Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Hiruk-Pikuk


__ADS_3

Mohon maaf sekali, diawal tadi tepatnya di" episode "Bermetamorfosa" saya bilang kalau dilanjutkan pakai episode "Bermetamorfosa" KEMUNGKINAN Ayunda akan bersama dengan Ustadz Habib. Dan sekali lagi itu cuma KEMUNGKINAN! Jadi tidak menutup kemungkinan walaupun pakai episode "Bermetamorfosa" Ayunda akan bersama Raffa nantinya. Dan tidak ada part yang dirubah kalau pun Ayunda dengan Raffa nantinya. 🙏🙏.


Dan berikut curhatan yang saya maksud:



Dan sebenarnya saya ingin mengedit curhatan saya di episode "Bermetamorfosa" yang di bagian bawah tentang permintaan pertimbangan dari para readers, tapi karena episode tersebut terlanjur terhapus di draft saya (penyimpanan saya) jadi tidak bisa diedit lagi. Jadi saya mohon maaf dan saya harap tidak berpacu pada pemberitahuan di episode "Bermetamorfosa" dibagian curhatan saya tersebut, karena itu hanya KEMUNGKINAN. Jadi bisa jadi Ayunda bersama Pak Raffa nantinya. 🙏


Mohon maaf atas ketidaknyamanannya dan terimakasih banyak atas segala pengertiannya.🙏🙏🙏


NOTES:


Ustadz Habib atau Zydan dibimbing oleh Pak Tedi selama hampir tiga bulan untuk berproses jadi CEO. Dan selama bimbingan dari Pak Tedi, Ustadz Habib masih mengaktfikan diri di Ma'had karena ia masih ada tanggung jawab mengajar dalam beberapa waktu lagi. Setelah masa waktu mengajar selesai, rencananya, baru ia akan mengambil pendidikan di luar negeri untuk prosesnya menjadi CEO. (Jadi masih berproses belum jadi CEO-masih cari banyak pengalaman dan pengetahuan).


Sementara itu, Ayunda sibuk dengan menyelesaikan proses untuk mendapat gelar S1 nya.


Sementara itu lagi, Raffa dan istrinya dikaruniai anak laki-laki yang begitu mirip seperti Raffa ketampanannya. Dan maksud penulis di sini anak laki-laki itu adalah anak Raffa dengan istrinya. Dan istrinya itu entah dalam kondisi apa selanjutnya tidak ada yang tau. Bisa masih bersama Raffa bisa juga tidak. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca cerita ini sampai selesai! 🤗🙏.


Dan NOTES ini sekedar penjelasan terkait paragraf berikut:


.



.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


Selamat membaca Episode selanjutnya setelah episode "Bermetamorfosa" dibawah ini, semoga suka. Jangan lupa selalu bahagia! 🙏🤗


Hiruk-pikuk suasana malam di Ma'had Ali yang bertempat di kota M.


Cukup membuat seorang laki-laki berbadan tegap dengan tinggi semampai berwajah tampan tengah menggalau tidak karuan dimalam yang cukup dingin setelah hujan itu. Apalagi setelah peristiwa perdebatan antara ia bersama kedua orang tuanya.

__ADS_1


Di satu sisi Rasa cinta bercampur rasa bersalah selalu menghantui hati dan fikirannya disaat-saat tertentu. seperti saat ini misalnya. Jadwal mengaji di Ma'had sudah selesai sekarang waktu untuk istirahat sejenak. Saat istirahat seperti inilah Laki-laki itu duduk termenung sendiri menatap ke langit mencurahkan setiap rasanya pada alam semesta yang menjadi teman pelengkapnya.


Saat ini ia sedang berbicara empat mata dengan seorang laki-laki yang tampak seperti Abahnya. Menceritakan kegalauan yang telah melanda hatinya.


"Habib" panggil Pak Kyai seketika langsung menyadarkannya


"Jangan larut dalam kesedihanmu. Lebih baik kamu gunakan waktumu untuk memperluas wawasan dan ilmu pengetahuanmu."


"Masalah hati memang sulit untuk diterka ataupun dirasa, jadi jangan turuti hatimu saat ia hanya membuatmu lemah dan lengah."


"Seharusnya buatlah dia menjadi pendorong untuk kamu bangkit menjadi lebih baik untuk hari ini dan masa depanmu" Tutur Pak Kyai kemudian beranjak pergi


Ustadz Habib mengangguk taat pada pak Yai nya. Menyadari bahwa memang benar apa yang dikatakan oleh pak Yai nya. Ia harus bangkit untuk memperjuangkan ilmunya juga memperjuangkan Ayunda. Bagaimana pun ia masih mencintai Ayunda dan berniat untuk menjadikan Ayunda halal untuknya.


Cintanya pada Ayunda akan menjadi penyemangat tersendiri baginya. Terlebih cinta itu didasari rasa cinta karena Allah.


Sekarang saatnya ia menuruti kemauan hatinya karena ia yakin Ayunda memang takdirnya. Teringat berita yang ia dapat dari Yuna, beberapa tahun yang lalu. Bahwa Ayunda sedang menerima sakit hati kembali dan itu disebabkan karena dirinya kata Yuna. Andai sedari dulu ia tidak mencampakkan Ayunda dengan tidak membatalkan khitbahnya pasti Ayunda takkan mengalami luka yang sama.


Ustadz Habib begitu miris dalam hatinya, merasa lelaki macam apa dia yang telah membuat hidup seorang gadis baik-baik menderita. Ia juga merasakan menjadi lelaki tak berguna walaupun ia telah banyak mengamalkan ilmunya karena ia begitu sakit setiap saat mengingat Ayunda.


"Ya Allah, hamba memohon kekuatan dan kemudahan dalam menebus kesalahanku. Setelah ini, hamba harus merubah diri memasuki dunia yang tak pernah ingin aku geluti sebelumnya. Memasuki dunia bisnis. Menjadi CEO. "


"Hamba ingin menikah dengan Ayunda. Karena hamba mencintainya dan sebagai penebusan atas kesalahan yang telah hamba perbuat dengan dia dan ini adalah satu-satunya jalan di mana Ibunda hamba tidak keberatan Ya Allah"


"Karena dengan ini, Ayunda tidak harus memenuhi standar sebagai menantu penerus pondok pesantren. Ayunda cukup menjadi Ayunda yang akan menjadi istri dari Ustadz Habib CEO PT. Zydan group"


"MasyaAllah ..."


"Ayunda kamu lihat saja, suatu saat saya akan membawamu kembali dan menjadikan mu miliku satu untuk selamanya. InsyaAllah"


"Bismillahi masyaAllah ... la haula wa la quwwata illa billah"


Do'a ustadz muda nan tampan penuh karismatik itu agar dunia bisnis yang akan dimasukinya dipermudah, diperlancar dan diberkahi.


Tak selang berapa lama Pak Kyai Ali pemilik Ma'had dimana Ustadz Habib berkhidmah yang sedang lewat ke tempat dimana mereka berbicara tadi, melihat Ustadz Habib yang masih termenung ditempat itu, beliau pun mencoba menghampiri kembali seraya memanggil,


"Habib"


"Pak Kyai"

__ADS_1


"Apa yang sedang kamu fikirkan kali ini, Nak?"


"Sebenarnya berat bagi saya pak Kyai untuk meninggalkan Ma'had ini juga pak Kyai sendiri. Selain itu juga karena saya belum pernah mengenal dunia bisnis" Ustadz Habib mencurahkan fikirannya,


"Tapi para santri kami membutuhkan uang untuk mereka bertahan hidup di pesantren kami, Pak Kyai. Jadi mau tidak mau saya harus melakukan itu. Selain itu juga dengan ini, Ibunda saya insyaallah akan merestui saya dengan Ayunda"


"Tidak mengapa Habib, turutilah perintah Abahmu.


Untuk masalah bisa atau tidaknya, kamu harus yakin kalau kamu ini bisa"


"Kamu ingat, Gusti Allah tidak akan memberikan cobaan kepada seorang hamba melebihi kemampuan Hamba-Nya. Jadi percayalah selama kamu selalu mengingat Gusti Allah dan Rasul-Nya pasti kamu akan diingat pula. Sesungguhnya pertolongan Allah itu sangat dekat" tutur Pak Kyai Ali kepada Ustadz Habib


"Dan untuk masalah kamu berat meninggalkan Ma'had ini jangan terlalu difikirkan karena masa khidmahmu sebenarnya juga sudah selesai. Jadi tak masalah kalau kamu menuruti kata Abahmu. Yang penting jangan pernah lupa untuk menyempatkan silaturahmi ke sini dan jangan lupa untuk mendo'akan kami juga disini"


"Baik Pak Kyai, insyaAllah saya akan selalu mengingat ajaran yang telah Pak Kyai ajarkan kepada saya agar saat saya berada diatas saya tidak semena-mena"


kata Ustadz Habib yang begitu bahagia dan tentram mendapat wejangan dari Pak Kyai nya. Tak lupa ia langsung mencium tangan sang Kyai tersebut.


~Berpindah ke kota S~


Ayunda Syaharani usai KKN yang dijalaninya kini ia fokus untuk mengerjakan skripsinya. Judul skripsi telah disetujui oleh dosen pembimbingnya. Disela membuat skripsi ia menyempatkan diri untuk menulis sebuah kisah tentang kehidupan cintanya. Bukan karena apa atau apa tapi karena ia ingin banyak wanita muslimah lain nantinya yang dapat mengambil pelajaran dari kisahnya tersebut.


Ia cukup menyesal karena terlalu berharap kepada selain Allah. Ia telah salah terlalu berharap kepada selain-Nya terutama manusia.


Malam itu hingga cukup larut Ayunda membagi waktu untuk menggarap skirpsi dan kisah yang ingin ditulisnya dengan harapan suatu saat akan bisa menjadi buku bisa dibaca banyak orang dan berada dalam pelukan para insan manusia.


Sinar lampu dari kamar Ayunda yang masih menyala membuat Ummi Hanna datang mendekati sang putri,


"Ayunda kamu belum tidur?" tanya Ummi Hanna yang sudah berada dalam kamar Ayunda


"Lagi ngerjain target Ummi" jawab Ayunda dengan enteng


"Kejar target boleh-boleh aja. Tapi jangan lupa tetap jaga kesehatan!" mengingatkan Ayunda yang memang semenjak Raffa sudah hidup bahagia dengan istrinya, Ayunda outrinya itu lebih suka menyibukkan dirinya dengan berbagai hal. Hal yang bermanfaat tentunya, apalagi setelah mendapat juara essai 3 tahun yang lalu tepatnya. Ayunda sering sekali mengikuti berbagai kompetisi setelah itu. Menang ataupun kalah tidak masalah baginya yang terpenting adalah pengalaman dan wawasan yang bisa didapatkan, kata Ayunda. Ummi Hannah masih ingat betul ucapan anak gadisnya itu. Hidup bagai roda berputar ada saatnya diatas ada saatnya pula dibawah seperti itulah hasil setiap kompetisi yang Ayunda pernah ikuti selama beberapa tahun belakangan ini.


"Iya Ummi, Ayunda mengerti itu." jawabannya mengarahkan wajahnya ke Ummi Hannah,


"Justru Ummi, kalau ini tidak segera terselesaikan itu akan membuat Ayunda merasa resah jadi Ayunda harus menyelesaikannya"


Ummi hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian membelai puncak kepala anak gadisnya itu. Dan kembali keluar dari kamar Ayunda.

__ADS_1


__ADS_2