Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Meng-handle Tugas Raffa


__ADS_3

Kebahagiaan menyelimuti Raffa saat ini. Segala prosedur telah dipenuhi dan ditempuh Raffa. Ia telah mendapat surat persetujuan Ujian Tesis dari pembimbing l dan pembimbing ll.


Sangking bahagianya, Raffa kini meloncat-loncat sendiri sambil mengepalkan tangannya ditambah ekspresi kemenangan yang nampak membahagiakan di raut wajahnya.


Sahabat seperjuangan Raffa yaitu Adam Miqdad Hanafie juga ikut bahagia atas keberhasilan yang di capai Raffa saat ini. Adam langsung memeluk Raffa sebagai ucapan "Selamat" untuk Raffa. Begitu pula Raffa tak lupa untuk mengucapkan "Selamat" pada Adam karena proposal tesis milik Adam juga telah diterima. Sidang tesisnya sendiri akan dilaksanakan usai pelaksanaan UAS Mahasiswa S1.


"Semoga lancar untuk ujian Tesis kita Raffa"


"Aamiin" jawab Raffa karena masih ada satu perjuangan lagi untuk mereka sampai pada puncak yang mereka inginkan


Meskipun begitu mereka tetap optimis akan lulus dalam ujian tesis tersebut, InsyaAllah. Harapan dalam hitungan hari dan minggu mereka akan sama-sama mendapatkan gelar yang telah susah payah mereka kejar dan perjuangkan menjadi pelecut untuk mereka semangat dan sungguh-sungguh mencapai puncak yang mereka inginkan yakni lulus ujian tesis. Karena sudah barang tentu dalam menjalani study Pasca-sarjana itu, Raffa menemui banyak tantangan, dimana harus menguatkan tekad dan konsisten pula saat menjalaninya. Apalagi di samping itu, Raffa diberi amanah sebagai dosen oleh pak Fahri-Om nya.


Oleh karena itu mereka akan bersungguh-sungguh tidak mau menyia-nyiakan kesempatan dan nikmat ini begitu saja.


Gelar Magister akan diperoleh Raffa dan Adam. Cuma, untuk gelar suami Adam sepertinya harus mundur dulu. Karena Adam belum menemukan tambatan hati yang telah Allah takdirkan untuk hidup bersamanya. Lain halnya dengan Raffa usai wisuda Master (beberapa hari setelahnya) adalah hari bahagia yang telah Raffa tunggu selama kurang lebih tiga bulan lamanya.


Dan sekarang ini tepatnya, tak terasa sudah memasuki bulan ketiga semenjak hari pertunangannya alias sebentar lagi adalah momentum sakral untuk Raffa. Raffa akan di sibukkan dengan mengurus sidang tesis dan pernikahannya selama beberapa hari ke depan. Alhasil ia memilih menghubungi Ayunda untuk meng-handle semua tugas yang akan mahasiswa setorkan pada Raffa di akhir pertemuan sebelum UAS seperti tugas rekapan kemarin lalu (Sebelum UTS) . (Baca bab sebelumnya readers biar makin inget๐Ÿ˜Š๐Ÿ™)


Raffa melajukan mobilnya ke rumah kontrakannya. Selesai Magrib ia berniat pulang ke rumah Mama nya. Sebelum pergi Raffa pamit lebih dulu kepada Bu Yeni.


Karena Raffa sudah menganggap Bu Yeni sebagai Ibunya sendiri. Bagi Raffa ia selalu membutuhkan dukungan, do'a dari orang-orang terdekatnya termasuk Bu Yeni yang sudah selalu ada untuk Raffa saat ia jauh dari sang Mama.


Kota demi kota telah dilalui Raffa dan tak lama kemudian sampailah Raffa didepan rumah masa kecilnya yaitu kediaman Mama dan Papanya. Rumah mewah bak istana yang hanya ditempati kedua orang tua Raffa dan beberapa ART.


Sesampainya di rumah Raffa disambut dengan hangat oleh kedua orang tuanya. Raffa menghabiskan hari demi hari di kota itu untuk mengurus surat-surat pernikahannya dengan calon istri. Sementara dekorasi dan tempat acara pernikahan untuk sementara waktu menjadi urusan pihak mempelai wanita karena acara akad pernikahan akan dilaksanakan di rumah mempelai wanita terlebih dahulu. Namun untuk urusan mempersiapkan mahar menjadi urusan Raffa.


...****************...


Sudah hampir satu minggu Raffa menyiapkan pernikahannya mulai mengurusi berkas untuk persyaratan menikah, fitting baju pernikahan dan mempersiapkan kebutuhan pernikahan lainnya.


Sudah satu minggu pula Ayunda merekap semua tugas Mahasiswa yang diampu Raffa. Sampai-sampai ia sering diledek oleh sahabatnya karena sekarang sudah menjadi orang kepercayaannya Raffa.


"Bu Ustadzah sibuk apa sih?" Lidya yang meledek Ayunda karena melihat Ayunda yang begitu serius mengerjakan tugas dari Raffa,


"Sibuk ngerekap tugas atau sibuk ngerekap cinta untuk yang ngasih tugas?"


Sahabat Ayunda lainnya seperti Mala, Raya dan Stevi menanggapi perkataan Lidya dengan tertawa. Sementara Ayunda begitu mendengar itu langsung memicingkan mata dan salah tingkah sendiri.


Semakin gencar lah Lidya menggoda Ayunda,


"Tuh kan? Lihat deh! Pipinya Bu Ustadzah udah merah merona" Lidya sambil tertawa kecil


Ayunda mematikan laptop dan mengecek kembali soft file mahasiswa yang direkap Ayunda untuk dijadikan satu file sesuai semester yang di tempuh mahasiswa. Dengan sabar, tekun dan cekatan Ayunda mengerjakan tugas yang aslinya menjadi tugas Raffa tersebut. Tapi Ayunda menikmatinya karena bagaimana pun tugas-tugas itu yang sudah membuatnya semakin dekat dengan Raffa.

__ADS_1


Lidya yang melihat tingkah Ayunda tak seperti biasanya (tiba-tiba mematikan laptop) begitu khawatir kalau Ayunda marah lagi seperti kemarin saat mendengar berita tentang cincin Raffa. Ah Lidya lupa dengan itu semua. Lidya lupa kalau Ayunda ternyata bisa se-sensitif itu. Mungkin itu karena masa lalu Ayunda yang tak mengenakan. Terka Lidya dalam hati.


"Ayunda, kamu mau kemana?" tanya Lidya cukup panik melihat Ayunda akan bangkit dari kursi taman kampus itu, "emang udah selesai ngerekap tugasnya?"


"Alhamdulillah" jawab Ayunda begitu singkat dan penuh makna


Lidya dibuat semakin tak enak hati rasanya mendapati jawaban Ayunda yang begitu singkat itu,


"Ayunda, please jangan marah lagi! Aku tadi cuma bercanda loh"


"Eh siapa yang marah Lidya? Aku enggak marah kok, memang ini sudah selesai."


"Wah cepat banget! Enggak ada satu minggu sudah selesai aja!" ujar Mala salut, "hebat kamu Ayunda"


"Enggak juga kok. Soalnya kalau dirumah aku kerjain juga. Kan sekarang lebih enak berupa soft file bukan hardfile lagi."


"Kalau hardfile kasian kamunya Ayunda" Stevi peka


"Heem" Raya mengangguk, "mahasiswa dari semua semester pula yang di suruh pak Raffa kali ini" tak habis fikir pak Raffa begitu baiknya pada Ayunda


"Karena itu, Pak Raffa sendiri sudah kasih instruksi ke mahasiswanya untuk kirim tugas berupa soft file saja terus di kirimkan lewat E-mailku untuk aku rekap dan jadiin satu folder."


"E-mail kamu Ayunda? Orang real name nya cowok gitu" Raya mencoba mengigat kembali informasi beserta email yang Raffa share di grup matakuliah.


"Kalau itu aku pakek E-mailnya Mas Rey yang enggak kepakek dan enaknya lagi E-mailnya Mas Rey sudah ada di laptopku"


"Pantesan" balas Raya cukup tak menyangka


"Kan enak enggak perlu login lagi" kata Ayunda dengan manisnya


Lidya lega rasanya ternyata Ayunda memang tidak lagi marah. Dari arah seberang datang Hanum yang langsung ikut menimbrung saja.


"Kalian ngomongin apaan sih? Duh aku ketinggalan nih"


"Bukan apa-apa Hanum" jawab Ayunda santai


Hanum tersenyum manis dihadapan Ayunda dan langsung menanyakan tugas yang diberikan Raffa kepada Ayunda, apakah sudah selesai atau belum. Karena kalau belum mungkin dia dan yang lain bisa membantu Ayunda menyelesaikannya. Dan ternyata Ayunda yang cerdas dan cekatan itu sudah menyelesaikann ya seorang diri.


"Ayunda, you are the best" meskipun tidak bisa membantu Ayunda tapi Hanum senang karena sahabatnya Ayunda memang benar-benar luar biasa dalam banyak hal


"Enggak ... enggak, kalian enggak perlu memuji aku sampai sebegitunya. Aku yakin kalau tugas ini diberikan ke kalian pun kalian bisa menyelesaikannya tepat waktu bahkan mungkin lebih cepat dari aku"


"Bisa jadi sih, Ayunda. Tapi hanya 50% kemungkinannya kalau aku bisa nyelesain secepat kamu gitu" kata Hanum tidak terlalu setuju dengan pujian Ayunda untuknya dan yang lain

__ADS_1


"Dan pada kenyataannya yang dipercayai meng-handle tugas ini sama pak Raffa adalah Ayunda Syaharani"


Lidya kembali berulah sekaligus memuji,"jadi kamu memang yang terbaik, Ayunda"


"Tapi kenapa pak Raffa sesibuk ini yaa?" Raya, "maksudnya sampai semua disuruh meng-handle Ayunda"


"Bener tuh, padahal yang dulu pak Raffa masih ikut meng-handle loh" Stevi sependapat dengan Raya


"Setauku beliau lagi sibuk mempersiapkan sidang tesis dan wisuda pascasarjananya beberapa minggu lagi"


Lidya mengacungkan jari telunjuk tepat ke arah Ayunda dengan tersenyum penuh makna, dan berkata,


"Ayunda, tau banget sih kesibukan pak Raffa"


"Pak Raffa yang bilang kemarin waktu nyuruh aku untuk meng-handle tugas ini" Ayunda membalas dengan alasan yang cukup logis


Dan membuat sahabat-sahabatnya itu terdiam dan percaya sajalah pada Ayunda. Daripada nanti malah runyam yang berakhir Ayunda akan marah lagi pada mereka. Bukan, bukan marah tapi kecewa.


"Ayunda soal berita cincin itu, keliatannya cuma hoax deh. Soalnya kebetulan kemarin banget, aku enggak sengaja lihat tangannya pak Raffa dan pak Raffa enggak memakai cincin apapun di tangannya" terang Hanum


"Katanya anak-anak itu memang hoax soalnya habis berita menggemparkan itu pak Raffa enggak pernah makai cincin itu lagi" Lidya


"Ada yang bilang, kalau pak Raffa enggak pakai cincin itu lagi karena mengantisipasi berita yang tak semestinya, makanya sama pak Raffa enggak di pakai lagi" Mala menyahut


Dalam hati Ayunda bahagia mendengar berita itu tapi ia tak mau lagi larut dalam cintanya, ia lebih memilih menjalani apa yang ada di depannya dengan cinta yang di milikinya sebagai pelecut/pendorong semangat.


๐“‘๐“ฎ๐“ป๐“ผ๐“ช๐“ถ๐“ซ๐“พ๐“ท๐“ฐ....


๐“๐“ผ๐“ผ๐“ช๐“ต๐“ช๐“ถ๐“พ'๐“ช๐“ต๐“ช๐“ฒ๐“ด๐“พ๐“ถ ๐“ฆ๐“ป. ๐“ฆ๐“ซ


Hai para readersku sayang di manapun kalian berada!


Semoga kalian sehat selalu dan bahagia selalu. Aamiin


Tetap semangat dan jangan pernah berfikir untuk menyerah! Meskipun sebenarnya kehidupan memang tak semulus yang kita inginkan, tapi yakinlah dibalik ketidak mulusan itu ada hal begitu baik dan indah yang telah Allah persembahkan untuk kita kalau kita mau bersabar dan senantiasa yakin dan memperbanyak bersyukur.


Pokoknya, jangan lupa bahagia yaa, Readersku sayang! ๐Ÿ˜Š


Mari bahagia bersama menyambut bulan Ramadhan!๐Ÿ˜‡


Sekian dan terimakasih. ๐Ÿ™


๐“ฆ๐“ช๐“ผ๐“ผ๐“ช๐“ต๐“ช๐“ถ๐“พ'๐“ช๐“ต๐“ช๐“ฒ๐“ด๐“พ๐“ถ ๐“ฆ๐“ป. ๐“ฆ๐“ซ.

__ADS_1


__ADS_2