Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Pagi Dingin setelah Weekend


__ADS_3

Weekend telah berlalu!


Sekarang merupakan hari dimana individu memulai aktivitas mereka seperti biasanya.


Pagi ini dihari Senin tepatnya cuaca cukup terasa dingin sekali sehingga Raffa belum sempat membuat sarapan sendiri. Ia juga cukup kecapean karena kemarin malam hampir dini hari Raffa nekat untuk balik ke kota S. Kota tempat ia menjadi mahasiswa dan dosen. Karena begitu kelelahan setelah perjalanan dari rumah Mama nya ke kota S yang kurang lebih 3 jam dan itu membuat Raffa bangun cukup kesiangan.


Raffa memutuskan untuk membeli sarapan di kampus saja walaupun sebenarnya Raffa paling tidak suka kalau harus sarapan diluar. Baginya untuk sarapan lebih enak ketika ia membuatnya sendiri.


Dirumah joglo modern Ayunda bersama Ummi Hannah walaupun cuaca sedingin apapun itu harus tetap melaksanakan tugasnya sebagai seorang wanita.


Mereka tengah berkutat di dapur.


Ayunda membuat sandwich dan susu coklat, entah mengapa hari ini Ayunda ingin memakan sandwich dan susu coklat hangat mungkin karena cuaca.


Ummi Hannah membuat soup brokoli dan udang kripsi ditemani dengan teh hangat dan kopi hangat untuk Abah.


Tepat pukul 05.50 WIB Ayunda sudah siap dengan gamis dan pasmina yang membalut kepalanya. Tak lupa mempersiapkan tas dan memasukkan buku catatannya kedalam tas tersebut. Saat ia akan memasukkan bukunya entah mengapa seperti ada sesuatu yang mengganjal di dalam tas itu yang membuat bukunya tidak bisa masuk secara teratur.


Ketika tangan Ayunda ikut masuk kedalam tas merogoh sesuatu di dalam tas itu, Ia merasa aneh dan ingin tertawa sendiri,


“Astagfirullah, bagaimana aku bisa lupa kalau Ada kamu didalam sini? Hah?” ucap Ayunda berbicara pada sapu tangan milik Raffa yang sedang ia pegang sambil tertawa dan menggelengkan kepala


Ayunda berfikir bagaimana ia bisa lupa bahwa sejak kemarin weekend Ayunda ingat akan sapu tangan Raffa sehingga ia memasukkan kedalam tas kuliahnya supaya ia dapat segera mengembalikannya pada Raffa.


Ayunda menengok ke arah jam dinding yang masih menunjukkan pukul 06.00 WIB, ia mengambil buku catatannya dan meluapkan rasa bahagia mendapati sapu tangan itu dengan rangkaian kata-kata penuh makna didalam buku catatan khusus itu.


Entahlah aku tak pernah menyangka akan bertemu dengan mu,


Dan perlu kau tau. . . semenjak hari itu, aku selalu mengingat dan memikirkan mu


Jantung ku selalu berpacu dengan cepat,


Mengenalmu rasanya aku mendapatkan kehidupan baru,


Kau mampu membuat hati ku kembali tersenyum,


Kau menyadarkanku akan artinya sebuah tanggung jawab

__ADS_1


Aku pernah berfikir bahwa aku tak akan mampu bisa membuka hati ku lagi setelah rasa cinta ku untuk Ustadz,


Tapi sungguh Allah memang lah Maha Kuasa, Maha Halus Yang Membolak-balikan hati,


Tanpa sadari kini aku mulai menyukai mu, sejujurnya aku tak berani menaikkan rasa ini ke rasa cinta,


Namun, sering ku memohon Pada-NYA untuk menggerakkan dan menjatuhkan cinta kan ku pada seseorang yang telah Ia takdir kan untuk ku.


Dan kini Bismillah aku mencintaimu karena Allah


Dan kalau memang kamulah takdir ku, semoga Allah menjaga ku agar aku selalu bersyukur dan mengingat Nya dan semakin kuat iman dan ketakwaan ku Pada Nya.


Dan kalau ternyata sebaliknya, beri aku kesabaran dan keikhlasan ya Allah, tetap arahkan aku dijalan Mu, jalan Ridho dan Rahmat Mu. . .


Setelah menulis puisi itu Ayunda senyam senyum sendiri sambil memeluk buku catatan tadi sangking bahagia alias dimabuk cinta.


Ayunda juga tak ingat waktu bahwa sudah pukul 06.30 WIB. Ayunda baru tersadar ketika ada panggilan masuk dari ID bernama “Lydia Anggraini”. Tanpa menunggu lama Ayunda langsung mengangkat panggilan tersebut.


Panggilan terhubung!


“Assalamu’alaikum! Ada apa Lydia?” jawab Ayunda sekaligus bertanya,”tumben pagi-pagi nelfon? Kamu baik-baik aja 'kan?”


"Eh, salamku dijawab dulu donk!" Ayunda mengingatkan


“Oh, iya maaf ... maaf. Wa’alaikumussalam!”


“Okay! Sekarang kembali ke pembahasan awal” kata yunda kepada Lydia,”Kamu kenapa? Tumben jam segini nelfon” tanya Ayunda lagi dengan nada sedikit kaget ternyata sudah pukul 06.30


Lydia yang mendengar suara kaget Ayunda pun sekarang bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada Ayunda? Sekarang gantian Lydia yang memastikan Ayunda,


“Ayunda, kenapa kaget gitu? Sekarang jam setengah tujuh sih“


“Gak kok gak papa! Tadi aku fikir masih pagi keasikan lagi nulis sesuatu”


"Sesuatu???"


“Udah Lydia, udah jangan dibahas! Tadi kamu mau ngomong apa?"

__ADS_1


“Ini aku lagi di kampus sendirian nunggu temen-temen belum ada yang datang. Biasanya juga 'kan kamu disiplin banget. Jadi aku nelfon kamu. Siapa tau kamu udah nyampek kampus, kalau sudah aku ada temennya. Ha ha”


“Nggak salah dengar nih, aku? Biasanya Lydia Anggraini 'kan paling suka sama yang namanya mandiri” Ayunda dengan nada bercanda


“Sekarang moodnya lagi kurang baik makanya pingin ditemenin” jawab Lydia dengan candaan juga,”Habisnya Ayunda motor kesayanganku tiba-tiba ngambek. Jadi mau nggak mau aku nebeng Papa dan Papa berangkatnya pagi banget. Makanya aku jam segini udah di kampus” Lydia mendegus kesal dan kecewa


"Jadi gitu? Emm, mungkin hari ini aku sampai kampus pas jam 7 deh! Soalnya harus sarapan dulu juga. Maaf yaa Lydia”


“Iya gak papa kok Ayunda! Sarapan itu 'kan sangat penting untuk kesehatan jadi silakan kamu sarapan terlebih dahulu!”


“Aku tutup dulu yaa. Assalamu’alaikum!”


“Wa’alaikumussalam! see you Ayunda!”


"See you too Lydia!"


Panggilan berhenti!


Sesaat setelah melakukan panggilan dengan Ayunda ada mobil yang entah dengan sengaja atau tidak membuat pakaian Lydia terciprat jalanan yang sedikit becek karena hujan dimalam hari.


Tentu saja Lydia kesal pakaiannya jadi kotor.


Lydia pun langsung menghampiri mobil itu dan mengetuk-ngetuk kaca mobil itu.


Tampaklah tiga orang gadis dengan dandanan cukup menor dan pakaian yang terkesan glamor tapi tetap membalut kepalanya dengan jilbab diatas dadanya.


"Mbak kalau naik mobil hati-hati donk! Lihat baju saya jadi kotor 'kan?"


Gadis pengemudi mobil itupun turun dari mobilnya seraya membuka kacamata hitam yang ia gunakan dan berkata,


"Maaf aja yaa itu bukan salah saya itu adalah salah kamu sendiri. Siapa suruh kamu berada di situ waktu saya lewat" ucap gadis itu dengan seringai cueknya sambil bersedekap


"Ih! rese banget sih! Udah tau salah malah nyalahin orang" ucap Lydia menghentakkan kakinya cukup kesal


"Udah deh Mahasiswa baru gak usah nyolot kalau sama senior. Kamu mahasiswa baru 'kan?"ucapnya dengan melihat penampilan Lydia dari atas sampai bawah dan berlangsung pergi begitu saja


"What? Dia bilang aku nyolot? Oh My God!" jawab Lydia hampir tersulut emosi

__ADS_1


Lydia pun mencoba untuk tenang dan menarik nafasnya dalam-dalam dan berlangsung pergi dari parkiran mencari toilet untuk ia membersihkan kotoran di bajunya.


~


__ADS_2