Ayunda Syaharani

Ayunda Syaharani
Romansa insani


__ADS_3

Wajah berseri bak mawar merah yang sedang mekar-mekarnya seperti itulah rona dan aura Ayunda saat ini. Begitu antusias menceritakan kisahnya dengan Raffa. Bak mawar yang disirami embun pagi Ayunda tak segan-segan memuji Raffa di depan Yuna dengan pujian yang sebelumnya tak pernah diutarakan pada sahabat kampusnya.


"Matanya tidak tajam tetapi begitu menyiratkan kesan terbaik (matanya sangat intens) saat menatap"


Yuna geleng-geleng sesekali tersenyum dan tertawa kecil menjadi pendengar tuan putri yang dilanda cinta yang sekarang ada didepannya.


"Terlebih senyuman di bibir indah itu selalu membuatku hampir rapuh" terang Ayunda blak-blakan seraya masih melanjutkan pujiannya,


"seulas senyum yang sangat menawan bagiku, selalu membuat jantungku berdetak lebih cepat dan membuatku menginginkan lebih dari seorang guru dengan murid (dosen dan mahasiswa). Bahkan untuk sekarang, rasanya hatiku telah memilihnya, Yuna" membalikkan tubuh ke arah Yuna karena sedari tadi memang pandangan Ayunda tertuju pada pertemuan demi pertemuan yang terjadi antara dia dan Raffa


"Kalau begitu Ayunda, kamu harus memilih menjadi Ummuna Sayyidah Khadijah atau Sayyidah Fatimah?"


"Yuna, aku belum siap menjadi Siti Khadijah yang lebih dulu mengutarakan cinta dan niatnya kepada Rasulullah" jelas Ayunda menunduk malu


"Berarti Sayyidah Fatimah Azzahra yang mencintai Sayidina Ali dalam diam?" Yuna mendekati Ayunda merangkul pundak Ayunda sejenak kemudian melepaskan berganti ikut menatap indahnya langit malam itu seraya bercerita tentang kisah Sayyidah Fatimah dan Sayyidina Ali.


Yuna memulai meneruskan pembahasannya kembali,


"Ternyata keduanya saling mencintai dalam diamnya. Di ceritakan pula bahkan tidak ada mahluk yang tau akan kisah cinta dalam diam mereka. Dan pada akhirnya ketika para sahabat Rasulullah menyampaikan lamaran ke Sayyidah Fatimah, lamaran Sayyidina Ali lah yang di terima."


"Namun saat ditanya Rasulullah Sayyidah Fatimah hanya diam. Sehingga diamnya seorang gadis ketika mendapatkan lamaran merupakan bentuk persetujuan sang gadis" Ayunda meneruskan,


"MasyaAllah sekali kisah cinta beliau berdua!" kata Ayunda, "tapi rasanya aku tak akan sanggup untuk menahan dan menutupinya, Yuna."


"Katakanlah dan utarakanlah Ayunda!"


"Untuk itupun aku malu Yuna. Yaah ... meskipun teman-temanku di kampus sudah membuatku dekat dengan pak Raffa sampai dititik ini."


"Tenang saja Ayunda. Jodoh gak akan ke mana kalau memang sudah jodoh pasti akan ada titik temu yang menjadi pemersatu."

__ADS_1


"Jadi gak usah khawatir! Kalau memang pak Raffa adalah yang terbaik untukmu pasti akan didekatkan dan dipersatukan."


"Iya Yuna. Makasih kamu selalu datang tepat pada waktunya"


Ayunda merasa senang Yuna selalu ada saat Ayunda membutuhkan sosok pendukung, penyemangat dan pendengar isi hatinya.


...****************...


Disudut lain, dengan disaksikan oleh jutaan gemerlap bintang dan kemilau cahaya sang rembulan Raffa turut mengukir senyum indah, bahagia juga menawannya untuk bidadari yang akan dihalalkannya. Lewat telfon mereka menghabiskan malam bersama saling bertukar cerita satu sama lain juga mengutarakan rasa rindu yang menggebu bersamaan dengan desiran gelombang cinta yang ingin menepi untuk mencapai kepuasan setelah lelah dalam hanyutnya desakan cuaca yang mengakibatkan pasang naiknya gelombang.


"Pak dosen jagalah hatimu selalu! Teruntuk bidadari yang akan tetap bersabar dan bertahan untukmu di sini."


kata seorang wanita dengan berparas cukup cantik dan cukup dewasa itu di telfon.


"Of course! Bidadari tak bersayapku" balas Raffa cukup manis.


"Kok bidadari tak bersayap sih?" balasannya tak suka dengan sebutan Raffa untuknya.


"Coba sertakan alasannya padaku Pak dosen!"


"Kamu? Panggil aku Pak dosen aja? Seakan-akan kamu ini muridku."


"Aku memang muridmu Pak dosen, bahkan aku akan jadi murid paling setia untukmu."


"Sudah, sudah saya tau itu!" disertai tawanya berlagak seperti dosen dengan mahasiswanya.


"Sekarang aku kasih tau alasannya kenapa murid seperti kamu ini, mendapat sebutan bidadari tak bersayap."


"Why?"

__ADS_1


"Karena kamu cukup menjadi bidadari saja untukku tak perlu bersayap yang akan membuatmu terbang dariku"


Raffa mengeluarkan jurus rayuannya yang tidak semua wanita dapat mendapatkan kecuali wanita yang akan dihalalkan oleh Raffa.


Mereka bertiga (Ayunda, Raffa dan Azzalia (calon istri Raffa)) sedang dimabuk asmara secara bersamaan. Cinta segitiga memang akan menyakiti satu diantara penghubung sisi segitiga. Tetapi terkadang memang cinta harus seperti itu adanya, karena kita takkan pernah bisa memaksa orang lain untuk mencintai kita dan kita juga tak bisa mencegah hati untuk jatuh cinta pada siapa. Tinggal kita sebagai insan yang terlahir dengan sempurna (akal) menyikapi seperti apa persoalan cinta ini. Dengan lebih bijak dan dewasa itu akan lebih baik tentunya.


Seperti dua orang wanita ini misalnya, mereka sedang mencoba mengharmoniskan hubungan sebagai ibu dan anak. Sang ibu mengarahkan anaknya pada kebijaksanaan dan pendewasaan untuk menyikapi cinta dan hidupnya. Ibu dan anak itu tak lain dan tak bukan adalah Bella bersama sang Mama yang menghabiskan malam bersama dengan dinner di restoran ternama di kota S.


Berbicara tentang menghabiskan waktu bersama, sekarang ini di rumah joglo modern, rumah Ayunda lebih tepatnya. Penghuni rumah itu sangat bahagia atas kedatangan tamu tak disangka-sangka dan begitu keluarga itu rindukan sejak kepergiannya untuk menempuh hidup baru dalam sebuah bingkai rumah tangga. Mereka saling melepas rindu tak terkecuali Ummi Hannah yang tentunya sudah sangat rindu pada sosok Yuna yang kini sedang berbadan dua.


"Yuna, silakan duduk dan nikmati makanannya!"


Ummi Hannah menawarkan beberapa cemilan dan minuman yang sudah disiapkan Bi'Inem saat Yuna menemui Ayunda di taman


Yuna mengangguk. Duduk di samping kursi kosong tak jauh dari sang suami. Suami Yuna juga ikut menemani Yuna ke rumah Ayunda untuk bersilaturahmi sekaligus lebih dekat dengan sahabat keluarga Yuna. Sebab Yuna sendiri sudah menganggap keluarga Ayunda sebagai keluarga keduanya setelah keluarga orang tua dan mertuanya.


Ayunda pun ikut bergabung sebentar di ruang tamu sesekali mendengar pembicaraan Abah Ridho dan Suami Yuna. Mereka bercerita tentang bisnis dan isu-isu agama terupdate hari itu. Merasa ada yang butuh bantuan Ayunda beranjak pelan dari tempat duduk, bergegas ke dapur menilik Bi'Inem yang pasti sedang menyiapkan berbagai menu makanan untuk makan malam bersama Yuna dan suami. Tak segan-segan Ayunda ikut menyiapkan makanan yang telah dimasak Bi'Inem dengan sangat cepat ke beberapa mangkok dan piring. Meletakkannya di meja makan tak tertinggal buah-buahan sebagai pencuci mulut.


"Non, terimakasih sudah bantu Bi'Inem."


"Sama-sama Bi'Inem" jawab Ayunda, "Ayunda kembali ke depan lagi ya Bi."


Setelah kembali ke ruang tamu Ayunda tak segan mengajak untuk makan malam bersama seharusnya itu menjadi tugas BI 'Inem menginfokan makanan sudah siap, namun diambil alih oleh Ayunda. Untuk saat ini suasana rumah Ayunda terasa ramai sudah.


Mereka pun makan malam bersama di malam yang sangat menenangkan dan menghangatkan bagi setiap insan termasuk untuk Ayunda, Raffa dan Bella.


"Wanita hamil harus banyak makan buah dan sayuran loh, Yuna!" Ummi Hannah yang tau kalau sejak dulu tau Yuna nya itu tidak suka dengan kedua makanan itu


"Baiklah Ummi demi kesehatan bayiku aku akan mencoba memakan buah dan sayuran."

__ADS_1


Yuna sadar ia tak boleh egois karena bagaimanapun kesehatan jabang bayinya adalah yang paling penting dan utama. Banyak pasangan menikah mengaharapkan kehadiran seorang anak sebagai pelengkap hubungan namun takdir Allah belum menghendaki. Alangkah beruntungnya ia belum ada satu tahun menikah sudah dianugerahi amanah terindah dari sang Ilahi. Fikir Yuna melahap sayur ke dalam mulutnya. Ummu Hannah dan Ayunda yang melihat perjuangan Yuna sangat salut tetapi juga ingin sedikit tertawa namun mereka tahan.


Mereka merasakan hangat malam itu dengan kenikmatan yang telah mereka dapatkan masing-masing. Barang siapa selalu bersyukur akan nikmat Allah niscaya akan ditambah dengan lebih dan lebih.


__ADS_2