Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Bunga Tidur


__ADS_3

Bagai dihempas busur panah


Hatiku telah terluka kembali


tepat pada detak jantung yang kian berpacu tak berarutan saat kehadiranmu


Hadirmu bak mawar dengan sejuta pesona lengkap dengan keharuman yang melekat pada keelokan sang mawar


Tanpa kusadari mawar yang kutemui ternyata bukanlah aku pemiliknya


Aku hanya bisa menatap keindahan mawar itu


Dalam sekejap saja mawar itu telah hilang dari pandangan ku


Aku mencari.. Terus mencari dimana mawarku kini berada


Saat ku yakini kan ku temukan mawar ku dan ku yakini mawar ku akan selalu membersamai ku


Didepan ku tak hanya tangan ku rasanya yang sakit ketika harus tertusuk duri mawar


Hatiku juga terasa sakit saat kudapati mawarku telah berpindah tangan


Mawarku bukan lagi milikku


Mawarku bukan lagi kebangaanku


Mawarku bukan lagi kebahagiaan ku


Mawarku sudah dipetik oleh sang pemilik kebun sebenarnya


Tumpuan kaki ini rasanya tak sanggup untuk menopang hancurnya hati dan lemahnya tubuh saat aku benar-benar tak punya harapan lagi untuk memiliki mawarku


Langkah ku tertahan antara menginginkan mawarku kembali dan kan ku jadikan milikku atau membiarkan tangan lain menikmati keelokan dan keharuman nya


Ku tatap raut wajah kebahagiaan sang pemilik kebun sebenarnya mendapati sang mawar yang dikasihi


Langkah kaki ini melangkah mundur memilih kehilangan mawarnya walaupun hilang sudah harapan untuk memiliki mawar itu,


Mawar ku telah berada pada tangan yang tepat dan pemilik kebun sebenarnya


Biarlah begitu adanya diri ini mungkin mempunyai kesempatan untuk menatap keelokannya tapi menjadikan mawar itu miliknya diri ini tak berhak untuk itu.


Mawar ku berbahagialah ditangan kekasihmu,


aku akan bahagia saat kau pun bahagia tumbuh mekar, terawat dan terjaga diliputi sejuta cinta dan kasih sayang dari kekasih sejatimu.


~π“šπ“Έπ“½π“ͺ 𝓒, 10 𝓐𝓹𝓻𝓲𝓡~


𝓐𝔂𝓾𝓷𝓭π“ͺ 𝓒𝔂𝓼𝓱π“ͺ𝓻π“ͺ𝓷𝓲


...****************...


Belajar sabar meskipun sukar.


Belajar ikhlas meskipun berat.


Belajar tawakkal itulah obat.


Tiga prinsip yang di bangun Ayunda. Ayunda memang menangis tapi tak tersedu-sedu, Ayunda memang sedih tapi tak berlebih, Ayunda memang kecewa tapi bukan berarti ia murka.


Disitulah Ayunda, di ruangan rumah sakit menguatkan diri selalu. Setelah membaca surat dari Raffa

__ADS_1


"Non, non baik-baik saja?"


Memberikan isyarat kalau ia baik-baik saja. Namun secara tidak terduga


"Bi' kepala saya rasanya berputar-putar sendiri dan berat Bi' "


Secepat mungkin Bi' Inem memanggil dokter untuk menangani nyoya muda nya.


"Ayunda, kamu jangan banyak fikiran. Istirahat yang cukup, makan teratur dan perbanyak minum air putih"


Kini Ayunda Meng istirahat kan dirinya sejenak juga hatinya.


Ummi Hannah belum juga kembali, datang seseorang tak diduga menjenguk Ayunda.


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumussalam" Bi' Inem yang menjawab Ayunda tengah tidur, dan Bi Inem menceritakan kejadian barusan pada sahabat terakrab dari nyonya mudanya itu


"Astagfirullah, Ayunda cepatlah sembuh dan membaik" kata wanita yang tengah berbadan dua dengan perut buncit yang sudah mulai ketara


Ayunda yang belum benar-bemar tidur mengercapkan matanya dan bangun seraya menyebut nama wanita yang kini tengah cemas melihatnya,


"Yuna, kamu di sini"


Yuna mengangguk, Ayunda membenarkan posisi duduk dibantu Yuna juga bi'Inem.


"Hei, Ayunda kenapa kamu bisa seperti ini? Tadi begitu aku mendengar kamu di rumah sakit aku langsung bergegas ke sini"


"Sudah enggak perlu cemas. Alhamdulillah aku sudah cukup membaik"


"Tadi Bi' Inem bilang kepalamu terasa berat? Apa sekarang juga masih berat?"


"Alhamdulillah sudah mendingan"


Begitu ingin mengambil pisau pisau nya malah terjatuh. Di samping pisau yang terjatuh itu Yuna melihatnya, secarik kertas yang terbuang begitu saja, padahal kertas itu nampak masih bagus apalagi tulisan tangannya. Yuna pun mengambil pisau juga secarik kertas itu, ia membacanya dalam hati.


Ayunda yang baru sadar jika Yuna tau mengenai kertas itu berusaha untuk memintanya kembali. Tentu hal itu tidak diindahkan oleh Yuna yang sedang menggebu meresapi kata per kata yang tertulis.


Masih memegang kertas itu, Yuna meminta penjelasan atas isi dari surat yang dipegangnya


"Ayunda, apa maksud semua ini? Apa pak Raffa--?"


Ayunda dapat mengerti apa yang ingin dikatakan Yuna namun tak sanggup Yuna katakan,


"Yuna kamu tenang dulu. It's okay Pak Raffa akan menikah, apa yang salah dari itu"


"Menikah adalah sunnah Rasulullah Yuna, kamu tentu sudah sangat mengetahuinya"


"Tapi, astagfirullah ..." Yuna tak bisa berkata-kata lagi


Ia langsung saja menjenguk Ayunda. Kali ini Ayunda sudah tidak menangis air matanya sudah lelah untuk menangis. Cukup ia sabar, ikhlas dan ber tawakkal.


Tapi kali ini Yuna lah menangis tersedu-sedu.


"Yuna, sudah jangan nangis. I'm fine"


Yuna sudah lebih tenang, melihat Ayunda kuat, ia pun bertekad untuk kuat juga.


Saling menguatkan, saling mendo'akan itulah guna sahabat/teman akrab.


Setelah semua kembali tenang dan membaik, Yuna menjalankan niat awalnya yakni mengupaskan buah untuk Ayunda juga untuk dirinya karena Ayunda memaksa agar ia ikut memakan nya supaya kandungannya sehat selalu.

__ADS_1


Dokter kembali datang, memberikan obat untuk Ayunda. Alhasil karena reaksi dari obat itu, Ayunda begitu mengantuk. Yuna bergegas pulang melihat Ayunda yang membutuhkan waktu untuk istirahat tidur.


Tak selang beberapa lama dari kepergian Yuna, Ayunda pun tertidur.


Dalam tidurnya Ayunda mengalami sebuah mimpi...


~Kediaman Oma Ranti~


Tempat akan diadakan pesta pernikahan Raffa dan Azzalia.


Dimalam hari malam akan pernikahan, sorak gembira dan ramai menyelimuti suasana kediaman itu.


Calon mempelai wanitanya sedang menggunakan mahendi di tangannya.


Saat sedang asik menggoda dan bercanda ria, datang seorang laki-laki berwajah cukup tampan menghentikan keramaian tersebut dengan suara pistol yang ditembakkannya. Sepersekian detik semua terdiam dan laki-laki itu menjadi sorotan. Mempelai wanita yang berada di kamarnya pun keluar menilik ke ruang tengah, melihat apa yang sebenarnya telah terjadi.


"Azzalia keluar kamu, keluar!"


Azzalia keluar perlahan menuruni tangga, cukup kaget dengan kehadiran dan kenekatan laki-laki yang sedang membuat gaduh rumah itu.


"Apa yang kamu inginkan, Adam? Dimana Raffa, kenapa kamu datang sendiri? "


Adam tersenyum sinis dan berkata,


"Kamu ingin tau, dimana Raffa. Lihat ini!" Menunjukkan sebuah video yang menampakkan Ayunda bersama Raffa saat sedang saling tertawa, bahkan ada beberapa foto Raffa saat sedang bersama dengan Ayunda dan Audri


"Apa maksud ini semua, Adam?"


"Raffa sudah mengkhianati kamu Azzalia"


"Jadi, sebaiknya kamu batalkan pernikahan kamu dengannya"


Azzalia diam tak bisa berkata apa-apa. Tubuhnya kaku seketika, Oma Ranti datang melihat apa yang ditujukan oleh Adam pembuat kehebohan itu,


"Ada apa ini?"


Azzalia pun angkat bicara mengenai video dan foto Raffa, tanpa basa basi Oma Ranti menghubungi keluarga Raffa dan orang-orang di rumah itu hanya diam seketika.


~Panggilan terhubung~


"Assalamu'alaikum Oma" Sapa Mama Raffa


"Ibu Reyza saya tidak menyangka akan kelakuan Raffa saat jauh dari Azzalia, tega sekali dia mengkhianati Azzalia"


"Maaf Oma, maksud Oma apa yaa? Menudu putra saya seperti itu?"


"Hallah sudahlah, kalian tidak menutupi kesalahan putra kalian"


"Oma ini semua dibicarakan secara baik-baik. Tidak seperti ini"


"Saya sudah terlanjur kecewa. Pernikahan antara Raffa dan Azzalia batal"


Mama Raffa tak habis fikir dengan sifat dan pemikiran Oma Ranti dan Azzalia yang langsung menyimpulkan berita yang masih tabu kebenarannya dengan secepat itu.


"Baiklah, kalau begitu Oma. Semoga suatu saat Anda tidak menyesali apa yang Anda lakukan dan tuduhkan pada putra Saya"


"Memang benar kalau Ada yang berkata bahwa "Jodoh yang baik ditangan orang yang baik begitu pula sebaliknya"


"Dan anak saya Raffa, adalah anak yang baik insyaAllah Raffa akan mendapat yang lebih baik"


~Panggilan terputus~

__ADS_1


Selamat Malam dan Selamat Beristirahat untuk semua! πŸ˜‡


__ADS_2