meluapkan rasa yang masih disimpannya rapat-rapat dan saat waktunya sudah tepat akan diutarakan dan dinyatakan apapun konsekuensinya.
Hai!
yaa ... hidup seorang wanita yang tak sempurna ini. Tapi selalu berharap akan kesempurnaan cinta dari
Sang Maha Cinta Sang Ilahi Robbie.
Allah begitu baik bukan?
Menghadirkan dirimu saat sepi melanda qalbuku,
menyiramiku dengan jutaan keindahan saat aku bisa selalu bertemu dengan dirimu
Ah ... andai kau tau akan perasaan ini,
perasaan yang kian tak menentu,
meski sering ku coba untuk tak bertamu
__ADS_1
dan singgah dalam hati ku
Ya...hatiku ini!
Hati yang pernah terluka sebelum kau hadir membawa nuansa baru
Sungguh Allah sangatlah baik padaku mengenalkanku pada dirimu,
dirimu pula yang membuatku tersadar akan indah dan istimewanya cakrawala pendidikan
Aku banyak belajar darimu,
dari dirimu yang begitu hebat dengan jutaan prestasi yang melekat
Allah begitu menyayangimu,
memberimu banyak keistimewaan yang tak banyak orang lain bisa miliki
Dirimu laksanakan Ksatria Abimanyu,
tampan, cerdas, penuh dengan wibawa
yang senantiasa mengiringi dirimu kapanpun itu
Abimanyu seorang Ksatria pemberani, hebat dan memiliki wajah tampan serta kecerdasannya sangatlah mirip seperti dirimu " ππΎπ±πͺπΆπΆπͺπ π‘πͺπ―π―πͺ ππ«π²πΆπͺπ·ππΎ πͺπ΅-ππ±π²π―πͺπ»π²"
Puisi ke-2 yang ditulis Ayunda dimalam penuh kehangatan berteman dengan sejuta harapan dari seorang wanita sekuat dan selembut ia ... πππΎπ·ππͺ π’ππͺπ±πͺπ»πͺπ·π². Seorang gadis penuh kasih, tak ingin berprasangka buruk apapun yang terjadi dalam hidupnya.
Putri bungsu dari Abah Ridho. Seorang Abah yang selalu mendukung, menguatkan dan menasehati putrinya untuk selalu mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih utama.
Putri bungsu dari Ummi Hannah. Seorang Ummi yang penuh kasih dan sayang dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya.
Assalamu'alaikum readers tersayangku,
aku harap kalian selalu setia dengan novelkuπ
Aku ucapkan terimakasih banyak untuk setiap suport dan dukungan dari kalian berupa coment-coment yang ππ.
__ADS_1
Ouhh yaa, maaf kalau up telat dan jarang, karena InsyaAllah mau mengajukan kontrak dulu yaa sayang. Semoga disetujuiπ€².
Hehe, iyaa aku baru mau ngajuin kontrak readers sayang π€