
Malam ini adalah malam di mana Raffa sibuk dengan tugas menyiapkan soal UAS untuk para mahasiswa yang menjadi tanggungjawabnya. Karena lusa adalah hari UAS hari di mana Raffa juga harus kembali ke kota S melaksanakan tugasnya sebagai dosen. Dan itulah Muhammad Raffa Abimanyu al-Ghifari sesibuk apapun dia, profesionalitas dan tanggung jawab tetap hal yang penting (utama) untuknya meskipun sesibuk apapun dia dengan urusan pribadi nya yang penting juga seperti mempersiapkan pernikahan misalnya.
Selama empat hari UAS telah berjalan dan atas Rahmat-Nya semua berjalan dengan lancar. Sementara itu, ujian tesis Raffa akan berlangsung sekitar seminggu lagi (jadi yang dimaksud ujian tesis setelah UAS mahasiswa S1 bukan langsung setelah UAS, tapi masih ada jangka waktunya) Tentu mulai saat ini Raffa akan fokus untuk memberi nilai mahasiswanya dan mempersiapkan ujian tesisnya. Raffa yang begitu pandai memanagement waktu.
Empat hari ia gunakan untuk memberikan penilaian sedangkan tiga hari setelahnya adalah untuk ia belajar mendalami Tesisnya sebelum ujian.
Ternyata dihari ke tiga di mana Raffa masih harus memberi penilaian pada UAS Mahasiswanya, Mama Raffa menyuruh Raffa untuk pulang karena Oma Ranti keadaannya cukup parah. Sungguh itu di luar dugaan Raffa. Raffa belum sempat memasukkan nilai mahasiswanya ke dalam bentuk file. Kini ia harus segera bersiap untuk kembali ke luar kota.
~Pukul 13.00 WIB Universitas Islam Ternama Kota S~
Seorang laki-laki memanggil Ayunda.
Ayunda memenuhi panggilan itu dengan patuh dan kesopanan. Bagaimana tidak patuh dan sopan karena yang tengah memanggilnya saat ini adalah Pak Raffa, dosennya.
Detik demi detik berlalu, musim panas pun kini telah berganti ke musim penghujan.
Diiringi rintik hujan yang menetesi bumi Ayunda berjalan pelan menghampiri Raffa yang sedang berdiri menunggu kedatangannya.
Sudah bertemu dengan Ayunda Raffa menyerahkan laptopnya pada Ayunda. Kalau kemarin Raffa tak menyerahkannya langsung alias Ayunda masih menggunakan laptopnya sendiri, kini Raffa menyuruh Ayunda menggunakan laptopnya saja. Agar lebih praktis dan hemat waktu.
Namun Ayunda tak mau menerimanya Ayunda malah menyarankan untuk dititipkan ke Bu Yeni beserta berkas-berkasnya (tugas UAS mahasiswa) Karena rasanya akan berat bagi Ayunda kalau harus membawa tumpukan tugas dari mahasiswa berbagai semester itu pulang. Dengan cukup halus Ayunda menolak kemauan Raffa. Raffa yang sudah cukup banyak fikiran pun menyetujui Ayunda.
Raffa berlalu pulang dan hendak pergi ke mobilnya. Belum sampai ke luar dari area kampus itu Raffa berbalik dan berucap,
"Ayunda, terimakasih karena sudah selalu mau saya repotkan" mengatakan dengan sepenuh hati dari lubuk hati terdalam seorang Raffa
"Sama-sama Pak Raffa" Ayunda dengan begitu tulus
Setelah peristiwa saling berucap terimakasih dan saling menatap sekilas, Raffa langsung berbalik dan menuju ke mobil yang letaknya tidak jauh dari tempat Ayunda berdiri saat ini.
Raffa langsung melajukan mobilnya ke kota di mana Oma Ranti dirawat. Dan benar saja saat Raffa berada di samping Oma Ranti, Oma Ranti lekas pulih dan membaik.
__ADS_1
Melihat kondisi Oma Ranti yang lekas membaik Raffa pergi meninggalkan ruangan tempat Oma Ranti dirawat. Raffa pun duduk di ruang tunggu. Sejenak mengambil waktu beristirahat dan mengambil nafas agar lebih relax.
Seorang wanita menghampiri Raffa. Wanita itu duduk di samping Raffa, mengelus-elus kepala Raffa dan itu mampu membuat Raffa begitu tenang dan nyaman.
Raffa memejamkan matanya sejenak dan langsung membuka mata ketika tersadar sentuhan itu adalah sentuhan dari Mamanya.
"Mama"kata Raffa yang tau kalau Azzalia akan sangat nyaman kalau dengan Mama Raffa saat melihat Oma kesayangannya seperti ini. Lain dengan Oma Ranti yang akan nyaman saat ada Raffa bersamanya,
"Mama kenapa keluar? Sebaiknya Mama didalam bersama Azzalia Ma"
"Azzalia audah lebih tenang sayang. Apalagi dengan adanya kamu di sini bersamanya"
"Maaf Ma, Raffa keluar sebentar. Raffa ingin mencari udara segar saja" terlihat cukup kelelahan
"Iya sayang, Mama mengerti itu begitu juga dengan Azzalia"
"Raffa sayang kamu keliatannya kelelahan banget?"
"Kamu bisa istirahat dulu sayang kalau kamu capek"
"Enggak kok Ma. Raffa cuma butuh duduk dan relaksasi saja"
"Mama tau, hampir dua minggu ini kamu sangat sibuk. Sibuk dengan persiapan pernikahanmu terus ujian mahasiswamu belum lagi ujian tesismu sendiri." Mama Raffa begitu peka dan pengertian, disertai senyum tulus dan memberi kekuatan pada sang putra
"Kamu begitu hebat sayang dalam memanegement waktumu untuk itu semua. Kamu harus kuat, jaga kesehatan baik-baik karena beberapa hari kedepan dan kedepannya adalah hari-hari penting untuk kamu"
"Yes, Mom" Raffa paham dan patuh,
"Oh ya Ma, Mama salah kalau bilang aku hebat bisa memanagement waktu dengan baik. Karena sebenarnya tadi Raffa belum menyelesaikan tanggungjawab Raffa Ma"
"Kok gitu?" Mama Raffa cukup heran
__ADS_1
"Tadi waktu Mama hubungi Raffa sebenarnya saat itu Raffa masih harus memasukkan nilai mahasiswa Raffa, tapi karena Raffa khawatir dengan Oma Ranti Raffa menyerahkan tugas itu ke salah satu Mahasiswa kepercayaan Raffa, Ma"
"Sebenarnya Raffa merasa kurang enak sama dia Ma. Raffa selalu saja merepotkan mahasiswa sebaik dia"
"Selalu saja? Maksudnya sayang?"
"Jadi setiap sebelum UTS dan UAS, Raffa menyuruh mahasiswa Raffa untuk buat semacam artikel atau essay. Dan di situ Raffa selalu meminta bantuannya gitu, Ma. Bantuan ngerekap nilai"
"Awalnya dia yang menawarkan sendiri untuk membantu Raffa katanya untuk membalas kebaikan Raffa selama ini yang sudah selalu menolongnya"
"Tapi Raffa malah keenakan ada yang bersedia membantu, jadi Raffa selalu meminta bantuannya lagi dan lagi"
"Wah, baik banget dia! Pahalanya pasti banyak itu, enggak tau sih kalau nilainya" goda Mama Raffa
"Nilai tetap nilai Ma"
"Pak dosen jangan pelit-pelit kalau kasih nilai" sahut Azzalia
"Azzalia sayang" Mama Raffa yang mengetahui ada calon menantu pun lantas bangkit memberi waktu untuk mereka berdua,"ya sudah kamu temenin Raffa dulu. Biar Mama yang jagain Oma Ranti"
Kini dua insan itu duduk bersama tapi dengan ada sedikit jarak di antara keduanya. Azzalia berusaha untuk membuat Raffa mau bercerita lagi mengenai curhatannya kepada Sang Mama.
"Jadi, bagaimana Pak dosen?" masih berusaha meneruskan perbincangan tadi
"Saya tetap mengedepankan profesionalitas"
"Walaupun mahasiswanya seorang wanita yang baik luar dan dalam?"
Raffa langsung berusaha untuk menstabilkan emosi medengar peryataan calon istrinya itu, sebab hadir bukannya menghibur tapi malah mecurigai Raffa. Karena kalau boleh jujur Raffa sangat lelah saat ini. Tapi dia tetap harus kuat bagaimana dia adalah seorang laki-laki apalagi tersemat nama Abimanyu dalam dirinya.
"Apaan sih? Jangan mulai deh, beberapa hari lagi acara penting kita loh"
__ADS_1
Raffa cukup serius membuat Azzalia pun tak berani berkutik alias menuruti Raffa karena benar juga apa yang di katakan calon suaminya itu.