Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Mas ... ???


__ADS_3

Tepat pukul 16.00 WIB!


Ayunda baru keluar dari gedung fakultasnya karena harus menyelesaikan beberapa tugas dimata kuliah lain bersama teman-teman sekelompoknya karena itu mau tidak mau ia harus pulang sendiri kali inj. Mala dan Raya sudah pulang lebih dulu, itupun atas kemauan Ayunda yang menyuruh Mala dan Raya agar pulang lebih dulu tanpa menunggunya selesai menyelesaikan tugas. Sedangkan Hanum dan Raya, mereka masih ada kegiatan yang harus diikuti.


Dan sampailah Ayunda di parkiran. Dengan sepenuh tenaga ia berusaha mengeluarkan motornya tapi tetap saja rasanya berat.


Ternyata ban motornya bocor. Ayunda pun benar-benar panik semua teman-temannya sudah pada pulang begitu juga dengan teman kerja kelompok nya.


Tanpa disengaja ada seseorang yang hendak membuka pintu mobilnya tapi ia urungkan niatnya karena melihat wanita yang tak asing menurutnya. Wanita itu tengah melihat ban motornya dengan berjongkok dan sepertinya ia tengah khawatir dan cemas.


"Hei! Apa yang kamu lakukan dan apa yang terjadi?"


Ayunda yang merasa tak asing dengan suara itu langsung berdiri dan menghadap ke arah sumber suara itu,"Pak Raffa?"


"Iya saya Raffa!"ucapnya," sebenarnya kamu ini kenapa?"


Ayunda pun tidak tau harus bagaimana memberitahunya karena ia merasa cukup tak enak hati kalau harus selalu Raffa yang menolongnya.


"Hei! Kamu saya tanya kok malah bengong sih?" ucapnya Raffa sambil menirukan apa yang Ayunda lakukan tadi, "Oh ... ban motormu bocor?"


Ayunda mengangguk tanpa bersuara dan Raffa melihatnya.


"Ya sudah kamu tenang saja! Saya akan membantu kamu"


Ayunda yang merasa tak enak pada Raffa memutuskan untuk tetap kekeh menolak bantuan dari Raffa, "ngg---ak usah Pak, nggak usah! Saya bisa sendiri kok"


"Sudahlah! Kamu itu kan cewek apalagi tipe-tipe cewek alim dan lembut kayak kamu, pasti kuwalahan nanti, bisa-bisa sampai magrib baru pulang."


Ayunda pun hanya memanyunkan bibirnya tanpa berkata apa-apa karena apa yang dibilang Raffa ada benarnya juga.


"Sudah! biar saya saja yang bawa motor kamu ke bengkel kebetulan disebelah Kampus ini ada bengkel juga."


"Tapi, itu bengkel mobil Pak!"


"Iya kita coba dulu saja, siapa tau ada untuk motor juga!" ucap Raffa yang sudah menuntun motor Ayunda ke arah luar parkiran.


Ayunda masih diam dan memerhatikan apa yang dilakukan Raffa. Pasalnya ia benar-benar tak enak pada Raffa, lagi-lagi ia merepotkan Raffa.


Bagaimana tidak merepotkan Raffa berinisiatif untuk dia saja yang menuntun motor yang ban nya bocor itu ke bengkel? Mau tidak mau Ayunda akhirnya mengikuti Raffa dari belakang dan sekitar 5 menit mereka sampai di bengkel mobil yang letaknya tidak jauh dari kampus dan tempat parkir.


"Permisi! Apa di sini bisa ganti ban motor yang bocor?" tanya Raffa pada salah satu montir di bengkel mobil itu


"Bisa Pak sebenarnya, cuma gak ada ban motor nya. Biasanya juga ada beberapa, tapi lagi kehabisan Stocknya Pak." jawab montir itu

__ADS_1


"Ya sudah, terimakasih Pak! Saya pernah inget mungkin sekitar 1 km dari sini ada bengkel motor, cuma cukup jauh daripada ada yang deket dari kampus yaa walaupun bengkel mobil, siapa tau 'kan ada?" balas Raffa dengan santun, "ya sudah terimakasih Pak, Kami permisi!"


"Oh iya Pak, iya." balas montir itu dengan ramah


Ayunda pun membalas ramah pada montir itu dan mengikuti Raffa yang berada cukup jauh dari depannya. Ayunda benar-benar dibuat seperti patung bergerak karena sedari tadi ia mengikuti Raffa dan tak diberi kesempatan untuk berbicara padahal itu adalah motornya tapi dalam hati ia juga masih merasa tak enak pada Raffa dan ia tak tau harus berbicara apa dengan Raffa supaya suasana tidak tegang dan canggung.


Sebenarnya tidak apa kalau ia mulai bertanya atau mengawali pembicaraan lebih dulu tapi bagi Ayunda ia terlalu sungkan dan takut salah saat harus berbicara dengan orang semisterius Raffa apalagi dengan posisi Raffa sekarang yang jadi dosennya. Sementara itu Raffa masih fokus mendorong motor itu untuk sampai ke bengkel motor yang ia tuju. Yaa itulah Raffa ia akan selalu fokus dengan yang ia tuju (Idaman banget 'kan Pak Raffa itu?😅)


Ayunda yang melihat ada sebuah bengkel pun memberi tau pada Raffa walaupun mungkin Raffa sendiri juga sudah tau karena Raffa berada didepannya,


"Pak ... itu kayaknya bengkel motor yang Bapak maksud!"


Raffa pun berhenti sejenak terasa kurang suka dengan panggilan Ayunda yang menyakiti telinganya karena memanggil dengan sebutan Bapak.


Tapi ya sudahlah Raffa fokus melihat ke arah yang Ayunda tunjuk. Ternyata memang itu bengkelnya dan ia pun mempercepat langkahnya.


"Permisi!" ucap Raffa


"Iya, Pak ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu montir di bengkel motor tersebut


"Iya, tolong ganti ban bocor pada motor ini" jawab Raffa sambil menyerahkan motor Ayunda ke montir tersebut


"Baik Pak ... baik, silakan ditunggu!"


Dan dilihatnya dari kejauhan seorang gadis berparas Ayu dengan senyum tulus membawa 2 botol air mineral beserta beberapa bungkus roti.


"Ini Pak, silakan diminum!" ucap Ayunda menawarkan air mineral yang sengaja ia beli di toko seberang untuk Raffa dan meletakkannya di atas meja berukuran minimalis di bengkel tersebut agar tak usah bersentuhan dengan Raffa atau lebih tepatnya menghindari hal yang tak diinginkan.


Dan Raffa yang memang sudah haus ia langsung mencari tempat duduk dan meminumnya sementara Ayunda masih berdiri dari arah yang berlawanan dengannya. Raffa yang melihat itu langsung menyuruhnya untuk duduk di kursi, yang berada disebelahnya disertai meja di tengah-tengah kedua kursi tersebut.


"Hei, mari duduk dan minum juga air minummu!"


Ayunda tetaplah Ayunda gadis alim yang kekeh dengan pendiriannya, yang tak mau duduk dengan orang yang bukan mahramnya. Ya walaupun gak sekursi (Sabar ya Pak Raffa🤭)


Melihat sikap Ayunda yang seperti itu Raffa mempertegas perintah nya, "Hei ayolah! Saya tidak akan menggigit kamu lagian saya malah bantu kamu loh? Dan lihatlah ada meja ditengah kita dan disini tempat yang ramai"


Pada akhirnya Ayunda duduk di kursi tersebut karena ia juga sudah cukup pegal kalau berdiri terus selain itu ia juga sudah cukup haus.


"Pak, ini bocornya parah! Ban dalamnya juga! Sebelum mengendarainya tidak pernah diperiksa dulu ya Pak?" tanya montir yang berusia masih seumuran dengannya di bengkel tersebut


"He he, tidak pernah Mas. Soalnya jarang kepakek juga kalau di rumah." ucap Ayunda menggebu sebelum Raffa yang selalu menjawab


Dan Raffa raut wajahnya berubah seketika ketika mendengar panggillan Ayunda kepada montir tersebut, "Mas ...???"

__ADS_1


Ayunda yang mendengar ucapan Raffa barusan merasa bingung memang apa yang salah dengan ia memanggil montir itu Mas? Lagian 'kan masih muda dan seumuran juga, fikirnya. Dan secara spontan Ayunda menjawab pernyataan Raffa, "Iya Pak Raffa! Memang ada yang salah kah Pak?"


Raffa yang sadar bahwa memang tidak ada yang salah dengan itu semua ia langsung menggelengkan kepala dan meminum air mineralnya lagi. Ayunda yang sebenarnya tau apa maksud Raffa pun menahan ketawanya.


"Apa yang lucu? Kenapa kamu nahan ketawa kayak gitu?" tanya Raffa yang tau akan ekspresi Ayunda


"He he ... gak kok Pak! Maaf!" jawab Ayunda sambil menyatukan tangan ia lupa kalau yang sedang duduk dihadapannya adalah dosennya.


Bisa gawat nanti kalau dikasih tugas tambahan bisa lembur nanti Ayunda rasanya gak siap untuk itu. Untuk mengalihkan pembicaraan Ayunda mengucapkan terimakasih pada Raffa yang telah mau menolongnya.


"Oh ya Pak, terimakasih banyak karena sudah mau menolong saya"


"Oh iya sama-sama ... santai aja!" jawab Raffa cukup santai dan yang pasti stay cool


Dan montir muda yang menganti ban motor Ayunda merasa kepo melihat mereka berdua. Apa mereka ini sepasang kekasih atau---??? Atau, atau yang lain pun bermunculan didalam fikiran montir tersebut.


"Kekasihnya Pak?" tanya montir tersebut kepooo


Ayunda pun dengan menggebu-gebu dan cukup tergesa-gesa menjwaba nya,"Bukan Mas ... bukan! Beliau ini dosen saya dan saya ini mahasiswanya"


"Ooooo ..." ucapnya lega dan bahagia


Dan Raffa yang melihat mimik wajah montir itu benar-benar tak suka tapi ia harus tetap pada komitmen awalnya. Jadi, dia biarkan saja montir itu.


"Pak ... maaf saya lupa membawa sapu tangan Anda yang waktu itu" ucap Ayunda yang teringat sesuatu saat ia sedang membuka tasnya.


"Gak, gak papa. Kamu kembalikan kapan-kapan saja, lagian selama satu semester ini saya kan ngajar kamu, jadi mudah untuk kamu mengembalikannya."


"Iya, baiklah Pak!"


Hening beberapa saat yang tedengar hanyalah suara ketukan jari Raffa pada meja tersebut. Ayunda yang sudah menunggu cukup lama pun menanyakan kapan selesai nya.


"Kira-kira masih lama gak, Mas montir?"


"Sebentar lagi Mbak! Mohon bersabar lagi!" jawabannya


"Sudahlah kita tunggu aja!" sahut Raffa


He he, tadi alhamdulillah ada yang nagih up. Senang banget aku tuh, dapat comment dari kalian🥰. Semoga terhibur untuk episode kali ini, maaf kalau banyak typonya atau apapun yang kalian rasakan setelah baca episode kali ini. 😅


Salam hangat dari aku dimalam yang penuh keasyikan bagi Mbak Ayunda karena lagi-lagi Raffa lah yang selalu menjadi malaikat penolongnya!🤭


Dan malam yang penuh kegalauan bagi Pak Raffa dosen ganteng nan penuh wibawa.😅🙏

__ADS_1


__ADS_2