Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Tentang Hati


__ADS_3

Di sebuah rumah mewah bak istana sebuah keluarga terdiri dari sepasang suami-istri dan satu orang putranya tengah berkumpul melepas kerinduan satu sama lain terutama putra rumah itu yang sudah begitu merindukan sang Papa dan sang Mama.


"Raffa tumben kamu pulang? Biasanya kamu selalu sibuk dengan dunia akademismu?" tanya seorang wanita cantik mengenakan kacamata disertai hijab instan membalut rambutnya. Masih tampak cantik walaupun umurnya yang tidak lagi mudamenanyakan perihal Raffa yang tak biasanya pulang lebih cepat dengan nada sedikit menyindir.


"Raffa kangen sama suasana rumah Mah! Raffa juga kangen banget sama Mama dan Papa" jawab Raffa dengan lembut, "Sebenarnya ada yang ingin Raffa ceritakan ke Mama dan Papa"


"Soal apa sayang?" tanya wanita tadi yang merupakan Mama Raffa,"jangan bilang soal akademismu? Duh, kalau itu Mamah 'kan sudah pernah bilang pokok jalani saja Raffa! mamu gak salah kok dengan gantiin Om Fahri"


Flashback on


Malam setelah hari dimana Raffa mengumpulkan berkas kepada Omnya beserta menjadi malaikat penolong untuk seorang Mahasiswi bernama Ayunda. Juga hari dimana ia dipertemukan dengan Mahasiswi itu berulang-ulang kali tapi bukan itu yang membuat Raffa terlalu galau. Malam itu Raffa galau dengan permintaan Om nya rasanya ingin sekali ia membatalkan kesepakatan dengan Omnya sampai pada akhirnya ia memutuskan menghubungi Mamahnya yang tinggal di kota N meminta nasihat kepada orang tuanya.


Panggilan terhubung ...!


"Assalamu'alaikum Ma!"


"Wa'alaikumussalam Raffa!" jawab wanita itu dengan nada bahagia,"kok belum tidur? Sudah jam 10 malam loh sayang? Sudah Mama bilang 'kan kamu itu harus mengatur waktu mu sebaik mungkin dan jangan begadang. Kesehatan itu mahal harganya Raffa! Jaga kesehatan kamu! " tegas Mama Raffa mengingatkan putra sematawayangnya


"Iya Ma. Raffa ingat itu semua. Cuma sekarang ini Raffa lagi kepikiran sesuatu"


"Jadi apa yang sedang kamu fikirkan Raffa? Apa soal Azzalia?"


"Awalnya sih iya Ma. Dia sibuk banget jarang hubungin Raffa tapi baru saja dia sudah ngasih kabar ke Raffa"


Raffa mulai curhat pada sang Mama


"Kalau soal Azzalia kamu harus sabar karena dia 'kan memang lagi banyak tugas yang harus Azzalia selesaikan. Mama rasa kamu tau sendiri lah karena tugasnya juga gak jauh beda dari kamu" Mama Raffa mengingatkan kepada Raffa kalau kekasihnya itu sama-sama sibuknya dengan Raffa. Yaitu Sibuk dengan kuliah S 2 nya dan mengurus usaha Oma nya sembari mencari pengalaman.


''Iya Raffa tau itu Ma!" Raffa menjawab sang Mama lewat panggilan telfon


"Terus, apa yang sedang kamu fikirkan sayang?" tanya wanita itu dengan penuh kasih sayang sebagai tanda siap mendengar curhatan dari putranya


"Soal amanah yang Om Fahri berikan pada Raffa, Ma" jawab Raffa dengan cukup gelisah, "Raffa merasa gak enak aja Ma karena banyak orang diluaran sana mengharapkan posisi Raffa sekarang. Banyak dari mereka berjuang keras supaya keterima tapi sering kali takdir berkata lain. Disini Raffa dengan mudahnya mendapat posisi itu. Yah walaupun cuma 1 semester"


"Heem ... Mama mengerti apa yang kamu rasakan. Itulah kehidupan Raffa sudah menjadi kehendak Allah seperti itu dan untuk mereka yang sudah berusaha namun belum berhasil pasti akan ada keberhasilan yang lebih baik yang telah Allah siapkan untuk mereka. Dan untuk kamu, jalani saja dengan penuh tanggung jawab dan lillahi ta'ala karena Allah semata!"


"Baiklah! Makasih nasehatnya Ma! Raffa selalu lega setelah dapat bimbingan dan arahan dari Mama"


"Sayang kamu adalah putra Mama dan Papa satu-satunya. Mama dan Papa cukup lama menanti kehadiran kamu tapi kami selalu yakin bahwa Allah akan menghadirkan kamu dalam hidup kami. Apalagi setelah merawat Om Fahri semenjak ia kecil dari situ kami seperti diberi harapan baru. Fahri kecil itu selalu mengajarkan kepada kami tentang hal yang tak pernah terlintas dalam hati kami"

__ADS_1


"Ma? Mama kayaknya belum pernah bilang ke Raffa tentang apa yang sudah Om Fahri bilang ke Mama waktu kecil?"


"Barusan saja Mamah bilang jalani lillahi ta'ala. Jadi, Fahri kecil itu bilang ke Mama yang waktu itu masih selalu melakukan usaha untuk bisa punya anak. Entahlah memang sangat tidak mungkin ketika anak sekecil itu bisa tau tapi kenyataannya seperti ada malaikat yang menjelma menjadi Fahri kecil itu. Sehingga ia tau ketika kami sudah usaha namun Allah memang belum memberikannya seketika itu Fahri kecil, Om kamu yang meminta kamu gantikan itu bilang ke Mama "Jalani semua dalam hidup ini lillahi ta'ala (karena Allah semata) yaa Ma!" jawab Mama Raffa dengan sedikit mellow, "dari situ Mama dan Papa benar-benar pasrah atas apa yang Allah pilihkan dan ternyata bulan berikutnya setelah Mama dan Papa cek, Mama dinyatakan hamil kamu Raffa"


"Ma? Raffa tau dari suara Mama...Mama pasti lagi nangis"


"Iya Mama nangis karena bersyukur diberi kesempatan untuk membesarkan dan mendidik kamu. Jadi Raffa sesuai pesan Fahri kecil tadi pada Mama dan sekarang Mamah sampaikan sama kamu"


"Jadi kenapa Mama baru nyeritain hal ini ke Raffa Ma?" tanya Raffa yang sedikit tidak terima karena sang Mama menyembunyikan hal seperti itu pada Raffa


"Habisnya ngapain? Mama fikir kamu 'kan orangnya rasionalis sayang" jawab Mama Raffa santai


"Tapi 'kan gak semua hal Raffa fikirkan secara rasionalis. Ma" jawab Raffa sedikit menyanggah


"Baiklah Ma Raffa akan melakukan semua ini lillahi ta'ala" jawab Raffa dengan mantap, "ya sudah Raffa tutup dulu telfon nya. Mama dan Papa jaga kesehatan! " tak lupa Raffa mengucap salam sebelum mengakhiri panggilannya.


Panggilan berhenti...!


Flashback off


Kini Raffa kembali menegaskan apa yang akan ia ceritakan kepada Mama dan Papanya,


"Berarti tentang apa donk Raffa?" tanya sang Mama memastikan


"Tentang hati Ma, Pa" Raffa cukup serius


"Hati kamu kenapa? Gak mungkin Azzalia nyakitin kamu karena Mama tau betul walaupun Azzalia sibuk dia akan tetap setia sama kamu" Mama Raffa menegaskan, "dia juga sering telfon Mama akhir-akhir ini katanya sekarang kamu yang susah dihubungi yaa..semenjak jadi pak Dosen, kata dia"


"Habisnya bagaimana lagi Ma? Banyak yang mesti Raffa urus mulai dari tesis, Mahasiswa kadang juga hati yang gak karuan"


"Sudah Raffa sebaiknya kamu langsung to the point saja sama Papa" sahut laki-laki tampan mirip Raffa yang sudah memasuki usia yaitu Papa Raffa,"kalau sama Mama pasti akan tambah panjang nantinya"


"Papa??? " ucap Mamahnya Raffa dengan tatapan tak suka


"Gak Mah, Papa cuma bercanda kok!" ucap Papa Raffa berusaha mencari pembelaan setelah mendapat tatapan mengerikan dari sang istri


"Ma, Pa izinkan Raffa untuk berbicara" Raffa yang berusaha berbicara diantara kedua orang tuanya yang tengah beradu tatapan


"Silakan Raffa! Silakan!" ucap sang Papa

__ADS_1


"Gini Ma, Pa ada...seorang gadis yang menganggu fikiran Raffa akhir-akhir ini. Awalnya Raffa tak sengaja menolongnya dan Raffa juga tidak berniat untuk menjadi tamu dirumahnya tapi niat Raffa membantu bu Yeni malah mempertemukan Raffa dengan gadis itu dan menjadi tamu dirumahnya bersama bu Yeni"


"Jadi maksud kamu? Kamu mulai ada rasa sama gadis itu?"


"Raffa juga bingung Ma, Pa dengan perasaan Raffa sendiri. Raffa cuma kagum sama gadis itu" jawab Raffa mencoba meyakinkan dirinya sendiri, "yang pasti Raffa akan segera menghalalkan Azzalia karena itu sudah menjadi niat awal Raffa bahkan sebelum jadi Dosen"


Mendengar penjelasan Raffa, Papa Raffa menanggapi perasaan Raffa itu dengan memberinya petuah, "Raff, jangan terburu-buru dulu! Menikah itu sekali seumur hidup perlu pemikiran yang matang dan komitmen yang besar"


"Iya Raffa. Kamu minta petunjuk sama Allah mana yang terbaik buat kamu Azzalia atau gadis itu?" ucap sang Mamah ikut memberi pencerahan


"Iya Ma tapi kalau bukan Azzalia, Raffa akan sangat merasa bersalah Ma..Pa sudah lama dia menemani Raffa dan dia juga lebih dulu hadir dalam hidup Raffa"


"Tenanglah Raffa! Allah pasti akan memilihkan yang terbaik untuk kamu melalui petunjuknya"tegas Mama Raffa


"Okay! Ma Raffa ngerti. Tapi apakah Mama siap menerima siapapun yang Allah pilihkan buat Raffa? Yaa walaupun itu adalah gadis yang belum pernah Mama dan Papa temui sebelumnya"


"Kalau kamu bisa menerima, Mama dan Papa pun pasti akan menerimanya. Ditambah lagi kalau memang Allah sudah merestui kalian dengan dipilihkannya dia untuk kamu"


"Mama dan Papa 'kan belum tau dia gadis kayak gimana?" Raffa menegaskan


Dan dari arah pintu depan terdengar sahutan suara yang cukup menggelegar dan familiar bagi Raffa,


"Tenang saja! Mama dan Papa mu sudah tau Raffa" sahut laki-laki itu bersama seorang wanita dibelakangnya dengan menggendong anaknya.


Laki-laki itu adalah Fahri Abidzar adik dari Mama Raffa. Sejak kecil dirawat oleh Mama Raffa karena sang Ibu meninggal setelah melahirkan Fahri. Beberapa bulan kemudian sang Ayah sakit dan harus menyusul sang Istri karena tak sanggup hidup tanpa istri tercintanya.


Mama Raffa dan Fahri memang lahir dengan jarak usia cukup jauh terpaut sekitar 23 tahun. Oleh karena itu Mama dan Papa Raffa lah yang merawat Fahri kecil itu. Mereka merawatnya dengan penuh kasih sayang karena pada waktu itu mereka juga sedang mendambakan seorang anak. Mama Raffa menyayangi adiknya itu sudah seperti anaknya sendiri. Hingga pada usia Fahri yang ke- 3 tahun Mama Raffa dinyatakan hamil.


Mereka (Pak Fahri bersama istri) menghampiri Mama dan Papa Raffa. Dilanjutkan menyalami dan mencium tangan mereka. Raffa bersama Papa dan Mamanya menyambut kedatangan keluarga kecil itu dengan sangat bahagia. Mereka pun menghabiskan waktu bersama diruang keluarga tersebut.


...****************...


Malam sudah semakin dingin menunjukkan bahwa malam sudah semakin larut Raffa pun sudah masuk kamarnya berniat untuk istirahat. Dalam hati Raffa sebenarnya tak menyangka Om Fahri serta Bu Yeni sudah memberi tau mengenai Ayunda kepada kedua orang tuanya. Dengan niat memberi tau itu agar mereka selalu mengarahkan Raffa ke jalan yang benar. Jalan yang tidak akan menyakiti pihak manapun.


Raffa tengah merebahkan tubuh diatas ranjang tempat tidurnya. Posisi kaki masih berada dibawah masih memikirkan sesuatu dengan menatap langit-langit kamar itu. Raffa yang merasa semakin tak karu-karuan saat memikirkan hal tadi akhirnya Raffa berencana untuk tidur lebih awal dan bangun lebih awal pula tentunya karena ia harus menyelesaikan masalah pada hatinya dengan salat istikharah.


𝓑𝓮𝓻𝓼𝓪𝓶𝓫𝓾𝓷𝓰....!


Buat sholat istikharah? 😯😇

__ADS_1


Yuk support pak Dosen agar segera mendapatkan petunjuk!


__ADS_2