
Pada malam harinya Ayunda pergi ke ponpes Al-hikam untuk mengajar para santri cilik yang sudah menunggu kehadiran Ayunda kemudian secara seksama Ayunda menyimak hafalan para santri.
Sementara itu,
Di kontrakan minimalis terkesan cukup.eksotis Raffa masih sibuk dengan pengerjaan proposal.
Di rumah mewah deretan elit seorang wanita tengah membolak-balik buku resep makanan milik chef di rumahnya.
Setelah semua isi lemari itu dikeluarkan Terlihat satu buah gamis simple tapi pastten tergantung dengan rapi.
Sementara itu di rumah super mewah seorang wanita tengah mendiskusikan makanan yang cocok dan enak dimakan saat sarapan selain sandwich dengan para koki yang ada di rumah itu. Selesai mendiskusikan makanan dengan chef di rumahnya Bella berlalu pergi meninggalkan dapur memasuki kamarnya memilih model pakaian yang akan dikenakannya besok saat menemui Raffa saat memberikan bekal makanan spesial untuk Raffa.
Dan Bella memutuskan untuk tampil bedal kali ini ia memilih baju dress panjang dengan sedikit hiasan dibeberapa tempat tapi nampak begitu mahal dan elegan dengan kerudung instan yang menjadi setelan dari gamis berwarna abu-abu silver itu. Sebenarnya gamis itu adalah pembelian dari Mamanya untuk Bella siapa tau Bella mau mengubah penampilannya lebih syar'i lagi dengan dibelikan gamis dengan harga lumayan fantastis itu, namun tidak banyak yang akan harga gamis fantastis itu karena nampak sederhana dengan hiasan tak seberapa dibeberapa tempat.
Keesokan harinya Bella sudah bersiap dandan dengan begitu beda memakai gamis yang Umminya belikan padanya dengan riasan yang senada dengan pakaian yang dikenakannya tapi tetap terkesan cukup menor karena itu sudah menjadi kesukaan Bella serta bagi Bella itu dapat meningkatkan rasa percaya dirinya.
Setiap orang mempunyai selera masing-masing, mempunyai gaya masing-masing yang membuat nyaman dan lebih percaya diri. Antara satu individu dengan yang lain pun sudah pasti berbeda.
Sesudah itu Bella memasukkan bekal makanan yang telah ia requestkan tadi malam kepada chef di rumahnya. Kenapa memakai Chef? Karena Mama Bella single parent begitu sibuk dan padat aktivitasnya sehingga segala sesuatu didalam rumah itu disiapkan oleh para asisten yang telah dipilih dan diseleksi terlebih dahulu oleh Mama Bella.
Bella yang memang kurang kasih sayang dan arahan dari sosok orang tuanya membuat ia menjadi seperti sekarang setiap apa yang menjadi keinginannya harus terpenuhi dan ia dapatkan. Mamanya memang perhatian pada Bella tapi perhatiannya itu terasa masih kurang bagi Bella. Karena bagaimana pun Bella membutuhkan sosok Ayah yang selalu menasehatinya.
Pagi setelah subuh Bella juga sempat membantu membuat makanan itu walaupun sedikit karena jujur saja Bella belum terlalu pandai memasak bahkan itu adalah pengalaman pertamanya di dapur. Itu semua ia lakukan hanya untuk pak Dosen tampan nan wibawa yang telah mencuri hatinya.
Menghubungi kedua temannya Windi dan Tasya agar mereka harus standby di depan kost-kostan mereka saat Bella sudah sampai.
Bagi Bella Pagi ini ia harus sampai pagi-pagi sekali agar ia bisa menyambut Raffa.
Karena Bella sudah dandan dengan cukup anggun menggunakan gamis dan kerudung instan setelah gamis itu sehingga benar-benar syar'i. Mama Bella yang kebetulan belum berangkat bekerja ke kantor begitu tertegun dengan penampilan Bella pagi ini. Bagaimana tidak ini yang Mama Bella ingin lihat dari Bella yang berkulit putih dengan tinggi semampai mengenakan gamis yang dibelinya beberapa minggu yang lalu beserta kerudung instannya.
"MasyaAllah ini Bella anak Mama?" tak percaya
Mendengar pertanyaan dari Mamanya Bella mendegus kesal,"Ish Mama ini, gak percaya kalau ini Bella anak Mama yang paling cantik?"
"Ini Bella Mama, ini Bella!" menegaskan bahwa dirinya adalah Bella.
Terus menatap Bella dari atas sampai bawah sambil memutari Bella dari arah depan dan belakang,
"Bella kamu cantik sekali sayang!"
menagkup wajah Bella kemudian turun ke bahu mengamati penuh kagum
"Terimakasih Ma."
"Tunggu-tunggu! Kenapa tiba-tiba kamu bisa berubah gini gaya pakaian mu?"
"Adalah sebabnya ... yang pasti rahasia!"
__ADS_1
"Nona Muda ini makanan yang Anda request tadi malam!" ucap seorang chef memberikan makanan yang sudah tertata rapi dalam beberapa kotak makanan
"Terimakasih chef"
Chef itu pun berlalu pergi
sedangkan Mama Bella semakin bingung dengan perbuatan Bella saat ini?
Tiba-tiba putrinya itu merubah gaya pakaiannya bahkan mempersiapkan bekal yang lumayan banyak?
"Bella sebenarnya bekal ini untuk siapa?" tanya Mama Bella memegang dua kotak bekal berukuran sedang itu
"Untuk seseorang Ma." kata Bella kemudian meraih dua kotak bekal itu seraya meraut tangan kanan Umminya mengucapkan salam dan langsung pergi begitu saja
"Bella? Makan sarapanmu dulu!" teriak Mama Bella dari kejauhan
Dan Bella benar-benar sudah hilang dari rumah itu dengan mobilnya. Sang Mama merasa ada yang disembunyikan dari putrinya itu. Tapi Mama Bella tak mau berpikir panjang karena dia dikejar waktu karena ada meeting pagi itu dengan klien luar kota.
Suara klakson mobil Bella begitu mengganggu para penghuni kos itu. Untung saja para penghuni kost mau mengerti dan memaklumi setelah Windi dan Tasya memberi penjelasan kepada para penghuni kost yang hendak mendemo Bella.
Tanpa menunggu lagi Windi dan Tasya berjalan menghampiri Bella memasuki mobil Bella.
Windi dan Tasya nampak berfikir seperti ada yang aneh dan berbeda dengan Bella hari ini tapi apa menurut mereka belum sadar.
Bella tau apa yang ada diotak kedua temannya itu membuka suara,
Bukannya malah memalingkan tatapannya pada Bella namun malah semakin memperdalam tatapan nya.
Benar saja Bella merasa risih dengan itu,
"Kalian tuh udah aku bilangin gak usah natap aku kayak gitu! Aku tampil kayak gini itu untuk pak Raffa supaya Pak Raffa juga melirik aku sama kayak Ayunda yang hampir selalu menang dari aku"
"Tapi, kali ini aku gak akan membiarkan Ayunda menang dari aku." Bella menyeringai.
Windi dan Tasya hanya diam tanpa berani banyak bicara daripada pagi-pag sudah kena sengap.
Di Universitas pukul 06.00 WIB!
Bella Windi dan Tasya memasuki ruangan Raffa membersihkan ruangan itu dan menaruh makanan dan kopi latte yang dibawanya dari rumah diatas meja Raffa
15 menit kemudian Raffa sampai di Universitas dan langsung memasuki ruangan nya tapi anehnya kenapa ruangan nya tidak terkunci? Perasaan kemarin dia sudah meminta petugas di sana untuk menguncinya.
Tak mau berfikir panjang Raffa masuk ke ruangannya dan tiba-tiba
"Hei! Apa yang kamu lakukan? Lepaskan saya!"
titah Raffa tak suka tiba-tiba dipeluk dari belakang oleh seseorang
__ADS_1
"Pak ini sebagai wujud terimakasih Bapak ke saya karena saya sudah membawa bekal untuk Bapak! makanan yang sangat lezat dan sepesial untuk orang yang sepesial."
Raffa kesal dan murka dengan perbuatan Bella itu bisa-bisanya Bella memeluknya tiba-tiba sebagai rasa terimakasih untuk makanan yang telah ia bawakan untuk Raffa padahal Raffa tak pernah meminta nya.
"Lebih baik kamu pergi dari ruangan saya sebelum ada yang datang ke sini!" ucap Raffa dengan penuh penegasan.
"Tolong pergi dan bawa kembali makanan itu!" Raffa memberi perintah dan peringatan kepada Bella.
Kemudian Raffa juga kembali memberi pencerahan kepada Bella, "Bella bisa-bisanya kamu melakukan hal seperti tadi? Kamu itu mahasiswa dan saya dosen kamu, tolong hargai dan hormati itu."
Bella benar-benar tak habis fikir rencana gagal total untuk merayu Raffa dan menjadikan Raffa menjadi satu-satunya miliknya.
Percuma dia bela-belain datang pagi bawa bekal makanan dandan cantik dengan pakai gamis tapi Raffa malah menghina nya dengan perkataan begitu pedas terlebih karena ia mengenakan gamis dan kerudung syar'i itu.
Apalagi usahanya untuk mendapatkan kunci ruangan Raffa dari petugas pagi itu hanya sia-sia belaka dan malah membuat dirinya rugi berlipat-lipat ganda karena penawaran uang yang lumayan yang telah dilakukan dengan petugas itu.
Semua rencana Bella tiba di kampus lebih awal dari biasanya hanya terbuang sia-sia. Apalagi mengingat selama dalam perjalanan ke Universitas mau tak mau ia juga harus mentaati peraturan karena sedang adanya perbaikan jalan yang sangat memakan banyak waktu.
Dengan tangis bercampur rasa kecewa dan emosi yang mengeluap, Bella pun pergi meninggalkan ruangan Raffa.
Raffa ketar-ketir dengan perbuatan Bella salah satu mahasiswa yang memang cukup aktif dalam mata kuliahnya. Bahkan sering kali terlihat penuh simpati kepada Raffa tapi Raffa tak menyangka rasa simpati Bella melebihi batas wajarnya.
Pagi itu juga di kampus, khususnya fakultas pendidikan. Fakultas pendidikan dihebohkan dengan isu Bella yang memperlakukan Raffa dengan cara yang kurang enak didengar. Sebagian Mahasiswa berfikir mungkin untuk mendapat nilai bagus makanya Bella melakukan itu karena dari dulu Bella memang berambisi punya IPK bagus sebab Mamanya sangat menekankan Bella untuk itu. Jika IPK Bella tidak sampai pada standar sang mama Bella harus mau menerima konsekuensi nya. Semua fasilitas mewah yang ia dapatkan harus disita sampai ia mendapatkan nilai IPK yang memuaskan. Dan mereka mengira karena masalah IPK bagus Bella jadi berambisi sampai sebegitunya.
Ambisi itu memang diperlukan untuk meraih apa yang kita cita-citakan tapi jangan sampai juga ambisi kita merugikan orang lain bahkan diri kita sendiri. Jadikan ambisi kita sebagai ambisi positif yaitu instrumen usaha penuh atau kesungguhan dalam meraih apa yang kita cita-citakan. Manusia boleh berencana, bercita-cita setinggi apapun itu yang terpenting bagaimana kita selalu melibatkan Allah dalam setiap usaha keras dengan kesungguhan yang telah kita lakukan.
Pagi itu juga Bella dipanggil untuk menemui rektor universitas menanyakan berita yang beredar dan masih hangat-hangatnya.
"Bella apa yang saya dengar pagi ini dari beberapa mahasiswa, saya harap itu tidaklah benar!" tukas rektor universitas.
Masih menunduk malu Bella tak tau harus berkata apa karena kabar itu memang benar adanya.
"Bella?" panggilan untuk kedua kalinya.
"Iya Pak itu benar." jawab Bella dengan menggebu dan emosi,"saya melakukan itu karena saya suka pada Pak Raffa, Pak. Apa itu salah?"
"Perasaanmu tidak salah Bella tapi caramu yang salah." tutur Pak rektor kembali mengingat rasa cinta itu hadirnya memang tidak ada yang tau dan tidak bisa disangkal.
"Iya Pak, saya khilaf dan saya akan meminta maaf dan tidak akan melakukan hal seperti tadi dikemudian hari. Bahkan saya akan sangat mencegah perbuatan tak baik itu agar tidak dilakukan oleh mahasiswa lain."
"Baik saya pegang kata-kata kamu tapi boleh saya tau cara apa yang akan kamu lakukan untuk mencegah hal seperti itu tidak akan dilakukan oleh mahasiswa lain?"
"Saya akan masuk di setiap kelas semester 5 mengakui kesalahan saya dan memberikan arahan untuk tidak meniru perbuatan saya."
"Baiklah, silakan kamu buktikan! Saya akan menugaskan mahasiswa kepercayaan saya untuk mengawal dan mengawasi kamu." ucap Pak Rektor kepada Bella.
𝓑𝓮𝓻𝓼𝓪𝓶𝓫𝓾𝓷𝓰...!
__ADS_1