
Empat bulan kemudian ...
Di depan sebuah bangunan yang nampak indah dan mengagumkan setiap mata yang melihat.
Bagunan yang pada mulanya dijadikan sebagai gereja oleh bangsa romawi timur kemudian setelah Sultan Mehmed ll berhasil menaklukkan Kekaisaran timur atau Konstantinopel, semenjak itu bangunan gereja tersebut dialih fungsikan menjadi masjid. Sampai beberapa tahun kemudian dialih fungsikan lagi yakni sebagai museum. Saat memasuki tempat yang sering disebut Hagia Shopia/Aya Shopia ini pengujung akan disuguhi pemandangan yang luar biasa dimana kaligrafi bertuliskan nama-nama Allah juga para khalifah dari generasi ke generasi berjejer dengan foto-foto saat masih menjadi gereja.
"MasyaAllah, Ya Allah ciptaanmu sungguh luar biasa! Ya Allah ... rasanya aku ingin menangis karena baru sadar akan kebesaran-Mu Ya Allah.” Tak dapat dielakkan lagi, air mata pun mengalir di kedua pipi merona Ayunda.
Seorang laki-laki datang menghampiri Ayunda dengan senyuman manis dan tulusnya. Laki-laki itu memakai syall dilehernya dan itu sungguh menambah kadar ketampanannya saja.
laki-laki itu menghampiri Ayunda dengan membawakannya setangkai bunga mawar yang sengaja disiapkan olehnya. Ia memberikan mawar merah itu dengan penuh cinta dan kasih sayang di dalamnya. Sedangkan Ayunda yang diberi mawar itu, menerimanya dengan binaran mata yang berbahagia. Tangan laki-laki itu juga turut menyeka dan menghapus air mata Ayunda seraya menggelengkan kepala agar Ayunda jangan menangis itu akan membuatnya sedih.
“Mas Raffa ...” katanya memeluk Raffa. Ayunda benar-benar tak bisa mengungkapkan apa yang ia rasakan saat ini. Ia bahagia dan terasa baru tersadar akan besarnya Rahmat Allah hingga saat ini ia bisa bertahan sampai titik ini.
Raffa memeluk dengan penuh hangat. Mengusap-usap punggung Ayunda yang dilapisi jaket tebal.
“Mas, alangkah beruntungnya kita! Diciptakan sebagai umat Nabi Muhammad SAW.” Dalam tangisnya tadi ia tersadar akan nikmat yang harus sangat ia syukuri yaitu nikmat menjadi umat Nabi Muhammad SAW.
Raffa menyunggingkan senyumnya dan menatap ke arah sekeliling di museum Hagia Shopia itu.
“Tentu kita harus sangat bersyukur dengan itu semua.”
“Islam berkembang dengan sangat pesat berabad-abad tahun yang lalu, itu semua tidak lepas dari perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat juga para khalifah setelah generasi sahabat juga, seperti Dinasti Utsmaniyah yang mampu menaklukan Konstantinopel. Bahkan melahirkan berbagai macam peradaban baru. Belum lagi Dinasti Abbasiyah yang mampu melahirkan banyak ilmuwan-ilmuwan islam dan membawa peradaban Islam pada puncaknya.” Tersenyum dan beralih menatap ke Ayunda.
“Sayang, kamu ingat dalam sejarah setelah perang uhud? Di situ, usai peristiwa perang Uhud Rasulullah SAW merasa sangat sedih karena beliau kehilangan Paman yang paling beliau cintai dan yang paling membela beliau yaitu Paman Hamzah. Lebih mirisnya Paman Hamzah di perlakukan tidak layak oleh wanita bernama Hindun istri Abu Sufyan pada waktu itu, sebelum memeluk Islam. Beliau juga melihat ke para sahabat yang gugur sebagai syuhada’ dan pada saat itu Rasulullah SAW benar-benar merasakan kesedihannya.”
“Tapi beliau tetap kuat dan yakin sama Allah.” Ujar Ayunda yang ikut salut akan kelapangan hati Rasulullah SAW saat itu.
Raffa mengangguk seraya tersenyum dan melanjutkan ceritanya kembali, "Terus kamu ingat sayang? Saat peristiwa Amul Huzni atau tahun kesedihan Nabi. Karena pada tahun itu? Paman beliau yang merawat dan begitu membela beliau yaitu paman Abu Thalib meninggalkan beliau. Tak cukup disitu, beberapa bulan kemudian istri yang begitu beliau cinta, istri yang membela beliau, percaya pada beliau disaat yang lain tidak mempercayai beliau, istri yang hartanya habis untuk membantu dakwah beliau, istri yang begitu beliau cintai dan hormati yaitu Sayyidah Khadijah Al-Khuwailid beliau juga harus pergi meninggalkan Rasulullah. Kamu bisa bayangin bagaimana kesedihan beliau saat itu? Tapi, kembali lagi beliau adalah uswatun khasanah pemilik budi pekerti yang baik, beliau tak akan menyerah dengan keadaan yang demikian. Justru sebaliknya beliau semakin semangat dan yakin dalam menyebarkan agama Islam. Sampai Islam begitu di kenal hari ini itu semua karena perjuangan Rasulullah yang tak kenal menyerah mengingat beliau diutus adalah untuk menyempurnakan akhlak dan mengajarkan kebaikan dan membawa kebenaran.”
"Kalau Sultan Muhammad Al-Fatih, Mas?"
"Sultan Muhammad Al-Fatih atau yang aslinya bernama Sultan Mehmed II, beliau sedari kecil sudah dilatih dengan berbagai ilmu. Mulai dari ilmu pemerintahan, bagaimana menjadi seorang pemimpin, matematika, sayair, juga berbagai bahasa seperti bahasa Arab, Turki, Persia, Serbia, Latin dan Yunani. Itu semua untuk bekal beliau karena beliaulah yang digadang-gadang oleh Ayah beliau yaitu "Sultan Murad II" sebagai penerus Dinasti Utsmaniyah yang akan mampu menaklukan Roma sebagaimana hadis yang Rasulullah SAW sabdakan."
"Berarti pendidikan karakter seorang anak itu harus dimulai dan dibentuk sedari dini, bukan begitu Mas?"
Sekali lagi Raffa mengangguk sebagai tanda setuju dengan apa yang Ayunda katakan.
"Oh iya Mas, apakah kamu menamakan Murad karena?"
Ayunda mencoba asal menebak.
"Mas suka saja dengan nama itu. Murad itu artinya "Harapan yang menjadi nyata" Jadi waktu itu, Mas berharap semoga apa yang belum menjadi nyata akan menjadi nyata dengan kehadiran Murad."
Kali ini Raffa menatap Ayunda begitu dalam dan berucap bahwa, "Dan mungkin ini adalah cara Allah mewujudkan cinta kita."
Ayunda mengangguk haru, meraih tangan Raffa dan mencium tangan laki-laki yang sudah membersamainya selama satu tahun lebih.
Murad dan Kiara, mereka bermain ke sana dan ke sini di halaman Haiga Shopia yang luas dengan ditambah banyaknya burung merpati bertebaran dimana-mana.
Ayunda dan Raffa pun ikut bermain bersama mereka sambil memberi makan merpati-merpati yang indah itu
Saat ada hentakan kaki sudah dapat dipastikan merpati itu akan kembali menggepakkan sayapnya dan kembali terbang. Ayunda yang saat itu melihat burung itu terbang memggepakkan sayap mereka di langit, saat itu pula Ayunda menegadahkan wajahnya menatap langit Turkey, mengucapkan berjuta-juta rasa syukur atas kenikmatan dan anugerah yang telah Allah berikan dalam hidup nya.
"Ya Allah kasih sayang dan cinta-Mu begitu luar biasa, terimakasih untuk semua ini. Hari ini ditempat penuh dengan sejarah ini, Engkau beri aku kesempatan untuk berdiri di sini bersama Mas Raffa yang awalnya aku harus ikhlas karena memang dia bukan takdirku, tapi sungguh, Maha Besar Engkau ya Allah, disaat aku benar-benar sudah ikhlas dan berserah diri, disaat itu pula Engkau takdirkan pak Raffa menjadi suamiku. Dan tak cuma itu, Engkau juga mengkaruniai anak-anak baik dalam hidup kami. Murad, Kiara dan satu lagi sedang dalam kandungan hamba. Alhamdulillah ... MasyaAllah." Ucapnya penuh rasa syukur kemudian menatap ke netra Raffa lagi.
"Mas, terimakasih untuk semua ini." Saat Raffa menelisik mencoba membaca fikiran Ayunda dari sorot matanya.
Raffa menggenggam erat kedua tangan Ayunda. Sekejap memejamkan mata dan menarik nafasnya dalam. Setelah itu mengatakan sesuatu pada Ayunda.
__ADS_1
"Ayunda, Mas yang seharusnya berterimakasih pada kamu. Kamu sudah memberikan cinta dan kasih sayang yang luar biasa untuk kami semua. Kamu sudah melengkapi hidup kami, sayang."
"Iya Mas, tapi maksudku terimakasih sudah memenuhi keinginanku ingin berlibur ke Turkey." Ayunda sedikit menyangkal walaupun sebenarnya itu juga yang ada dalam hatinya.
"Ooo itu ... dengan senang hati sayang." Raffa dengan senyum bahagia dan menawannya.
~𝓕𝓵𝓪𝓼𝓱𝓫𝓪𝓬𝓴 𝓞𝓷~
Di kediaman Raffa di kota M, sanak keluarga dan handai taulan Raffa juga Ayunda, mereka semua sedang khusyuk mendo'akan kesehatan dan keselamatan Ayunda dan bayi yang dikandungnya yang kini sudah memasuki empat bulan.
Selesai acara Raffa, Ayunda, Mama dan Papa Raffa juga Murad dan Kiara, mereka semua memasuki kamar masing-masing dan beristirahat.
Ayunda yang masih belum bisa tidur masih membalut dirinya dengan mukena usai membaca dua surat yang biasa dibacanya sebelum tidur yaitu surat Al-Mulk dan Al-Waqiah, ia menggelayut manja pada lengan Raffa yang baru saja berganti dengan pakaian santai.
"Mas, emm ... " Menahan apa yang menjadi keinginannya. Tapi Raffa sebagai suami yang pengertian dan peduli juga sangat mencintai Ayunda langsung mendekati nya dan menanyakan perihal sesuatu yang Ayunda sampaikan padanya.
"Ada apa sayang?" Sambil membelai puncak kepala Ayunda yang masih terbalut mukena.
"Mas, aku tiba-tiba pingin sesuatu ..."
"Kamu ngidam?"
Ayunda mengangguk kemudian meraup tangan Raffa dan mengenggam dengan penuh kelembutan.
"Tapi Mas, aku enggak ngidam makanan." Jelas Ayunda masih mengenggam tangan Raffa.
"Sayang, apapun yang dia pinginin insyaAllah selama Mas mampu melakukannya akan Mas lakukan"
Mengecup perut Ayunda yang sudah mulai membuncit.
Ayunda tersenyum bahagia. Reflek mengigit bibir bawahnya. Tak bisa dipungkiri Raffa hampir saja tergoda. Untung Ayunda segera mengatakan apa yang membuatnya ngidam.
"Mas, aku pingin liburan," tutur Ayunda masih menjeda kemudian meneruskan kalimatnya kembali,
Raffa sempat mengernyitkan dahinya cukup tak percaya dengan keinginan Ayunda. Karena Ayunda memang jarang mau diajak liburan jauh-jauh. Tapi disisi lain Raffa begitu bahagia atas keinginan istrinya itu karena sebenarnya Raffa juga ingin sekali mengajak keluarga nya liburan ke negara dengan berbagai sejarah yang tersimpan didalamnya tersebut.
"Are you sure Dear?" Raffa masih tak menyangka.
Ayunda mengangguk dengan begitu manis dan menggoda bagi Raffa.
"Mau aja atau mau banget?" Goda Raffa sambil memegang dagu lancip Ayunda.
"Banget Mas, ayo yaa!" Merayu Raffa.
Raffa mana tahan melihat wanita yang dicintainya dan anak dalam kandungan wanita yang dicintainya itu bersedih karena keinginan besar mereka tidak dipenuhi.
Karenanya Raffa pun langsung mengiyakannya dengan penuh semangat dan memberitahu Ayunda kalau sebenarnya beberapa bulan lalu semenjak acara bedah buku di perusahaan Raffa sudah ada niat untuk mengajak ke Turki tapi tidak cukup yakin kalau Ayunda akan mau liburan sejauh itu.
....
~𝓕𝓵𝓪𝓼𝓫𝓪𝓬𝓴 𝓞𝓯𝓯~
Mereka berdua saling melempar seulas senyuman kemudian saling memeluk dengan begitu eratnya dalam waktu yang cukup lama juga.
Tanpa mereka berdua sadari dari arah dekat mereka ternyata banyak pasang mata melihat moment kebersamaan dua insan yang didalam merajut janji suci sebagai sepasang suami istri harus banyak ujian yang mereka lalui terlebih dahulu. Sehingga banyak pasang mata yang menyaksikan keromantisan dan kebersamaan mereka, jadi ikut terhanyut dalam suasana hati Ayunda dan Raffa saat ini.
Sementara itu, Ayunda dan Raffa masih tak menyadari kalau terdapat banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka.
Hingga terdengar suara teriakan histeris, Ayunda dan Raffa baru menyadarinya. Ayunda langsung menengok ke belakang dan terkejut dengan pasang mata yang ada dibelakangnya saat ini.
__ADS_1
Banyak pasang mata itu terdiri dari: Sahabat Ayunda yaitu Hanum, Mala, Raya, Stevi dan Lidya. Mereka berlima, kini tak lagi sendiri karena mereka berlima sudah mengandeng kekasih halal mereka masing-masing. Tak ketinggian ada sahabat majlisnya yang tak kalah peduli pada Ayunda yaitu Yuna Anastasya. Yuna hadir bersama suami dan ketiga anaknya. Ada juga Bella bersama Adam dengan putri mereka yang seumuran dengan Kiara.
Ada pula Pak Kyai Ali bersama Ustadz Habib dan Aysha dengan perutnya yang membuncit. Dan tentunya ada juga yang paling disayangi Raffa juga Ayunda, yaitu seorang wanita yang sudah Raffa anggap seperti ibunya sendiri dan seorang wanita yang sudah menjadi perantara Ayunda dan Raffa bersatu. Seorang wanita itu adalah Bu Yeni. Bu Yeni hadir bersama Audri dan orang tua dari Audri.
Ayunda melirik ke arah Raffa mempertanyakan bagaimana mereka semua bisa disini secara bertepatan seperti sekarang ini?
Ayunda berusaha menebak apa ini semua memang rencananya Raffa menghadirkan mereka semua yang kini sudah memperoleh kebahagiaan terbaiknya masing-masing? Raffa mengerti apa yang terfikir dalam benak istrinya dan Raffa pun mengangguk seraya mengedipkan kedua matanya. Ayunda tak menyangka Raffa memberinya kejutan yang bagi Ayunda ini adalah kejutan luar biasa. Dimana ia bisa berkumpul dan berlibur menikmati panorama negara Turkey bersama mereka semua.
Ayunda, ia memeluk Raffanya dan hatinya tak henti mengucapkan kalimat hamdalah.
Sungguh Ayunda begitu bahagia dengan pemandangan yang ada didepannya saat ini. Mereka semua yang pernah hadir dalam hidupnya, menemani perjalanannya, kini berada di satu tempat yang sama dengannya. Tempat yang penuh akan sejarah dan peradaban ini telah menjadi saksi atas kebahagiaan orang-orang yang hadir melengkapi kisah perjalanan hidupnya. Tempat ini juga menjadi saksi akan nikmat kebahagiaan yang tiada terkira yang Allah berikan untuknya.
Mereka semua saling menatap, mendekat dan merangkul satu sama lain. Raffa mendekap Ayunda sedang Murad dan Kiara berdiri di depan mereka berdua. Di samping kanan, kiri dan belakang mereka berdua ada kedua pihak keluarga dan sahabat Ayunda. Mereka semua berbaris rapi dan berfoto bersama di tempat bersejarah Turkey yang menjadi background foto bersama mereka.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...~ The End ~...
"Bahagia itu sederhana sesederhana saat kita bisa membuat orang lain bahagia dan kita pun jadi ikut bahagia karenanya."
"Sebagai manusia yang berakal "kecerdasan emosi" sangat perlu kita pelajari dan terapkan. Dengan kita mampu menstabilkan emosi insyaAllah hidup akan semakin baik dan terarah."
"Cintailah Tuhan-Mu sedalam mungkin yang hatimu mau, hingga tak ada celah untuk prasangka buruk memasukinya. Cintamu pada Tuhan-Mu akan mengantarkanmu pada hal yang tak pernah kamu kirakan sebelumnya."
"Masa lalu itu ada saatnya untuk dikenang namun ada saatnya pula untuk disenyumin aja dan kembali fokus menatap ke masa depan yang menjadi ladang kebaikan dan keberkahan kalau kita bisa mengambil hikmah di masa lalu dan berjuang untuk masa depan yang lebih baik."
"Orang baik akan selalu mendapat hal yang baik bahkan terbaik, meskipun perlu rasa sakit dulu untuk bisa menikmatinya. Sebab Tuhan-Mu sangat menyayangi mu sampai Ia tak ingin kamu menjadi tinggi hati karena kebaikan mu yang sebenarnya masih belum seberapa. Namun percayalah kebaikan apapun bentuknya, yang telah kau lakukan itu pasti akan dibalas dengan balasan terbaik dan luar biasa."
Kata-kata di atas merupakan kata-kata yang bisa saya ambil dari kisah "𝓐𝔂𝓾𝓷𝓭𝓪 𝓢𝔂𝓪𝓱𝓪𝓻𝓪𝓷𝓲". Namun, itu baru sebagian saja, InsyaAllah masih banyak yang bisa dijadikan motivasi. InsyaAllah ...
Dan InsyaAllah pasti ada beberapa dari kalian para readers tersayang pasti juga bisa mengambil kata-kata bijak lainnya yang ada pada kisah "𝓐𝔂𝓾𝓷𝓭𝓪 𝓢𝔂𝓪𝓱𝓪𝓻𝓪𝓷𝓲" selama ini. 🥰🤗🙏.
Atas kurang dan lebihnya mohon dimaafkan!
Semoga kisah ini bermanfaat untuk kita semua. Aamiin.
𝓐𝓼𝓼𝓪𝓵𝓪𝓶𝓾'𝓪𝓵𝓪𝓲𝓴𝓾𝓶 𝓦𝓻. 𝓦𝓫.
Dan itulah akhir kisah dari "𝓐𝔂𝓾𝓷𝓭𝓪 𝓢𝔂𝓪𝓱𝓪𝓻𝓪𝓷𝓲" Terimakasih & jazakumullah untuk para readers tersayang yang sudah menyemangati, menemani dan membersamai selama ini.
Akhir kata saya ucapkan "𝓐𝓵𝓱𝓪𝓶𝓭𝓾𝓵𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱𝓲 𝓻𝓸𝓫𝓫𝓲𝓵 𝓪𝓵𝓪𝓶𝓲𝓲𝓷"
... "𝓛𝓪 𝓱𝓪𝓾𝓵𝓪 𝔀𝓪 𝓵𝓪 𝓺𝓾𝔀𝔀𝓪𝓽𝓪 𝓲𝓵𝓵𝓪 𝓫𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱𝓲𝓵 𝓪𝓵𝓲𝔂𝓲𝓵 𝓪𝓭𝓱𝓲𝓶"
See you dikarya selanjutnya ...! 🤗
Dan untuk tim interaksi sudah aktif, bagi readers tersayang yang ingin bergabung dipersilakan dengan sangat dan senang hati!
__ADS_1
Love you all my readers🥰
𝓦𝓪𝓼𝓼𝓪𝓵𝓪𝓶𝓾'𝓪𝓵𝓪𝓲𝓴𝓾𝓶 𝓦𝓻. 𝓦𝓫.